take it easy, so life will be
17 December 2010
11 December 2010
Hot! Hot! Hot! Blast!
yeah! As you can see ten2five was coming and groove the night! :D yay! yay! They brought some new songs which are cool because the re-arrange some Indonesian folk musics and it's like wow! And also some of their old songs, especially the most important one: I will fly. Lol.
I'd like to take more pictures but my camera seems uncooperative that night... screw it, I put down the camera and start to sing along like others! Woohoo~
Ten2five really ended the night with total blast!
Yeah!
08 November 2009
Oh... my...doremi...
20 May 2009
double HELLs equal Catastrophe
What a day...!
A day of Catastrophe...!!
oke, mungkin memang lebay, tapi gw selalu menanti2kan keadaan di mana gw bisa mengucapkan sesuatu dengan istilah yang menggambarkan ke'sangat'2an. I don't know why I just love that kind of words: enormous, outrageous, outstanding, splendid, marvellous, and finally... catastrophe.
Hari ketiga UAS, adalah MPK Bahasa Inggris dan TEORI KOMUNIKASI (tekom). Sungguh pasangan yang tidak diharapkan, double hell, neraka, nelangsa, apalah semua istilah rasanya pengen gw muntahin.
UTS yang lalu, kedua matkul di atas adalah yang nilainya paling tidak memuaskan. Bahasa Inggris dengan listening-nya yang entah-itu-orang-bicara-apa-hanya-terdengar-gumaman. Dan Tekom yang nilainya sangat bikin gw mau nangis... 66.
Auch, masalahnya Tekom, nih. Itu adalah matkul jurusan gw: komunikasi. At least gw fight for it, dong? Masa untuk matkul sendiri nggak diperjuangin?
UTS dan UAS tekom itu OPEN Book. Sounds nice? nope, justru nakutin. Berarti matkul ini sebegitu kompleksnya sampai kita kudu open book untuk menjawab pertanyaan2 yang jawabannya HARUS berlandaskan teori2 yang ada.
UAS tekom: worst than ever.
UTS kemarin, aja, udah 8 teori yang diangkat.
UAS: raised to 17 theories.
Dan masing2 teori itu... konsepnya banyak, kan?
Dan itulah yang harus digunakan sebagai landasan atas argumen kita untuk menjawab soal yang bentuknya analisis kasus.
4 soal.
Untuk masing2 soal telah dipersiapkan 4 lembar kertas folio. Itu dimaksudkan untuk jawaban yang terpisah ke masing2 kertas (dan kalau mau nambah per soal masih bisa).
Dalam waktu kurang lebih 2 jam.
Whhhaaaaatt....
"Ready for the next hell?" kalimat yang gw tanyakan ke orang-orang sebelum mulai UAS tekom.
Nb: sebelumnya ada MPK Inggris, dan itu listeningnya sangat lebih baik dibanding UTS lalu,, haah... feeling relieve...
17 May 2009
countdown to UAS, countdown...
"Time is running, but I couldn't feel it"


04 May 2009
Even...
Actually, im not talking about words in English. Im talking about a friend of mine, his name is Even.
Yap, Even.
Eventhough...
Hahahaha... nama yang langsung bikin semua orang dalam pelajaran bahasa Inggris langsung kepikiran sama kata ‘eventhough’, termasuk gw. :p
Sori, Ven.
Jadi, ceritanya si Even ini minta dirinya dibahas alias gw tulis dalam blog gw. Oh, oke, ven. It’s cool, but what am I supposed to write about you? What do you want me to tell about you?
Let’s see...
Namanya Even Apillyadi (‘apil’ bukan ‘april’, he said so), teman yang gw kenal sejak matrikulasi PPKB. Berasal dari SMAN 1 Bogor, dan kini dia adalah seorang mahasiswa FISIP UI 2008 jurusan ilmu politik.
Waw!
Politik!
As I ever said, I don’t really like politic.
But he’s such a nice guy and a nice friend. Dan... dia jomblo, loh! Hahaha! Maksudnya promosi, nih! Hehehe!
Dan?
Dan jangkrik pun berbunyi.
Bingung gw mau nulis apa lagi. Ehehhe...
Ehm, sejujurnya gw punya pandangan subjektif kalo cowok-cowok di jurusan politik (yang untuk angkatan 2008 adalah paling banyak dibanding jumlah ceweknya) adalah orang-orang yang penuh misteri. Hahaha. Terkecuali tentunya untuk cowok2 politik yang udah lebih dulu gw kenal seperti Disna a.k.a Boim, Azurri, dan... EVEN! Mereka semua udah gw kenal sebelumnya, terutama si Disna dan Azurri yang adalah teman seangkatan gw di SMA.
Sisanya? Penuh misteri...
Auhh, mendengar nama Even jadi bikin gw kepincut speak2 in English, nih. ahaha...
Eventhough Even is majoring politic, but he’s not a mystery like the other politic guys. Exception also for Disna and Azurri.
