take it easy, so life will be

Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.

20 December 2009

Kupu-kupu di Cina dan tornado di Texas




“Seekor kupu-kupu yang mengepakkan sayapnya di Cina, bisa menimbulkan angin tornado di Texas”

Artinya, setiap perubahan kecil yang terjadi, yang luput dari penglihatan kita, bisa menjadi perubahan besar yang berpengaruh terhadap banyak orang.

Atau setiap tindakan kecil yang kita lakukan, tanpa kita sadari ternyata berpengaruh besar terhadap (bisa saja) kehidupan orang lain.

Banyak cerita, buku, film, apapun yang menggambarkan pepatah semacam ini, salah satu film yang sangat eksplisit ialah BABEL. Udah pernah nonton?

Well, it’s not what I’m about to talk.

Gw sedang dirundung perasaan tidak nyaman akibat suatu kejadian. Apa yang akan lo rasakan kalau lo membuka sesi curhat, dan seorang teman curhat sama lo, atau sekadar bicara beberapa hal penting ke elo; lalu beberapa jam kemudian temanlo itu melakukan sesuatu yang tidak terduga? Atau mengalami hal yang tidak terduga?

Salah seorang teman gw memutusin ceweknya, salah seorang lagi diputusin sama ceweknya.

Geez, such a bad feeling I’ve got now.

Gw berusaha mengingat percakapan gw dengan mereka, gw berharap nggak ada kata-kata yang salah gw ucapkan; atau salah ditangkap oleh teman gw; yang kemudian membuatnya memutuskan untuk break up sama ceweknya.

Man, segera setelah gw menerima kabar mengejutkan itu, masih dengan perasaan tidak nyaman, gw membalas sms teman gw; berusaha memilih kalimat dengan hati-hati:

Gw mengungkapkan kekagetan gw (pastinya), kenapa dia melakukan hal tersebut!? Diikuti dengan kalimat seperti ini:

“...ya tapi itu terserah lo. It’s your life, you know what’s best for you. Asal jangan salah langkah aja, nggak enak lho kalau punya masalah sama seseorang. Ini tentang hubungan antar-manusia aja, ya”

Teman gw membalas sms gw itu pastinya. Cuma gw udah nggak berani berkata apa-apa lagi. Nggak gw bales lagi.

Friend, setiap orang punya definisi tersendiri dalam memberikan sudut pandang mengenai suatu hal. Setiap orang punya pendapat yang berbeda-beda, salah satunya gw, dengan beberapa pemikiran gw.

Akhir-akhir ini gw sering banget jadi tempat curhat temen-temen gw. Mereka bilang gw tampak seperti orang yang bisa memberikan jawaban yang pas/tepat untuk mereka. Mungkin gw punya daya tarik atau cara pikir yang bikin orang nyaman ketika mereka berbicara sama gw, gw menerima itu sebagai pujian, dan kebanggaan bagi gw.

Hanya saja, jangan lupakan bahwa kata hatilo sendiri adalah hal yang paling sering lo lupakan untuk lo dengarkan.

Dan kadang itu merupakan hal yang penting. Semua jawaban yang gw berikan ke elo itu, sebenarnya udah ada di hatilo semua, di pikiran lo semua. Kalian hanya membutuhkan second opinion, yang memperkuat definisi/jawaban/pemikiran yang kalian miliki. Sekadar untuk memastikan kalau nggak Cuma kalian yang memikirkan itu, sekadar untuk memperkuat pendirian kalian, kalau kalian nggak salah.

It’s good. Gw juga butuh hal-hal seperti itu. It is human so we need each other.

I ever said in one of my posting:

“Listen to others is easy. Listen to yourself is challenge”

Dengan usia kita hingga sekarang, kita bukanlah gelas kosong seperti ketika kita baru lahir; kita adalah gelas setengah kosong, terbuka dengan masukan-masukan dari luar tanpa melupakan isi yang sudah ada di dalam diri kita.

Kita curhat, kita mencari jawaban dari luar, tapi dalam diri kita sendiri pun jawaban itu ada.