Yea, I ever told you about my other cyber-space? www.akirabook.tumblr.com
Saya pernah bercerita tentang rumah maya kedua saya alias blog saya yang lain. Tapi ini tumblelog.
Jadi, it's final decision. I'M MOVING.
Check me continue writing blog and postings and others in:
waiting for you there! :)
take it easy, so life will be
Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.
Showing posts with label myself. Show all posts
Showing posts with label myself. Show all posts
25 August 2011
09 July 2011
Jalan-jalan hingga kaki kapalan
Gw gak berharap judul postingan ini kejadian sih, amit-amit juga kaki kapalan beneran, tapi sekarang memang sudah terasa sakit ada benjolan... huhu hiks hiks.
Semua gara-gara liburan yang terlampau lama ini, 3 bulan cing! Well, tapi kenapa baru tahun ketiga ini gw merasa kopong banget di liburan semester genap yah?
Soalnya tahun-tahun sebelumnya selalu ada aja yang dikerjakan, sibuk sibuk kepanitiaan dsb dsb, halah... sampe-sampe liburan pun gak kayak liburan saking seringnya ke kampus, entah itu kuliah semester pendek dan kepanitiaan.
Gini yah, the true holiday? Hal yang paling terasa amat sangat ialah: UANG JAJAN AWET.
Dan itu.... BERBAHAYA!
Gw yang selama ini bisa menahan diri dari godaan nongkrong keseringan, belanja keseringan, dan main-main keluar keseringan, jadi tidak bisa menahan diri lagi saking dipikiran adalah: UANGNYA MASIH ADA.
Duh, dalam beberapa minggu terakhir ini udah jalan-jalan berapa kali, yaa? Ke monas, ke Bandung, jalan sore ke Gelora Bung Karno lanjut ke pesta buku lanjut ke ambassador lanjut ke Setiabudi, sepekan kemudian ada kerjaan singkat di polling Kompas, sehari kemudian nonton Pechakucha di JCC, sehari kemudian balik lagi ke pesta buku dan ambassador ngurus handphone (akhirnya setelah ada duit baru bisa ngurus), trus ada kemungkinan mau jalan lagi sama temen2 SMA ke FLONA, atau ada kemungkinan ke Lembang bareng saudara...
oh... tak lupa awal Juni kemarin di mana gw selama sepekan pergi berlibur ke Malang dan beberapa tempat di Jawa Timur (ah, baru ingat belum posting soal ini...)
Aarggg... harus segera produktif cari duit tambahan kalau tidak mau kesandung godaan konsumtif liburan kosong..
Salahkan liburan, salahkan gramedia yang sedang diskon buku, salahkah pesta buku Jakarta, hanya dalam waktu sebulan gue udah belanja total 31 buku!
Waaaaa...
G-A-W-A-T
Uang terkikis.
Kaki pun terkikis.
Aaaaaa
24 June 2011
20 May 2011
3 menit
Gw punya sisa waktu 3 menit untuk menuliskan ini.
Ada yang tahu harga sebuah penantian panjang?
Kenapa gw bertanya? Karena gw bingung kenapa pikiran ini masih memikirkan dirinya.
Ke mana dia? Profile facebook-nya sudah tak hidup lagi, meskipun akun-nya masih hidup.
SMS yang terakhir kali gw dapat dari dia pun nomornya sudah tidak aktif lagi, seperti biasa dia tidak pernah bertahan di satu nomor yang bisa dihubungi.
Kabar terakhir darinya, meskipun bukan kabar terbaru, dia terlibat suatu masalah besar, meskipun keterlibatan dia di sana mungkin tidak sebesar masalahnya.
Terakhir kali gw mendapatkan kabar kalau dia sempat datang ke kampus gw, dan menyapa salah satu dari kami.
Dan gw pun bertanya-tanya, apakah di hari kedatangannya itu dia melihat gw? Apakah dia melihat tapi tidak menyapa? atau dia tidak melihat gw?
Apa kabarnya sekarang?
Ingin bertemu. Meskipun gw tahu saat ini hati gw sudah membeku untuknya.
5 tahun lebih waktu yang gw butuhkan untuk bisa menetralisir perasaan gw ke dia. 5 tahun, untuk membekukan hati ini terhadapnya.
Sekarang hati gw sudah tak bergerak seperti dulu tiap kali mendengar namanya, tiap kali melihat wajahnya, tiap kali mengingat kenangan gw dengan dia. Membeku.
Tapi otak gw tak berhenti memikirkan dirinya.
Hanya di saat-saat malam, di saat-saat ada celah gw bisa mendadak teringat dengannya. Dan juga beberapa hal lain yang gw tahu terkait dengan dirinya, apa? Pesawat? Rusia? Mantan-mantannya? teman-teman seperjuangan kami?
Hati ini sudah tak bergerak kembali, kupu-kupu pun tak bersemayam di perut gw untuk dirinya.
Tapi cuma otak gw yang tak berhenti memikirkan dirinya. Mempertanyakan keberadaannya.
Kenapa hubungan kami jadi seperti sekarang ini? Sejak kapan hubungan ini jadi seperti ini? Apakah benar dia seperti yang dikatakan orang-orang? Karena entah kenapa, otak ini memilih untuk tidak percaya...
dan berusaha untuk mencari tahu sendiri.
Tapi bagaimana gw menemukannya? Di mana gw harus memulai pencarian?