Ahaha...
Apalagi, nih? mau gw tulis apa lagi, Ven?
10 April 2009
coming through: AMAZCOME!
Setelah beberapa lama...
Jadi, start blogging. Start updating. Dan semoga ke depannya bisa stabil dalam posting.
Ada banyak hal yang udah terjadi, tapi walaupun itu semua udah berlalu, gw tetap ingin menuliskannya di sini.
Pemilu Pertama
Kemarin, Indonesia baru saja menyelenggarakan agenda demokrasi yang paling penting bagi kelanjutan negaranya. Mungkin kalimat tersebut udah nggak asing lagi mengingat banyaknya media, tulisan, dan berita elektronik yang mengungkapkannya seperti itu.
Pesta demokrasi. Kemarin, adalah hari di mana pertama kalinya gw mengikuti pemilihan umum di Indonesia. Gw menggunakan hak suara gw dan kutipan ‘one vote counts’ dari majalah GoGirl! rasanya udah cukup mewakili apa pandangan gw tentang pemilu legislatif tersebut.
Sebagai seseorang yang biasa bangun dan beraktivitas dari pagi (begitu pula nyokap gw dan adek gw), serta KTP gw, adek gw, dan nyokap gw yang domisili di Jakarta Timur (kami tinggal di Cibubur, close to Bekasi), jadilah hari Kamis tanggal 9 April 2009 kami bertiga berangkat bersama ke Rawamangun, tempat di mana kami akan mencontreng calon legislatif kami.
Sengaja berangkat pagi supaya nggak rame, kata nyokap gw, sih, makin siang makin rame. Sampai sana jam setengah 8 langsung ke TPS di Taman Sawo. Dengan sedikit kikuk gw dan adek gw mengikuti nyokap, tante dan nenek gw memasuki TPS, menyerahkan kertas pemilih, tunggu dipanggil namanya, masuk ke bilik, membuka kertas2 yang besar2 itu, mencontreng, melipatnya kembali, lalu memasukkannya ke dalam masing-masing kotak suara, dan mencelupkan kelingking kiri gw ke tinta tanda sudah memilih.
Proses yang bagi gw cukup lambat dan cepat sekaligus. Satu suara untuk perubahan, 5 menit untuk 5 tahun, begitu kata orang-orang (dan grup band Cokelat).
Pengalaman gw ketika memilih (ketua OSIS, ketua BEM FISIP), adalah gw benar-benar merasakan pengaruh satu suara yang gw berikan. Itu ditunjukkan dengan menangnya kandidat yang gw pilih (di mana gw nggak mengira itu sebelumnya), padahal perihal memilih itu juga bukan sesuatu yang mudah dan perasaan yang muncul adalah absurd antara yakin dan tidak.
Pengumuman SIMAK UI: cerita dengan adikku
Hal kedua yang nggak lama baru terjadi adalah pengumuman SIMAK UI. Adek gw, yang ikut ujian tersebut dan memilih D3 Broadcasting sebagai satu-satunya pilihan, tidak diterima di seleksi tersebut.
Berita yang cukup menyayat kalau gw mendengar bagaimana adek gw menghabiskan paginya di tanggal 4 April 2009 dengan menangis sedih dan kecewa. Dia udah mengakses secara online hasilnya dari jam 4 atau 5 pagi dan mulai menangis saat mendapati dirinya belum diterima.
Setelah jam 8 pagi dan adek gw udah kembali stabil. Udah nggak nangis lagi dan udah mulai terlihat semangat lagi, gw baru berani mendiskusikan hal tersebut dengannya. Ada sebuah kalimat yang mengena di pikiran gw, yaitu ketika adek gw mengatakan:
“Kamu, kan, nggak ngerasain kayak begini”
Memang, gw masuk UI dengan jalur PPKB (atau ada yang mengenalnya PMDK). Dan itu membuat gw nggak merasakan bagaimana beratnya belajar untuk ujian, beratnya ujian itu sendiri, gambaran ujiannya, perasaan yang dirasakan oleh teman-teman gw dan adek gw yang mengikutinya, tapi bukan berarti gw nggak pernah merasakan kegagalan. Ini Cuma masalah time series (istilah yang disebut teman gw), gw merasakannya tidak di waktu yang sama seperti di mana teman-teman dan adek gw merasakannya. Dalam kondisi apapun, biarpun orang bilang segala nasihat mengenai kegagalan, tetap itu adalah suatu hal yang sangat menyakitkan ketika dirasakan, kita akan menangis, merasakan sedih dan kecewa, air mata akan mengaburkan pandangan kita untuk sesaat. Tapi setelah itu, kegagalan adalah hal di masa lalu, dan kesempatan baru sudah menanti di depan mata.
Saat ini adek gw mulai berjuang lagi untuk kesempatan berikutnya. Maaf, ya, kalau nggak terlalu banyak yang bisa gw lakukan. But I always pray for your best.
