take it easy, so life will be

Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.
Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

20 May 2011

3 menit

Gw punya sisa waktu 3 menit untuk menuliskan ini.

Ada yang tahu harga sebuah penantian panjang?

Kenapa gw bertanya? Karena gw bingung kenapa pikiran ini masih memikirkan dirinya.

Ke mana dia? Profile facebook-nya sudah tak hidup lagi, meskipun akun-nya masih hidup.

SMS yang terakhir kali gw dapat dari dia pun nomornya sudah tidak aktif lagi, seperti biasa dia tidak pernah bertahan di satu nomor yang bisa dihubungi.

Kabar terakhir darinya, meskipun bukan kabar terbaru, dia terlibat suatu masalah besar, meskipun keterlibatan dia di sana mungkin tidak sebesar masalahnya.

Terakhir kali gw mendapatkan kabar kalau dia sempat datang ke kampus gw, dan menyapa salah satu dari kami.

Dan gw pun bertanya-tanya, apakah di hari kedatangannya itu dia melihat gw? Apakah dia melihat tapi tidak menyapa? atau dia tidak melihat gw?

Apa kabarnya sekarang?

Ingin bertemu. Meskipun gw tahu saat ini hati gw sudah membeku untuknya.

5 tahun lebih waktu yang gw butuhkan untuk bisa menetralisir perasaan gw ke dia. 5 tahun, untuk membekukan hati ini terhadapnya.

Sekarang hati gw sudah tak bergerak seperti dulu tiap kali mendengar namanya, tiap kali melihat wajahnya, tiap kali mengingat kenangan gw dengan dia. Membeku.

Tapi otak gw tak berhenti memikirkan dirinya.

Hanya di saat-saat malam, di saat-saat ada celah gw bisa mendadak teringat dengannya. Dan juga beberapa hal lain yang gw tahu terkait dengan dirinya, apa? Pesawat? Rusia? Mantan-mantannya? teman-teman seperjuangan kami?

Hati ini sudah tak bergerak kembali, kupu-kupu pun tak bersemayam di perut gw untuk dirinya.

Tapi cuma otak gw yang tak berhenti memikirkan dirinya. Mempertanyakan keberadaannya.

Kenapa hubungan kami jadi seperti sekarang ini? Sejak kapan hubungan ini jadi seperti ini? Apakah benar dia seperti yang dikatakan orang-orang? Karena entah kenapa, otak ini memilih untuk tidak percaya...

dan berusaha untuk mencari tahu sendiri.

Tapi bagaimana gw menemukannya? Di mana gw harus memulai pencarian?

Rumah kami sekarang berada di area yang sama, apakah itu sebuah pertanda? Apakah itu sebuah peluang? Kesempatan?

Haruskah gw mengejar peluang atau kesempatan tersebut?

Tapi tak ada hati yang bergerak untuk menggerakkan gw, hanya otak yang terus berpikir.

Semoga gw mendapatkan jawabannya dalam waktu yang dekat.

Mungkin ini pertanda, karena setelah sekian lama, akhirnya kesempatan untuk menuliskan ini datang walau hanya 3 menit.

Tapi gw berhasil membuatnya menjadi 13 menit.

Karena 3 menit tak cukup untuk menceritakan dirinya, cerita tentang dia, tentang kami, tentang kita semua.

Dulu gw pernah berdoa, walau hanya dalam mimpi, tolong pertemukanlah kami semua sekali lagi dalam kondisi lengkap bersama-sama.

Tapi sekarang, 

gw nggak menginginkan mimpi.

I want to meet him, I want to meet him, I just want to see him.

02 April 2011

Kenapa aku masih menaruh perhatian padanya?
Kenapa aku masih mencari-cari sosoknya?
Kenapa aku berubah senang bertemu dengannya?
Kenapa aku berubah kebingungan saat berdekatan dengannya?

Kenapa pengalaman-pengalaman itu masih ada?


Orang bilang "Love is friendship on fire"

Kenapa aku tidak senang melihatnya seperti itu dengan orang lain?

Kenapa aku masih bisa merasa sakit di hati?

Kenapa lagu ini membuatku makin tidak bersemangat?

Aku merasa bisa menangis keras seperti bayi,

kenapa ini harus terjadi lagi?

20 December 2010

It's all because of them...

I want romance in my very own love story...

and it's all because of them...







28 September 2010

orang luar


Karena memang saluran indovision di rumah sedang error-errornya, maka jadilah para DVD itu pelarian dari kebosanan akan tidak adanya tayangan yang cukup memuaskan dari stasiun tv lokal, hehe, no offense, tapi emang begitulah bagaimana kami memandangnya, really, no offense.


Setelah melewati hari yang kurang menyenangkan: sakit flu parah, konsentrasi ilang, duit 20rb jatuh dari kantong celana, beli makanan yang dengan sangat menyesal ternyata tidak enak (itu akibat dari tidak beli di tempat langganan), pelayanan lambat dari abang DVD, ahh... memang sudah seharusnya pulang ke rumah dan tidur supaya lekas sembuh.

Tapi, DVD yang dibeli adik tampak menggoda untuk diikuti, Letters to Juliet. Yeah, the one that has Amanda Seyfried as the main woman character.

Menunda tidur sejenak, nonton film yang sebenernya nggak terlalu 'wow' secara keseluruhan, dan cerita cinta yang manis namun kurang terbangun dari alur cerita yang sedikiiiiiiitttt terasa sediikiiiiit membosankan di tengah-tengah. All I can say that, I like this movie at the first glance I watched it, and in the end of the story :)

Yang gw dapat dari cerita ini ialah, memang kadang diperlukan pendapat orang luar, seseorang yang berada di luar dari permasalahan yang kita jalani, yang tidak terlibat di dalamnya, untuk memberikan masukan, sebagaimana seorang outsiders memberikan pendapat mereka yang gamblang, tidak berpihak, dan bebas nilai.

Aneh?

Well, in real life, you need friends to give you their best advice for problems they didn't get into.

Orang luar itu bisa melihat keseluruhan lebih umum dan general, karena kita sudah terlalu spesifik memikirkan masalah kita.

Kadang-kadang, masalah yang datang itu membuat kita tidak bisa berpikir jernih, kurang membuka pikiran, bahwa sebenarnya kita tahu jawabannya, kita bisa mendapat pemecahannya, tapi perlu diberitahu... oleh orang luar.

