take it easy, so life will be
23 April 2011
05 April 2011
to me and my sister
26 December 2010
aku tidak akan pindah
24 November 2010
Pameran Fotografi FISIPERS: Bingkai Jakarta
28 September 2010
*hitpoint
14 September 2009
Cerita tentang proyek 19
Beberapa minggu lalu, yaitu bulan Agustus lalu tanggal 19 adalah ulang tahun gw yang ke-19. Yeah, what a special number to celebrate, huh? Okay, dan udah dari lama gw merencanakan ‘perayaan’ bagi diri gw sendiri at my special 19th number.
Giving instead of receiving.
Oke, emang entah kenapa gw itu sukaaa banget ngasih sesuatu buat orang-orang terdekat gw. Bukannya gw berharap akan mendapatkan suatu balasan atau apa, tapi… terasa seperti suatu kepuasan dan kesenangan sendiri untuk memberikan sesuatu ke orang2 terdekat gw.
Dan project 19 gw ini juga merupakan bagian dari ‘my giving project’ untuk temen2 gw saat ini di kampus. Untuk kelompok tigabuba yang adalah circle of friends gw di jurusan komunikasi sejak saat kita diospek dulu, untuk Yorkshire Family yang akan selalu menjadi keluarga gw walopun kita udah kepisah2, untuk Indah-Etrin-Beta yang juga adalah temen2 deket gw sejak kita masuk kuliah. Dan beberapa orang lainnya yang mungkin belum mendapat apapun dari gw, belive me, akan tiba saatnya gw memberi sesuatu untuk kalian, walaupun itu hanya sebuah kue buatan sendiri (mm… love it soo much).
Untuk ketiga circle yang gw sebutin sebelumnya, masing2 gw berikan kado sebuah gambar, a portrait of us. Yah, I know what I can do, what I can made. Gw tahu apa kemampuan gw, gw tahu apa yang bisa gw buat, dan salah satunya adalah menggambar. Jadi gw buatkanlah gambar2 wajah gw dan temen2 gw tersebut.
Variatif, ada yang gw gambar dengan
Yang terakhir, gw membuatnya di paint secara manual. Okeh, paint doesn’t sound special, but my drawing still special anyway J (boleh bangga dikit, dong?).
Hadiah2 ini sebenernya sengaja gw buat dan berikan ke mereka, karena gw tahu, sudah mendekat ke waktu di mana kita akan jaraaaaang banget bisa menghabiskan waktu bersama2, a really long quality of time will slowly decreasing. Kesibukan bagi masing-masing dari kita, termasuk gw yang juga mulai menata keseharian gw dengan hal2 yang ingin gw lakukan dan gw yakin itu juga akan menyibukkan gw, salah satu faktor yang mengurangi intensitas kebersamaan gw dengan mereka.
Dan hadiah ini merupakan bentuk perhatian gw, di sela2 waktu yang mulai gw pake untuk diri gw sendiri, gw selalu teringat mereka. Kesibukan yang nggak bisa gw tinggalkan, karena itu menyangkut cita-cita dan perjuangan gw, tapi di tengah2 itu semua bayangan akan kebersamaan bersama teman2 gw akan selalu ada.
Gw sadar banget mulai memasuki semester 3 ini udah dikit banget waktu yang bisa gw sediakan untuk mereka. So, udah jelas ‘waktu’ adalah hal yang paling sulit gw berikan untuk mereka. Jadi apa yang bisa gw berikan sebagai bentuk perhatian gw?
I let these gifts remind us with our moments before… So, even now we’re separated, we still feel belong to each other.
Semoga kalian semua senang dengan hadiah kecil dari gw yaa… walaupun makin sedikit waktu2 yang bisa gw berikan untuk kalian, setidaknya di hari spesial gw, adalah kalian semua yang akan gw ingat selalu.
06 August 2009
16 March 2009
SKETSAaaa...
Object: SKETSA
Location: 31st Jazz goes to Campus, FEUI
Sketsa itu mengadaptasi duo gitaris dari Jepang yang namanya Depapepe. Dan gw juga nge-fans gila sama Depapepe! Kereeeennn...!
Sementara yang di atas ini adalah debutnya gw menonton SKETSA dan debutnya gw juga untuk nonton JGTC. He...