FISIPERS: I got in!
Selamat untuk gw dan teman-teman gw dan semuanya yang udah lolos seleksi pertama FISIPERS! Hehehe... alhamdulillah, gw keterima di divisi fotografer FISIPERS, badan otonom pers karya mahasiswa FISIP.
Eh, tapi kita semua di sini masih berstatus canggaru alias calon anggota baru. Tanggal 4-5 April 2009 kemarin, kita semua menginap di kampus dalam rangka PDPT (pelatihan dasar pers terpadu). Dan itu adalah dua hari yang sangat menyenangkan bagi gw!
Acara dimulai dari jam 7 malam. Sebenarnya dari sore jam setengah 5 kita udah ngumpul untuk persiapan yel-yel kelompok (jadi kita dibagi per kelompok campuran anggota baru semua divisi). Dan sepanjang malam isi acaranya adalah games, games, dan games. Games yang paling seru buat gw adalah games terakhir yaitu perang tiup lilin (itu sebutan gw aja). Jadi, setiap orang memegang lilin yang menyala dan setiap kelompok harus mempertahankan lilin2 anggotanya sekaligus meniup mati lilin2 anggota kelompok lain. Lilin yang bertahan yang menang. Intinya, sih, untuk mengetes kekompakan kelompok dengan saling menjaga lilin satu sama lain (yang saat itu diibaratkan nyawa kita :P).
Gw sendiri merasakan serunya pas lari-larian di tengah becek2an, rumput yang licin, memegang lilin yang udah redup-redup dibawa lari, tapi ternyata lilin tersebut tetap bertahan menyala. Karena gw nggak yakin dengan tinggi badan gw (biarpun gw angkat tinggi2 itu lilin tetap aja bakalan kesampean anak2 cowok), dan yang mengejar gw salah satunya adalah Disna, yang gw lakukan adalah lari, lari, dan lari, sampe sepatu gw kotor kena becekan! Terus.. .akhirnya ketemu temen sekelompok gw yang cowok tinggi supaya berdiri naik kursi batu dan ngelindungin lilin gw itu tinggi-tinggi, tapi kecolongan juga akhirnya. Hahaha... seru, seru!
Acara malam itu berakhir sekitar jam 11 malam. Dilanjutkan dengan apa tebak? Pertemuan besar alias DingDong (diskusi ngomong, dong) untuk membicarakan newsletter (produk lain FISIPERS) yang akan dibuat oleh kita2 sebagai canggaru yang akan menjalankan media magang.
Gilee... meeting in the midnight bangett... asik, sih, ngumpul sesama departemen penerbitan (reporter, fotografer, artistik) terus membicarakan tema yang akan kita ambil untuk tugas newsletter kita. Hoho. Dan setelah rapat itu selesai, ternyata... divisi fotografer disuruh ngumpul lagiii!!! Ough... kak, udah ngantuk, nih. Tapi tetap menjalankan dengan semangat, kok, ngobrol2 dan ngomongin soal pelatihan untuk divisi ini. Dan akhirnya, jam 1an malem barulah kita bisa tidur (sholat isya-nya juga baru jam segitu). Zzz...
Hari berikutnya, which is adalah hari Minggu, pagi-pagi kita udah dibangunin untuk sholat subuh dan senam pagi. Jalan pagi melewati jalan Mesjid sampai FISIP lagi, lumayanlah. Lalu mandi dan sarapan, dan seharian itu adalah berisi acara seminar, gathering, sharing alumni. Sampai jam 1, lalu ada kegiatan simulasi marketing, yaitu jualan barang2 untuk mencari dana buat newsletter kita.
Berakhir jam 3 kurang, langsung cabut buat sholat Dzuhur dan balik2 ada ngumpul divisi fotografer lagi. Dari pertemuan itu kita dikasih gambaran bagaimana mekanisme pekerjaan divisi fotografer. Oh iya, fyi... canggaru divisi ini Cuma ada 6 orang dari kabarnya banyak mahasiswa yang mendaftar. 5 diantaranya adalah cewek (dari Departemen Komunikasi semua! Ada yang S1 dan ada yang D3), dan seorang cowok dari jurusan politik.
Melihat bagaimana mekanisme tugas divisi fotografer, dan bagaimana canggaru2 lainnya, gw sendiri masih heran kenapa gw bisa diterima. Aduh, agak minder juga kali... yang lain pegangannya pada DSLR dan gw...? Cuma modal pocket digital (itupun baru saja rusak, jadi sementara gw minjem dulu). Katanya, sih, seleksi FISIPERS berikutnya itu Cuma dari keputusan kita, apakah lanjut atau quit. Sementara... tugas divisi fotografer itu nggak mudah juga, dan cukup bisa meng-eliminasi kita lho. Pantesan, kata senior gw yang Pimpinan Umum FISIPERS, emang seleksi divisi foto lumayan ketat.