Sulit dijelaskan dengan kata-kata, terkesan agak bullshit, tapi gw sendiri mengalami kok. Di saat temen gw sedang ada masalah, gw dengan gampangnya bisa nyeloteh soal ini-itu secara gamblang. Dan kemudian teman gw akan berkata 'Iya juga, ya' di mana itu berarti bahwa ia memang sebenarnya juga udah tahu akan hal itu, tinggal bagaimana kita sebagai orang luar mengingatkannya kembali.

Dan sebaliknya, gw juga merasa kalau di tengah masalah, rasanya semua suliiiit banget, kayak nggak ada pemecahan, tapi kadang celetukan temen-temen gw 'ya gini aja lah..' atau 'kenapa nggak begitu aja?' menyadarkan gw kalau gw terlalu terlarut membawa semuanya jadi sulit.

Saat berada di tengah-tengah permasalahan, seseorang cenderung membuatnya terasa sulit dan sulit sehigga sulit juga berpikir untuk pemecahan yang sebenarnya ada. Maka tidak salah kalau ada yang bilang, ceritakan semuanya ke teman maka setidaknya kesulitan akan berkurang. Karena memang begitu adanya.


Tentang film ini? I only like the beginning :) so sorry, but in the middle the storyline is getting lousy and, especially, close to the ending, I don't think Taylor Swift's Love Story song match at all to this movie. I mean, no, really, didn't match at all, the 'feel' just change at all. Ahh... but the ending which kind of pushing romeo & juliet act, hahaha, yeah, it's not the best but that's fine.


We need friends to solve our problems, at least just to share minds. To make sure of o our decision, to encourage our stand point, and sometimes to neutralize our difficulty.

28 April 2010

heart and love



Keisengan belaka. Tampaknya gw kekurangan drama dalam kisah cinta yang gw alamin :S huakakaa....

But, in fact, the one that missing after I get over him is, the feeling of love, the sparks you got almost everyday, the things that make your life dramatic enough...

Hahaha...

Sekali lagi ini hanya keisengan belaka.

07 April 2010

Secret Crush


I don’t wanna tell anything about him
‘Cause I know I haven’t get over the traumatic moments

But all I know is now it’s hard to take my eyes off of him

He’s the humble
He’s the kindest
He’s the smiley
He’s a friend of mine

Yes, just now, I wanna be only a friend of him.
Someone close enough to him.

Enough.

13 March 2010

hypnotized

Today I went to bookstore at my campus, they sell some secondhand books and I found two of them and I can't take my eyes off of their first pages,


Aahh... I want to buy them, they are Rp 35K for each (means that I have to pay Rp 70K) and it's quite expensive for a student like me. Maybe I'm going to search in other places, rent it, or... saving money to buy them!

Because it looks great if I have some secondhand books, the pages that already turned to yellow (or brown), the smell of old books, mmm... I will get them!

Anyway, if you already read these books, give me some preview about it! I'm open myself to know more comments about a book I'm choosing.

20 December 2009

Kalau ada istilah ‘hati yang meloncat-loncat’...

...mungkin itu istilah yang paling tepat untuk mengungkapkan apa yang gw rasakan hari ini.




Gw nggak berlebihan, ini serius, gw udah deeply into him, deeply in love with him.

Padahal banyak alasan untuk tidak jatuh cinta dengan orang seperti dia, banyak perbedaan yang sebenarnya terlalu besar mengenai gw dan dia.

But, if I fell, then I fell.


fell

Hari ini adalah hari yang seru dan menyenangkan karena gw datang ke momen paling besar FISIPERS: pemilihan PU (pimpinan umum) berikutnya.



Yap, saatnya kaderisasi, kawan, kaderisasi.

Calonnya dari angkatan 2007 (gw 2008). Ada lima orang. Lalu banyak angkatan 2006 FISIPERS, yang nggak pernah gw lihat maupun kenal sebelumnya, datang ke acara ini. Begitu pula ada beberapa alumni yang datang.

Setelah presentasi panjang dari masing-masing kandidat (soalnya plus tanya-jawab dari floor dan alumni), maka dimulailah itu musyawarah besar untuk menentukan the next leader.

Musyawarah yang menyenangkan, dan berkualitas, semua orang (termasuk gw) mengutarakan pendapatnya mengenai masing-masing kandidat, dan kecenderungan untuk memilih siapa. Semua sudut pandang terangkat, semua suara keluar, baik dari yang pernah bekerja sama dengan kandidat, pernah ngobrol dengan kandidat, nggak pernah sama sekali dua2nya, itu menjadi penilaian kita semua.

Dan gw pun yang anak baru (2008) bisa mengikuti dan berpendapat dengan nyaman, karena di sana kita semua bermusyawarah dan saling menghargai pendapat satu sama lain. Pokoknya enak, deh.

Musyawarah yang cukup alot. Dan akhirnya diputuskanlah sebuah nama.

Dan makin seru ketika para kandidat; yang sebelumnya disuruh keluar ruangan saat kita sedang musyawarah; dipanggil ke dalam ruangan untuk menerima hasil mufakat.

SERUUUUU....!!! deg-degan pas nungguin si ‘PU berikutnya’ diberitahu kalau dialah yang terpilih.

Hehehe. What a day, fun day.

Gw yang tadinya ngampus juga mau ngerjain tugas makalah, udah bawa buku seabrek dan laptop berat-berat; meenjadi full time ngikutin prosesi pemilihan ini; saking serunya, hehe.

Another happy news, gw nggak jadi dipilih untuk jadi kepala divisi (kadiv) fotografi FISIPERS berikutnya. Hehehe. Maaf banget, such an honor, tapi gw bener-bener nggak bisa, dan lagi gw udah diserahin tanggung jawab untuk jadi PO pameran foto kita aja. Jadilah dipilih MALA untuk menjadi kadiv berikutnya; wakadiv Nisul; dan gw tetap dengan jabatan PO acara pameran foto yang mau kami adakan. Hehehe.

I love this team, this photographer team. Somekind of bonding time when I’m with them. Kita sama-sama saling bantu, yaa... udah bagi-bagi kekuasaan, nih, yeahahahaha.

Last but no least happy news...

...adalah yang gw ungkapkan di pembuka postingan ini.

