take it easy, so life will be

Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.
Showing posts with label college life. Show all posts
Showing posts with label college life. Show all posts

23 March 2011

Yes, it is propaganda

"Gue kemari membawa propaganda agar kalian semua di sini tertarik untuk masuk ke dunia iklan"

Begitulah yang dikatakan sama dosen gw di awal pertemuan kuliahnya semester ini. Well, he's young, only 5 years differences with us, dan dia adalah alumni angkatan 2003 dari jurusan kami, dan di kalangan dosen jurusan komunikasi kami yang 99% meminta sebutan "Mas" dan "Mbak", baru dialah, sang senior yang mendapat sebutan "Kak". haha... yaiyalah.. zzz.

That's not the thing. Back to his line, I can say that, yessss, he's totally brought the propaganda in. Dia benar-benar menjalankan rencananya tersebut, dan gw bener-bener salah satu korban.

Masalahnya, dunia periklanan, atau iklan, atau advertising, sejak itu menjadi konsentrasi program studi peminatan gw di semester 3, sudah membuat gw terjun terlalu dalam, dan tertarik terlalu dalam, dan jatuh hati terlalu dalam.

Advertising... benar-benar seru! Yang paling mengesankan dari jurusan komunikasi, dan belajar mengenai periklanan ialah, bagaimana kita menciptakan suatu strategi komunikasi yang bisa merubah perilaku seseorang? Kita bisa melakukan perubahan dengan cara komunikasi yang tepat, dan di situlah menariknya!

Contoh paling gampang yang gw rasakan langsung ialah bagaimana es krim Magnum sekarang bisa se-booming itu? Siapa di sini yang tidak tergoda mencari-cari magnum di setiap mini market? Padahal produk ini sudah ada sejak gw masih SD, tapi baru sekarang ia dikenal dan DICARI, note that: DICARI.

Yeah, that's how advertising works, baby. It's really awesome, amazing, dan membuat gw berpikir bahwa isu sosial dan budaya pun bisa kita bawa di sini, kita bisa membantu orang-orang untuk lebih tertarik bahkan melakukan ACTION terhadap isu sosial dan budaya.

Wow, sounds like a great temptation, huh? He did well so far. Kenapa gw bisa bilang propaganda kakak dosen ini cukup berhasil? Karena saat ini, setelah 2 tahun mengenyam dunia periklanan, gw kembali berusaha untuk back on track, kalau ini bukanlah jalan dari cita-cita yang gw pilih. The only reason I picked this concentration is because this is the only subject that nearly related to creative works, nearly related to the world I love.

Masalahnya, dunia kreatif animasi dan dunia kreatif periklanan itu, adalah sesuatu yang berbeda, beririsan mungkin, tapi tetap berbeda. Sama seperti membandingkan antara majalah VOGUE dengan New Yorker... *semoga ada yang mengerti analogi ini :p

Yah, di saat gw sudah memantapkan hati untuk back on track, si kakak dosen malahan menyuguhkan hal-hal yang sangat menarik, contoh-contoh campaign periklanan yang amat sangat menarik. Ouch!

"Dalam periklanan, kita belajar bagaimana berkata A tidak dengan berkata A" (asumsi yang senantiasa menemani kami mahasiswa periklanan selalu)

I will show you two of best commercials that ever done, enjoy and please... watch them ;)

Yang pertama ini ialah commercial dari kampanye politk kandidat presiden di Argentina, which is... genius!




Dan yang kedua ini, yang benar-benar menunjukkan, bahwa berkata A tidak harus selalu dengan berkata A

22 March 2011

my bad badmood mode

One thing I noticed today, and probably I already noticed long... long... long time ago. That I am scary when I'm in very..very..very bad mood.

Confession #1
"Lo kalo udah bete bener-bener keliatan deh"

Confession #2
"Gw nggak berani ngomong sama lo pas lagi bete"

Confession #3
"Bete lo tuh bener-bener membawa aura suram dan madesu ke sekelilinglo"

Their big question:
"Fik, lo udah / lagi nggak bete lagi, kan?"

Seriously? This is how it looks when I'm in a really really really bad mood alias "bete"

Don't ever take guts to talk to me, touch me at the shoulders,
or even look at me when I'm like this. *LOL



Yeah, I told you about the mood like every time. How mood really affect my blogging pattern, how I almost always put the mood as the reason of my laziness on writing constantly.

What an excuse, huh? *LOL


Well, in my defense, it is human to have such swinging mood, I know how reactive is my emotion especially lately when I feel everything is out of my willingness to happen, and that sucks which makes my mood even worst.

And the worst part is, people around me feels the dark atmosphere and I believe that sucks for them.

So, today I apologized to my fellas right after they questioning my mood, and I realize how bad I am when I'm in bad mood.

Noted for me: When in bad mood, don't go to the crowd.

Noted for you: Don't get closer to me if I am in bad mood, not every person can hold their frown and smiling instead when they in really bad mood.

Evaluation for me: Control your emotion! Apologize if it's already done.

