take it easy, so life will be

Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.
Showing posts with label politics. Show all posts
Showing posts with label politics. Show all posts

04 May 2009

Even...


Eventhough..

Actually, im not talking about words in English. Im talking about a friend of mine, his name is Even.

Yap, Even.

Eventhough...

Hahahaha... nama yang langsung bikin semua orang dalam pelajaran bahasa Inggris langsung kepikiran sama kata ‘eventhough’, termasuk gw. :p

Sori, Ven.

Jadi, ceritanya si Even ini minta dirinya dibahas alias gw tulis dalam blog gw. Oh, oke, ven. It’s cool, but what am I supposed to write about you? What do you want me to tell about you?

Let’s see...

Namanya Even Apillyadi (‘apil’ bukan ‘april’, he said so), teman yang gw kenal sejak matrikulasi PPKB. Berasal dari SMAN 1 Bogor, dan kini dia adalah seorang mahasiswa FISIP UI 2008 jurusan ilmu politik.

Waw!

Politik!

As I ever said, I don’t really like politic.

But he’s such a nice guy and a nice friend. Dan... dia jomblo, loh! Hahaha! Maksudnya promosi, nih! Hehehe!

Dan?

Dan jangkrik pun berbunyi.

Bingung gw mau nulis apa lagi. Ehehhe...

Ehm, sejujurnya gw punya pandangan subjektif kalo cowok-cowok di jurusan politik (yang untuk angkatan 2008 adalah paling banyak dibanding jumlah ceweknya) adalah orang-orang yang penuh misteri. Hahaha. Terkecuali tentunya untuk cowok2 politik yang udah lebih dulu gw kenal seperti Disna a.k.a Boim, Azurri, dan... EVEN! Mereka semua udah gw kenal sebelumnya, terutama si Disna dan Azurri yang adalah teman seangkatan gw di SMA.

Sisanya? Penuh misteri...

Auhh, mendengar nama Even jadi bikin gw kepincut speak2 in English, nih. ahaha...

Eventhough Even is majoring politic, but he’s not a mystery like the other politic guys. Exception also for Disna and Azurri.

Ahaha...

Apalagi, nih? mau gw tulis apa lagi, Ven?

16 March 2009

Pertarungan dengan Politik

Sebentar Lagi Pemilu 2009
Hari ini sudah memasuki minggu UTS. Jadwal senin ini adalah: SPI (Sistem Politik Indonesia) dan Dasar-dasar Penulisan (DDP). Sekali lagi pembaca... saya dihadapkan dengan matkul politik. Argh...

Ohiya! Fyi, gw akhirnya sudah menyelesaika tugas SPI gw! Tepat jam setengah 1 malam minggu kemarin! Langsung gw kirim ke dosennya via e-mail! Alhamdulillaaaaah! Leganya bebas dari tugas itu!

Yah, memang benar kalau ada pepatah yang bilang, “Satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah, adalah dengan menyelesaikannya”. The thing is, kalau ‘masalah’ itu adalah hal2 yang nggak gw minati such as matkul politik, dll (masih ada budaya, antropologi, dan hukum menanti), akankah gw menuntaskannya dengan senang hati?

Sementara itu, UTS SPI gw hari ini... ha... ha... ha... gw ketawa aja, deh. Setelah membaca soal2nya, gw yang mendapat tempat duduk di pojok belakang ruangan dekat jendela Cuma bisa menerawang keluar jendela, melihat pemandangan dari lantai 5, atap2 kampus berwarna cokelat, dan ada burung pipit yang terbang dengan enaknya.
Satu yang gw pikirkan untuk menyelesaikan UTS SPI gw itu adalah... “Apa yang bisa gw tulis untuk jawabannya, ya?” karena bentuk soalnya itu uraian dan as you may know matkul di sebuah fakultas ilmu sosial itu adalah abstrak, kita bisa menuliskan pikiran kita di sana. Nah, se-ngasal2nya gw bercerita pun tetap harus ada yang relevan dengan apa yang diajarkan di kelas, kan? Jadi... selama mengerjakan UTS, gw menerawang keluar jendela untuk memikirkan jawaban yang 80%-nya berisi pandangan gw sendiri, begitulah untuk 3 soal yang harus gw kerjakan. Untungnya Cuma diminta mengerjakan 3 dari 5 soal. Coba kalau 10 soal lebih, bisa2 waktu gw abis Cuma buat menerawang sambil mikir.