Rumah kami sekarang berada di area yang sama, apakah itu sebuah pertanda? Apakah itu sebuah peluang? Kesempatan?
Haruskah gw mengejar peluang atau kesempatan tersebut?
Tapi tak ada hati yang bergerak untuk menggerakkan gw, hanya otak yang terus berpikir.
Semoga gw mendapatkan jawabannya dalam waktu yang dekat.
Mungkin ini pertanda, karena setelah sekian lama, akhirnya kesempatan untuk menuliskan ini datang walau hanya 3 menit.
Tapi gw berhasil membuatnya menjadi 13 menit.
Karena 3 menit tak cukup untuk menceritakan dirinya, cerita tentang dia, tentang kami, tentang kita semua.
Dulu gw pernah berdoa, walau hanya dalam mimpi, tolong pertemukanlah kami semua sekali lagi dalam kondisi lengkap bersama-sama.
Tapi sekarang,
gw nggak menginginkan mimpi.
I want to meet him, I want to meet him, I just want to see him.
01 May 2011
Si Pemarah ini...
![]() |
| Heiwajima Shizuo, si pemarah dari serial DURARARA |
Yak! Inilah saya! Si Pemarah
Aslinya, memang emosi saya gampang sekali berubah-rubah, reaktif kata orang, ekpresif kata orang lain, euforik kata orang lainnya lagi.
Terutama emosi marahnya, mudah sekali muncul seperti api yang meledak-ledak.
Dalams sekejap ia membakar orang-orang di sekitarnya. Maksudnya, dalam sekejap aura marah gw bisa dirasakan orang-orang sekitar gw, dan dalam sekejap mereka bisa merasakan ketidaknyamanan yang amat sangat.
Namun perlu diketahui juga, bahwa dalam sekejap, emosi marah itu hilang seketika. Ketika semua masalah selesai, kesalahpahaman diklarifikasi, maka api amarah itu langsung reda. Gw pun kembali seperti semula, seakan tidak ada apa-apa.
Tapi yang tersisa hanyalah penyesalan.
Yah, kadangkala gw minta maaf sih, entah di saat itu juga, atau di lain waktu (ketika perasaan udah lebih oke dan dalam konteks percakapan yang lebih chill).
Tapi tak jarang juga sulit bagi gw untuk minta maaf, malu, dan sebagainya. Nasi sudah menjadi bubur, amarah sudah keluar, dan orang-orang sudah terlanjur kesenggol api panasnya, kesakitan.
Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, tidak seharusnya gw marah, namun saat itu yang menyebabkan gw sangat merasa gampang marah ialah: RASA KANTUK yang amat sangat akibat kurang tidur berhari-hari.
Dan.. dueerr!! meledaklah emosi gw ketika dengan segera semua pertanyaan datang bertubi-tubi yang membuat kepala gw berdenyut-denyut, pusing bukan main, dan yang keluar dari mulit ini ialah kata-kata ketus dan pedas.
![]() |
| "Heeeeehhh!?!?!?!?" Heiwajima Shizuo yang sedang pusing dan mendadak ada yang memicu amarahnya. Kira-kira seperti inilah yang gw rasakan :S |
Lalu seperti pola yang biasanya: redalah amarah itu, dan lahirlah penyesalan.
Masalahnya, yang kali ini, sulit minta maafnya, karena konteksnya publik.
Gyaa~ maafkan aku kawan-kawan... nothing's personal, hanya saya yang memang sedang ngantuk, dan pribadi saya yang emosional.
Please forgive me~
18 April 2011
arah baru, salah arah, penyesalan, sedih
Siapa bilang kehilangan arah harus selalu berarti kehilangan secara keseluruhan?
Menemukan arah baru juga bisa berarti kehilangan arah, arah yang lama, yang selama ini ditelusuri, namun ternyata salah arah.
Faktanya, itulah yang gw rasakan saat ini.
Yang terjadi ialah, gw memang menemukan arah yang benar dari apa yang seharusnya gw lakukan selama ini. Yang terjadi ialah, gw telah melalui arah yang salah dari apa yang seharusnya gw lakukan selama ini.
Yap, kalau diputar balik, maka kalimatnya akan menjadi seperti ini: gw salah arah, dan akhirnya kehilangan arah, namun kemudian gw menemukan arah yang benar.
Kesannya akan menjadi positif kalau gw mengutarakannya seperti ini: gw menemukan arah baru, dan meninggalkan arah lama yang selama ini gw telusuri dan salah.
Kalau kalian melihat kondisi tersebut dialami oleh orang lain, yaitu dalam kasus ini ialah gw, maka apa yang akan kalian pikirkan?
Apa yang gw pikirkan?
Penyesalan.
Penyesalan karena memilih arah yang salah selama ini. Dan berbagai pertanyaan penyesalan pun muncul, kenapa dulu gw memilih ini? Apa yang terjadi kalau dulu gw tidak memilih ini dan memilih yang itu? Lalu sekarang sudah terlambatkah? Kenapa dulu gw berpikir untuk memilihnya? Apa sih pertimbangan gw saat itu? Coba gw pikirkan lagi momentum saat itu, apa yang terjadi? Kenapa? Kenapa? dan Kenapa?
Pertanyaan itu benar-benar menghantui gw. Lagi-lagi menambah alasan mengapa bagi gw teknologi mesin waktu itu sangatlah gw dambakan.
