take it easy, so life will be

Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.

21 June 2011

Berjalan lambat

Semalam gw habis menonton adik gw perform menari tradisional untuk gelar pamit komunitas tari-nya.

Gelar pamit apa? Gelar pamit dalam rangka komunitas tari fisip (ktf) ui akan berpartisipasi dalam pentas di Eropa, di Perancis & Spanyol selama sebulan.

"Kak, aku itu kalau keluar negeri gimana caranya ya? Kalau kakak, kan, pasti cari beasiswa atau semacamnya. Kalau aku apa, ya?"

Hal pertama yang teringat oleh gw adalah pertanyaan yang diajukan oleh adik gw itu beberapa tahun silam. Dan gw juga kurang lebih masih ingat jawaban gw saat itu,

"Ya, lewat jalur budaya, lah. Apa, kek, ikutan menari, atau kegiatan semacamnya. Kan, kamu bisa kalau itu. Masih sesuai sama kamu"

Lalu, di sinilah. Saat ini, sebentar lagi dia akan berangkat dalam misi budaya komunitas tarinya.

Hebat, dalam waktu beberapa tahun bisa terjadi apa yang diimpikan.

Lalu, gw terpikir dengan diri gw sendiri.

Sudah sejauh mana perubahan yang gw impikan? Tujuan-tujuan yang ingin gw capai?

Jadi teringat, 3 tahun lalu, saat gw akhirnya diterima di universitas dan jurusan yg menjadi tujuan gw, oom gw bertanya pada gw,

Oom: "Dengan diterimanya kamu di sana, udah berapa persen kamu mencapai apa yang kamu cita-citakan, Fik?"

Gw: "Hmmm.. (berpikir). Baru 10 persen, oom"

Oom: "Baru 10 persen, Fik?"

Gw: "Yap (menjawab mantap)"

Sekarang ini sudah 3 tahun. Dan gw merasa belum ada pertambahan persen yang signifikan. Bahkan gw merasa stagnan yang menyebabkan kebolongan besar yang lupa gw isi selama ini.

Akibat kelalaian gw. Ketidakdisiplinan. Dan kekurang fokusan.

Gw sudah mengetahui keinginan-keinginan gw, tujuan-tujuan gw, sejak lama. Gw bahkan sudah menemukan apa impian gw jauh lebih lama lagi.

Tapi gw lalai dan tidak memanfaaatkan waktu dengan baik. Gw terlalu mudah terdistraksi dengan hal menarik di sekitar gw. Sehingga waktu yang ada gw manfaaatkan untuk hal-hal lain yang seharusnya mendekatkan gw dengan impian gw, tetapi malah berbalik menjauhkan gw darinya.

Dan kini, sebentar lagi masa kuliah gw akan berakhir. Sekarang sedang libur semester ganjil, dan gw habis liburan sepekan di Malang. Ketika pulang, mama berkata pada gw,

Mama: "Nah, selesai liburan main-mainnya. Balik lagi, ya, Fik, ke kenyataan"

Gw tahu maksud mama adalah tentang liburan, habis bersenang-senang kemudian ada lagi kesibukan yang menanti. Tapi gw tidak berkutik mendengar pernyataan tersebut.

Apa?

Apa kenyataan yg menanti gw?

Memangnya ada kesibukan apa yang menanti gw?

Magang wajib kuliah pun belum dapat. Bahkan sebenarnya ingin mengejar kebolongan kalau kewajiban magang ini tidar perlu dituntaskan sekarang.

Tapi mau mengejar kebolongan pun bagaimana caranya? Harus mulai darimana? Gw tidak dalam situasi yg mendukung jalan yang gw impikan, harus diupayakan secara independen, bahkan di tengah-tengah kewajiban sisa-sisa dari kegiatan yang mendistraksi gw 3 tahun ini. Sisa-sisa kelalaian gw yang belum tuntas.

Memang ada baiknya juga kalau bisa hidup dengan cara air mengalir. Jalankan saja hari ini, jangan pedulikan esok yg bahkan belum datang.

Tapi bukan impian namanya kalau ia tidak selalu teringat. Sebuah tujuan di masa mendatang, kalau tidak tercapai akan terus mengusik pikiran kita.

Namanya juga mimpi. Ia seperti hantu. Menghantui.

Itulah kenyataan yang gw miliki sekarang. Terombang-ambing antara masa kini dan masa depan.

Sedang meracau tidak jelas.

Dan sepupu gw pun berkata,

"Coba aja dulu, Fik, yang nanti-nanti dipikirkan nanti aja"

Hah... Berarti harus begitu ya. Hidup menjalani apa yang bisa dilakukan saat ini, demi mencapai impian di masa mendatang.

Meskipun tidak mudah, membingungkan, dan pastinya akan berjalan dengan kecepatan yang tidak bisa menyamai akselerasi kehidupan gw.

Yup, hidup gw berjalan dengan akselerasi, percepatan tingkat tinggi, tapi perjalanan menuju mimpi gw tampaknya berjalan lambat.

Tidak bisa saling menyamai. Itulah yang membuat gw takut.

2 comments:

iambeni said...

saatnya berlari bersama mimpi. :-)

fika farikha said...

I will try :) semoga antara saya dan mimpi bisa berlari berdampingan