Dia datang. Dia datang dan rasanya gw nggak percaya dengan siapa yang gw lihat itu. Nggak percaya, tapi gw sangat bahagia melihatnya. Mengingat bahwa gw udah jarang lagi bersama-sama dia, entah itu Cuma kumpul-kumpul atau kepentingan lain.

Gw seneng banget, rasanya napas beneran tertahan, dan hati gw meloncat-loncat.

Sekarang pun, kalau gw mengingatnya, gw masih tahu bagaimana rasa senangnya saat itu.

Friend, am I really deeply into him?

Friend, did I already fell?

Friend, do I have hope?

08 October 2009

lurus???


Baru-baru ini, gw sempat menghabiskan quality time bersama kedua sobat yang akhir2 jaraaaang banget buat bisa having quality time bareng. Mengingat beda jadwal, beda kegiatan, beda tempat nongkrong, beda macam2lah...

Dan waktu yang kita dapat hari Selasa sore kemarin itu benar-benar lebih dari cukup melihat situasi kita saat ini.

Pembicaraan dimulai nggak jelas dengan Tammi yang naksir seseorang yang Gilang kenal dan gw juga kenal. Iseng-iseng ngegodain, ngeledek2, bahkan Tammi curcol terus soal taksiran lamanya (yang ternyata akhirnya jadian sama orang lain) dan ujung-ujungnya, gw yang baru bangun dari 'ketiduran di mobil saat Tammi curhat2an sama Gilang' mendadak ngidam INDOMIE rebus.

Fyi, saat itu gerimis di luar dan di dalam mobil rasanya dingiiin...

Tau-tau...

Tami : Jadi pengen makan indomie, nih
Gue : Iya, gw juga pengen
(Gilang dan Tammi pun menoleh ke belakang) : Udah bangun lo, Fik?

Hahaha...

Pucuk di cinta ulam tiba, kita melewati sebuah WARKOP dengan menu INDOMIE REBUS terpampang di papan iklannya.

Mampirlah, mesen makanan-instan-tak-sehat-namun-sedap itu.

Dan topik pun berlanjut, continuing our quality time menunggu pesenan Indomie.

Mengingat status Gilang yang udah jadian dan teman2 ceweknya ini masih nge-jomblo en single, maka berangkatlah ke sebuah topik : 'seperti apa kira2 nanti cowoknya gue/Tammi???'

Tammi : Gue gimana kira2?
Gilang : Cowok... yang kayak... xxxx (sensor; gebetan Tammi saat ini)
Gue : Ah... elo mah si xxxx melulu, bercanda atau serius? Menurut gw, ntar Tammi cowoknya itu lebih tua, entah cuma setahun, yang pasti lebih tua
Tammi : Hmm...
Gue : Sama... mapan.
Gilang : Sama apa??
Tammi : Mapan.

Gue : trus, kalo gw gimana??

Ini dia inti dari postingan kali ini...

Gilang : Gue nggak tahu, ya... tapi kalo Fika, tuh, kayaknya gw ngeliatlo, tuh, cowoknya bakalan tipe2 bad boy, deh
Gue : Hah...??? (gue lupa apakah gw tertawa saat itu)
Tammi : Hm... ya... cowok yang bisa menerima lo dengan dunialo, walaupun lo berdua dari dunia yang berbeda, dia tetep support sama lo (oh, kira2 begini... lupa persisnya)
Gue : Ya... ya, bener itu.

Entah kenapa gw suka dan cucho sama jawaban si Tammi, lalu mendadak gw bertanya lagi.

Gue : Kenapa harus bad boy???
Tammi (atau Gilang duluan, ya?) : Soalnya elo tipe orang yang kehidupannya lurus, Fik, jadi perlu ada yang belok2 dikit...

Gue : Hahaha... iya, ya? tantangan, ya...

Lalu bertanyalah lagi gue : Jadi... kehidupan gw lurus, ya? Hmm...

Entah kenapa merasa tidak suka dan tidak cucho dengan istilah tersebut.

Gilang (dan Tammi) : Yaa... seenggaknya nggak belok2 kayak kita...


Mm... mungkin maksudnya bukan kehidupan gw yang lurus? Mungkin maksudnya gw termasuk orang yang lurus-lurus aja kali, ya... memilih untuk melewati jalur yang lurus-lurus aja, dan menjalani kehidupan DENGAN lurus...

Tapi kalau konteksnya KEHIDUPAN gw yang LURUS, oh... gw tidak merasa seperi itu sama sekali...

Gw malah merasa menjadi sosok yang menelusuri jalan yang nggak selurus itu, dan justru bagi gw orang-orang seperti Tammi dan Gilang dan beberapa teman2 gw kebanyakannya adalah orang2 'normal' dengan kehidupan normal. Mereka menjalani keseharian yang kurang lebih sama, kegiatan yang tujuannya nggak jauh beda, dan membicarakan hal-hal yang masih nyambung.

Sedangkan gw?

Belive me, hidup gw nggak lurus. Jadi mari kita koreksi bahwa yang dimaksud lurus itu... adalah gw. Hahaha...

Emang, sih... kenyataannya gw sering kepincut sama cowok2nya yang... hmm... apa, ya? sangaat berkebalikan dengan gw?

Emangnya gw orangnya tuh kayak gimana, sih, di mata orang-orang?

Please, don't put a stereotype on me. Itu nggak enak dan nyebelin.

Never judge a book by its cover.


tambahan:

Never judge a person only by ONE statement.

We're human to be so complex, right?



P.S. Oh, gw cukup suka dengan konsep bad boy yang dicocok2in ke gw sama si Gilang, hahahaha........ jadi keinget sama bagian dari lagu Rainism-nya si Rain:



I'm gonna be bad boy... I'm gonna be bad bad boy...


26 September 2009

to be fight for

After so many readings, meetings, watchings, listenings, understanding...

I finally found out that...

I want a love to be fight for.


Yes, a love to be fight for.

25 September 2009

sweet song sweet video




Remember those walls I built?
Well, baby they're tumbling down
And they didn't even put up a fight
They didn't even make a sound
I found a way to let you in
But, I never really had a doubt
Standing in the light of your halo
I got my angel now

It's like I've been awakened
Every rule I had you breakin'
It's the risk that I'm taking
I ain't never gonna shut you out!