Tapi mesin waktu tidak ada saat ini, yang ada penyesalan. Arah baru, arah baru diiringi rasa sesal dan rasa kesal yang amat sangat.
Plus, gw lelah.
Memikirkannya saja sudah lelah, apalagi melakukannya?
Gw menemukan arah baru, sementara gw masih belum menyelesaikan arah lama gw yang salah itu. Sehingga kini yang terjadi ialah, gw berjalan di dua arah yang sama sekali berbeda.
Memikirkannya saja sudah lelah.
Tapi itu harus dilakukan, kalau gw benar-benar bertekad ingin berjalan di arah yang baru itu. Arah yang sebenarnya gw dambakan sejak dahulu, tapi gw memutuskan menjalani arah yang lain..
Dan penyesalan memang satu hal yang wajar apabila muncul di situasi seperti ini.
Bagaimana tidak? Kalau kau sudah tahu mana arah yang benar, tapi kau masih belum bisa lepas dari arah yang salah, apakah kamu masih sanggup menjalani keduanya? terutama arah yang salah, sudah tahu ia adalah arah yang salah, sudah pasti hati ini enggan menelusurinya, meskipun tidak ada pilihan lain.
Sebenarnya gw punya pilihan, hanya saja... hidup di dunia yang sudah terbentuk oleh pola dan aturan, pilihan tersebut seakan bukanlah sebuah pilihan.
Bikin sedih saja.
Terutama, karena beliau yang gw percaya selama ini dalam memilihkan arah untuk gw, juga mengatakan bahwa ia: menyesal.
Makin sedih saja.
06 April 2011
I'm proudly say: I am back!
Belum lama ini, gw membuat sebuah photo album baru di facebook gw, dan albumnya berjudul
"it feels like a soul that is returned back"
Yeah, dan isi dari album tersebut bukanlah foto, melainkan gambar-gambar yang membuat gw merasakan hal yang menjadi judul dari album gambar facebook tersebut.
Yep, benar, gambar-gambar itu mayoritas adalah snapshots dari anime-anime yang gw ikuti baru-baru ini.
I have to say, beberapa tahun terakhir ini memang gw telah sedikit menjauh dari dunia tersebut, bukannya ingin, tapi terpaksa menjauh, dan mau tak mau menjauh dengan sendirinya, akibat kesibukan, akibat kewajiban, dan akibat dari hidup gw yang berubah sekitar 6 tahun silam.
6 tahuns silam, adalah tahun di mana ayahanda kami tercinta meninggalkan kami di dunia. Ya, itu adalah sebuah perubahan besar, yang sedikit demi sedikit pastinya mempengaruhi perubahan pada situasi gw sekarang. Sedikit demi sedikit tapi pasti.
Namanya sebuah mimpi, kita akan terus dan terus dan terus memimpikannya, ia telah menetap di pikiran dan hati kita, dan tak akan pernah hilang meskipun keberadaannya kian tertutup-tutupi oleh kenyataan-kenyataan yang memenuhi pikiran dan hati kita.
Namanya sebuah mimpi, sebuah cita-cita, bagi gw sangatlah berharga, dan tiada arti apabila gw tidak mencapainya, atau berusaha untuk mencapainya, bahkan sampai meninggalkannya dalam sudut kecil di pikiran dan hati.
Selama beberapa tahun terakhir, gw merasa kehilangan diri gw. Bukan diri gw secara keseluruhan, gw yang sekarang tetap adalah diri gw, tapi diri gw yang hilang, adalah paruh besar diri gw yang sangat penting, sangat besar.
Paruh besar diri gw yang berani bermimpi, dan merasakan sensasi dari mimpi tersebut, sensasi dari pikiran yang terus menerus memikirkan 'aku akan melakukan apa ya, untuk mencapainya?', sensasi yang membuat angin kencang yang berhembus akhir-akhir ini terasa sangat mendebarkan, seakan menyemangati semangat berkobar-kobar untuk meraih mimpi. Sensasi yang membuat kita menikmati malam, seakan tiada hari dan jam yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kita akan waktu untuk bermimpi dan terus berupaya untuk mencapainya.
Dan sekarang, gw bisa mengatakan, dia telah kembali.
Bagian penting dari diri gw, yang perasaan saat kehilangannya sungguh tidak menyenangkan, gw berusaha segala cara agar bagian diri gw yang satu itu bisa kembali lagi. Saat itu, gw hanya bisa mengingat betapa menyenangkannya bagian diri gw yang satu itu, namun tak kuasa untuk bisa meraihnya kembali.
Namun sekarang, seperti judul album dalam facebook page gw, "it feels like a soul that is returned back".
I am back.
It's a new me! a new life!
with a part of my old me, but yes, it's a new me, a new life, a new start.
Semoga tidak terlambat, mengingat sudah berapa tahun gw lalui kehilangan hal tersebut hingga kini gw memilikinya kembali. Gw harus segera membayar waktu yang telah hilang untuk peran yang tak kunjung dimainkan oleh diri gw yang satu itu.
I am back!
"it feels like a soul that is returned back"
Yeah, dan isi dari album tersebut bukanlah foto, melainkan gambar-gambar yang membuat gw merasakan hal yang menjadi judul dari album gambar facebook tersebut.
Yep, benar, gambar-gambar itu mayoritas adalah snapshots dari anime-anime yang gw ikuti baru-baru ini.
