take it easy, so life will be

Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.
Showing posts with label SIMAK UI. Show all posts
Showing posts with label SIMAK UI. Show all posts

04 April 2010

Berita berita berita…

…berita bahagia…!

Selama beberapa lama menghilang dari dunia blogging, terjerat oleh kesibukan dan kemalasan akibat kesibukan tersebut, kalau ada waktu santai dipakai untuk bener-bener santai internetan (chatting, fesbukan, twitter, browsing de el el), sulit menggerakkan hati, pikiran, dan tangan untuk menulis blog lagi.

Sekarang, sekalinya gw bisa menulis postingan lagi, gw membawa kabar gembiraa… yakni kemenangan juara 3 atas lomba iklan CreADtive 2010! Yippie!

Hem hem info sekilas dulu ya, jadi yang namanya program Komunikasi S1 reguler UI itu punya acara tahunan yg namanya Pekan Komunikasi (pekom), selama satu pekan, diakhiri dengan pensi panggung bernama CommWeekend.

Rangkaian acara dari pekom sendiri kebagi 4, sesuai program studi yg kita punya: Jurnalistik, Periklanan, Humas, dan Komunikasi Media. Masing2 punya jatah seminar/workshop selama pekom berlangsung (senin: seminar KomMed, selasa: seminar iklan, rabu: workshop Jurnalistik, kamis: seminar Humas, dan ada screening film tiap harinya).

Ada lagi, khusus untuk Jurnalistik punya pre-event berupa lomba fotografi, sementara untuk Periklanan ada pre-event berupa lomba iklan untuk Mahasiswa se-Pulau Jawa bernama CreADtive. Itu dia! Yang gue ikutin bersama partner gw Ethen (lomba iklan itu 1 tim harus 2 orang).

Nggak nyangka aja, dari 138 tim yang masukin entry, kita lolos menjadi finalis yang bagusnya juga jadi wakilin UI, haha. Finalis lainnya ada 5 tim dari: ITB, UNS Solo, UMM Malang, UNDIP Semarang, dan Atma Yogyakarta. Total finalis ada 6 tim, dan ke-6 tim itu akan berkompetisi lagi di final round, di mana kita dikasih final brief untuk bikin iklan lagi…

Karantina senin-kamis kemarin, dan waktu 1 x 24 jam (bahkan kurang) untuk mengerjakan final brief, bener-bener bikin stress, dan gw yakin gak Cuma gw yang stress, peserta lain mungkin juga yaa… gila-gilaan banget deh! Sampe-sampe gw bisa nervous pas presentasi final (>,<), bukannya sombong tapi gw jarang grogi klo presentasi pas kuliah (alhamdulillah) tapi entah kenapa yg kemarin itu parah2an gw tegangnya, tekanan…tekanan… beda bgt lah sama presentasi kuliah..

Awarding night-nya pas CommWeekend, di hari terakhir pekom, puncak acara, malam-malam. Dan…. Jeng jeng jeng! Kita dapet juara 3! Alhamdulillah! Sebenernya nggak nyangka sih, Cuma di evaluasi lomba emang dikasih tau alasan2 kenapa juara2nya dapet jadi juara.

Such a great time, such a great experience, such a great pressure, such a great network, that we have there. Ikut lomba begini bisa dapet banyak banget, terutama mengenai dunia periklanan yang hubungan antar orang-orangnya ternyata erat banget. Hehehe.

Intinya nothing to loose, there are more to get than just a winning. And I think the other finalist also feel the same, I hope so… ^^ 

karantina: Ragunan, komplek wisma depart.Peternakan, ada dokter hewannya pula. Jangan tanya tempatnya kayak apa, haha.


workshop sama ayah Djito Kasilo ^^




souvenir Time! @kober. Foto-foto di gang sempit orang banyak lalu-lalang = kami memang gila! haha


Tour de UI, pose nunggu Bikun. Panasnya minta ampun dah


Tour de UI, the bridge on pose :D


makin menggila di jembatan



pose of the 1st winner: Leo (partnernya Aim di sebelahnya) dengan piala Sang Emas, wayang Khrisna












Foto-foto bersama...! Memang most of us are boys, hahahaha.
Atas (ki-ka): Wing (ITB), Aim (UNDIP), Cahyo (Malang), Fuad (Solo), Mas -lupanamanyaamaf-.
Bawah (ki-ka): Leo (UNDIP), ayah Djito Kasilo, Nindi (Atma), Teguh (Atma), Billy (ITB), Gunawan (Solo), Nasich (Malang), Fika (UI), Ethen (UI).

Viva et al...!!

all photos are courtesy (c) of Cahyo, Gunawan and Nindi ^^ thank you guys



20 December 2009

Kalau ada istilah ‘hati yang meloncat-loncat’...