Agh... antara nervous dan excited. Antara tegang dan senang. Harap-harap cemas, dah, gw. Jadinya gw merasakan mules setiap kali memikirkan ini.
Aaa....wish me luck!
16 March 2009
Pertarungan dengan Politik
Ohiya! Fyi, gw akhirnya sudah menyelesaika tugas SPI gw! Tepat jam setengah 1 malam minggu kemarin! Langsung gw kirim ke dosennya via e-mail! Alhamdulillaaaaah! Leganya bebas dari tugas itu!
Yah, memang benar kalau ada pepatah yang bilang, “Satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah, adalah dengan menyelesaikannya”. The thing is, kalau ‘masalah’ itu adalah hal2 yang nggak gw minati such as matkul politik, dll (masih ada budaya, antropologi, dan hukum menanti), akankah gw menuntaskannya dengan senang hati?
Sementara itu, UTS SPI gw hari ini... ha... ha... ha... gw ketawa aja, deh. Setelah membaca soal2nya, gw yang mendapat tempat duduk di pojok belakang ruangan dekat jendela Cuma bisa menerawang keluar jendela, melihat pemandangan dari lantai 5, atap2 kampus berwarna cokelat, dan ada burung pipit yang terbang dengan enaknya.
Satu yang gw pikirkan untuk menyelesaikan UTS SPI gw itu adalah... “Apa yang bisa gw tulis untuk jawabannya, ya?” karena bentuk soalnya itu uraian dan as you may know matkul di sebuah fakultas ilmu sosial itu adalah abstrak, kita bisa menuliskan pikiran kita di sana. Nah, se-ngasal2nya gw bercerita pun tetap harus ada yang relevan dengan apa yang diajarkan di kelas, kan? Jadi... selama mengerjakan UTS, gw menerawang keluar jendela untuk memikirkan jawaban yang 80%-nya berisi pandangan gw sendiri, begitulah untuk 3 soal yang harus gw kerjakan. Untungnya Cuma diminta mengerjakan 3 dari 5 soal. Coba kalau 10 soal lebih, bisa2 waktu gw abis Cuma buat menerawang sambil mikir.
UTS DDP gw sendiri juga nggak berlangsung dengan mulus, tapi masih lumayanlah...
hh... kapankah pertarungan gw dengan mata kuliah politik berakhir? Mengingat gw adalah mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, kayaknya politik akan tetap menjadi topik yang eksis dalam kuliah2 yang akan gw jalani ke depannya. Masuk program studi jurnalistik cetak pun gw nggak pengen jadi spesialisasi politik, tapi kabarnya tiap calon jurnalis harus mulai dari per-politik-an. Nyahh...
Btw, hari ini gw sampai rumah jam 4.10! yippie! Sudah dimulai, nih, disiplin waktu gw!
09 March 2009
What do you know about smile?

Yang mau gw fokuskan di sini adalah saat gw mencari foto untuk kompleksitas vertikal. Gw mencari objek yang menggambarkan (setidaknya) kesenjangan sosial yang ada di sekitar gw. Gw menemukan satu objek yaitu rumah besar bergaya ala Yunani yang dibangun di daerah rumah gw which is adalah daerah rumah kelas menengah ke bawah (it’s honest). Bahkan temen gw yang pernah main ke rumah gw pun melihat kalau rumah besar yang dimaksud itu ‘makan temen’, haha, saking mencoloknya.
FYI, di FISIP UI (nggak tau, deh, mungkin di Fakultas lain juga ada? Atau mungkin di kampuslo?) itu tiap pagi ada anak2 yang menjual koran. Beberapa adalah anak kecil kira2 seusia SD, tapi kalau gw sampai kampus pagi2, maka yang gw temukan adalah anak berseragam SMP sedang menjual koran.
Kalau ada duit, sekali2 gw beli koran sama anak2 tersebut. Akhirnya, dalam bagian dari tugas SSI ini gw dan beberapa temen mau mengambil gambar anak2 tersebut. Sebenernya, gw Cuma mau mengambil gambar ketika salah seorang teman kita membeli koran ke anak2 tersebut, tapi diteruskan dengan kita menawarkan diri untuk memotret anak penjual koran tersebut, lalu apa yang kita dapat?
Inilah senyumnya.
Gw nggak tau apa shutter digicam gw kelewat lambat atau emang begitulah senyum yang anak itu miliki saat ini.
Yeah, what exactly i know about smiles?
FISIPERS: photos lickin’ good
Lickin’ alias menjilat.
Oh, No! fiEkHa menjadi seorang penjilat!
Flash info. FISIP UI punya majalah bernama FISIPERS. Dari namanya aja udah ketahuan kalau itu dari FISIP, sih.
Awal2 masuk kuliah dulu, gw nggak kepikiran sama sekali untuk ikut2 organisasi2 macam BEM, FISIPERS, FSI (rohisnya FISIP), dll. Pertama, ada osjur yang menjadi prioritas gw (setelah kuliah) saat itu, kedua... memang gw nggak tertarik.