Lagi-lagi saya hiatus tanpa disadari

Yah, kebiasaan buruk gw yang satu ini: menunda-nunda blogging karena mood yang berubah sangat cepat, melebihi kecepatan pikiran sgw. hahahaha *akhirnya ada juga yang membalap kecepatan pikiran gw

Oh, ya... mungkin gw perlu mereview beberapa hal yang terjadi selama gw hilang dari rumah yang satu ini:

1. Semester DEWA: semester 4 dan 5
Sesuai dengan namanya, yah, gw akhirnya telah melalui kedua semester tersebut. Benar-benar dua semester paling parah yang pernah gw rasakan, 8 mata kuliah semuanya memberikan tugas take home sebagai ujian dan for your information, dibandingkan dengan ujian seat-in yang cuma belajar H-1, kemudian datang di hari-H ujian, dan berjuang selama 2 jam, ujian take home benar-benar menguras tenaga dan WAKTU. Rasanya tiap hari adalah hari mengerjakan tugas hingga deadline mendekat, plus yang seperti ini bukan cuma 1 matakuliah melainkan 8 matakuliah, ya... berasa 24 jam itu masih kurang.

Yang paling para ialah, pola tidur gw jadi berubah drastis, begadang hingga dini hari menjadikan ketika semuanya telah kembali normal, namun tidak dengan pola tidur gw. Agak-agak insomnia di malam hari, bikin bete juga mengingat besoknya harus kuliah.

Untunglah, sekarang gw udah semester 6 di mana gw bisa mengambil kredit SKS cuma 18 (karena udah ditumpuk di awal-awal, fyuh). Dan semuanya terasa santai, plus... hampir sebagian kuliah gw dimulai pada jam 11 siang. Hahaha *tertawa bangga

2. Family
Masalah keluarga, pastinya ada, ada hal yang terjadi baru-baru ini, namun gw nggak bisa menceritakannya di sini. Karena blog gw yang satu ini udah di-follow sama anggota keluarga besar, hehe, sementara keluarga kecil kami bersikeras untuk menjaganya dulu hingga saat yang tepat untuk diceritakan.
Intinya, ini adalah perubahan besar bagi keluarga kami, sebuah perpisahan yang berat, namun perlu dilakukan apabila kami ingin tetap bertahan, survive. Dan terbukti, saat ini sedikit demi sedikit permasalahan keuangan kami mulai membaik.

Gw pun mulai memiliki tambahan pendapatan, dari kerja paruh waktu sebagai guru les privat, dan dari beasiswa yang baru saja gw dapatkan akhir akhir ini :)
Yap! Akhirnya, setelah bersemester2 gw mengajukan sekian banyak lamaran beasiswa yang ditolak, akhirnya yang satu ini gw mendapatkannya!

Benar-benar, di saat kesusahan, rasanya semua kesusahan datang bersamaan. Namun, di saat kebahagiaan datang, rasanya semua berkah juga datang bersamaan. Gw harus mulai rajin-rajin bersyukur lagi nih, mulai mengaji lagi (sejak sibuk kuliah dan organisasi, jadi tidak ada waktu sama sekali).

3. Cita-cita
Seperti yang pernah gw post di beberapa postingan sebelum ini, ada indikasi bahwa gw sudah menetapkan hati gw untuk hal yang satu ini. Yap, I will chase what been my dream for so long, no more delaying, no more detour.

Ini adalah kalimat yang pernah gw wejangkan untuk seorang kawan, dan sekarang saatnya untuk gw menelan sendiri kalimat tersebut:

"Listen to others is easy. Listen to yourself is challenge"

Yeah, mengikuti kata hati sendiri itu memang tidak mudah, terutama karena kita dihadapkan dengan sejuta ketidakpastian, ketidakyakinan, dan hal-hal yang mematahkan semangat lainnya. Kita bertanya-tanya 'benarkah pilihan yang kuambil ini?' dan satu-satunya orang yang bisa kita minta jawabannya (selain Tuhan) hanyalah diri kita sendiri, dan tidak mudah untuk bertahan dengan kata hati kita.

Intinya, memang banyak hal yang terjadi pada gw, keluarga gw, dan juga beberapa sahabat gw, dalam beberapa bulan terakhir ini. Hal-hal tak terduga, bahkan seringkali tak diharapkan, tak menyenangkan.

Mengutip dari serial TV CASTLE, "bagaimana kalau ini tidak berjalan dengan baik? Well, bagaimana kalau berjalan dengan baik?"

"Itulah harga dari kehidupan..."

25 February 2011

Raungan Hati

Ini adalah raungan hati, karena gw menuliskannya sebagai ungkapan hati yang sangat ingin gw ungkapkan, namun gw tahan sebagai bentuk penghormatan gw atas kemanusiaan, bahwa penting bagi gw sebagai seorang manusia, untuk sebisa mungkin menghindari menyakiti hati orang lain, meskipun sempat terjadi menit-menit amarah di mana gw ingin memuntahkan perasaan ini ke hadapan orang tersebut.

Gw punya akal, logika.

Kita sebagai mahasiswa punya akal, dan logika.