ini Depapepe
07 April 2008
UN?

Apa yang dirasakan?
Resah.
Resah.
Resah.
Mau murid yang baru getol belajar bulan2 ini. Sampai murid berprestasi yang udah persiapan dari 3 tahun lalu.
Semuanya resah.
6 mata pelajaran.
Bukan soal mudah.
Tapi bukan berarti kita tidak bisa menghadapinya.
Sejak beberapa bulan terakhir ini, banyak hal yang telah dilakukan pihak sekolah untuk menggembleng murid2nya agar siap menghadapi UN. Sebenarnya waktu yang diberikan sekitar beberapa bulan menuju UN itu cukup bagi kita siswa/i untuk siap menghadapi UN, asalkan diikuti dengan sungguh2. Nggak ada salahnya, dong, bersakit2 dahulu bersenang2 kemudian? Udah cukup banyak waktu yang kita pakai untuk menghabiskan masa2 SMA dengan bersenang2.
2 tahun lebih itu udah more than enough for having fun with our friends. And now is time for us untuk merasakan susah2 bersama menuju UN. Setelah itu, lo mau jungkir balik kayak apa juga terserah (eits! Tapi jangan lupa masih ada Ujian Sekolah yang menanti, hehe...).
Seserius2nya kita belajar 3 bulan terakhir ini, tetep aja ada 3 hal penting yang harus diingat, yaitu:
SEHAT. Yep, nggak ada artinya kita banting tulang belajar kalau ujung2nya kesehatan badan terabaikan. Jangan sampai beberapa hari menjelang UN kita jatuh sakit. Karena kalo udah gitu yang sakit hati kita juga, kan? Tetep ikutin pola makan kita sehari2 yang seperti biasanya, kalo bisa ikutin pola makan yang lebih sehat lagi. Konsumsi buah2an, sayur2an, jangan lupa makan nasi walopun Cuma sekali sehari, karena nasi mengandung gula dan karbohidrat yang penting banget buat energi yang kita pakai sehari2nya. Dan jangan lupa juga untuk cukup tidur. Nggak usah, deh, begadang sampe malem banget buat belajar. Mungkin pikiranlo nggak merasa ngantuk, but believe me, your body needs to take a rest. Badanlo itu sebenernya butuh banget istirahat, cuma kita kurang merasakannya aja.
REFRESHING dan REKRASI. Kalo udah merasa suntuk banget belajar, nggak usah dipaksain lagi untuk belajar. Refreshing dan rekreasi yang dimaksud di sini itu adalah kondisi yang membuat kita paling merasa santai dan bisa mengisi ulang energi kita terutama di pikiran. Kalo merasa refreshing dengan tidur, ya tidurlah, kalo dengan mendengar musik cukup refreshing, dengarlah musik yang paling lo suka. Baca komik? Nonton TV? Jalan2 keluar rumah sebentar? Olahraga? Merokok? Bahkan Cuma minum teh atau kopi, semua orang punya caranya masing2 untuk refreshing. Setelah merasa cukup ter-reload/terisi ulang tenaganya, barulah kita mulai belajar lagi :-D. Percaya atau enggak, justru dalam kondisi yang santai dan menyenangkan pikiran, kita dapat lebih berkonsentrasi untuk belajar. Jadi, nggak perlu tegang2 banget klo mau memperhatikan pelajaran. Otak kita ini sebenernya anugerah Tuhan yang paling hebat, lho!
DUKUNGAN MORIIL. Yang satu ini, penting banget bagi ortu2 kita untuk diingat. Kalo perlu kita yang mengingatkan mereka. Agar mereka selalu memberikan dukungan moriil pada kita2 berupa kepercayaan dan keyakinan tinggi bahwa anak2nya dapat melalui UN dengan sukses. Disertai doa dan doa. Siapa, sih? Yang nggak mau anaknya lulus? Nah, makanya para orang tua juga turut andil (jangan Cuma maunya aja) membantu. Right?
Buat yang tiga di atas itu penting penting penting sekali untuk diingat. Istilahnya, antara body, mind and soul harus seimbang, masing2 punya asupan makanan yang dibutuhkan.