I have to say, beberapa tahun terakhir ini memang gw telah sedikit menjauh dari dunia tersebut, bukannya ingin, tapi terpaksa menjauh, dan mau tak mau menjauh dengan sendirinya, akibat kesibukan, akibat kewajiban, dan akibat dari hidup gw yang berubah sekitar 6 tahun silam.
6 tahuns silam, adalah tahun di mana ayahanda kami tercinta meninggalkan kami di dunia. Ya, itu adalah sebuah perubahan besar, yang sedikit demi sedikit pastinya mempengaruhi perubahan pada situasi gw sekarang. Sedikit demi sedikit tapi pasti.
Namanya sebuah mimpi, kita akan terus dan terus dan terus memimpikannya, ia telah menetap di pikiran dan hati kita, dan tak akan pernah hilang meskipun keberadaannya kian tertutup-tutupi oleh kenyataan-kenyataan yang memenuhi pikiran dan hati kita.
Namanya sebuah mimpi, sebuah cita-cita, bagi gw sangatlah berharga, dan tiada arti apabila gw tidak mencapainya, atau berusaha untuk mencapainya, bahkan sampai meninggalkannya dalam sudut kecil di pikiran dan hati.
Selama beberapa tahun terakhir, gw merasa kehilangan diri gw. Bukan diri gw secara keseluruhan, gw yang sekarang tetap adalah diri gw, tapi diri gw yang hilang, adalah paruh besar diri gw yang sangat penting, sangat besar.
Paruh besar diri gw yang berani bermimpi, dan merasakan sensasi dari mimpi tersebut, sensasi dari pikiran yang terus menerus memikirkan 'aku akan melakukan apa ya, untuk mencapainya?', sensasi yang membuat angin kencang yang berhembus akhir-akhir ini terasa sangat mendebarkan, seakan menyemangati semangat berkobar-kobar untuk meraih mimpi. Sensasi yang membuat kita menikmati malam, seakan tiada hari dan jam yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kita akan waktu untuk bermimpi dan terus berupaya untuk mencapainya.
Dan sekarang, gw bisa mengatakan, dia telah kembali.
Bagian penting dari diri gw, yang perasaan saat kehilangannya sungguh tidak menyenangkan, gw berusaha segala cara agar bagian diri gw yang satu itu bisa kembali lagi. Saat itu, gw hanya bisa mengingat betapa menyenangkannya bagian diri gw yang satu itu, namun tak kuasa untuk bisa meraihnya kembali.
Namun sekarang, seperti judul album dalam facebook page gw, "it feels like a soul that is returned back".
I am back.
It's a new me! a new life!
with a part of my old me, but yes, it's a new me, a new life, a new start.
Semoga tidak terlambat, mengingat sudah berapa tahun gw lalui kehilangan hal tersebut hingga kini gw memilikinya kembali. Gw harus segera membayar waktu yang telah hilang untuk peran yang tak kunjung dimainkan oleh diri gw yang satu itu.
I am back!
My proximity
Pagi ini saat kuliah (propaganda) Media Buying yang pernah gw jelaskan di postingan lalu-lalu, gw mencetuskan sebuah pertanyaan kepada dosen kami, si kakak alumnus yang cuma beda usia 5 tahun dari kami itu:
"Kak, kalau kita mau campaign kita diliput sama media berita gimana caranya, ya?" (ini karena baru2 ini kampanye sosial Earth Hour menjadi berita di berbagai stasiun TV di Asia.
Pada intinya, kakak itu menjawab bahwa ada 5 unsur yang menjadikan sesuatu menjadi memiliki nilai 'berita' atau 'news value'. Ini beliau dapatkan di kuliahnya dahulu di program studi Humas. Bahwa, setidaknya ada 2-3 hal yang harus ada dari 5 unsur di bawah ini:
1. Proximity (kedekatan). Seseorang akan lebih tertarik dengan berita yang dekat dengan kita, contoh: tsunami di Aceh yang terjadi di Indonesia tentu dekat dengan semua warga Indonesia sehingga ia menjadi berita penting bagi warga Indonesia, itu adalah nilai proxmitiy-nya.
2. Magnitude (besar). Sesuai namanya, hal tersebut haruslah hal yang BESAR sehingga bisa menjadi berita yang BESAR, contoh lagi-lagi kasus tsunami di Aceh dahulu, itu adalah kejadian yang besar sekali.
3. Prominent (terkenal). Yah, ini bisa diupayakan dengan melibatkan orang-orang yang terkenal atau sesuatu yang terkenal sehingga ia menarik untuk menjadi berita.
4. Actuality (aktual). Yaitu berita tersebut benar-benar baru, baru terjadi, sehingga masih hangat-hangatnya untuk diulas.
5. Kakak dosen lupa, tapi intinya berkaitan dengan 'magic number'. Contoh, mengungkapkan kampanye aksi 1000 sepeda akan menarik perhatian media massa, karena angka '1000' termasuk magic number yang menjadikannya news valuable.
Begitulah!
Tapi sebenarnya bukan itu yang hendak gw bahas di sini, bermula dari rasa penasaran soal media massa, mendengar jawaban tersebut, yang langsung terbersit di otak gw adalah... mendadak, sebuah berita dari kejadian menggemparkan beberapa saat lalu: bencana alam dan nuklir di Jepang.