Rata-rata dari kami sudah berusia sekitar 20 tahun. Memang di mata kalian yang 1-2 kali lipat lebih tua usianya dari kami, kami hanyalah anak bau kencur. Namun percayalah, beberapa dari kami sudah mengenal diri kami, dan mengetahui apa yang kami inginkan untuk banyak hal.

Kenapa harus dilarang?

Pertanyaan lain, kenapa ilmu yang diberikan 2 orang itu berbeda? Bukankah seharusnya, team-teaching harus memiliki Satuan Acuan Penilaian (SAP) yang serupa, agar tidak ada perbedaan dalam penilaian. Agar terjadi keadilan, dan terjadi penyebaran ilmu dan gagasan yang merata.

Saya tidak menyalahkan materi yang beliau sampaikan, saya yakin beliau profesional pada bidangnya, dan memiliki gagasan yang brilian. Pertanyaannya, apakah SAP mata kuliah ini memang mengenai hal-hal tersebut? Gagasan-gagasan tersebut?

Kami tahu apa yang kami cari di mata kuliah ini, dan kami mendapatkan yang berlawanan dari yang kami ekspektasikan.

Bukankah kami berhak kecewa?

Setidaknya, biarkan kami merasakan keadilan, keadilan untuk menerima ilmu yang kami cari, tidak gratis untuk kuliah dan belajar di tempat seperti ini.

Saya tahu, bahwa sebagai manusia, sebagai mahasiswa, saya bukan hanya dituntut untuk belajar ilmu dan gagasan, melainkan belajar sifat-sifat kemanusiaan. Yang salah satunya adalah pengertian, dan belas kasih.

Oke, kalau begitu setidaknya biarkan saya menganggap bahwa saya bertahan bukan karena saya ingin mencari ilmu yang bermanfaat bagi saya, saya bertahan karena rasa pengertian dan belas kasih saya.

Itukah yang anda mau?

Saya tidak menyalahinya, kedua-duanya tidak salah. Mencari ilmu memang untuk kebaikan diri sendiri, namun menghormati sifat-sifat kemanusiaan juga berarti menghormati diri sendiri, karena kita adalah manusia.

Mungkin saya menganggap ini terlalu serius, tapi sekali lagi saya bilang, kami sudah bukan anak kecil lagi. Kami berpikir, punya akal, dan logika.

Saya akan bertahan, dan itu bukan demi otak saya, tapi demi hati saya. Entah mana diantara keduanya yang penting untuk diprioritaskan saat ini.



24 February 2011

Sensitif

Jarang-jarang gw mengangkat sebuah topik yang sensitif, namun sensitif atau tidaknya tulisan yang akan gw sampaikan di sini tergantung dari perspektif masing-masing orang. Dan gw harap tidak ada masalah yang ditimbulkan dari tulisan gw ini.

Hanya beberapa tiang, pilar, atau tembok, sebutlah apapun itu. Di kampus gw, lebih tepatnya di fakultas tempat gw kuliah saat ini, tiang-tiang itu berdiri menjajar sepanjang koridor paling ramai, jalan yang pasti akan dilewati semua mahasiswa, menuju kelas, maupun menuju pulang. Bisa disebut, ia adalah tiang yang berada di koridor paling strategis di kampus gw, dan menjadikannya sebagai tiang yang bisa dimanfaatkan untuk dipajangi macam-macam hal yang bertujuan menyampaikan informasi, atau semacamnya.

Dengan kata lain, poster, gambar, tempelan, apapun deh.

Dari aturan yang gw dengar, bahkan itu pun hanya selentingan atau benar-benar informasi yang valid, gw pun kurang tahu, tiang itu dilarang keras oleh humas dekanat kami untuk dipasangi benda-benda semacam itu. Poster, gambar, tempelan, dan semacamnya.

Beri tahu gw kalau gw salah, beberapa kali gw mencoba untuk memasang poster di tiang tersebut, selalu terbentur masalah ’izin’ yang berasal dari orang-orang sekitar gw. Dengan kata lain, kontrol yang berasal dari orang-orang biasa, notabene bukan dari humas langsung.

Wajar sih, itu fasilitas, tidak boleh dikotori, sama saja kayak dinding-dinding jalanan yang sering kita lihat di pelataran kota Jakarta dan kota-kota lainnya.

Tapi reseh, dan sungguh membuat gw bete, ketika kemudian ada beberapa kegiatan yang... menempelkan posternya di tiang-tiang tersebut. Oke, untuk mereka yang bergerilya.... mengindahkan peraturan demi suksesnya publikasi kegiatan, saya masih tidak mempermasalahkannya. Namun, untuk mereka yang entah kenapa, di mata gw jelas-jelas memiliki posisi penting, bahkan bisa dikatakan sejajar dengan si pemilik aturan, menggunakan tiang-tiang tersebut juga untuk kepentingan mereka. Damn! I hate it.