Tapi sekarang? Setelah osjur berlalu dan ternyata open recruitment FISIPERS baru sekarang2 ini, ditambaah... FISIPERS baru ganti kepengurusan dan PU alias pimpinan umumnya sekarang adalah senior 2006 gw. Haha. Terseretlah gw membeli formulir pendafaran seharga 7500. (duh, waktu itu gw nggak ada persiapan bawa duit, mendadak harus bayar 7500. ouch)
Bersamaan dengan formulir, kita mendapatkan booklet mengenai FISIPERS, struktur organisasi dan gambaran divisi2 yang ada di dalamnya. Ada reporter, fotografer, humas, sirkulasi, pemasaran, dll. Kita memiliki jatah untuk 2 pilihan, tapi gw Cuma ngambil satu pilihan: fotografer.
Beberapa temen gw menanyakan kenapa gw nggak ngambil reporter? Secara, ya, untuk penjurusan program studi (jurusan komunikasi itu nantinya kebagi ke dalam 4 prodi alias program studi) nanti gw sudah pasti akan mengambil jurnalistik cetak, kenapa malah milih fotografer di FISIPERS?
Satu, gw suka fotografi. That’s the simpliest thing for answering why i choose the photographer division. Kedua, gw berpikir kalau menjadi reporter itu emang seru, tapi... repot! Wah! Yang namanya bikin liputan itu nggak sembarangan! Perlu observasi, riset, dan tetek bengek lainnya yang akan membuat liputanlo menjadi oke kalau lo emang mau serius di bidang itu. Dan gw termasuk orang yang harus serius menjalankan sesuatu yang gw suka, jadi gw nyadar banget kalo gw masuk div.reporter, keseriusan gw akan menguras tenaga gw sendiri, sementara untuk saat ini gw melihat bahwa TUGAS2 KULIAH ENTAH KENAPA TERASA AMAT SANGAT MENUMPUK ditambah KEGIATAN2 PRIBADI GW YANG NGGAK KELAR2. Jadi... gw milih divisi di mana gw bisa serius tapi tidak menguras tenaga gw. Sekaligus mendekat ke minat gw. Fotografer.
Dan benar aja, setelah mengembalikan formulir, seminggu kemudian ada tes tertulis dan kita langsung dikasih tugas per divisi. Dan untuk mengerjakan tugas gw aja gw udah kalang-kabut karena bentrok sama kegiatan lain. Akhirnya tugas gw itu selesai di hari di mana gw harus mengumpulkan tugasnya. Haha.
Inilah tugasnya: Buat 5 foto karyamu sendiri (bisa foto tunggal atau foto essay) yang menurutmu menarik dan mempunyai nilai berita)
Hari pengumpulan tugas FISIPERS bersamaan dengan sesi wawancaranya. Dan tebak apa? Ternyata objek dari salah dua foto gw adalah... kadiv fotografi FISIPERS alias yang mewawancarai gw bernama M. Iqbal anak Sosiologi 2006. (foto yang megang piala)
Yap, dialah yang ada di foto pemenang juara umum LIMAS UI tersebut. Dia juga salah satu juara lomba fotografi di LIMAS UI tersebut. Jadi... mau tau responnya apa?
Dia: “Kamu menjilat Saya, ya?” (sambil nyengir2 dan ujung2nya ketaw lalu menunjukkan foto tersebut ke teman Kadiv lainnya yang juga berespon sama)
Lainnya: “Wuah! Nyogok, nih!? Nyogok!?”
Hahaha... (pasrah)
Dia: (di akhir wawancara) “Yaudah, tunggu aja kabar dari kita, yah. Semoga aja diterima”
Gw: “Semoga, deh, Kak. Kan, udah ada foto sogokan Saya”
Huakhakhakhakhak (pasrah)
Intermezzo: Tadinya gw udah mulai semangat untuk masuk FISIPERS. Soalnya ada seseorang yang menarik perhatian gw dan dia masuk divisi fotografer kayak gw! Wuaa! Pas wawancara kita sempet ketemuan, lho! Hehehe. Tapi kayaknya sekarang gw pasrah aja sama hasilnya, deh. Nggak keterima juga whatever. Capek, euy...
Besok paginya, gw mendapat SMS dari si kadiv fotografi yang bilang “Fika, fotolo yang SIMAK boleh diminta untuk dimuat di FISIPERS bulan ini gak? Ntar ada namalo tercantum di sana. Gmn? Trims”
So? Gw masih belum bisa berpikir kalau gw bakalan diterima, lho. Anything can happen.
08 March 2009
Crushing February
Sesuai dengan judulnya, di bulan Februari kemarin benar-benar, deh, bertebaran aura-aura romansa di kehidupan mahasiswa (beh). Setelah 5 bulan penggemblengan oleh jurusan (baca: osjur) dan kini kami semua menjadi sebuah keluarga besar (hey, they make a rhyme J), terangkatlah semua bentuk ‘crush’ yang ada (bagi yang belum tau, crush itu sama dengan ‘naksir’ alias suka atau kalau mau menyebut ‘cinta’ kecil juga boleh, hehe).