Everywhere I'm looking now
I'm surrounded by your embrace
Baby, I can see your halo
You know you're my saving grace
You're everything I need and more
It's written all over your face
Baby, I can feel your halo
Pray it won't fade away

I can feel your halo
I can see your halo
I can feel your halo
I can see your halo
Halo, ooh ooh.....

Hit me like a ray of sun
Burning through my darkest night
You're the only one that I want
Think I'm addicted to your light
I swore I'd never fall again
But this don't even feel like falling
Gravity can't begin to pull me back to the ground again

It's like I've been awakened
Every rule I had you breakin'
It's the risk that I'm taking
I'm never gonna shut you out!

Everywhere I'm looking now
I'm surrounded by your embrace
Baby, I can see your halo
You know you're my saving grace
You're everything I need and more
It's written all over your face
Baby, I can feel your halo
I pray it won't fade away

I can feel your halo
I can see your halo
I can feel your halo
I can see your halo
Halo, ooh ooh.....
I can feel your halo
I can see your halo
I can feel your halo
I can see your halo
Halo, ooh ooh.....
Halo, ooh ooh.....
Halo, ooh ooh, oh........

Everywhere I'm looking now
I'm surrounded by your embrace
Baby, I can see your halo
You know you're my saving grace
You're everything I need and more
It's written all over your face
Baby, I can feel your halo
I pray it won't fade away

I can feel your halo
I can see your halo
I can feel your halo
I can see your halo
Halo, ooh oh.......
I can feel your halo
I can see your halo
I can feel your halo
I can see your halo
Halo, ooh oh.......

06 August 2009

CR is back...!

Menimbang-nimbang soal apa yang gw sempet posting sebelumnya, I think I have to remake it.


Yeah, even though he drink and smoke, I can deny that I'm still thinking about him. He's kind and funny. Haha.

Nggak tau, ya... anggap gw plin-plan, anggap gw low self-esteem, but now, I just want to making fun just to had a crush with him.

Hey, I didn't say that I don't want to be his friend just because his lifestyle!

I just... need more time.

Dan gw harap kali ini waktu berpihak ke gw...


:) :) :)


CR is back! Setelah sekian lamaaa banget, akhirnya gw ketemu dia lagi 2 hari ini. Oo... how lovely :)

have a good time everyone!

01 July 2009

I have to tear it myself now...

bottle story



haah...


Haah...


Kayaknya se-having crush-nya gw sama si CR, I still couldn't make it.


Alasan pertama yang dia merokok itu aja udah jadi dilemma buat gue...

Sekarang?


Cerita tentang sebuah botol, Bu...

Dia... MINUM

M.I.N.U.M

bukan minum air putih yaa, minum2an keras gitu, ibu...


Huhuhu...


Banyak sekali orang2 yang baik di sekitar gue... oke, baik, oke, yah.. quite attractive.

Sayangnya, kadang ada masalah lifestyle yang nggak bisa gw toleransi. Hiks... kenapa, sih? dia harus minum? uh uh..

He's so kiiind... udah cukup membuat gw attracted.

But...


-speechles...-




coba botol ini yang dia minum..uhuu...

26 June 2009

seishun story time

S.E.I.S.H.U.N.

Sebuah kata yang sedang gw sukai saat ini. I just like that word. Dan, tahukah kamu apa arti kata tersebut?


Seishun. Adalah sebuah kata dalam bahasa Jepang yang berarti: Masa muda.


Apakah arti masa muda bagimu?


Bagi gw, masa muda adalah masa-masa di mana gw mempelajari banyak hal. Kalau mau nengok ke masa SMP gw, itu adalah saat di mana gw memiliki masa yang paling meninggalkan kesan, dan paling tak terlupakan.



Siap-siap, kayaknya dari sini gw akan mulai sebuah cerita panjang.



Yang gw ingat, kelas 1 SMP gw punya kelompok main (nggak suka dengan kata 'geng'. Jadi, sebut aja begitu) yang terdiri dari 5 orang cewek dan 2 orang cowok. Kita semua jadi sering main bareng sejak pertama kali gw, Tammi, Tyas dan Sheila, membuat komik bersama. Lalu, datanglah ketiga orang lainnya (yaitu Gita, Eky, dan Ridwan) yang bergabung, dan turut ikut membuat komik bersama-sama.


Gw itu emang udah doyan gambar dari SD, trus doyan komik2 Jepang pas SMP (setelah dibeliin majalah Animonster sama nyokap, haha), dan bertemu temen2 dengan hobi yang sama, jelaslah kita langsung... apa, ya? Hmm... 'klik' mungkin pilihan kata yang kurang pas (bagi gw), tapi anggap aja begitu. Terus, di komik yang kita buat bareng2 itu, tokoh2nya sendiri adalah kita bertujuh, dengan nama2 alias yang (karena hobi) memakai nama2 Jepang. Ah, gw sebutin aja kali, yaa, satu persatu, sekalian nostalgia, hehe:


Gw, Fika : Hiraiyuuki AKIRA

Tammi : Rukawa SHINJI

Tyas : Kagayaki KATAro

Sheila : Matsumoto RIKKU

Anggita : LYSSA Diethel (kita lagi nge-fans anime Shaman King, dan mengidolakan tokoh bernama LYSERG DIETHEL, jyahahaha :D)

Eky : RAI Hanzou

Ridwan : SAGUmaru


Kita bikin komik tanpa judul, yang akhirnya kita sebut dengan nama 'Pendekar Biru' (cuma sebutan sementara, soalnya waktu itu lagi booming iklan permen pendekar biru).

Dan kita sendiri menamai tokoh2 jagoan kita dengan sebutan KaRiShinA HanMaRi (udah tau, kan, itu singkatan apa).





google image keyword: 'blue warrior'


Aahaha... aneh? Yang pasti buat kita itu semua sangat menyenangkan! Dan lebih-lebih adalah, sejak saat itu dan (mungkin) selama SMP, kita saling memanggil dengan nama2 Jepang tersebut (yang gw tulis KAPITAL), sampai rasanya aneh kalau memanggil dengan nama asli masing-masing. Hahaha.


Yang jelas, being friends with them was really fun! We're having so many good times together, sampai akhirnya naik ke kelas 2 SMP. Kita masuk ke kelas yang berbeda2, dan sebenarnya itu nggak jadi masalah buat kita. Tiap pagi sebelum masuk kelas, dan sore setelah pulang sekolah, kita masih menyempatkan diri untuk kumpul, ngomongin komik dan anime, nyanyi2 lagu2 Jepang di koridor (Hah! Gw nggak nyangka waktu SMP kita se-nggak tau malu kayak gitu), dll.


