take it easy, so life will be

Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.

27 May 2008

DEWASALAH...!!! INDONESIA...!!!

Dewasalah MAHASISWA INDONESIA!!!! Sekolah TINGGI-TINGGI Cuma bisa DEMO!? Kita adalah rakyat TERPELAJAR jadi gunakanlah cara yang TERPELAJAR juga! Demonstrasi itu cukuuuuplah SEKALI terjadi ketika menggulingkan pemerintahan yang otoriter dulu2 banget! Itu peristiwa sejarah yang nggak akan bisa diulang! Cara yang sama nggak akan selalu berhasil! Sekarang kita telah berdiri di atas panggung yang sama dengan dunia global dalam kebebasan yang demokratis! Berarti kita BISA BERBUAT sesuatu! Sudah ada kebebasannya! Demonstrasi itu nggak penting lagi! Lakukan sesuatu di bidang kita masing2!

“Hal yang sama tidak bisa terjadi dua kali...” – Aslan – (The Chronicles of Narnia)

Gw bertanya2 kenapa yang banyak demo justrtu mahasiswa? Siapa, sih, yang paling menjerit menderita dengan naiknya BBM!? SIAPA? Rakyat miskin, kan? yang lebih lebih lebih tidak beruntung dari kita! Kita2 YANG SEKOLAH ini di mata mereka harusnya lebih bisa bertanggung jawab atas sesuatu yang kita punya dan mereka enggak! Sebagai representasi mereka! Sebagai harapan mereka agar kita2 yang BELAJAR ini bisa membawa Indonesia lebih baik untuk mereka juga!

Dan lagi, membantu sesama di kanan-kiri kita itu nggak harus berupa uang dan material, lho. Yang juga penting adalah mendidik mereka. Membuka mata mereka. Mengarahkan dan memberitahu mereka apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi hidup yang makin berat, dan meyakinkan bahwa mereka harus percaya dengan Tuhan dengan tidak mengakhiri hidup mereka begitu saja. Di atas kemiskinan adalah KEBODOHAN yang juga menjadi masalah utama di hidup ini. Jiwa pendidik itu ada dalam diri kita semua, kok. Seperti halnya memberikan pengertian kepada adik kita agar lebih patuh dan sayang dengan orang tua.

Tentang naiknya BBM ini, jujur aja, ya! Cuma orang2 yang memang MALAS yang ketahuan nggak siap dengan naiknya BBM ini. Sama aja halnya kayak kemaren tentang UN yang kontroversial. Apa reaksi gw? Biasa. Nggak ada yang harus dipanikin banget, karena gw tahu gw bisa belajar untuk itu. Yang gw takutkan adalah kesehatan gw pas ujian, dan jangan sampe ada hal2 teknis (diluar bisa/tidak mengerjakan soal) kayak jawaban nggak kebaca, dll. Dan PERBUATAN yang gw LAKUKAN saat itu adalah membantu teman2 gw yang masih ketinggalan dalam pelajarannya untuk menghadapi UN.

Apa bedanya menyikapi UN kemarin dengan naiknya BBM sekarang? Dunia makin maju, berarti energi makin dibutuhkan sementara persediaannya kian menjadi langka berarti bakalan jadi mahal kalo nggak ada penggantinya. Yang namanya masalah itu memang akan datang silih berganti dan kita harus bisa mengatasinya.

Aduuh... Harusnya ilmuwan2 itu dimodalin dan dituntut untuk bisa membuat atau mencari energi alternatif di tengah krisis energi saat ini. Bukannya Indonesia banyak orang2 pintar yang memenangkan olimpiade sains tingkat dunia? Sayangnya mereka kurang dapat apresiasi pemerintah kita dan jadilah keburu dilirik negara lain.

Tante gw sampe bilang, lucu kalo ada orang yang bekerja sampe panik BBM naik. Lha, harga barang2 naik pastinya mau nggak mau gaji karyawan juga naik, dong? jadi intinya tutup lubang juga, kan? nothing really changes.

Tapi gw juga nggak suka sama keputusan pemerintah tentang pemberian dana BLT. Apaan itu? yang ada bikin masyarakat Indonesia MAKIN MALAS! Bolehlah ada BLT tapi notabene untuk orang2 tua dan lansia yang udah nggak produktif bekerja lagi. Yang lainnya jangan dikasih ‘uang jajan’ begitu aja. Pemerintah harus memprogramkan sesuatu yang membuat rakyatnya TERPACU untuk bekerja, seperti misalnya dana yang diberikan itu dipakai untuk modal bekerja dan DIAWASI selama beberapa bulan misalnya? Susah memang mengingat Indonesia itu terpencar luas ke berbagai pulau. Tapi, selalu ada yang pertama untuk segalanya, kan?

“SELALU ADA YANG PERTAMA UNTUK SEGALANYA” – Jack Langeyl – (We Are Marshall)

Tentunya, program pemerintah juga harus didukung dengan masyarakatnya terutama kita2lah yang bersekolah ini... karena Indonesia itu luas, pulaunya banyak, jadi agak berat di bagian distribusi entah itu dana, entah itu informasi. Masyarakat harus mulai membuka mata, terhadap sekitarnya. Sebuah negara itu tidak berdiri sendiri, tidak dengan hanya pemerintahnya, tapi juga dengan rakyatnya.

Sekali lagi, sampe berkali2 mungkin, yah, gw ngemengin ini... kalo kita manusia adalah makhluk yang suda diberi akal budi oleh Tuhan, kita diberi kemampuan untuk menyikapi masalah2 yang ada. Gunakan, dan salurkan. Karena ilmu itu diraih tinggi2 untuk benar-benar dipakai di kehidupan nyata.
Bangkit itu menangis... Bangkit itu marah! Karena melihat masih banyak kemiskinan dan kebodohan di tengah-tengah kita.

2 comments:

Mona Luthfina said...

fika... coba baca tulisan ini deh..

http://edratna.wordpress.com/2008/05/28/masyarakat-kecil-kita-bersifat-lentur/#more-441

opini ibu ini bener juga... rakyat kecil itu apapun perubahan yg terjadi, mereka sangat lentur dalam menyesuaikan diri...

Kalo menurut mbak Mona, kalo emang BBM harus naik.. ya naiklah.. Allah pasti masih membuka pintu rezeki kita kok.. asalkan kita bekerja keras dan tentunya berdo'a..

yang penting adalah tetap sabar, syukur, dan ikhlas...

huehehehe...

tammi prasetyo said...

ada sebuah rencana menggeliat di otak gue.
sayangnya krn disibukan ujian dll jdnya yang menggeliat itu pun terpaksa hibernasi..

gue jelaskan secara singkat aja.
intinya gue percaya banget perbuatan baik sekecil apapun kalau dilakukan continue akan menular ke orang-orang.
how if kita melakukannya?
bayangkan dunia yang bahagia?

mimpi gue muluk sih.
tp itu gambaran kasar di otak gue.
drpd protes tanpa berbuat
lebih baik berbuat untuk protes.
cailah !