Ya, gw ingat, itu hari Jum'at, 11 Maret 2011, pukul 2 siang gw bersiap-siap menuju tempat murid les privat gw, ketika mendadak mau ngecek Twitter dan berhamburan informasi mengenai Jepang dan tsunami, dan sebagainya. Dengan segera gw menyalakan TV untuk mendengar berita yang berlangsung, dan menonton bagaimana rumah-rumah dan gedung-gedung di kota-kota besar di sana, tersapu air, tontonan akan pusaran air di laut, dan sebagainya.
Gw shock, terpaku, rasanya nggak mau berangkat ngajar les, mau nonton berita saja, update sama situasi di sana... tapi mau tak mau tanggung jawab mengajar harus dijalankan, dan dengan perasaan tidak sabar gw menanti sore untuk pulang kembali ke rumah dan mengikuti berita kembali.
Hingga jam 3 pagi dini hari, TV gw setel di CNN yang menampilkan Live report langsung dari NHK di Jepang, di sana sudah jam 4 dini hari, menanti matahari terbit untuk kelanjutan nasib umat manusia di lokasi bencana. Gw nggak sanggup masuk kamar dan tidur, mata gw terpaku sama CNN live report itu, terus... terus... tidak mau beranjak.
Jepang, adalah sebuah negara yang sangat gw cintai sejak gw duduk di bangku SMP, bukan gw tidak bangga dengan negara sendiri, tapi gw mengagumi budaya, alam, orang-orang, pemikiran, gaya hidup, prinsip hidup, yang berada di negeri Sakura tersebut, ibarat seorang idola, seorang role model, sebuah negara yang telah menginspirasi gw untuk mengejar mimpi gw.
Saking sayangnya gw dengan negeri tersebut, gw merasa sudah menjadi bagiannya pula, memiliki hati yang gw bagi ke sana (selain kepada negeri gw sendiri ^^), dan nyokap pun sampe ngomong:
"kalau reinkarnasi itu ada, kamu mungkin reinkarnasi dari orang Jepang, ya" hahaha...
Ia adalah negara tujuan gw.
tujuan.
tujuan dalam arti hidup, dan inspirasi.
Lalu terjadilah bencana tersebut, ibarat news value yang disebutkan kakak dosen gw, ia memiliki nilai 'proximity' yang sangat besar bagi gw. Kedekatan yang amat sangat, hingga gw nggak sanggup meninggalkan live report sampai dini hari. Hingga gw gelisah seharian menanti berita-berita, gw menjadi salah satu dari yang pertama menonton rekaman-rekaman warga Jepang yang mengalami gempa di sana... proximity gw...
Melihat fakta akan gw yang mengagumi negeri tersebut, dan fakta akan situasi yang terjadi di sana saat ini, orang-orang di sekitar gw pun mengungkapkan banyak hal ke gw.
Seorang teman gw pun bertanya-tanya:
"Lo yakin masih mau ke sana dengan nuklir yang udah mengkontaminasi di sana?"
Kemudian sang adik gw mendadak berkata:
"Yah, nggak jadi, deh, kamu, mau ke Jepang"
Tak lupa nyokap pun berpendapat
"Nggak! nanti anak kamu gimana kalau kamu mengkonsumsi apapun di Jepang, perut kamu juga jadi kena efek, kan?"
Damn.
Damn, damn, damn.
Why? Why it has to be happen? Kenapa itu harus terjadi di negeri tujuan gw?
Should I ? or shouldn't I ?
The thing is, I am feeling really upset now... feeling down, somehow like in the lowest point.
Gw yakin bahwa gw masih MAU ke sana, ia masih menjadi negeri tujuan gw in the first place. Tapi... haruskah gw mengindahkan masukan-masukan dari orang-orang sekitar gw?
Nggak ada yang bisa gw lakukan, selain tetap menjalani apa yang sudah gw tetapkan sejak dahulu, yang bahkan sempat tertunda beberapa tahun karena perubahan besar dalam hidup gw (akan dijelaskan di postingan selanjutnya).
Dan gw cuma bisa berharap... berdoa... semoga Tuhan berpihak dengan gw... dan menjadikan alam semesta mengizinkan gw untuk bisa selamat mencapai tujuan gw. Dan selamat untuk melanjutkan hidup, selamat mencapai semua cita-cita gw, termasuk salah satunya untuk bisa berada di negeri tujuan gw tersebut.
Negeri dengan nilai proximity yang tinggi untuk gw.
05 April 2011
Hari Rumah
Yeah! beberapa hari terakhir ini gw merumah, euhm... maksudnya lebih tepatnya mendekam di rumah, yaa... nonton DVD yang tak kunjung ditonton sejak zaman mereka dibeli sekian bulan lalu...
Kuliah masih berjalan, tapi ya itu, karena Ujian Tengah Semester udah lewat, jadilah kesempatan untuk nonton DVD lebih ada :) senangnya...
Mengingat gw mau menetapkan 1 posting per hari, maka dari itu ini gw bener-bener sempetin nulis at least hal-hal kecil yang terjadi tiap harinya. Karena tiap hari itu makin terasa spesial buat gw, apalagi yang sedang mengejar mimpi ini.
25 March 2011
Saya rindu...
... rindu dengan gemerlap cahaya di kala malam. Dengan gelapnya jalan, disilaukan hanya oleh lampu-lampu kendaraan dari pemilik yang baru saja pulang kerja.
Saya rindu melangkahkan kaki ini ke dalam kejutan yang ditawarkan tempat baru, momen baru, pemandangan baru, pengalaman baru...