...mungkin itu istilah yang paling tepat untuk mengungkapkan apa yang gw rasakan hari ini.




Gw nggak berlebihan, ini serius, gw udah deeply into him, deeply in love with him.

Padahal banyak alasan untuk tidak jatuh cinta dengan orang seperti dia, banyak perbedaan yang sebenarnya terlalu besar mengenai gw dan dia.

But, if I fell, then I fell.


fell

Hari ini adalah hari yang seru dan menyenangkan karena gw datang ke momen paling besar FISIPERS: pemilihan PU (pimpinan umum) berikutnya.



Yap, saatnya kaderisasi, kawan, kaderisasi.

Calonnya dari angkatan 2007 (gw 2008). Ada lima orang. Lalu banyak angkatan 2006 FISIPERS, yang nggak pernah gw lihat maupun kenal sebelumnya, datang ke acara ini. Begitu pula ada beberapa alumni yang datang.

Setelah presentasi panjang dari masing-masing kandidat (soalnya plus tanya-jawab dari floor dan alumni), maka dimulailah itu musyawarah besar untuk menentukan the next leader.

Musyawarah yang menyenangkan, dan berkualitas, semua orang (termasuk gw) mengutarakan pendapatnya mengenai masing-masing kandidat, dan kecenderungan untuk memilih siapa. Semua sudut pandang terangkat, semua suara keluar, baik dari yang pernah bekerja sama dengan kandidat, pernah ngobrol dengan kandidat, nggak pernah sama sekali dua2nya, itu menjadi penilaian kita semua.

Dan gw pun yang anak baru (2008) bisa mengikuti dan berpendapat dengan nyaman, karena di sana kita semua bermusyawarah dan saling menghargai pendapat satu sama lain. Pokoknya enak, deh.

Musyawarah yang cukup alot. Dan akhirnya diputuskanlah sebuah nama.

Dan makin seru ketika para kandidat; yang sebelumnya disuruh keluar ruangan saat kita sedang musyawarah; dipanggil ke dalam ruangan untuk menerima hasil mufakat.

SERUUUUU....!!! deg-degan pas nungguin si ‘PU berikutnya’ diberitahu kalau dialah yang terpilih.

Hehehe. What a day, fun day.

Gw yang tadinya ngampus juga mau ngerjain tugas makalah, udah bawa buku seabrek dan laptop berat-berat; meenjadi full time ngikutin prosesi pemilihan ini; saking serunya, hehe.

Another happy news, gw nggak jadi dipilih untuk jadi kepala divisi (kadiv) fotografi FISIPERS berikutnya. Hehehe. Maaf banget, such an honor, tapi gw bener-bener nggak bisa, dan lagi gw udah diserahin tanggung jawab untuk jadi PO pameran foto kita aja. Jadilah dipilih MALA untuk menjadi kadiv berikutnya; wakadiv Nisul; dan gw tetap dengan jabatan PO acara pameran foto yang mau kami adakan. Hehehe.

I love this team, this photographer team. Somekind of bonding time when I’m with them. Kita sama-sama saling bantu, yaa... udah bagi-bagi kekuasaan, nih, yeahahahaha.

Last but no least happy news...

...adalah yang gw ungkapkan di pembuka postingan ini.

Dia datang. Dia datang dan rasanya gw nggak percaya dengan siapa yang gw lihat itu. Nggak percaya, tapi gw sangat bahagia melihatnya. Mengingat bahwa gw udah jarang lagi bersama-sama dia, entah itu Cuma kumpul-kumpul atau kepentingan lain.

Gw seneng banget, rasanya napas beneran tertahan, dan hati gw meloncat-loncat.

Sekarang pun, kalau gw mengingatnya, gw masih tahu bagaimana rasa senangnya saat itu.

Friend, am I really deeply into him?

Friend, did I already fell?

Friend, do I have hope?

10 April 2009

coming through: AMAZCOME!


communication 2008 present, Malam Balas Jasa: AMAZCOME

click on the picture or click here

Setelah beberapa lama...

Setelah beberapa lama tidak posting... sampai temen gw bilang “Fik, lo jarang update blog, ya?” “Fik, kok, nggak ada posting baru?”; oke, masalahnya ada di gw. Apa aja? Mood, kesibukan, mood, kesibukan. Tapi itu bukan sebuah excuse untuk gw tidak melanjutkan menulis di blog gw. Karena www.langithariini.blogspot.com adalah bentuk komitmen gw terhadap menulis. Bahkan untuk mencari nama tersebut (langithariini) menghabiskan waktu beberapa malam bagi gw memikirkannya, karena gw mau serius di sini.

Jadi, start blogging. Start updating. Dan semoga ke depannya bisa stabil dalam posting.

Ada banyak hal yang udah terjadi, tapi walaupun itu semua udah berlalu, gw tetap ingin menuliskannya di sini.