Ini hanya dari sudut pandang gw, kecewa, sakit hati, gimana enggak? Rasanya bisa kelihatan kok siapa mereka yang bisa dengan santainya menggunakan tiang-tiang tersebut, dan dengan santainya pula mengumbar akan larangan bagi pihak-pihak lain untuk menggunakannya. ’mereka’ itu... gw tahu punya posisi, peran, dan sedikit kuasa, bahkan mungkin koneksi, dan hubungan baik, di mana hal-hal itu seharusnya merupakan hal-hal yang baik dan menguntungkan, namun di mata gw mereka tidak menggunakannya dengan adil.

Yah, adil, akhirnya kata itu muncul juga di sini. Gw merasa ini adalah ketidakadilan. Hanya hal kecil memang, tapi, HEI, hal kecil saja sudah begini bagaimana hal besar?

Gw nggak mau berlagak sok suci, seakan gw sendiri tidak melihat keuntungan dari memiliki previlege karena hubungan baik dengan pihak-pihak tertentu, itu sangat menyenangkan dan believe me, it’s very helpful, meskipun gw yakin tanpanya pun hidup bisa dibawa mudah. Yang menyebalkan ialah, hal-hal yang harusnya bisa menjadi mudah itu, terasa tidak mudah ketika muncul ketidakadilan di tengah-tengahnya.

Nb. Ini baru tiang, dan sebenarnya bukan hanya tiang


24 January 2011

Denotatif


kata-kata itu menggambarkan kondisi gw secara denotatif saat ini.

Yeah, saat ini dilema gw adalah apakah dengan mantap semester ini ambil hanya 18 sks, karena tidak ada mata kuliah lainnya (yang sebenarnya bisa saja gw ambil) yang tidak gw minati, dan sesuatu yang tidak gw minati akan membuat gw menjalankannya dengan tidak bagus, maka lebih baik tidak diambil.

Atau, haruskah gw memaksakan mengambil 1 matakuliah lagi, dan dengan begitu gw bisa menjalankan semester yang tenang di semester akhir gw, yaitu semester depan, di mana gw sudah harus menuntaskan tugas akhir gw.

Selama ini, pengambilan keputusan gw setiap semester, selalu mengacu kepada semester depan, dan menjadikan gw si makhluk 24 sks per semester, namun juga tak dielakkan bahwa karena itu saat ini gw bisa memiliki pilihan 18 sks untuk semester ini.

"Pikir susah di depannya aja, ntar ke belakangnya enak"

begitulah selalu yang gw pikirkan.

Dan saat ini, ialah saat di mana 'ke belakangnya' itu sudah muncul. Ya, saatnya gw menikmati 'enak' yang sedari dulu gw junjung.

Namun, bukankah akan lebih baik jika 'ke belakang'nya tenang? Ya, apalagi gw sudah akan tugas akhir, walaupun hanya mengambil TKA instead of skripsi (oke, TKA pun tak bisa dianggap remeh bagi orang yang perfeksionis & ambisius kayak gw).

Haruskah gw menghadapi situasi 'susah di depan enak di belakang' setiap waktu? Lalu kapan 'enak di belakang' itu akan datang?

Mungkin kadang-kadang gw perlu merubah pola gw, dan lihat bagaimana hidup berjalan dan memberiku pola-pola yang baru, yang mungkin saja akan lebih menyenangkan, dan lebih menenangkan ketimbang gw hanya bergantung pada diri sendiri.

Yeah, gw ingin sedikit lebih menikmati apa yang disebut dengan 'hari ini'.

Dan 'hari ini' itu berarti 'saat ini', denotatif, bukan kiasan, benar-benar memfokuskan pada apa yang ingin gw raih 'saat ini'. Gw mau mengesampingkan sejenak kewajiban akan berpikir jangka panjang, bahwa fokus di tujuan jangka pendek pun penting, bahwa keduanya penting, dan gw telah menjalankan yang jangka panjang, sehingga saat ini giliran tujuan jangka pendek gw untuk ditaati.

Oke!

11 December 2010

Hot! Hot! Hot! Blast!

Last night my faculty held local event called "FISIP AWARDS" 2010 :D
Like its name, it's about the awarding for all FISIP contingents for bringing achievements for the Faculty of Social and Political Sciences !!

I just dropped by to TeKo (Teater Kolam; place for many events in our faculty) when I realize that my communication fellas was there to watch the FISIP AWARDS, then I decided to stay, take a seat, and watch till the end.

It was a blast! I mean, all these days we've been doing school assignment, assignment, assignment, and like don't have time to take breath for a sec. And suddenly this FISIP AWARDS was in the house! hahaha, don't have to go anywhere, the party is near to us!

Time for picture-sharing!

the host buddies 


the crowd 


 ten2five!!!! woohooo!!




yeah! As you can see ten2five was coming and groove the night! :D yay! yay! They brought some new songs which are cool because the re-arrange some Indonesian folk musics and it's like wow! And also some of their old songs, especially the most important one: I will fly. Lol.

 I'd like to take more pictures but my camera seems uncooperative that night... screw it, I put down the camera and start to sing along like others! Woohoo~

Ten2five really ended the night with total blast!

Yeah!

Actually two nights before, we also had similar event called GeLas TeKo (Gelar Apresiasi Seni Teater Kolam), yeah and it was also a blast! We watched cabaret performance from our communication juniors and they're like totally awesome! Ubercool! We proud of you kiddos!