Waktu itu pertama kalinya booming game online Ragnarok (siapa nggak tahu, sih?) dan kita berniat main bareng-bareng, ke warnet bareng, lalu entah kenapa karena masalah sepele soal beda server, muncullah api konflik diantara kita. Ternyata, emang udah dari lama ada dua orang (cewek) dari kita yang punya konflik, yah... semacam muncul ketidakcocokan gitulah, dan puncaknya adalah ketika main game online itu.


Namanya juga masih SMP (sekarang gw bisa bilang begitu), tapi waktu itu benar-benar agak gawat juga cekcoknya. Entah kenapa akhirnya kita mulai musuh-musuhan dan cewek2nya mulai terpecah ke 2 kubu. Gw dan Tammi, versus Tyas, Gita, dan Sheila. Sementara cowok2nya, mah, nggak ada urusan sama cekcoknya kita.


Untuk beberapa lama hubungan kita nggak baik. Kalaupun suasana udah mulai mencair, hubungan kita yang sebelumnya dekat udah nggak bisa balik lagi. Kita masih bisa sapa-sapaan, tapi atmosfernya jadi lebih canggung, nggak ngumpul2 lagi, dll. Mungkin untuk beberapa orang gw masih bisa merasa nggak secanggung itu, tapi... tetep aja, something is really missing between us, and we're not going to get it back.


Kelas 2 SMP itulah kita jadi nggak nge-'geng' lagi (finally I used that word). Komik Karishina Hanmari masih tetap dilanjutkan, dengan tersendat-sendat, sampai akhirnya cuma menggeletak di kamar. Lagipula, kita masing-masing udah menemukan teman main yang baru lagi. Tyas, Sheila, dan Gita dengan teman-teman lainnya (yah, gw sama Tammi juga kenal, sih) with their new comic projects.


Gw sendiri sama Tammi, mendadak juga bertemu dengan orang-orang baru. The new guys (yeah, they ARE GUYS), temen2 sekelas kita di kelas dua (oh iya! Gw satu kelas lagi sama Tammi waktu itu :) hehe). Mereka adalah cowok-cowok dodol bin konyol bin aneh bin ajaib dll, tapi mereka juga pinter bin kocak bin populer bin lain-lain, deh!


Who are they?


Ehm, lebih tepatnya 'Who are we?'


We are YORKSHIRE Family. Kalo nggak salah udah gw kenalin di postingan yang lama, deh.



google image keyword: 'yorkshire'

yorkshire pudding




yorkshire terrier



Bermula dari gw dan Tammi yang duduk sebangku di kelas 2-A (ah...kelas kenangan...), dan munculnya dua orang cowok aneh duduk di depan kita. Mereka bernama Anggit dan Arrad. Arrad adalah murid baru di SMP Labschool Jakarta, dia dari Medan, dan entah kenapa usut punya usut, ujung-ujungnya, si Arrad ini 'klop' banget sama Anggit, mereka kemudian duduk bareng di kursi depan gw dan Tammi. Dan mulailah hari-hari menyebalkan bersama mereka.


ENTAH KENAPA, YA, duo itu doyaaaaan banget ngejahilin gw sama Tammi, barang2 ilanglah, barang2 dirusakinlah, dan sebagainya dan sebagainya. Awalnya, gw itu benci banget sama mereka, bahkan gw sama Tammi sempet ngadu ke guru BP about how much we dislike them. Mereka trouble maker, biang ribut di kelas, satu aja udah berisik, gimana kalau mereka berdua? HAH!


Bener-bener, deh!


Cuma, ENTAH KENAPA JUGA, ujung-ujungnya, kita berempat malah jadi deket. Yah... ngobrol bareng, main bareng, lama-lama jadi TEMENAN. Close to a new friendship story, maybe it is already a friendship story. Bahkan, wali kelas kita tercinta, sampai tahu kedekatan kita. Dan... nambahlah, 4 orang cowok lainnya, yang awalnya itu teman2 Anggit dan Arrad (cowok!), tapi gw sama Tammi jadi kenal deket juga. Dan, tau-tau aja, kita berdelapan udah berkelompok, 2 girls and 6 boys, hahaha...


Mereka adalah:


Gw, Farikha Azizia (FIKA)

RR Nugraheni Widia Utami (TAMMI)

Arrad Ibrahim Rambey (ARRAD)

Anggit Gagah Prathama (ANGGIT)

Gilang Pratama Nugraha Putra (GILANG)

Muhammad Ridwan (RIDWAN, beda sama Ridwan yang sebelumnya)

Bayu Jati Utomo (BAYU)

dan

Satrio Prakoso (OSA)


Ngapain aja kita? Hmm... let's see, ngobrol bareng, main bareng, masak bareng, trus sempet bikin komik bareng juga (judulnya 'perguruan YORKSHIRE' haha, makin gila). Sebenernya, mostly things we done together itu pas di sekolah, hm... so far i remember, sih, gitu. Soalnya gw, kan, rumahnya jauh... dan dengan sistem sekolah yang pulang sore kayak gitu, gw udah nggak sempet ke mana-mana lagi (duh, pokoknya gw nggak gaul banget, deh! haha), makanya... kenangan yang paling gw inget adalah di sekolah bersama mereka saat itu.


Mengenai Yorkshire family, waktu itu gw punya sebuah pandangan, sebuah persepsi, atau... mungkin sebuah prediksi. Gw berpikir bahwa, persahabatan yang terdiri cewek-cowok tersebut, pasti akan menghasilkan suatu bentuk baru dari perasaan orang-orang di dalamnya: suka.


Suki (Japanese)


Crush (English)


or Love (If you want to say so. But I had a different perspective of using this word)


Dan munculnya perasaan itu nggak butuh waktu lama. Sering denger yang namanya "benci jadi cinta"? Gw langsung mengalaminya saat itu, dan udah ketebak, dong, siapa orangnya? The person I most hated, is being the person I had a (really bad) crush with. Hanya beberapa orang di Yorkshire family yang mengalami cinta lokal (kayaknya ini sebutan yang cukup tepat).

Naik ke kelas 3, gw sekelas dengan 3 orang anggota Yorkshire. Gw pisah kelas sama Tammi! Dan 3 orang lainnya juga terpisah ke kelas2 lain.