Pemilu Pertama

Kemarin, Indonesia baru saja menyelenggarakan agenda demokrasi yang paling penting bagi kelanjutan negaranya. Mungkin kalimat tersebut udah nggak asing lagi mengingat banyaknya media, tulisan, dan berita elektronik yang mengungkapkannya seperti itu.

Pesta demokrasi. Kemarin, adalah hari di mana pertama kalinya gw mengikuti pemilihan umum di Indonesia. Gw menggunakan hak suara gw dan kutipan ‘one vote counts’ dari majalah GoGirl! rasanya udah cukup mewakili apa pandangan gw tentang pemilu legislatif tersebut.

Sebagai seseorang yang biasa bangun dan beraktivitas dari pagi (begitu pula nyokap gw dan adek gw), serta KTP gw, adek gw, dan nyokap gw yang domisili di Jakarta Timur (kami tinggal di Cibubur, close to Bekasi), jadilah hari Kamis tanggal 9 April 2009 kami bertiga berangkat bersama ke Rawamangun, tempat di mana kami akan mencontreng calon legislatif kami.

Sengaja berangkat pagi supaya nggak rame, kata nyokap gw, sih, makin siang makin rame. Sampai sana jam setengah 8 langsung ke TPS di Taman Sawo. Dengan sedikit kikuk gw dan adek gw mengikuti nyokap, tante dan nenek gw memasuki TPS, menyerahkan kertas pemilih, tunggu dipanggil namanya, masuk ke bilik, membuka kertas2 yang besar2 itu, mencontreng, melipatnya kembali, lalu memasukkannya ke dalam masing-masing kotak suara, dan mencelupkan kelingking kiri gw ke tinta tanda sudah memilih.

Proses yang bagi gw cukup lambat dan cepat sekaligus. Satu suara untuk perubahan, 5 menit untuk 5 tahun, begitu kata orang-orang (dan grup band Cokelat).

Pengalaman gw ketika memilih (ketua OSIS, ketua BEM FISIP), adalah gw benar-benar merasakan pengaruh satu suara yang gw berikan. Itu ditunjukkan dengan menangnya kandidat yang gw pilih (di mana gw nggak mengira itu sebelumnya), padahal perihal memilih itu juga bukan sesuatu yang mudah dan perasaan yang muncul adalah absurd antara yakin dan tidak.

Pengumuman SIMAK UI: cerita dengan adikku

Hal kedua yang nggak lama baru terjadi adalah pengumuman SIMAK UI. Adek gw, yang ikut ujian tersebut dan memilih D3 Broadcasting sebagai satu-satunya pilihan, tidak diterima di seleksi tersebut.

Berita yang cukup menyayat kalau gw mendengar bagaimana adek gw menghabiskan paginya di tanggal 4 April 2009 dengan menangis sedih dan kecewa. Dia udah mengakses secara online hasilnya dari jam 4 atau 5 pagi dan mulai menangis saat mendapati dirinya belum diterima.

Setelah jam 8 pagi dan adek gw udah kembali stabil. Udah nggak nangis lagi dan udah mulai terlihat semangat lagi, gw baru berani mendiskusikan hal tersebut dengannya. Ada sebuah kalimat yang mengena di pikiran gw, yaitu ketika adek gw mengatakan:

“Kamu, kan, nggak ngerasain kayak begini”

Memang, gw masuk UI dengan jalur PPKB (atau ada yang mengenalnya PMDK). Dan itu membuat gw nggak merasakan bagaimana beratnya belajar untuk ujian, beratnya ujian itu sendiri, gambaran ujiannya, perasaan yang dirasakan oleh teman-teman gw dan adek gw yang mengikutinya, tapi bukan berarti gw nggak pernah merasakan kegagalan. Ini Cuma masalah time series (istilah yang disebut teman gw), gw merasakannya tidak di waktu yang sama seperti di mana teman-teman dan adek gw merasakannya. Dalam kondisi apapun, biarpun orang bilang segala nasihat mengenai kegagalan, tetap itu adalah suatu hal yang sangat menyakitkan ketika dirasakan, kita akan menangis, merasakan sedih dan kecewa, air mata akan mengaburkan pandangan kita untuk sesaat. Tapi setelah itu, kegagalan adalah hal di masa lalu, dan kesempatan baru sudah menanti di depan mata.

Saat ini adek gw mulai berjuang lagi untuk kesempatan berikutnya. Maaf, ya, kalau nggak terlalu banyak yang bisa gw lakukan. But I always pray for your best.

FISIPERS: I got in!

Selamat untuk gw dan teman-teman gw dan semuanya yang udah lolos seleksi pertama FISIPERS! Hehehe... alhamdulillah, gw keterima di divisi fotografer FISIPERS, badan otonom pers karya mahasiswa FISIP.

