take it easy, so life will be

Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.

23 August 2009

Unique!


* * *


From : Nadine Wilcock nadine.wilcock@thenyjournal.com
Subject : Buku


Hei, Mel. Ke mana kau pagi ini? Sudah kubilang kabari aku bila kau tidak masuk kerja, George pasti akan mengomel-ngomel lagi menanyakanmu padaku. Ngomong-ngomong, aku mengirimimu sebuah buku novel, kuharap sudah bisa kau cek di depan pintu apartemenmu sekarang. Menurutku buku itu bagus mengingat apa yang sudah kau alami bersama the guy next door-mu. Oh, ya, salam untuknya, ya. Tony juga menanyakan kabarnya dan menantikan kita berempat bisa makan malam bersama lagi.




Nad


P.S.: Buku itu judulnya 'The Guy Next Door', ditulis oleh Meggin Cabot. Kau tahu novel2nya termasuk laris, kan?


* * *


To : Nadine Wilcock nadine.wilcock@thenyjournal.com
Subject : Buku


Hai, Nad. Maaf aku lupa mengabarimu bahwa hari ini aku harus pergi menemani John ke suatu tempat, mengurusi... kau tahulah, our special day is waiting. Saking merasa senangnya aku lupa dengan kantor, katakan pada George bahwa semua tulisanku sudah selesai dan akan ku-email attachmentnya padanya segera sore ini.


Aku sudah mengambil buku tersebut. Itu sangat menarik! Tebal juga, ya, tapi aku yakin akan dapat menyelesaikannya dalam semalam. Terima kasih untuk hadiah kecil ini. I think I'm gonna love it :-)



John mengirim salam balik. Well, yeah, kau tahu Tony bisa saja langsung mengirimi e-mail ke John mengingat sudah seberapa dekat mereka.


Can't wait for our dinner, kali ini kalian berdua saja yang mempersiapkannya.




Mel :-)





* * *






* * *


Mom! Kau tidak akan percaya ini! Aku baru saja ke toko buku dan melihat satu buku yang bagus! Judulnya Life on Refrigerator Door. Bukankah itu terdengar seperti kita berdua? Aku sudah membelinya, kuletakkan di meja makan, kau bisa membacanya duluan.


Aku mampir ke tempat Gina dan pulang jam 9


xox


C







* * *






Pagi Claire, tidurmu nyenyak ? Buku itu bagus sekali. Membacanya cukup cepat, aku sudah selesai semalam, sekarang kau bisa membacanya. Hari ini aku pergi lagi ke rumah sakit. Ada kalkun yang tinggal kau panaskan untuk makan malam, tidak usah menungguku, sepertinya hari ini akan pulang malam lagi.






Love,

Mom






* * *






Bukan aneh gw menuliskan resensi kedua buku tersebut di atas dengan cara begitu, karena memang begitulah cara penyampaian cerita di kedua buku tersebut di atas.






Benar-benar cara yang unik untuk menceritakan cerita dalam novel. Dalam The Guy Next Door, dari awal sampai akhir halaman hanya akan ditemukan e-mail2 antar para tokhonya, dan dari sanalah kita akan mendapatkan gambaran cerita secara keseluruhan.




Buku yg ditulis Meg Cabot tersebut memang salah satunya ingin menunjukkan penggunaan e-mail dan internet dewasa ini. Well, she proved it. Sekarang kita semua nyaris nggak bisa lepas dari facebook, blog, dan sarana lain untuk berkomunikasi. Bahkan koneksi internet tersebut sekarang bisa diakses melalui handphone, yang sebelumnya juga booming dengan fitur SMS-ya (mungkin kita bisa membuat novel berdasarkan SMS-SMS :D), sekarang ditambah akses internetnya, mungkin memang internetlah yang paling berperan akhir-akhir ini.






Menurut gw, penggunaan e-mail2 sebaga penggambaran cerita di The Guy Next Door itu menjadikan kisah romance di novel ini lebih romantis. Karena sebuah e-mail pribadi benar-benar menggambarkan bagaimana karakter seseorang, dan itu sangaaat lucu plus romantis untuk novel ini.






Kalau di buku Life on The Refrigerator Door, seorang anak gadis selalu berkomunikasi dengan ibunya via pesan2 di kulkas. Dan itulah isi seluruh buku ini: pesan-pesan di kulkas, antara Claire dan ibunya. Okay, ternyata makin kemari, orang2 makin sangat sibuk untuk menyempatkan diri bertemu bahkan terhadap anaknya sendiri, sampai2 kulkaslah yang menjadi penghubung diantaranya. Tapi dari pesan-pesan kulkas di dalam buku ini, kita juga mendapatkan gambaran cerita secara keseluruhan, sebuah cerita sederhana mengenai hubungan ibu dan anak yang hampir jarang bertemu, sampai akhirnya mereka menyempatkan diri mereka untuk lebih sering bersama-sama (dan itu tentunya digambarkan melalui pesan2 kulkas mereka).






Bagi gw, kedua buku ini menampilkan cara menulis sebuah novel yang sangat unik. Dan tidak hanya unik, tapi juga ada makna tersirat di dalamnya. Ketergesa2an kita di jaman ini sepertinya memang akan membawa kita ke era di mana we let the screen tells everything. Setidaknya, memang ada hal-hal yang lebih mudah untuk dituliskan dibanding diucapkan secara langsung.






Eniwei, it's also not impossible if there will be the time we used to communicate like in Wall-E animation. I said it's creepy, but nothing impossible, man… nothing impossible.


P.S.: Seluruh alamat e-mail yang tercantum di atas adalah FIKSI, hehehe...itu alamat2 e-mail para tokoh novel The Guy NExt Door,,eleuh eleuh...


peace :D

4 comments:

denny said...

wah, sayang alamatnya piksi,
kalo gak kan bisa di imelin,,
minta kalkun..
hahaha,,,

:P

fiEkHa said...

hahaha...

???


hahaha... :-D

Mona Luthfina said...

udah baca dua2nya... hehehe... iya.. bagus..

Fenty Fahmi said...

Aku suka novel ini, banget !!! walaupun emang gak masuk akal pada ending2nya, tapi tetep menarik banget :D

Meg Cabot Rocks !!!

eh makasih udah mampir :D