Di kelas 3 itu, seinget gw, kita masih deket, tapi, kok, akhirnya muncul masalah, mulai dari masalah cewek, masalah cowok, rahasia2an, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, adalah sudut pandang gw sendiri. Bagi gw, sampai kita lulus SMP pun tampaknya nggak ada masalah2 yang mengganggu hubungan kita. Gw berpendapat kalau konflik2 yang sempet muncul itu, adalah untuk perkembangan hubungan yang lebih matang diantara kita. Anggaplah hanya gw yang berpikir seperti itu, tapi itulah harapan gw. Jauh di dalam hati gw nggak mau yorkshire family tinggal kenangan.

Masuk SMA, Tammi, Gilang, Arrad, Anggita meneruskan ke SMA yang sama: Labschool. Gw masuk ke 21, Ridwan ke 81, Osa ke 70, dan Bayu ke Taruna Nusantara. Egh... tahun pertama di SMA, kita masih menyempatkan diri untuk berkumpul, tapi selalu nggak lengkap. Paling tidak 2-3 orang nggak bisa dateng.


Satu hal utama yang paling gw sadari adalah, people change. Manusia berubah. Semua orang berubah. Tak terkecuali kita berdelapan. Gw pun mengakui perubahan pada diri gw, perubahan pada mereka semua.

But, is it going to change the relationship between us?


Baru-baru ini gw menonton dan membaca anime dan manga (komik) yang mengingatkan gw sama masa-masa bersama Yorkshire.

Inilah mereka!



Manga *1 Sparkling Gingachou (series)




komik ini pertama kali gw temuin di rental langganan gw deket kampus. Daan... believe it or not ceritanya itu oke bangeet!!! Lucu haha hihi, dan... otomatis ceritanya tentang persahabatan cowok-cewek di daerah pertokoan Gingachou.

ulasannya mungkin bakalan dibuat postingan sendiri kali yaa.. yang pasti serial ini baru sampe jilid 4 yang gw baca.

Anime *1 Honey and Clover




Cerita persahabatan paling mantap sejauh ini. Gw udah nonton versi live-action-nya, baik yang movie maupun dorama. Doramanya baik yang Jepang maupun Taiwan. Dan semuanya bagus!!! tapi paling top emang yang dorama Jepang.

Postingan tentang Honey and Clover udah pernah gw tulis duluuuuu banget, klik aja link ini.

saat ini gw menunggu komiknya which is the real version of the story.

Dan...gw lagi mencari2 animenya buat simpanan pribadi... tapi udah ssusaaah niih...! ada yang tau dimana gw bisa beli anime Honey and Clover? season I dan II yaahhh!!!




Yorkshire family... miss u all so much...!

23 May 2009

kelanjutan dan kebingungan


Ha... masih ingat postingan tentang si CR beberapa saat lalu?

Kayaknya... it's clear that I'm so into him., deh.

Gw bener-bener nggak bisa lepas dari mata yang selalu mencari sosoknya di kampus. Gimana, ya? biarpun satu afiliasi, ternyata intesitas gw melihat dia itu amat sangaaaaat jaraaaang.

Dia dan teman-teman sejurusannya, yang bagi gw teman-temannya itu sedikit 'menakutkan', haha. Terutama teman terdekatnya, yang entah kenapa gw merasa tidak disapa dengan ramah olehnya, padahal gw juga kenal dia di afiliasi yang sama.

Tapi ada satu hal yang sangat gw sayangkan dari seorang CR, dia... merokok.

Sebuah faktor minus bagi gw, maksudnya... suatu hal yang membuat gw mundur selangkah. Seorang perokok adalah pertimbangan yang membuat gw tidak bisa maju in having a crush with someone.

Ugh... sussaaaah... Kalau gw yang biasanya, begitu suka sama seseorang dan ternyata dia merokok, gw akan berhenti menyukainya, terlepas dari gw tetap menyukai the good personality of him.

Gw yang biasanya, kalau suka seseorang dan tenyata dia berbeda keyakinan, maka gw juga akan berhenti untuk lebih menyukainya.

It's hard.

Tapi, entah kenapa, gw yang sekarang tidak bisa melakukan tepat seperti apa yang gw yang dulu lakukan.

Ada bongkahan rasa penasaran yang besar dalam pikiran dan hati gw. I'm not even try.

Help?

04 May 2009

t-shirt and jeans, finally new love?


hm hm hm...

Kata nyokap, gw dan adek gw termasuk orang yang gampang suka sama orang. Keturunan bapak, katanya.


Terlepas dari fakta mengenai benar tidaknya pernyataan tersebut, I want to declare that finally I fall in love again. Smile widely.


Biar nggak terlalu berlebihan, gw hanya akan mengatakan gw sedang naksir orang. Berkali-kali mengalami lovelife yang berakhir dengan tidak sesuai harapan, membuat gw jadi terlalu takut untuk berharap. Walaupun sebenarnya harapan itu tetap ada,


sedikit,


just a little glow in the heart.


Jadi siapakah orang ini?


Dia adalah seorang cowok dari jurusan yang sama dengan sahabat gw. Dan pertama gw mengenalnya adalah di sebuah afiliasi yang saat ini sedang gw ikuti.


Sebutannya adalah CR. Gw agak-agak surprise dengan ‘keberadaan’nya, yang sebenarnya sejak awal gw masuk kuliah, gw nggak pernah mengenal seorang CR, tapi begitu mengenalnya, bahkan pertama kali sahabat gw yang satu jurusan dengannya itu sempat menceritakan tentang CR, gw udah langsung tertarik.


He looks great with white shirt and blue jeans. What a big guy with lovely smile.

Benar-benar, deh. Kejarangan gw melihat dia di sekitar kampus gw itu masih berlanjut sampai sekarang. Sebenarnya dia itu kalau nongkrong di mana, sih? Atau gwnya aja yang terlalu keluyuran?


Sussaaaah banget buat ngeliat dia.


Gw masih takut untuk berharap lagi sebenarnya. Tapi apa daya ketika ternyata badan gw ini udah mulai berat untuk meninggalkan kampus sebelum melihatnya sekali saja dalam sehari. Rasanya mau muter-muter keluyuran di FISIP supaya siapa tahu bisa ketemu dia. Gimana bisa bilang kalau ini bukan tanda-tanda ‘a new sign of love’?