Buat kita2 yang udah belajar 3 tahun ini dan merasa well-prepared untuk menghadapi mata pelajaran UN, nggak usah sakit hati bisa kebalap sama yang baru belajar 3 bulan. Karena keberadaan kalian itu bisa berguna dan berarti banget terutama buat kelompok2 belajar kecil2an yang butuh bantuan sedikit dari ‘guru kecil’. Lagian, bakalan ada hasil dan manfaat lebih yang kalian terima dibanding mereka2 yang baru belajar 3 bulan ini. Tapi kita semua tetap akan lulus Ujian Nasional! Amien!
Jangan lupa, setelah 90% usaha kita kerahkan, sisa 10%-nya kita isi dengan berdoa sebanyak2nya memohon kelulusan.
Masih merasa kurang siap menghadapi UN? Coba buka, deh, situs di bawah ini. Isinya berupa soal2 latihan UN yang mungkin bisa makin memantapkan skill lo2 pada.
Jadi, UN?
01 April 2008
Songs of love, Songs of me
Why do I always have an impossible conditions of love?
Yeah, why? Kenapa ya? dari dulu pengen bilang ini tapi takut nggak tepat. Atau lebih ngeri lagi kalau emang tepat.
Beda agamalah, udah punya ceweklah, beda umurlah (brondong, hey! Kayaknya selera gw jadi jatoh, nih, ya?). So, here I am: jomblo.
Banyak cowok cakep yang gw temui sampai hari ini. Banyak yang menarik mata dan perhatian. Tapi hanya beberapa yang benar2 pernah bertengger di hati gw. Yang gw tanggepin seriously. And you know what? They got love songs for each. So, prepare to listen to it.
I’m sorry for make you angry and hate me always and always
I did it because I just want you to be happy
Perhaps I just don’t understand how to show my feeling
I just want to be the best for you
-Tangga, Terbaik Untukmu –
Yeah, agak malu ditulis pake bahasa Indonesianya, jadi gw translate seenaknya ke bahasa Inggris, deh. Artikan sendiri, ya. Lagunya sendiri bisa didenger di New%20Music">sini.
This one, is for someone from my junior high school. Some people already knew him, termasuk Tammi Prasetyo. Ada cerita yang gw buat tentang dia di posting ABSTRAK.
Seorang yang membuat gw mengalami langsung bagaimana tipisnya jarak antara benci dengan cinta. Tapi apa yang bisa gw perbuat? Lo nggak pernah melihat keberadaan gw. Bahkan yang udah terang2an menunjukkan rasa suka gw. Thank God, sekarang perasaan gw ke elo itu udah menghilang. Walopun ternyata butuh kurang lebih 4 tahun untuk perasaan itu benar2 hilang. Sayonara...!
If you got an eerie feeling after hangin’ up the phone, and sort of happy feeling but you don’t know what it’s called
Just can't help to talk about him in every conversation ‘till your friend are sick and tired about the same old crap
Oh, no! I think I’m in love with you. Oh, no! I’m hoping you want me to. So, please, don’t let me down
- Mocca, I think I’m in Love –
Hmm... pertama masuk SMA, langsung kecantol (oh, no!) sama cowok anak kelas 3 yang jadi pemimpin upacara dan kelihatan gagah banget (euy!).
Anak paskibra, anak basket, anak BKS (Badan Keamanan Sekolah), wuih kurang cowok apa coba? Yah, pastinya dari mulai CCP-an sampe nitip salam (secara paksa oleh kakak kelas gw), sampe dia akhirnya mulai nyari2 tahu tentang gw dari informan gw sendiri tentang dia (hehe), sampe kabarnya beberapa anak basket tahu tentang seorang cewek kelas X yang lagi naksir dia (yakni: gw). Bhuah! Sampe akhirnya kita SMS-an dan lain2 sebagainya.
Tapi... selanjutnya, tidak ada kelanjutan apa2. Dari dia nggak ada gerakan apa2, kabarnya dia lagi ngejar cewek lain, dan akhirnya pergilah ia ke laut (baca: lulus;red).