10 December 2010

afiliasi (lanjutan)

Posting mengenai "afiliasi" pernah gw tulis lamaaa sebelum ini, dan bisa dilihat di sini






FISIPERS student bulleting, ding dong 10 Desember 2010, MBRC Seminar Room.

Last ding dong for Bogy's leadership in the organization, we're nearly to the regeneration!

09 December 2010

just a lil' bit more

my night time activity recently:
coffee in my hand
sleepy eyes
sleepy brain

assignments!!!!

but, yeah, dear myself
just be patient
a lil' bit more and this bloody semester will be end this year
*hoaahhmmm

28 September 2010

*hitpoint

This post is going  to be featuring a friend of mine, Chyntia Monica Fabella a.k.a punkitubella, as her conversation with me, we often have a tea life-talking time together coincidentally, lol. She's a friend from the same communication class, same minor study in Advertising, and she came from Surabaya, the capital town of East Java (one of our province in Java island, Indonesia)

Oyeah, it's in Indonesian :D sorry, ini dalam bahasa Indonesia, maaf. But probably I'm gonna translate it even though I don't know whether it will still make you got the point or not.

Sama-sama pecinta fotografi (walau beda bidang ^^), pecinta hal-hal yang bersifat visual, artistik dan indah dilihat, serta... pecinta buku (sebagai referensi untuk berbagai hal yang indah-indah).

(percakapannya sudah banyak editan, karena berlangsung sudah lama sekali)
Ceritanya, si Bella ini bersama teman-temannya sedang pergi ke Taman Mini /TMII dalam rangka suatu hal (lupa), dan di TMII itu.. memang adalah sebuah tempat untuk membaca buku, membeli buku, bekas ataupun baru, yang cukup dikenal (pernah masuk TV juga).

Si Bella, menemukan buku-buku yang oke-oke di sana, suka fotografi, suka desain-desain, periklanan, dan lain-lain kayaknya ada. Terlebih sang Bapak penjaga tempat itu yang tampaknya mengerti segala jenis buku, sehingga ketika ditanya-tanya mengenai buku apa dia bisa mengerti.

Dan hingga kemudian Bella menemukan buku yang sangat menarik baginya, besar dan tebal, mengenaia (apa, gw lupa), kemudian menanyakan harganya ke sang Bapak.

Bella: Berapa , Pak?
sang Bapak: (menyebutkan jumlah harga yang tidak sedikit)
Bella: Hah? Kok mahal banget, sih, Pak?
sang Bapak: (seperti merasa harus menjawab) Gini neng, caranya...
Bella: (bersiap)
sang Bapak: ... kurangi jajan, beli buku.
Bella: *merasa tersambar petir.

Haha, dan Bella pun menceritakan hal tersebut ke gw, bagaimana dia merasa seperti sangat 'kena' dengan ucapan sang Bapak tersebut. Dan gw pun, sedikit banyak jadi kepikiran juga, bahkan baru makin kepikirannya ya beberapa hari terakhir ini *telat banget

Bisakah?

Bisakah?

Kurangi jajan, beli buku? Aduh, makin hari harga buku emang makin mahal, tapi yang terbit makin banyak, judul-judul yang menggiurkan, bahaya-nya pergi ke toko buku takut bisa jebol dompetnya, aarrgrggg...


By the way, this is Bella, or known as punkitubella :D hahaha
She's one of most creative person I ever knew, talented in photography and often produces fresh, funny ideas for everything including in advertising. But on the other side, you probably won't believe that she's a mellow person with all her mellow music playlists *lol



my future

I watched HIGH SCHOOL MUSICAL 3 for the 2nd time, yeah. First time is at the movie theater but this one I watched it on DVD.

Well, I have no word except that watching this kind of movie really bringing up the 'labil' moment in myself, pffhh...

For a quick review, I'm gonna put the most memorable lines (for me) in this movie.


Troy: Feel like your future is laid in front of you?
Chad: What is your point?
Troy: I don't know. I just want my future to be my future.

Chad: Do you see what happens when you do a show?  You're, like, five people.
Troy: Yeah, but what so bad about that? We used to came here as kids, we'd be ten people. We'd be spies, superheroes, rock stars..... We were whatever we wanted to be, whenever we wanted to be it. It was us.
Chad: Yeah, we're, like, eight years old.


Chad: For the record, I was a better superhero than you were.


My stand point: I agree with Troy :) who said we cannot be anything we want? And when I say 'any'thing that can also mean 'many'things.

Why not if I am interested to animation, drawing, writing, photography, and advertising? I also love travelling, I'd like to see the world, meet people, learning their cultures and languages, and I want also to be great mother and wife in the future.

I want to, and I can, be ten people or more.

Now, I am starting my 3rd year in university, been 1 year get involved and interested in advertising world, 2 years to get really into communication study, 4 years of dreaming to go around the world, 5 years of doing photography, 7 years since my first interest to be animator, 7 and half years since my first writing hobby.....and the numbers is increasing as the years go by.