Finally new love?


Well, I don’t know


Still afraid of hoping too much

08 March 2009

Crushing February

Oke. Memang sudah masuk bulan Maret dan ini adalah kesalahan gw karena malas dan mood2an untuk update menulis blog ini. Tapi yasudahlah, kerena toh Februari belum jauh-jauh banget berlalunya.

Sesuai dengan judulnya, di bulan Februari kemarin benar-benar, deh, bertebaran aura-aura romansa di kehidupan mahasiswa (beh). Setelah 5 bulan penggemblengan oleh jurusan (baca: osjur) dan kini kami semua menjadi sebuah keluarga besar (hey, they make a rhyme J), terangkatlah semua bentuk ‘crush’ yang ada (bagi yang belum tau, crush itu sama dengan ‘naksir’ alias suka atau kalau mau menyebut ‘cinta’ kecil juga boleh, hehe).

Senior gw (anak 2006) nembak wakil ketua angkatan gw. Yap! Nggak disangka-sangka waketu angkatan gw itu begitu mempesona hingga bisa ditembak oleh 4 orang cowok dalam waktu berdekatan! Jadi, singkat kata, ada 2 cowok senior 2006 yang nembak dia, dan 2 cowok lainnya adalah temen sang cewek waketu gw itu. Fyuh... emang, sih, waketu gw itu kerap kali terlihat mengobrol, bermain, bergaul dengan mayoritas anak cowok, gaya waketu gw itu juga asik dan oke (yaiyalah... waketu angkatan!). Tapi, ternyata yang dia pilih si senior 06.

Terus, ada temen seangkatan kita, cowok, nembak senior angkatan 2006! Cewek senior kita ini memang angkatan 2006, tapi actually she’s 4 years older than him! Yap, si cewek ini seharusnya angkatan 2004, tapi karena menuntut ilmu di luar negeri jadilah ia masuk kuliah sebagai angkatan 2006. Sangat mengagetkan, mengingat cowok yang nembak dia ini adalah seorang yang berprinsip untuk tidak ‘menyentuh’ cewek (serius!), tapi dia malah milih pacaran, udah gitu kabar-kabari dia ke-gap lagi sandaran sama si cewek di kereta (haha), yaudahlah... nggak usah ngebela2in prinsip kayak gitu kalau emang belum kuat hati (ohoho). Senior kita itu sendiri seorang yang sangaaaatt galak waktu osjur dulu, tapi di luar kegiatan osjur kita, dia adalah orang yang sangaaaaaaat baik dan murah senyum (cantik pula). Yah... mari kita doakan untuk kelanggengan hubungan mereka berdua.

Yang lain? Hmm... di angkatan gw bertambah lagi seorang yang incest, alias jadian sama anak seangkatan. Trus? Muncullah desas-desus mengenai si anu suka sama si itu, si ini suka sama si ono, dan lain-lain.

The point is, love is spread in February.

Well, how about me, then? Am i not having one of that ‘crushing’ case?

Haha. Dalam satu bulan gw udah tertarik sama beberapa cowok yang sangaaaaat berbeda2 satu sama lainnya. Kok bisa, ya? Katanya nyokap gw, sih, gw (sama adik perempuan gw) itu gampang banget suka sama orang (langsung dari luarnya), keturunan bokap gw (lah!?). Haha. Bercanda, yang mau gw maksud di sini adalah, setelah akhirnya gw lebih bisa menikmati hari-hari kuliah gw, gw jadi melihat bahwa FISIP UI ITU TERNYATA PUNYA COWOK2 YANG OKE2 JUGA.

*nyubit diri sendiri

Maksudnyaahhh!?!?

Yah... gw kira cowok2 FISIP itu macamnya cowok2 dandy yang suka bergaya (well, nggak masalah, sih. Justru bagus mereka memperhatikan penampilan, minimal rapihlah), tapi... kadang2 kan ngeri juga kalau mereka agak2 melambai. Atau nggak tipe2 cowok yang lifestyle definetely not my world. Suka nongkrong, dll. Atau enggak mahasiswa2 yang doyan demo (duh, kalau yang satu ini definetely no!no! buat gw, deh).

Ternyata oh ternyata... pikiran gw salah! (yeah, picik banget kalo pikiran gw sempit kayak gitu, im sorry, guys). Cowok2 FISIP itu baaaannnyak banget yang oke2. Baru2 ini malahan gw bertemu dengan seorang cowok berkepribadian menarik, dia itu optimis banget dan kayaknya selalu berpikir positif, dan tipe yang sangat bersemangat juga ambisius, dan baik hati pula. Tipe cowok yang menurut gw cukup langka ditemukan (halah). Menurut gw lho, ya. Hehehee

Jadi, akankah a brand new love life muncul di keseharian gw? Karena the last time i had such a love life is about several years ago.
Que sera sera, deh. Come what may. Masih banyak hal yang lagi menarik2nya untuk diikuti sekarang ini!

29 December 2008

Love. Love. Love


“Die is peaceful, easy. Life’s harder” – Bella Swan –
It’s such a good line. But somehow gw agak ngeri dengan kalimat tersebut, seakan memberikan pilihan, seakan kematian adalah pilihan, padahal itu adalah takdir yang sudah ditentukan and it’s definetely not decided by us. Lebih berat berjuang dalam kehidupan kita, banyak hal yang harus kita jalani dan hadapi kalau kita hidup, banyak hal yang harus diperjuangkan, termasuk hidup itu sendiri, that’s why life is precious to have. Memang hidup lebih berat dijalankan, namun itulah yang membuatnya berharga untuk dimiliki.

Finally, gw nonton film ini bertiga sama adek dan nyokap gw. Well, gw nggak nyangka cerita vampir masih digemari sampai saat ini dan Stephanie Meyer bener-bener bisa membawa kisah tersebut ke dalam kemasan yang lebih meremaja. Aduh... jangan komentar sama bahasa gw, yah, haha.