Eh, tapi kita semua di sini masih berstatus canggaru alias calon anggota baru. Tanggal 4-5 April 2009 kemarin, kita semua menginap di kampus dalam rangka PDPT (pelatihan dasar pers terpadu). Dan itu adalah dua hari yang sangat menyenangkan bagi gw!

Acara dimulai dari jam 7 malam. Sebenarnya dari sore jam setengah 5 kita udah ngumpul untuk persiapan yel-yel kelompok (jadi kita dibagi per kelompok campuran anggota baru semua divisi). Dan sepanjang malam isi acaranya adalah games, games, dan games. Games yang paling seru buat gw adalah games terakhir yaitu perang tiup lilin (itu sebutan gw aja). Jadi, setiap orang memegang lilin yang menyala dan setiap kelompok harus mempertahankan lilin2 anggotanya sekaligus meniup mati lilin2 anggota kelompok lain. Lilin yang bertahan yang menang. Intinya, sih, untuk mengetes kekompakan kelompok dengan saling menjaga lilin satu sama lain (yang saat itu diibaratkan nyawa kita :P).

Gw sendiri merasakan serunya pas lari-larian di tengah becek2an, rumput yang licin, memegang lilin yang udah redup-redup dibawa lari, tapi ternyata lilin tersebut tetap bertahan menyala. Karena gw nggak yakin dengan tinggi badan gw (biarpun gw angkat tinggi2 itu lilin tetap aja bakalan kesampean anak2 cowok), dan yang mengejar gw salah satunya adalah Disna, yang gw lakukan adalah lari, lari, dan lari, sampe sepatu gw kotor kena becekan! Terus.. .akhirnya ketemu temen sekelompok gw yang cowok tinggi supaya berdiri naik kursi batu dan ngelindungin lilin gw itu tinggi-tinggi, tapi kecolongan juga akhirnya. Hahaha... seru, seru!

Acara malam itu berakhir sekitar jam 11 malam. Dilanjutkan dengan apa tebak? Pertemuan besar alias DingDong (diskusi ngomong, dong) untuk membicarakan newsletter (produk lain FISIPERS) yang akan dibuat oleh kita2 sebagai canggaru yang akan menjalankan media magang.

Gilee... meeting in the midnight bangett... asik, sih, ngumpul sesama departemen penerbitan (reporter, fotografer, artistik) terus membicarakan tema yang akan kita ambil untuk tugas newsletter kita. Hoho. Dan setelah rapat itu selesai, ternyata... divisi fotografer disuruh ngumpul lagiii!!! Ough... kak, udah ngantuk, nih. Tapi tetap menjalankan dengan semangat, kok, ngobrol2 dan ngomongin soal pelatihan untuk divisi ini. Dan akhirnya, jam 1an malem barulah kita bisa tidur (sholat isya-nya juga baru jam segitu). Zzz...

Hari berikutnya, which is adalah hari Minggu, pagi-pagi kita udah dibangunin untuk sholat subuh dan senam pagi. Jalan pagi melewati jalan Mesjid sampai FISIP lagi, lumayanlah. Lalu mandi dan sarapan, dan seharian itu adalah berisi acara seminar, gathering, sharing alumni. Sampai jam 1, lalu ada kegiatan simulasi marketing, yaitu jualan barang2 untuk mencari dana buat newsletter kita.

Berakhir jam 3 kurang, langsung cabut buat sholat Dzuhur dan balik2 ada ngumpul divisi fotografer lagi. Dari pertemuan itu kita dikasih gambaran bagaimana mekanisme pekerjaan divisi fotografer. Oh iya, fyi... canggaru divisi ini Cuma ada 6 orang dari kabarnya banyak mahasiswa yang mendaftar. 5 diantaranya adalah cewek (dari Departemen Komunikasi semua! Ada yang S1 dan ada yang D3), dan seorang cowok dari jurusan politik.

Melihat bagaimana mekanisme tugas divisi fotografer, dan bagaimana canggaru2 lainnya, gw sendiri masih heran kenapa gw bisa diterima. Aduh, agak minder juga kali... yang lain pegangannya pada DSLR dan gw...? Cuma modal pocket digital (itupun baru saja rusak, jadi sementara gw minjem dulu). Katanya, sih, seleksi FISIPERS berikutnya itu Cuma dari keputusan kita, apakah lanjut atau quit. Sementara... tugas divisi fotografer itu nggak mudah juga, dan cukup bisa meng-eliminasi kita lho. Pantesan, kata senior gw yang Pimpinan Umum FISIPERS, emang seleksi divisi foto lumayan ketat.

Agh... antara nervous dan excited. Antara tegang dan senang. Harap-harap cemas, dah, gw. Jadinya gw merasakan mules setiap kali memikirkan ini.

Aaa....wish me luck!