Senior gw (anak 2006) nembak wakil ketua angkatan gw. Yap! Nggak disangka-sangka waketu angkatan gw itu begitu mempesona hingga bisa ditembak oleh 4 orang cowok dalam waktu berdekatan! Jadi, singkat kata, ada 2 cowok senior 2006 yang nembak dia, dan 2 cowok lainnya adalah temen sang cewek waketu gw itu. Fyuh... emang, sih, waketu gw itu kerap kali terlihat mengobrol, bermain, bergaul dengan mayoritas anak cowok, gaya waketu gw itu juga asik dan oke (yaiyalah... waketu angkatan!). Tapi, ternyata yang dia pilih si senior 06.
Terus, ada temen seangkatan kita, cowok, nembak senior angkatan 2006! Cewek senior kita ini memang angkatan 2006, tapi actually she’s 4 years older than him! Yap, si cewek ini seharusnya angkatan 2004, tapi karena menuntut ilmu di luar negeri jadilah ia masuk kuliah sebagai angkatan 2006. Sangat mengagetkan, mengingat cowok yang nembak dia ini adalah seorang yang berprinsip untuk tidak ‘menyentuh’ cewek (serius!), tapi dia malah milih pacaran, udah gitu kabar-kabari dia ke-gap lagi sandaran sama si cewek di kereta (haha), yaudahlah... nggak usah ngebela2in prinsip kayak gitu kalau emang belum kuat hati (ohoho). Senior kita itu sendiri seorang yang sangaaaatt galak waktu osjur dulu, tapi di luar kegiatan osjur kita, dia adalah orang yang sangaaaaaaat baik dan murah senyum (cantik pula). Yah... mari kita doakan untuk kelanggengan hubungan mereka berdua.
Yang lain? Hmm... di angkatan gw bertambah lagi seorang yang incest, alias jadian sama anak seangkatan. Trus? Muncullah desas-desus mengenai si anu suka sama si itu, si ini suka sama si ono, dan lain-lain.
The point is, love is spread in February.
Well, how about me, then? Am i not having one of that ‘crushing’ case?
Haha. Dalam satu bulan gw udah tertarik sama beberapa cowok yang sangaaaaat berbeda2 satu sama lainnya. Kok bisa, ya? Katanya nyokap gw, sih, gw (sama adik perempuan gw) itu gampang banget suka sama orang (langsung dari luarnya), keturunan bokap gw (lah!?). Haha. Bercanda, yang mau gw maksud di sini adalah, setelah akhirnya gw lebih bisa menikmati hari-hari kuliah gw, gw jadi melihat bahwa FISIP UI ITU TERNYATA PUNYA COWOK2 YANG OKE2 JUGA.
*nyubit diri sendiri
Maksudnyaahhh!?!?
Yah... gw kira cowok2 FISIP itu macamnya cowok2 dandy yang suka bergaya (well, nggak masalah, sih. Justru bagus mereka memperhatikan penampilan, minimal rapihlah), tapi... kadang2 kan ngeri juga kalau mereka agak2 melambai. Atau nggak tipe2 cowok yang lifestyle definetely not my world. Suka nongkrong, dll. Atau enggak mahasiswa2 yang doyan demo (duh, kalau yang satu ini definetely no!no! buat gw, deh).
Ternyata oh ternyata... pikiran gw salah! (yeah, picik banget kalo pikiran gw sempit kayak gitu, im sorry, guys). Cowok2 FISIP itu baaaannnyak banget yang oke2. Baru2 ini malahan gw bertemu dengan seorang cowok berkepribadian menarik, dia itu optimis banget dan kayaknya selalu berpikir positif, dan tipe yang sangat bersemangat juga ambisius, dan baik hati pula. Tipe cowok yang menurut gw cukup langka ditemukan (halah). Menurut gw lho, ya. Hehehee
Jadi, akankah a brand new love life muncul di keseharian gw? Karena the last time i had such a love life is about several years ago.
Que sera sera, deh. Come what may. Masih banyak hal yang lagi menarik2nya untuk diikuti sekarang ini!
24 February 2009
college eye
Hehe.
College = Kuliah
Eye = Mata
Astaga, segitu susahnya gw cuma mau bilang MATA KULIAH.
Ada apa dengan mata kuliah? Hem ehm ehm... memasuki semester 2 ini, ternyata mata2 kuliah yang gw ikutin jauuuuuuhh lebih menarik dari mata kuliah semester 1.