One more certain thing, a whole life... I am being myself: interested to many things.

I'd like to be ten people, or more.

15 September 2010

Otherwise

My world of otherwise.


Dalam kehidupannya, orang-orang melakukan sesuatu, kemudian mengetahui... atau menemukan... atau menyadari... apa hal yang mereka sukai, yang mereka kuasai, yang mereka minati, yang mereka senangi. Lalu mereka pun maju selangkah demi selangkah di bidang tersebut.

Otherwise... sebaliknya.

Dalam kehidupan gw, gw melakukan sesuatu, kemudian mengetahui dan menyadari... hal-hal yang tidak kuminati, tidak kusukai, tidak kusenangi, tidak mampu kukuasai atau kukerjakan. Maka aku pun mundur ssesaat, berpikir kembali sebelum maju melangkah.

12 September 2010

Libur Lebaran

Tahun ini aku menyebutnya 'lebaran'.

Biasanya kusebut ia "idul Fitri', namun tahun ini memang aku hanya ingin sesuatu yang biasa saja. Karena tahun ini aku mengalami banyak hal yang di luar kebiasaan, dan aku lelah, sehingga yang kuharapkan ialah, saat ini menjadi saat yang berlangsung normal-normal saja.

Tidak ada salahnya dengan perayaan, aku suka perayaan, hanya saja rasanya aneh aku merayakan sesuatu dengan terlalu, sementara aku sendiri sedang berada di tengah-tengah persoalan serius yang harus kuselesaikan.

Maka kusebutlah ia Lebaran, salah satu liburan sebagaimana liburan lainnya.

Menonton DVD, berusaha meraih emosi yang ingin dicapai. Ingin senang, ingin tertawa, atau ingin sedih, ingin merenung, ingin berpikir, dan lainnya.

Mungkin berencana jalan-jalan juga? hunting foto seperti biasa yang sedang kulakukan karena kerjaanku di situ belum selesai.

Tugas-tugas kuliah juga rasanya ada banyak.

Ahh... selamat libur lebaran semuanya, semoga menjadi waktu yang menyenangkan bagi kalian semua :)

Happy 1 Syawal 1431 H ^^


Family is the best people to be with in the middle of this situation :) check out one of our review in my sister's blog www.uzieziezie.blogspot.com ;)

24 August 2010

bukan muluk-muluk 3

Banyak yang bertanya kepada saya,

"Fik, memangnya lo nggak berencana untuk lanjut kuliah S2...?"

Oh, oke, percaya atau tidak, memang tidak pernah terpikirkan oleh saya mengenai S2 hingga pertanyaan itu terlontar.

Dan biasanya saya akan menjawab "Err... nggak sih, emang kenapa?"

Haha, jawaban yang sangat tiris, tapi saat itu memang saya sangat mantap bahwa saya tidak memprioritaskan kuliah S2 dalam hidup saya, karena saya merasa muak untuk menghabiskan waktu belajar belajar belajar sementara for real, in real life, so many things to see, to learn (out of the class ya), to spend, etc... jadi memang saat itu saya sangat sinis jika ditanyakan mengenai kuliah S2.

Saya sendiri tidak berencana mengambil skripsi di akhir kuliah saya, bayangkan semua orang yang mendengar lalu kaget dan berkata pertanyaan yang sama,

"Memangnya lo nggak berencana untuk kuliah lanjut ke S2...?"

Okah,, maafkan saya yang punya pemikiran berbeda, tapi ini adalah hidup saya, bagi saya belajar itu tidak mengenal tempat dan waktu, juga gelar (saya tahu saya memikirkan kuliah, tapi tidak terlalu memikirkan gelar, lulus dengan baik dan mendapat banyak ilmu untuk banyak berkarya adalah tujuan saya)

Setelah beberapa lamanya, rasa sinis saya pun berkurang, dan pikiran mulai terbuka lagi. Tapi bukan berarti saya akan PASTI lanjut ke S2.. hanya saja...

JIKA memang kesempatan itu ada (hey, kuliah tidaklah murah), mari saya berandai-andai... andaikata saya mendapatkan kesempatan untuk lanjut kuliah S2, ada kriteria-kriteria sbb

1. Beasiswa
2. Di luar negeri
3. Studi-nya berkaitan dengan  ART

Saya tahu apa yang saya suka, saya minati, saya ingin konsentrasikan. Dan jika memang kesempatan itu ada, maka berikanlah saya: SVA a.k.a School of Visual Arts yang ada di New York, United States.

Sodara-sodara, inilah hal paling muluk-muluk yang pernah saya pikirkan, namun bukannya tidak mungkin. hehe

Jadi, jika ada yang bertanya lagi,

"Memang lo nggak berencana untuk kuliah lanjut ke S2...? Bukannya harus skripsi ya?"

maka saya akan jawab,

"Hm, sejauh ini gw nggak memikirkan S2, tapi bila kesempatan itu memang benar-benar datang, maksud gw dalam bentuk beasiswa S2 ke luar negeri, pastilah gw akan ambil studi tentang art, masihkah gw butuh skripsi ilmiah?"