..sensasi yang memunculkan kupu-kupu terbang dalam perut saya...
Saya rindu hunting foto... saya rindu akan kegiatan tersebut, jalan-jalan tersebut.
24 March 2011
happiest semester
![]() |
| Akhirnya bisa melanjutkan membaca Tsubasa RC ^0^ CLAMP will always be my favorite manga-ka ever! Their works are very very must-see works! |
![]() |
| Random picks from the book rent, found out that the story is sooo sweeeet! No regret at all! Can't wait to read number #3 which seems to be the ending part |
![]() |
| NAKAYOSHI adalah bacaan wajib tiap kali terbit, hahaha. Walaupun isi-isi ceritanya naik-turun, kadang kurang oke, tapi sekalinya oke ya oke! Surprisingly romantic, lol |
![]() |
| Best thing to read! No wonder they named it Reader's Digest. It really fulfill digest's needs of reading, even my friends love it at their first time reading. |
![]() |
| DVDs I've been waiting for! Especially BECK. Too bad I have to postpone watching them until my mid-term test is over. |
22 March 2011
my bad badmood mode
One thing I noticed today, and probably I already noticed long... long... long time ago. That I am scary when I'm in very..very..very bad mood.
Confession #1
"Lo kalo udah bete bener-bener keliatan deh"
Confession #2
"Gw nggak berani ngomong sama lo pas lagi bete"
Confession #3
"Bete lo tuh bener-bener membawa aura suram dan madesu ke sekelilinglo"
Their big question:
"Fik, lo udah / lagi nggak bete lagi, kan?"
Seriously? This is how it looks when I'm in a really really really bad mood alias "bete"
Yeah, I told you about the mood like every time. How mood really affect my blogging pattern, how I almost always put the mood as the reason of my laziness on writing constantly.
Well, in my defense, it is human to have such swinging mood, I know how reactive is my emotion especially lately when I feel everything is out of my willingness to happen, and that sucks which makes my mood even worst.
And the worst part is, people around me feels the dark atmosphere and I believe that sucks for them.
So, today I apologized to my fellas right after they questioning my mood, and I realize how bad I am when I'm in bad mood.
Noted for me: When in bad mood, don't go to the crowd.
Noted for you: Don't get closer to me if I am in bad mood, not every person can hold their frown and smiling instead when they in really bad mood.
Evaluation for me: Control your emotion! Apologize if it's already done.
Confession #1
"Lo kalo udah bete bener-bener keliatan deh"
Confession #2
"Gw nggak berani ngomong sama lo pas lagi bete"
Confession #3
"Bete lo tuh bener-bener membawa aura suram dan madesu ke sekelilinglo"
Their big question:
"Fik, lo udah / lagi nggak bete lagi, kan?"
Seriously? This is how it looks when I'm in a really really really bad mood alias "bete"
![]() |
| Don't ever take guts to talk to me, touch me at the shoulders, or even look at me when I'm like this. *LOL |
Yeah, I told you about the mood like every time. How mood really affect my blogging pattern, how I almost always put the mood as the reason of my laziness on writing constantly.
![]() |
| What an excuse, huh? *LOL |
Well, in my defense, it is human to have such swinging mood, I know how reactive is my emotion especially lately when I feel everything is out of my willingness to happen, and that sucks which makes my mood even worst.
And the worst part is, people around me feels the dark atmosphere and I believe that sucks for them.
So, today I apologized to my fellas right after they questioning my mood, and I realize how bad I am when I'm in bad mood.
Noted for me: When in bad mood, don't go to the crowd.
Noted for you: Don't get closer to me if I am in bad mood, not every person can hold their frown and smiling instead when they in really bad mood.
Evaluation for me: Control your emotion! Apologize if it's already done.
Potong rambut!
Ahaha, rada nggak penting sih since I wear hijab, but it's a happy thingy for me :D
Setelah sekian lama ingin mempertahankan rambut yang panjang (well, gw nggak pernah memanjangkan rambut sebelum ini), akhirnya gw memutuskan untuk mengganti gaya rambut gw. Well, itung-itung ganti image, hehehe.
I believe, rambut gw tadinya sepanjang (dan) seberantakan (dan) setipis ini:
Kemudian, setelah menyadari kalau gw tidak sebegitu telatennya menjaga rambut, maka gw potonglah! Tapi tidak bondol karena gw masih sayang dengan prestasi memanjangkan rambut :D potongnya kira-kira segini:
Fyi, gw bener-bener menjadikan foto Eva Longoria ini referensi ke mas-mas salonnya. Kebetulah foto ini waktu itu ada di majalah FLAIR yang disediain sama salonnya. Hahaha, keputusan singkat banget milih model rambutnya.
*ngaca bercermin goyang-goyang rambut baru :D
Setelah sekian lama ingin mempertahankan rambut yang panjang (well, gw nggak pernah memanjangkan rambut sebelum ini), akhirnya gw memutuskan untuk mengganti gaya rambut gw. Well, itung-itung ganti image, hehehe.
I believe, rambut gw tadinya sepanjang (dan) seberantakan (dan) setipis ini:
Kemudian, setelah menyadari kalau gw tidak sebegitu telatennya menjaga rambut, maka gw potonglah! Tapi tidak bondol karena gw masih sayang dengan prestasi memanjangkan rambut :D potongnya kira-kira segini:
Fyi, gw bener-bener menjadikan foto Eva Longoria ini referensi ke mas-mas salonnya. Kebetulah foto ini waktu itu ada di majalah FLAIR yang disediain sama salonnya. Hahaha, keputusan singkat banget milih model rambutnya.