Sayangnya, menurut gw film ini masih memiliki banyak kekurangan dilihat dari segi film. Maksudnya? Yah... alurnya agak lambat di awal2, terus love chemistry antar tokoh utamanya nggak dibangun jadinya agak hambar aja buat gw. Gw berkesimpulan orang2 mengatakan film ini keren adalah karena konsep cerita dan karakternya. Well... people like fantasy, dan akan lebih menyenangkan kalau fantasi kita tersebut terealisasikan dalam wujud nyata, kan? Melihat sosok vampir remaja, dengan kehidupannya yang berbeda, main baseball aja harus nunggu badai baru seru, loncat2 pohon, punya kecepatan dan kekuatan yang luar biasa. Wow. I think it’s cool.
Tapi bukan berarti film ini nggak bagus untuk ditonton. There always be a second sight, right? We cannot always believe on our first sight opinion, bisa aja penilaian kita berubah saat menontonnya lagi.

Fyi, gw belum baca novelnya sama sekali. Nonton film ini juga tanpa pernah lihat sneak peak maupun trailer-nya, jad surprise2 banget, deh. Hehe.

Speaking about love story movies, baru2 ini gw juga nonton film romance Indonesia, yaitu... Cinta Silver.

Whaaat? Baru nonton sekarang? Rasanya itu film lama, deh.

Iya, gw baru nonton sekarang soalnya adek gw baru aja beli DVD-nya dengan harga murah. Hehe.

Film ini baguuuuuuuuuuussss bangeeeeeeetttt...!!! it has beautiful scenes and the story is so simple but stunning. It tells us about loving. Loving is not just taking but also giving. Yeah, mungkin semua orang udah tau mengenai hal ini, tapi rasanya itu bukanlah hal mudah untuk dijalankan.

Kadang, kita sudah menemukan orang tepat, orang yang paling membuat kita merasa nyaman ketika berada bersamanya, orang yang selalu membuat kita senang, tertawa dan bahagia, dan it seems like him/her got the same feelings too. Kalau sudah seperti itu, all we need is just a little sacrifice and commitment. Yep. Karena pada kenyataannya adalah, kisah cinta tidak berakhir di pelaminan, karena masih ada jenjang lain setelahnya. Kita tidak tahu apakah bisa membagi waktu antara karir dan cinta, antara kerja dan keluarga, antara semuanya, karena itu membutuhkan sedikit pengorbanan. Kita lebih sering menginginkan orang mengerti diri kita, keadaan dan kondisi kita, hingga lupa bahwa orang lain juga berkeinginan yang sama terhadap kita.

Baru-baru ini, setelah menjalani ospek (baca: masa bimbingan) jurusan gw, ada satu hal yang gw pelajari, bahwa kita tidak perlu berpikir mengenai apa yang orang lain lakukan terhadap kita, pikirkanlah apa yang kita lakukan terhadap orang lain. Entah itu perbuatan baik maupun tidak baik.

Speaking about love... sampai hari ini gw belum menemukan someone to tell about. I hope someday he will come, and i hope that day will be come soon.

02 July 2008

ATONEMENT: An unhappy ending story





“Come back, come back to me” – Cecilia Tallis –



Itulah kutipan dialog yang diucapkan Cecilia (Keira Knightley) ke Robert (James McAvoy) saat kedua orang yang saling mencintai itu terpaksa harus berpisah.


Romantis? Terdengar seperti film romantis? Yah, memang ini sebuah film romance. Tapi, buat orang2 yang suka melihat a Happy Ending Love Story, jangan harap bisa menemukannya di film ini. Karena di film ini there’s no such a happy ending love story. It’s all totally turned to a bad ending.

Robbie Turner and Cecilia Tallis

Tapi biar begitu, bukan berarti film ini nggak menarik untuk ditonton, karen film ini termasuk pemenang piala Oscar di Academy Award dalam beberapa kategori.

Gw udah tertarik sejak pertama nonton trailer film yang diangkat dari novel berjudul sama karya Ian McEwan ini. Ceritanya sendiri adalah tentang perpisahan 2 orang yang saling mencintai, di mana perpisahan yang amat sangat tidak menyenangkan itu adalah karena kesalahpahaman dari adik kecil mereka yang suka berimajinasi.

Briony Tallis adalah anak gadis yang memiliki imajinasi tersendiri akan hal2 yang dilihatnya. Pikiran dan imajinasinya berkembang jauh dari kenyataan yang dilihatnya (alias ia terlalu kebawa suasana cerita2 picisan tanpa tau kenyataan). Dan karena hal itulah, ia menciptakan sebuah kesalahpahaman yang mengakibatkan kakak perempuannya, Cecilia, harus berpisah dengan Robbie Turner (James McAvoy), pria yang dicintai dan mencintainya. Sebuah kesalahan BESAR yang baru disadarinya ketika ia dewasa dan saat itu sudah terlambat baginya untuk menebus kesalahannya. SANGAT TERLAMBAT.


Uoooh! Pokoknya ceritanya complicated. Sedih, deh! Bukan sedih yang bakalan bikin lo nangis2 (nggak, film ini nggak secengeng itu), tapi sedih me-nye-dih-kan. Sangat. Like what I said at first, ini adalah sebuah cerita dengan unhappy ending.

Tapi, secara keseluruhan film, memang film ini layak mendapat penghargaan. Mengingat bahwa ceritanya sendiri bukanlah cerita yang memiliki klimaks, namun dapat disampaikan dengan baik secara total. Sutradaranya siapa dulu, dong! Joe Wright! Orang yang sama dengan yang menyutradarai film Pride and Prejudice (salah satu film bagus lainnya yang juga fenomenal).

Nggak kayak film August Rush (ups!). Jujur aja, film itu sebenernya udah punya ide cerita yang bagus dan bakalan keren di bagian klimaks. Gw udah tertarik banget begitu nonton trailernya. Tapi entah karena salah bunda mengandung (?) atau emang sutradaranya nggak pas bikinnya, jadi film ini terasa amat buruk waktu gw menontonnya. Nggak ada feel-nya (maksud gw ‘feel’ sebagai film). Alurnya nggak kerasa, klimaks-nya nggak kerasa, tapi emang dari segi musik udah bagus walopun jadi nggak terasa spesial karena kualitas alur film yang jelek banget. Gw sendiri heran kenapa masih ada yang bilang alur film ini bagus. Adek gw yang doyan nonton aja sependapat sama gw. Yah... they don’t see what we see, atau mungkin sebaliknya. Tapi gw tetep nge-fans sama Freddie Highmore! Ouh! He such a talented young guy!

Balik lagi ke Atonement, di sini... ada si ganteng James McAvoy! Uwaah...! i adored him very much!!!

si ganteng