Sebenernya nggak ada bedanya, sih. Mata2 kuliah yang diambil itu kelanjutan dari mata2 kuliah pengantar di semester 1 seperti Pengantar Ilmu Politik di smester 2 ini lanjut ke Sistem Politik Indonesia; Pengantar Sosiologi menjadi Sistem Sosial Indonesia; Pengantar Ilmu Ekonomi menjadi Sistem Ekonomi Indonesia; dan untuk Pengantar Ilmu Komunikasi, di semester 2 ini gw melanjutkan ke Teori Komunikasi.
Kenapa gw bilang menarik?? Karena, sekarang ini topik yang dibahas di kuliah jauh lebih aplikatif dan udah nggak pake hapalan, yang paling penting adalah pemahaman konsep. Dibanding sama matkul2 di semester 1 yang mostly hapalan tokoh, pendapat tokoh, dan model2 komunikasi ciptaan tokoh yang nggak boleh diubah2 (ilmu komunikasi serasa jadi ilmu hapalan yang pasti), dll.
Tapi, di semester 2 ini kita udah lewat itu semua, dan pembahasan menjadi lebih menarik. Terutama Teori Komunikasi, sekarang kita benar2 mempelajari KOMUNIKASI itu sendiri (duh, semester 1 cukup dengan sejarahnya, asal-usul, bla3x, deh).
Dan... gw udah mulai bisa menemukan connection antara satu matkul dengan matkul lainnya. Jadi, matkul2 yang Sistem2 itu sebenernya terkait, POLITIK, SOSIAL dan EKONOMI. Tiga2nya memiliki benang merah ketika kita sedang membahas suatu topik. Itulah yang membuatnya jadi makin menarik (hell, yeah, akhirnya gw bisa juga tertarik sama POLITIK. Remembering how hard I am to attending that class). Ada beberapa pembahasan di kuliah SPI yang juga diungkit2 di kuliah SEI, dan sebaliknya, begitu juga dengan SSI.
Hh... kayak2nya gw udah harus mulai rajin baca koran dan... memperbanyak jenis bacaan gw, deh. Oho... well, it will need time but I'll do it. Slow but sure, gw harus memperkaya ilmu gw selama gw masih merasakan beruntungnya bisa kuliah!
Welcome College Life (yang sempat tertunda oleh ospek jurusan di semester 1. haha)
13 February 2009
Memilih seorang pemimpin
Sekarang ini, di FISIP UI sedang gembar-gembornya PEMIRA alias Pemilihan Raya (klo nggak salah :P), yaitu pemilihan Ketua BEM FISIP UI yang baru. Dan... kandidatnya terdiri dari dua kubu:
- Thomas – Hegar
- Bhakti – Mansyur
“inget, ya. Kuliah memang nomor satu, tapi nomor 2-nya Bhakti-Mansyur, oke?”
Begitulah ucap salah seorang senior gw di Komunikasi. Haha. Agak2 terbuka juga, ya, kecenderungan warga FISIP terhadap calon yang akan dipilihnya. Sementara gw? Ditanya pun gw agak males jawab, itu RAHASIA gw, man! FISIP itu ramai, banyak manusia di kanan-kiri, dan nggak mungkin, dong? Di tengah2 kampus yang ramai orang gitu gw jawab tentang siapa yang mau gw pilih? Kok, rasanya kurang sreg, yah? Kagak enak kalo didengar sama orang2 yang memilih berbeda dengan gw.
Jadi, lo pilih siapa, Fik? (tetep... penasaran, ya?)
Hmm. Begini. Dari 2 kandidat tersebut, baru satu orang yang pernah gw temui, yaitu, Thomas himself. Ceritanya, udah dari beberapa hari dia mulai mensosialisasikan dirinya secara nggak langsung dengan ikut nimbrung di setiap kerumunan mahasiswa yang lagi berbincang2. Dan suatu hari, saat beberapa anak angkatan gw sedang merapatkan MBJ, datanglah dia nimbrung. Awalnya sharing2 soal MBJ, terus... lama kelamaan ngomongin PEMIRA, deh, dan dia ngasih tau bahwa dia salah satu kandidat calon Ketua BEM-nya. Halaah... ternyata ini bagian dari promosi dirinya . Hehe... (begitu pikir gw dan anak2 :P)
Kesan gw tentang dia: BAGUS. Dia adalah seorang kandidat yang memiliki visi yang jelas dan nyata (apa, sih, Fik), dan jujur, gw waktu itu berpikir bahwa mungkin gw akan memilih dia.
Tapi,,, gw nggak bisa langsung main pukul rata gitu, lah... secara gw belum lihat langsung kandidat satunya, si Bhakti itu. Gw cuma liat Bhakti-Mansyur di spanduk2 besarnya di FISIP dan jargon2nya yatu OBAMA: Optimis Bijak AMA (gw lupa singkatannya apa aja :P). Tapi, sepertinya, sebagian besar warga FISIP sudah condong ke pilihan no.2 tersebut. Kata temen gw (yang udah lihat langsung sosialisasinya Bhakti), sih, si Bhakti itu, oke, banget. Dia mengutarakan soal menjadi pemimpin yang baik dan bla3x gw nggak tau lagi.
