take it easy, so life will be

Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.

13 July 2008

Magz Project: Trafficking.

Di kelas matrikulasi, baik itu kelas bhs Inggris maupun kelas Mat&Fis, kita sama2 diberikan project work. Project work Mat&Fis udah ketahuanlah... percobaan2 gitu. Dan project work bhs Inggris adalah: Bulletin Board dan Magazine.

Topiknya sendiri diberikan dari pihak UI-nya. Dan kelas kita mendapatkan topik: Trafficking. In this case: Human Trafficking.

Apakah human trafficking itu? gw sendiri baru mendengarnya, bahwa ternyata sesuai
terjemahannya: lalu-lintas manusia, human trafficking adalah perdagangan manusia. Dalam arti yang ilegal, diintimidasi, dan menjurus ke sex-slavery dan perbudakan anak.

Awalnya, gw kaget dengan topik yang diberikan. Sangat berat dan sensitif untuk dibicarakan. Kelas kami dibagi menjadi 2 tim yaitu tim Bul-bo dan tim Magazine. Gw masuk tim magazine, dan tugas gw adalah interview, dan opini publik tentang trafficking.

Menurut, gw, perdagangan manusia adalah sesuatu yang sangat tidak manusiawi. Kita tentunya tidak akan menyangka bahwa sepatu2 sulam khas2 daerah2 di Indonesia, itu adalah buah karya tangan2 kecil anak2 yang dipekerjakan di bawah umur. Karena tangan2 kecil itulah mereka dimanfaatkan untuk mengerjakan keterampilan yang membutuhkan tangan2 tersebut.

Sementara tentang sex-salvery. Asia Tenggara sudah memiliki tingkat pekerja seks komersil yang cukup tinggi. Banyak wanita2 yang diperjualbelikan untuk dijadikan budak nafsu para lelaki yang mencari penyaluran birahinya.

Dan dari interview yang gw lakukan dengan native speaker gw, Cafer Orman, secara general, human trafficking lebih mengarah ke kasus2 pekerja seperti TKI atau TKW yang dikirim ke luar negeri, kemudian di sana mereka mendapatkan perlakuan yang sangat kasar, diintimidasi, sementara mereka dibayar rendah sekali.

Pertanyaanya: kenapa bisa terjadi trafficking?

Kalau belajar ekonomi, kita pasti mengerti bahwa dalam perdagangan: ada barang (atau jasa) yang bisa dijual, dan ada pasar untuk menjualnya.

Menyedihkan memang, bahwa kemiskinan dan masalah ekonomi adalah salah satu penyebab utama dari kasus trafficking ini. orang2 yang berusaha bertahan hidup sampai akhirnya mencari uang dengan cara yang mengenaskan seperti itu, berusaha bertahan hidup dengan mengorbankan kehidupan yang layak bagi mereka. Bagi gw itu bukanlah hidup. Kenapa mereka harus mau diinjak2 sebagai manusia (yang hidup) demi mendapatkan uang untuk hidup? Gw sedih, sedih sekali bagi mereka2 yang terpaksa bertahan hidup dengan cara tersebut.

Andaikan saja semua orang membantu mereka. Membantu bukan dalam arti uang maupun material, membantu dalam arti memberikan ilmu bagi mereka, mendidik mereka, memberikan mereka pengertian dan mengajarkan mereka cara untuk bertahan hidup yang lebih layak bagi mereka. Agak mereka tidak dibodoh-bodohi, dan tidak perlu terjerumus ke dalam sesuatu yang tidak baik.

Dan yang paling menyedihkan, adalah bahwa pasar dalam human trafficking itu ada. Ada saja orang2 yang membeli manusia2 tersebut dan kemudian memperbudak mereka untuk menghasilkan uang. Ada saja orang2 yang menjadi pelanggan usaha2 seks komersil dan lain sebagainya. Manusia itu, memang adalah makhluk yang mengerikan. Mereka seperti binatang. Lalu, manusia yang bagaimanakah yang bukan binatang? Itu adalah manusia yang beragama. Plus, manusia yang beriman.

Gw bukan bermaksud mengatas-namakan agama di sini. Tapi, gw ingin menekankan, bahwa agama itu bukan sekedar perihal tentang kita dengan Tuhan kita (memang itu adalah yang utama), tapi agama itu juga adalah bagian dari kehidupan kita. Itu adalah sesuatu yang paling dekat dengan diri kita, dengan hati nurani kita. Bisakah kita membayangkan kehidupan tanpa agama di dunia ini?

Sebenernya gw terhitung masih hijau untuk bisa mengutarakan sesuatu tentang masalah2 yang menurut gw tergolong complicated ini. Mungkin akan ada beberapa orang yang akan mengoreksi pernyataan2 gw. Tapi gw mau belajar, dan berusaha belajar menerima keberatan.

Balik lagi ke topik trafficking (haduh... gw itu suka ngeloyor kemana2, yah). Gw berharap, penyebab dari terjadinya kasus yang tidak manusiawi ini akan segera berakhir di masa yang akan datang. Akan ditegakkan hukum yang membela hak2 asasi manusia secara tegas, akan ditindaklanjuti para pelaku2 kejahatan tersebut, tetapi tetap juga diberikan kesempatan untuk bertobat. Dan agar pendidikan, menuntut ilmu, bisa dirasakan setiap orang, pendidikan yang diberikan untuk bertahan hidup, menjadi seseorang yang berarti, bukan sekadar pendidikan demi mengejar nilai atau rasa prestisius. Gw sendiri juga ingin sekali bisa memberikan kontribusi dalam perubahan2 baik tersebut.

Dan itu bisa dimulai dari sekarang, salah satunya dengan terus menulis dan menulis!

2 comments:

tammi prasetyo said...

pendidikan itu penting.
karena dengan ada pendidikan, mau enggak mau mereka dipaksa berpikir.
dengan berpikir, otomatis mereka tahu yang benar dan yang salah.
jika tau benar dan salah, tentunya mereka enggak akan terjerumus ke human trafficking itu..

maka dari itu.
jika ingin membangun sebuah bangsa, perkuatlah pendidikan itu dulu..

hal pertama yang dilakukan Jepang setelah di bom dan kalah dalam PD II adalah, menyekelohkan seluruh guru-guru mereka di luar negeri agar saat kembali ke Jepang mereka bisa membangun Jepang.
dan terbukti kan, walau kalah dalam PD II Jepang tetap menjadi negara maju saat ini.

kemudian Malaysia.
bolehlah orang Indonesia bersombong-sombong mengatakan bahwa dulu guru kita dipakai di negara Malaysia.
karena apa?
karena saat itu guru Malaysia disekolahkan di luar negeri juga.
dan setelah mereka kembali, guru Indonesia pun dikembalikan ke Indonesia.
dan bisa kita lihat, Malaysia telah melangkah cepat meninggalkan kita.

basicaly, its all about SDM SDM dan SDM..
hohoho..
begitulah
capek ah panjang-panjang nulis :)

-M- said...

hihihi,,masalah SDM nih.....