"Hoo, elo memang beda, sih, ya, Fik" (akhirnya terlontar juga kalimat itu dari mereka)

"Yah, termasuk... bagi gw, kuliah S1 itu adalah untuk memenuhi kebutuhan di dunia kerja, sementara kuliah S2 itu untuk memenuhi kebutuhan bagi batin maunya kita belajar apa"

agree? you don't have to :)

Senayan City 6 Feb'09

27 July 2010

DDD: Dunkin Donuts Day


Hari ini... aku memasuki toko Dunkin Donuts Depok Town Square dengan perasaan senang dan berdebar-debar.

Membeli 6 buah donat,

dan keluar dengan perasaan bahagia.

Karena itu bukanlah dunkin donuts yang kubeli untukku

melainkan untuk kuberikan kepada orang-orang lain.

Kepada para mitraku di kepanitiaan yang sedang kupegang beberapa bulan terakhir dan ke depan,

Mereka bekerja keras

Bersama aku yang sangat emosional menjalankan semua peran dan kewajibanku

Mereka adalah kawan-kawanku sendiri.

Yang membuatnya juga tidak mudah untuk menjalankan kepanitiaan bersama teman yang kita kenal dekat.

Kami sama-sama melalui masa-masa berat, namun adalah kewajibanku untuk memberikan sedikit 'treat'  bentuk perhatian kecil.

Dan kupilih dunkin donuts, sebuah tempat yang kurasa sangat homy dan menyenangkan untuk bisa membeli sesuatu dari sana sebagai pemberian kepada orang-orang yang berharga.

Tanpa mereka kepanitiaan ini nggak akan sampai sini.

Perjalanan masih panjang.

Masih menanti hari-hari penuh kerja keras, masih menanti luapan-luapan emosi dariku, dan masih menanti lembaran-lembaran unek-unek.

"I hope you like sweetish, cause I think sugar is good for work hard brain"


01 May 2010

How I miss that time so much...

Hari ini, gw abis melihat-lihat semua foto-foto fesbuk yang di-tag2in dari temen2 gw. Sekitar 400 foto dari jaman awal kuliah, bersama kawan-kawan.

Melihat foto-foto tersebut gw nggak habis pikir bagaimana saat-saat itu adalah saat-saat sangat menyenangkan, tiada tekanan dari tugas maupun kegiatan, hanya main, bercanda, bersama-sama...

Sekarang? Tekanan itu kian meningkat, baik dari kuliah, kegiatan, dan lain sebagainya. Hubungan pertemanan pun kadang berubah konteks ketika sudah masuk membicarakan urusan kuliah, organisasi, ataupun kepanitiaan.

Sedih, sedikit traumatik dan meninggalkan bekas.

Jadi inget, nyokap gw pernah bilang how she really miss herself in past.

Banyak orang ingin kembali ke masa lalu yang menyenangkan.

Banyak orang... termasuk gw.

Bagaimana di masa mendatang ketika gw melihat diri gw dan situasi saat ini, akankah gw melihatnya sebagai masa lalu yang indah yang akan gw rindukan, atau masa lalu yang dengan rasa syukur bisa gw tanggalkan, dan menyongsong masa mendatang yang belum tampak?


Kita memang diajarkan untuk maju, melihat ke depan. Tapi, sesekali perlu juga berhenti sejenak, menoleh ke belakang. Adakah penyesalan, adakah kerinduan, adakah perasaan ingin memperbaiki, dsb.


But, the thing is, we should make every moment count, past, present, future. Every single minute is precious.

The question is, can I? Can we?

suprising gift!

Pada suatu malam di Takor, yaitu kantin kampus gw di FISIP, gw sedang menemani teman gw brainstorming untuk liputan FISIPERS bersama partnernya. Gw yang cuma makan sambil mendengarkan, ikut2an diskusi, dll, mendadak melihat penampakan sebuah notes di meja di belakang tempat kita duduk.

Notes.

Dengan sebatang pulpen terselip di dalamnya.

Punya siapakah itu? Sudah pasti punya orang ketinggalan.

Saat itu, ada junior yang baru datang dan duduk di sebelah gw, ikut meramaikan diskusi liputan kami. Spontanlah gw menanyakan apakah itu notes milik salah satu dari mereka.

Ternyata bukan.

Kita pun bertanya-tanya punya siapa itu? Mau buka notes-nya takut  pemiliknya mendadak dateng dan kita yang ada kelihatan bukan sbg orang dngan niat baik, malah disangka nggratak barang orang.

Akhirnya.... setelah kelamaan mikir, gw bukalah itu notes, ada nama pemiliknya. Dan mengejutkannya, ada tulisan "If you find this notes please give it back to the owner, 08xxxxxxxx"

"Hah? Aneh banget deh ni kayak udah predict aja notesnya bakalan ilang" kata gw.

"Hayoo... Fik, lo harus balikin, udah lo yang buka"

Sial.

Bukannya males, entah kenapa gw malah curiga sama benda yang mendadak muncul sebagai benda ketinggalan tsb.

Fyi, gw orang yang tingkat kewaspadaannya suka berlebih pada beberapa kondisi.