*ngaca bercermin goyang-goyang rambut baru :D
Lagi-lagi saya hiatus tanpa disadari
Yah, kebiasaan buruk gw yang satu ini: menunda-nunda blogging karena mood yang berubah sangat cepat, melebihi kecepatan pikiran sgw. hahahaha *akhirnya ada juga yang membalap kecepatan pikiran gw
Oh, ya... mungkin gw perlu mereview beberapa hal yang terjadi selama gw hilang dari rumah yang satu ini:
1. Semester DEWA: semester 4 dan 5
Sesuai dengan namanya, yah, gw akhirnya telah melalui kedua semester tersebut. Benar-benar dua semester paling parah yang pernah gw rasakan, 8 mata kuliah semuanya memberikan tugas take home sebagai ujian dan for your information, dibandingkan dengan ujian seat-in yang cuma belajar H-1, kemudian datang di hari-H ujian, dan berjuang selama 2 jam, ujian take home benar-benar menguras tenaga dan WAKTU. Rasanya tiap hari adalah hari mengerjakan tugas hingga deadline mendekat, plus yang seperti ini bukan cuma 1 matakuliah melainkan 8 matakuliah, ya... berasa 24 jam itu masih kurang.
Yang paling para ialah, pola tidur gw jadi berubah drastis, begadang hingga dini hari menjadikan ketika semuanya telah kembali normal, namun tidak dengan pola tidur gw. Agak-agak insomnia di malam hari, bikin bete juga mengingat besoknya harus kuliah.
Untunglah, sekarang gw udah semester 6 di mana gw bisa mengambil kredit SKS cuma 18 (karena udah ditumpuk di awal-awal, fyuh). Dan semuanya terasa santai, plus... hampir sebagian kuliah gw dimulai pada jam 11 siang. Hahaha *tertawa bangga
2. Family
Masalah keluarga, pastinya ada, ada hal yang terjadi baru-baru ini, namun gw nggak bisa menceritakannya di sini. Karena blog gw yang satu ini udah di-follow sama anggota keluarga besar, hehe, sementara keluarga kecil kami bersikeras untuk menjaganya dulu hingga saat yang tepat untuk diceritakan.
Intinya, ini adalah perubahan besar bagi keluarga kami, sebuah perpisahan yang berat, namun perlu dilakukan apabila kami ingin tetap bertahan, survive. Dan terbukti, saat ini sedikit demi sedikit permasalahan keuangan kami mulai membaik.
Gw pun mulai memiliki tambahan pendapatan, dari kerja paruh waktu sebagai guru les privat, dan dari beasiswa yang baru saja gw dapatkan akhir akhir ini :)
Yap! Akhirnya, setelah bersemester2 gw mengajukan sekian banyak lamaran beasiswa yang ditolak, akhirnya yang satu ini gw mendapatkannya!
Benar-benar, di saat kesusahan, rasanya semua kesusahan datang bersamaan. Namun, di saat kebahagiaan datang, rasanya semua berkah juga datang bersamaan. Gw harus mulai rajin-rajin bersyukur lagi nih, mulai mengaji lagi (sejak sibuk kuliah dan organisasi, jadi tidak ada waktu sama sekali).
3. Cita-cita
Seperti yang pernah gw post di beberapa postingan sebelum ini, ada indikasi bahwa gw sudah menetapkan hati gw untuk hal yang satu ini. Yap, I will chase what been my dream for so long, no more delaying, no more detour.
Ini adalah kalimat yang pernah gw wejangkan untuk seorang kawan, dan sekarang saatnya untuk gw menelan sendiri kalimat tersebut:
"Listen to others is easy. Listen to yourself is challenge"
Yeah, mengikuti kata hati sendiri itu memang tidak mudah, terutama karena kita dihadapkan dengan sejuta ketidakpastian, ketidakyakinan, dan hal-hal yang mematahkan semangat lainnya. Kita bertanya-tanya 'benarkah pilihan yang kuambil ini?' dan satu-satunya orang yang bisa kita minta jawabannya (selain Tuhan) hanyalah diri kita sendiri, dan tidak mudah untuk bertahan dengan kata hati kita.
Intinya, memang banyak hal yang terjadi pada gw, keluarga gw, dan juga beberapa sahabat gw, dalam beberapa bulan terakhir ini. Hal-hal tak terduga, bahkan seringkali tak diharapkan, tak menyenangkan.
Mengutip dari serial TV CASTLE, "bagaimana kalau ini tidak berjalan dengan baik? Well, bagaimana kalau berjalan dengan baik?"
"Itulah harga dari kehidupan..."
01 February 2011
found it's interesting to swim because of these quotes
"In most sports they have a physical effect on your performance, in swimming only psychological. If you worry about what your rival is doing, you take your mind off what you are doing and so fail to concentrate on your performance."
Bachrach, great Chicago coach of the 20's
"People ask me 'what was going through your mind in the race?' and I don't know. I try and ...let my body do what it knows".
Ian Thorpe
"I wouldn't say anything is impossible. I think that everything is possible as long as you put your mind to it and put the work and time into it".
