take it easy, so life will be

Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.

08 March 2008

One Day yg sudah lama terjadi

Hari ini, seharusnya gw dan nyokap gw pergi jalan ke Jakarta denga tujuan:
1. Nonton UrbAnimation di Taman Ismail Marzuki (TIM)
2. Pergi melihat pameran Ekonomi Syari’ah (perbankan syari’ah) di JCC untuk referensi nyokap gw
Tapi apa yang terjadi? Nggak ada satu pun tujuan kita tersebut yang tercapai. Berangkat pagi2 jam 8 dengan harapan nggak macet dan nggak terlalu siang, kita menuju TIM terlebih dahulu. Dan yang ada hanyalah... TIM yang masih sepi, hanya ada acara menari anak2 yang belum mulai, dan acara UrbAnimation yang setelah gw konfirmasi ke panitianya (yang masih pake baju bebas) ternyata baru mulai jam 12 siang! Udah gtu hari ini acaranya Cuma animal cosplay doang. Jadilah batal nonton UrbAnimation.

Selanjutnya, niatan mau langsung ke JCC tapi melihat jam masih jam 9 pagi, kira2 nyampe JCC setengah jam itu udah kecepetan. Akhirnya pas keluar dari TIM menuju jalanan (di mana kebanyakan jalannya satu arah semua) kita nyasar. Ehm, maksudnya bukan nyasar, tapi muter2 nyari jalan ke arah JCC.

Sampai tiba2 setelah beberapa menit muter, kita merasakan jalannya mobil yang kian ‘gludek-gludek’ dan nyokap nyuruh gw lyatin ban mobil yang ada di sebelah kiri gw. awalnya gw lyat ban belakang nggak kempes, tapi pas gw tengok ban depan... dengan kaget gw mendapati kalau ban mobil tersebut udah kempes dengan amat sangat.

Paniklah gw! nggak panik2 amat, Cuma berseru kaget ke nyokap gw kalo ban depannya kempes banget. Nyokap gw langsung jalan pelan-pelan cari parkiran di samping hotel Marcopolo yang lagi ada di depan mata. Keluar dari mobil, gw dan nyokap gw langsung melihat ke ban yang dimaksud, dan mendapati sebuah paku sebesar sekrup yang menancap di ban atau ranjau. Well? Lo bisa nebak apa yang sebenarnya terjadi di sini, kan?

Yap! Kita salah satu korban ranjau ban. Dan berdasarkan pengalaman tsb dan tindakan2 yang diambil nyokap gw, gw mau memberikan beberapa pelajaran yang bisa diambil dari sini. Terutama buat para cewek2 yang sering bawa mobil sendiri, dan single mom atau buat semuanya yang butuh, deh!

Yang perlu kalian lakukan ketika mendapati ban mobil kalian kempes terkena ranjau (ataupun tidak) di tengah perjalanan:
1. Jangan langsung berhenti dan keluar dari mobil, karena dikhawatirkan akan ada yang ‘datang’ alias sang pemasang ranjau.
2. Setelah mendapati ban mobil kalian kempes, bukan berarti roda mobil kalian tidak bisa berjalan. Bisa, namun amat perlahan dan sebenter. Manfaatkan itu untuk mencari tempat yang aman untuk menepi.
3. Usahakan cari tempat menepi dekat hotel atau rumah sakit atau gedung2 yang pastinya memiliki satpam. Jadi, kalau terjadi sesuatu kita bisa berteriak minta tolong.
4. Segera hubungi petugas asuransi siaga (kalau ada) atau kemudian langsung mencari bengkel terdekat (carilah yang terpercaya dan berlisensi karena di sini service adalah segalanya).
5. Jangan lupa keamanan mobilmu. Kunci pintu ketika mobil ditinggalkan.
6. Terakhir, tetap tenang dan boleh berlega hati karena kalian telah berhasil melalui saat2 sulit.

Dan juga thank’s to Garda-Oto, yang dengan siaga 24 jam-nya langsung tanggap akan masalah di tengah perjalanan ini.

Terakhir, balik ke cerita gw. Jadilah hari ini kita ke Jakarta tanpa hasil apa-apa kecuali pengalaman tersebut. Setelah itu gw dan nyokap gw belanja di Indomaret utan kayu (yang dalemnya udah kayak supermarket) untuk keperluan gw bikin kroket. Hehe...

2 comments:

Mona Luthfina said...

kangeeeennn kalian.. [fika, uzie, dan tante lisa.. hehehe]

kamu jadinya mau daftar kemana fik? ITB jadi gak?

xero said...

wah malah dapet pengalaman lain ya hehehehe. btw tips nya bener banget!

salam