UTS DDP gw sendiri juga nggak berlangsung dengan mulus, tapi masih lumayanlah...

hh... kapankah pertarungan gw dengan mata kuliah politik berakhir? Mengingat gw adalah mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, kayaknya politik akan tetap menjadi topik yang eksis dalam kuliah2 yang akan gw jalani ke depannya. Masuk program studi jurnalistik cetak pun gw nggak pengen jadi spesialisasi politik, tapi kabarnya tiap calon jurnalis harus mulai dari per-politik-an. Nyahh...

Btw, hari ini gw sampai rumah jam 4.10! yippie! Sudah dimulai, nih, disiplin waktu gw!

15 March 2009

Cerita di Hari Jum'at

Okey, selesai cerita di hari Kamis, gw berlanjut ke hari jum’at.

BAHKAN setelah gw tidur lebih cepat dan bangung lebih lambat... gw masih kurang tidur. Badan gw masih remuk, kepala gw masih cenut-cenut. Argh! Gw adalah orang yang nggak bisa begadang dan jangan paksa gw bahwa menjadi mahasiswa itu pasti harus begadang! Ergh! I hate that such unhealthy lifestyle...!

Ada apa di hari jum’at? Hmm... let me remember it...

Hmmmmm......................

Ada kuliah SEI (sistem ekonomi indonesia). Well, not important juga, sih, gw kasih tau di sini. Lalu... yang pasti, jum’at ini gw menghabiskan sisa hari gw di kampus dengan MENGERJAKAN TUGAS SPI (sistem POLITIK Indonesia).

As i ever said before, i hate politic. Maybe close to an apathy. Dan gw bagaimanakah gw bisa mengerjakan tugas gw tersebut?
Dosen gw agak ‘gila’ rupanya. Tugas ini dikasih 2 minggu yang lalu, dengan syarat MINIMAL 5 BUAH BUKU/JURNAL ILMIAH sebagai referensi selain website dan koran2 atau media2 lainnya. What the!?!? Jatah peminjaman di perpus aja maksimal 3, gimana caranya minjem 5!? Sementara masih banyak kuliah lain dengan tugas2nya daan...butuh pinjaman buku juga..

Haah... gw protes seakan2 nggak ada jalan untuk mengerjakan tugas tersebut, whatever. Tapi yang pasti, karena alasan2 di atas itulah, gw baru bisa mengerjakan tugas tersebut sungguh last minute. Deadline hari Minggu besok harus dikirim via e-mail lalu Senin-nya printed out. Dan gw? Baru mencari buku dan referensi website hari Jum’at itu. Haha.

Gw menargetkan untuk pulang dari kampus jam 4 sore. Dan benar aja, jam setengah 4 gw udah cabut dari MBRC (perpus FISIP). Walaupun akhirnya tertunda juga sampai setengah 6 karena harus menunggu teman gw mengembalikan buku DDP gw yang akan di-UTS-kan Senin besok.

OUCH! UTS sudah di depan mata, bow!!!!

Okay, let’s talk it another time.

Waktu pulang, naek angkot seperti biasa. Di tengah perjalanan, angkot gw melewati segerombolan murid SMA di tepi jalan. Mungkin baru pulang sekolah. Yang menjadi sorotan gw adalah, sepasang murid cewek dan cowok sedang menggerak2kan tangannya sambil mengangguk2.

Gw memandangi mereka terus... sampai angkot gw jauh dan mereka udah nggak keliatah lagi. Awalnya gw berpikir kalau mereka sedang bertengkar, namun agak aneh melihat gerakan2 yang mereka lakukan. Ternyata? Mereka sedang menggunakan bahasa isyarat kawan2!

Hooo... my God, pertama kali gw melihat langsung bahasa isyarat yang cepat banget kayak gituh. Wow.