Michael Phelps
"The water is your friend.....you don't have to fight with water, just share the same spirit as the water, and it will help you move".
Alexandr Popov
"Being your best is not so much about overcoming the barriers other people place in front of you as it is about overcoming the barriers we place in front of ourselves".
Kieren Perkins
bacaan bernama Ppoi!
"Aku tahu kenapa aku tergesa-gesa. Satu persatu... perlahan-lahan... agar aku tidak kalah. Aku tidak akan kalah oleh orang yang menunggu dan mendinginkan tubuhnya di tengah hujan. Aku akan semakin besar, besok dan hari-hari berikutnya, akan kujalani setiap hari yang berbeda. Takdir, masa depan, dan peluang, semuanya ada di dalam tanganmu!" (Amano Taira - PPOI! Chapter 16: Dog Fight)
Komik ini sebenarnya udah gw nanti-nanti sejak jama SMP, namun baru setelah gw kuliah inilah Ppoi! diterbitkan sama penerbit lokal M&C. Haahh.. walaupun ini termasuk komik yang bagi gw adalah must-have, tapi terpaksa hanya memuaskan diri sekadar rental, terutama setelah tau ia akan mencapai berpuluh-puluh jilid.
Seharusnya Ppoi! bercerita tentang basket, tapi lebih banyak mengangkat sisi dunia remajanya, dan harus diakui... walaupun ini komik bersetting di jaman kapan, tetep aja worth to read :))
coincidentally thoughtful
Kadang-kadang, gw bertanya2 kenapa di saat2 yang dibutuhkan, gw selalu mendapati diri gw membaca, atau menonton sesuatu yang sesuai dengan kondisi gw saat itu, dan seringkali bacaan serta tontonan itu membantu gw dalam memecahkan permasalahan yang berkecamuk di pikiran gw saat itu.
I called it coincidence, but sometimes I got a feeling about that. It's like an unusual instinct, like... I know I got problem and need inspiration, and then I just watch that movie, or read the book, and I got a feeling that those book/movie will bring me some inspirations.
Tapi, karena itu adalah kebetulan yang seakan gw ciptakan sendiri, seakan gw menciptakan sebuah kesempatan di mana gw berharap secara kebetulan gw akan menemukan jawaban yang gw cari, atau setidaknya sebagai penyemangat.
Well, semoga tidak apa-apa kalau dalam beberapa hari ini dan ke depannya mungkin akan lebih banyak hal-hal yang gw sampaikan dalam bentuk kutipan dan sumbernya. Let's just say, it's just a different form of telling what I feel currently.
Karena kadang-kadang tidak mudah bagi gw untuk berbagi apa yang gw rasakan, walaupun keinginan untuk menceritakannya sangat besar.
24 January 2011
Denotatif
kata-kata itu menggambarkan kondisi gw secara denotatif saat ini.
Yeah, saat ini dilema gw adalah apakah dengan mantap semester ini ambil hanya 18 sks, karena tidak ada mata kuliah lainnya (yang sebenarnya bisa saja gw ambil) yang tidak gw minati, dan sesuatu yang tidak gw minati akan membuat gw menjalankannya dengan tidak bagus, maka lebih baik tidak diambil.
Atau, haruskah gw memaksakan mengambil 1 matakuliah lagi, dan dengan begitu gw bisa menjalankan semester yang tenang di semester akhir gw, yaitu semester depan, di mana gw sudah harus menuntaskan tugas akhir gw.
Selama ini, pengambilan keputusan gw setiap semester, selalu mengacu kepada semester depan, dan menjadikan gw si makhluk 24 sks per semester, namun juga tak dielakkan bahwa karena itu saat ini gw bisa memiliki pilihan 18 sks untuk semester ini.
"Pikir susah di depannya aja, ntar ke belakangnya enak"
begitulah selalu yang gw pikirkan.
Dan saat ini, ialah saat di mana 'ke belakangnya' itu sudah muncul. Ya, saatnya gw menikmati 'enak' yang sedari dulu gw junjung.
Namun, bukankah akan lebih baik jika 'ke belakang'nya tenang? Ya, apalagi gw sudah akan tugas akhir, walaupun hanya mengambil TKA instead of skripsi (oke, TKA pun tak bisa dianggap remeh bagi orang yang perfeksionis & ambisius kayak gw).
Haruskah gw menghadapi situasi 'susah di depan enak di belakang' setiap waktu? Lalu kapan 'enak di belakang' itu akan datang?
Mungkin kadang-kadang gw perlu merubah pola gw, dan lihat bagaimana hidup berjalan dan memberiku pola-pola yang baru, yang mungkin saja akan lebih menyenangkan, dan lebih menenangkan ketimbang gw hanya bergantung pada diri sendiri.
Yeah, gw ingin sedikit lebih menikmati apa yang disebut dengan 'hari ini'.
Dan 'hari ini' itu berarti 'saat ini', denotatif, bukan kiasan, benar-benar memfokuskan pada apa yang ingin gw raih 'saat ini'. Gw mau mengesampingkan sejenak kewajiban akan berpikir jangka panjang, bahwa fokus di tujuan jangka pendek pun penting, bahwa keduanya penting, dan gw telah menjalankan yang jangka panjang, sehingga saat ini giliran tujuan jangka pendek gw untuk ditaati.
Oke!
Subscribe to:
Posts (Atom)
