Konyol banget! Datang dan berlalu begitu aja! Nggak jelas gimana lanjutnya! Eeh! Tau2 setelah hampir 2 tahun dari kelulusan angkatan dia, sekarang gw udah kelas XII, dia muncul di acara OPUS (obrolan kampus) di sekolah gw, berstatus anak Binus dan berdiri tepat di depan hidung gw untuk sharing2 ttg kuliahnya.
Lagu New%20Music">Mocca “I Think I’m in Love” adalah lagu yang mengalun saat pertama kali gw suka sama orang itu. Persis dengan apa yang gw rasakan sama si kakak kelas satu ini.
My fingers tighten
My face don’t seem right
Can’t feel my heart
Beatin’
Can’t look at you
Anymore
It is while i’m thinking of you
It’s no a love song. It’s a poem. Made by me. Just about several minutes ago.
Dia adalah yang baru2 ini bikin gw patah hati. Sebuah unconditional love.
Different belief. Beda keyakinan. Itu satu2nya yang bisa gw bilang tentang dia.
Still can’t forget about him. Ada puisi tentang dia, dan itu bisa dibaca di posting ‘About Him’.
Silly, funny, lover, and charming. He seems so perfect for me and I hope I’ll meet ‘the other him’, but someone in the same belief with me.
Untuk dia, yang berinisial sama dengan gw, yang absennya sebelum gw, love song-nya baru didapat hari ini: New%20Music">Afgan with ‘Terima Kasih Cinta’. Nggak tahu kenapa, tapi nadanya pas aja.
And... now? Slow and unsure, ada seseorang yang mulai menarik perhatian gw lagi. Walopun belum sempurna, tapi ceritanya bisa dibaca di posting berikut.
30 November 2007
Dunia Ini adalah Inspirasi
Kudapati Sebuah Tangga Menuju Keluar
Berderet Pohon Tinggi Menjulang
Pujangga-pujangga Duduk Termenung
Mencari Inspirasi
Yang Tersembunyi Dalam Diri
Awan Putih yang Membentang
Hijaunya Rumput di Tanah Cokelat
Suara Gesekan Dedaunan
Wangi Angin yang Tak Berbau
Percikan Air yang Mengalir
Menjadi Inspirasi
Sungguh biasa Puisi ini
Namun
Ingin Kutunjukkan
Sebuah Kesederhanaan Inspirasi
Dunia Ini adalah Inspirasi
Keterangan: Sebuah puisi spontanitas yang langsung terpintas atas apa yang mata gw lihat saat itu. Supaya dapet inspirasi, guru bahasa Indonesia kami sengaja nyuruh kita2 nongkrong di sekitar taman dan lapangan sekolah. Dan... tada! Beginilah jadinya. Semua yang gw lihat langsung jadi puisi di kepala gw.
So, simple. Gw bukan pujangga, tapi saat itu kita semua adalah pujangga yang sedang mencari inspirasi demi memenuhi Kompetensi Dasar bahasa Indonesia. Hahaha... lumayanlah...
Untuk Universitas Indonesia
Komplain! Sebagai salah satu peserta yang berumah di Cibubur, seharusnya tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke Kampus UI di Depok, tapi karena papan penunjuk jalan ke arah Depok yang tertutup pohon lebat (ini wantian untuk warga sekitar) dan tidak terorganisirnya jalan menuju Kampus UI mengetahui pihak UI mengundang kurang lebih 10.000 (kabarnya 100 sekolah dapat jatah 100 tiket) peserta untuk mengikuti Try Out ini, menjadikan banyak siswa yang terjebak macet dan amat sangat terlambat sampai ke lokasi Try Out.
Pihak UI membuat sebuah acara besar, namun tergolong santai dalam mengelolanya. Padahal kalau jalanan ditutup khusus karena ada acara Try Out tsb tidak masalah karena bertepatan dengan hari Minggu. Lha, ini? Yang ada selain siswa2 berkendaraan mobil yang terjebak macet, pengguna jalan sekitar juga menjadi terkena imbas macetnya tanpa mengetahui ada apa, atau mengapa itu bisa terjadi.