Hari ini sebenarnya ada Debat Panelis di FISIP. Tapiii... gw nggak bisa nonton gara2 ada kegiatan FULLFRAME (komunitas foto di FISIP yang gw ikuti)!!! Huee... padahal sekalinya ini gw pngen banget liat si Bhakti! Penasaraan, euy...!
Ada beberapa faktor yang membuat seseorang memilih pemimpinnya. Dan gw berpikir 2 dari faktor-faktor tersebut. Pertama, seseorang memilih pemimpin karena idealisme yang sama diantara mereka, karena satu pemikiran, atau satu pemahaman. Kedua, seseorang memilih pemimpin yang memiliki tujuan-tujuan yang konkret dan realistis sesuai dengan keadaan yang diharapkan saat itu.
Sebentar lagi juga akan diselenggarakan PEMILU calon presiden dan wakil presiden 2009. Dengan PEMIRA FISIP ini, gw akan mulai belajar memilih, gw harus mengenali calon2 terpilih, dan... gw akan memilih sesuai dengan kriteria yang gw miliki mengenai seorang pemimpin. Siapa pun yang menang nantinya, yang pasti gw nggak akan menyesal karena gw merasa telah memilih yang sesuai menurut gw. Jadi, intinya jangan sampai salah pilih dan jangan memilih untuk tidak memilih!
“Buat gue, akan lebih baik lo memilih lawan gue dibanding lo memilih untuk golput” (ucapan Thomas saat bersosialisasi di tengah2 rapat MBJ kita)
Maksudnya adalah, helllooow...? kita anak FISIP, bo! Sosial-Politik! Justru kegiatan seperti ini adalah salah satu dari sekian hal yang harus kita attended to, kan!?
02 August 2008
F.I.S.I.P!!! F.I.S.I.P!!!! GO…. FISIP!!!!!

Hari ini ada acara SELADA MABA alias Selamat Datang Mahasiswa Baru FISIP UI. Dari jam 1 siang sampe jam 5 sore. Dimulai dengan kata sambutan dari Dekan FISIP, terus... ada FISIP Tour (udah kebayanglah... tur keliling FISIP gitu), trus... kita juga membiasakan diri dengan yel-yel FISIP UI dari awal sampe akhir acaral.
F-I-S-I-P! F-I-S-I-P! FIIIIISIIIIIP!!!! GO! GO! FISIP GO! GO! GO! FISIP GO! GOOOO FISIIIP!!!!
Glek. Pada awalnya gw dan tmen gw Yanti agak2 gimanaa gitu sama yel-yel tsb, udah gitu kakak2nya pada semangat pun riang banget pula. Hehe... maklum, sedang proses beradaptasi jadinyaaa.... baru pas akhir2 acara, deh, kita bener2 membaur sama suasana dan terbiasa dengan itu semua. Malah kita ikut2an girang dan semangat dan riang pas yel-yel! FIIIISIIIIIIIP!!!!!!!!!!!! Hehehehehehehehe....
Selesailah penanaman semangat FISIP dalam diri kita semua hari ini. Hohooo...
Acara lain hari ini adalah pengumuman karya daur ulang terbaik dan termakna. Yah, fyi, selama 2 minggu sebelumnya kita udah disuruh membuat karya daur ulang per kelompok untuk dilombakan di acara SELADA MABA ini. heehehe... tapi sayang kelompok kita nggak menang, yah, sing penting berpartisipasi! Hohooo...
Teruuss... ada yel2 kelompok juga, dilombain juga, nggak menang juga... nggak pa-pa juga, siih... semangat FISIP!!!! Hahaha...
Dan... di tengah2 acara tadi kita juga smpet dipertontonkan dengan sebuah film karya anak bangsa (ceileh) tentang kehidupan suatu suku di pedalaman Kalimantan. Ditambah dengan dituntutnya kita untuk mengungkapkan pendapat akan keadaan di sana, tentang illegal logging-nya, tentang nilai2 tradisional yang dianut suku tersebut, dan lain-lain.
Pokoknyaaa... hari ini rame, deh! Gw pulang kemaleman, bo! Mana pas naek angkot 112 isinya cowok semua! karena serem soalnya hari udah gelap jadinya di tengah jalan gw berhenti dan nyambung naek angkot 112 yang lain. serrreeemmmM!!!!
Ohya! Pagi ini, sebelum pergi ke acara FISIP, gw ketemuan sama tmen2 SMP gw! temen2 se-genk! Hehehe... Yorkshire Family!!!! I miss u again (halah, padahal baru aja ketemu), soalnya kita setelah ini bakalan lebih mencar2 lagii... uhuhu...
Pagi itu, kita bareng2 mengunjungi SMP KITA TERCINTA yang kebakaran kemarin. Dan tentang itu bisa dilihat di postingan berikut yang akan gw tulis.