Maka gw sms-lah itu orang, cewek, gw bilang "Gw nemu notes-lo di takor, kok bisa ketinggalan, ya?"

lama.... barulah ada balasan bahwa benar itu notes miliknya dan kita janjian ketemuan di kampus, dll. Akhirnya gw baru percaya itu bener-bener 'benda ketinggalan'.

Gw baru bisa ketemu orang itu 2 hari setelahnya, dan tau apa yang paling mengejutkan? Ketika gw mengembalikan notes miliknya, dia mengeluarkan sebuah benda berbungkus kertas kado dan memberikannya ke gw!

OWH! tentu aja gw tolak! karena gw mengembalikan barangnya bukan dengan pamrih. Walaupun memang agak sulit di tengah2 kesibukan gw, tapi tetep aja.... mmm.... no pamrih!

Karena dia memaksa, ternyata notes-nya itu sangat berharga, ada data penting di dalamnya. Jadi gw menerima pemberiannya dan bilang terima kasih, sebenernya nggak perlu.

Lalu cabut. Malu gila.

Pas gw buka, itu 'kado' tau gak isinya ternyata apa?

 
yep, sebuah cokelat cadbury Black Forest dan sebuah cokelat cadbury ZIP.

Yumm, cokelat2 favorit gue, favorit banyak orang, namun jarang gw beli.

Senang? Pastinya!

It's a best gift for people, CHOCOLATE! ^^

Tapi... in the end, gw membagi2nya dengan teman2 dan adek gw, karena sekali lagi, it's not something I can receive :D

And that gifts better to enjoy with your beloved ones!

Gracias :)

N.B. Bener-bener sebuah kejadian yang nggak disangka-sangka, mulia sekali ya itu orang sampai2 menyediakan hadiah hanya karena mengembalikan barang. The world still surprise me, guys... yes, it is still surprise me :)

28 April 2010

Oprec!

Sebentar lagi kepanitiaan yang gw PO-in akan masuk ke tahap wawancara open recruitment. Huahaha... rasa2nya deg2an menantikan menghadapi bagaimana nanti yang akan ikut berpartisipasi di acara kami ini.

BPH intinya sih sudah pasti sudah terbentuk, cuma memang belum bisa berjalan dengan sangat efektif karena masih belum ada staff-nya.

Dan... inilah, kami semua menantikan para staff/partisipan baru. Hm hm hm....

crowns for them! :)

16 April 2010

terselamatkan

Gw bersyukur telah terselamatkan dari sesuatu yang sangat membahayakan hubungan antar-manusia: BURUK SANGKA.

Yep,
gw adalah seorang pengeluh
gw seorang panic person
gw seorang yang reaktif
belum lagi penuh emosi

dan, akhir-akhir ini, dengan segala situasi yang sedang gw hadapi, berbagai macam hal yang harus gw kerjakan, tuntaskan, selesaikan, semua masalah yang harus diatasi, bagaimana nggak gw jadi berisikan gelombang-gelombang negatif phisycally, mentally, and literally.

Gw mual, pusing, eneg, kepala berputar-putar serasa mau pingsan. Dan pikiran pun kacau, udah bawaannya mau nyari orang-orang untuk disalahkan kalau ada masalah sesedikit apapun juga. Duh, mau nangis banget juga nggak jarang.

Seringkali, curahan hati gw yang negatif ini muncrat ke adek gw (maksudnya gw curhat ke dia). Gw mengungkapkan kekecewaan gw terhadap beberapa orang di sekitar, dan situasi yang ada, bener-bener parraahhh deh curhatnya.

Itu dia, bahayanya, buruk sangka.

Dan... entah kenapa gw terselamatkan sebelum persepsi buruk itu mengakar dan mendarah daging sampai separah-parahnya.

Setiap kali gw mencurahkan itu ke adek gw, anggaplah gw sedang curhat mengenai si A yang entah kenapa bete-in banget gara-gara suatu/berbagai alasan, beberapa jam setelahnya, maka mendadak dapet SMS dari si A, bilang bahwa dia sedang dalam situasi sulit lah bla bla bla. Bahwa ternyata dugaan gw salah.

Atau ketika gw merasa si B itu begitu, ceritalah lagi itu ke adek gw di pagi hari, 12-20 jam setelahnya dapatlah gw sebuah kabar yang memutarbalikkan fakta. Haha. Bener-bener... langsung hilanglah itu segala persepsi buruk. Salah duga.

Bahaya, bahaya, salah duga, prasangka itu bahaya, mereka bisa datang terutama dalam situasi2 seperti yang gw alamin sekarang.

Dan... gw bersyukur, dengan keajaiban berita yang menyelamatkan pikiran gw dan me-refresh kembali otak gw.

Okay, gw terselamatkan, dan gw bersyukur untuk itu. Bagaimana tangan Tuhan bener-bener ada dan bermain peran di dalam setiap jengkal kehidupan kita semua.


 selamat :D lol


Alhamdulillah. Semoga berikutnya gw bisa menghindari diri gw dari hal-hal yang tidak baik, amin.