Gw belum punya pendapat tersendiri mengenai bahasa isyarat. Karena itu merupakan hal yang baru buat gw saat ini.

So, any comment, any responses, i’ll open :)

29 December 2008

ORASI Gus Dur: Catatan Akhir Tahun


Hari Minggu tanggal 28 Desember 2008, gw menemani bude gw melihat acara orasi Gus Dur di hotel Santika, Jakarta. Awalnya agak2 nggak yakin mau ikut, namun karena dorongan dari nyokap gw jadilah gw langsung ikut undangan dadakan tersebut.

Apa yang membuat gw tertarik untuk nonton acara ini?

1. Gw tertarik melihat Gus Dur berbicara secara langsung. Dan kedatangan gw membuahkan kepuasan karena selain Gus Dur, ada Effendi Ghazali dan Wimar Witoelar juga datang sebagai pembicara.
2. Gw tertarik dengan aktivitas para wartawan yang meliput acara tersebut. Gw melihat kameramen-kameramen dan fotografer-fotografer yang dengan antusias memotret2 Gus Dur yang sedang duduk di mejanya. Stasiun TV yang datang? So far gw melihat Global TV, Metro TV, Bali TV, Trans 7, Trans TV. Hehe.

3. Gw ingin memperluas wawasan gw mengenai politik (?????) walaupun sebenernya gw sendiri nggak yakin bisa benar-benar mengerti politik, karena jujur itu adalah sesuatu yang nggak terlalu membuat gw tertarik (mungkin lebih tepat dibilang gw nggak ngerti), jurusan Ilmu Politik termasuk ke dalam daftar jurusan2 yang tidak ada dalam pilihan gw untuk masuk Perguruan Tinggi. But, hey...! gw adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di mana mata kuliah pengantar Politik adalah wajib diikuti. So... seenggak2nya gw menunjukkan minat terhadap politik, kan? Soalnya... disebut2 juga soal KOMUNIKASI POLITIK dalam pembicaraan tersebut, dan... nama2 UI disebut2 loh! (jangan2 gara2 insiden aksi mahasiswa kemarin??)

Oke. Gw memang nggak ngerti politik, tanya Tammi aja, deh, tuh, yang anak politik. Hehe. Tapi, menonton acara Orasi (yah... anggaplah seperti talkshow) Gus Dur hari ini, gw melihat bahwa Indonesia BENAR-BENAR terdiri dari masyarakat yang beragam. Saat dibuka sesi tanya-jawab, ada orang yang terlihat agamis, ada juga penanya dari Papua, ada juga orang2 yang mengkoar2kan tentang kepentingan rakyat, ada penanya yang juga mencalonkan diri jadi presiden 2009, dan lain2.

Somehow, topik pemilu 2009 dan keberadan golongan putih jadi terangkat dalam pembicaraan, juga isu2 demokrasi. Pada saat berbicara, KH. Abdurrahman Wahid (kayaknya buat gw lebih enak ditulis seperti ini) sering memaparkan sejarah2 Indonesia pada masa2 kerajaan seperti Sriwijaya, Majapahit, dan empu Tantular juga disebut2. Itu menunjukkan bahwa beliau benar-benar menghargai sejarah, sebagai sesuatu yang menarik untuk diperhatikan demi kita membuat masa depan yang lebih baik. Di pelajaran sejarah, Bung Karno juga sempat menyebutkan semboyan JAS MERAH: Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah. Karena ternyata ketika kita melihat sejarah kerajaan2 tersebut, menunjukkan bahwa sudah sejak dahulu kala manusia2 kita memiliki visi. (mulai dari sini gw nggak tahu harus ngomong apa)

Yang tidak membuat gw tertarik dengan politik adalah, entah kenapa gw merasa bahwa gw lebih suka berkarya dan berbuat sesuatu ketimbang membicarakan permasalahan hanya dalam wacana. Dan dalam acara Orasi Gus Dur hari ini, gw sedikit melihat orang2 yang benar-benar melihat kenyataan dan orang-orang yang hanya berbicara dalam wacana.

Tapi wacana tetap penting, bertindak juga tidak boleh terlalu gegabah.

tegang di samping orang hebat...hehe.