Jalan memotong menuju UI pun ditutup oleh polisi karena khawatir macet yang lebih kacau. Ini menunjukkan tidak ada kerjasama atau pemberitahuan kepada pihak2 berwajib seperti polantas, dsb. Tidak terlihat armada2 jaket kuning yang turun tangan, melainkan hanya berada di dalam wilayah kampus, menyeberangkan jalan siswa2 yang sebenarnya nggak perlu (karena mobil berjalan lambat lantaran macet).
Intinya, pengelolaan acara yang tergolong besar itu masih belum mencukupi. Dan dengan kritik yang diberikan, ini diharapkan ke depannya (atau kalau bisa di hari ke-2 TO SPMB besok) sudah ada pengelolaan yang baik.
28 November 2007
ABSTRAK

"Dhani!" panggilan kedua, dan ia menoleh. Menyadari keberadaanku tepat dua meter di hadapannya. Entah bagaimana reaksinya saat itu.
Dan aku melambaikan tangan padanya. Berusaha untuk tersenyum layaknya kawan lama.
"Iya, Pak, maaf, Pak" ujarnya dengan nada lucu yang membuat kami semua di kelas terkikik geli.
"Kena lagi, deh, lu!" ledek teman sebangku Dhani, Ardha.
"Hahaha...! Rasain!" kata Sara, teman sebangkuku.
Aku hanya diam cemberut. Karena sesaat yang lalu Dhani berbuat jahil padaku sehingga ia dimarahi Pak Guru.
"Duh, Risa... cuma gitu aja cemberut" ledek Dhani padaku.
Begitulah dia. Seorang Dhani yang entah kenapa sejak pertama kali kami mengenalnya, selalu berbuat keisengan terutama padaku.
Entah angin apa yang membawa kami berempat malah menjadi sahabat dekat. Terutama dengan Dhani, yang walaupun jahil, tapi pribadinya dingin dan cuek. Yang walaupun konyol, sosoknya terlihat cool dan menjadi idaman cewek-cewek adik kelas. Yang walaupun sedikit kasar, bisa berubah menjadi sosok yang lembut dan perhatian.
Ia terlihat menyesuaikan diri menjadi apa yang orang lain, terutama orang terdekatnya, inginkan, atau bayangkan tentangnya. Ia bisa menjadi si ini, dan ia bisa menjadi si itu.
Orang aneh yang tidak ketahuan apa yang dipikirkannya, apa maunya, apa maksudnya. Itulah Dhani yang kukenal.
Sampai suatu waktu, ia melakukan hal yang jahat, kepada salah satu sahabat kami, yang juga adalah sahabatnya.
Ia melukai sahabatnya sendiri.
Dengan sengaja.
Sesuatu yang bagi beberapa remaja SMP disebut pengkhianatan.
Ia tidak lagi dianggap sebagai salah satu dari kami. Sampai kini kami terpisah oleh SMA yang berbeda-beda. Tidak ada yang membicarakannya lagi. Seakan tidak pernah ada Dhani di kehidupan kami.
Tapi tidak bagiku. Aku selalu mengingatnya. Mengingatnya, ketika melihat benda-benda kesukaannya. Mengingatnya, ketika melihat orang-orang yang mirip dengannya. Mengingatnya, akan kelembutan dan perhatian yang tidak seberapa dalam hal kuantitas, namun berarti bagiku.
Menurutku Dhani memiliki alasan dibalik semua tindakannya, dibalik semua kedoknya. Ia bagaikan sebuah lukisan abstrak, yang menjadi seperti apa yang orang lain inginkan, seperti apa yang orang lain bayangkan. Memiliki banyak arti, memiliki banyak maksud. Yang berbeda-beda ditafsirkan setiap orang. Entah itu membuat mereka senang, entah itu membuat mereka benci.
Namun bagiku, ia lebih dari lukisan abstrak. Ia adalah orang yang kusukai, sejak lama. Bahkan hingga kini kami terpisah di tempat yang berbeda, lebarnya jarak makin membuat perasaanku padanya kian membesar. Keabstrakkannya menarik rasa penasaranku, yang berkembang menjadi perhatian, kemudian cinta.
Sampai saat ini, beberapa kali kuhubungi dia melalui pesan singkat telepon genggam. Menceritakannya tentang keadaanku, seperti dulu pernah kucurahkan hatiku padanya. Dan ia peduli. Kuberitahu padanya kabar kawan-kawan kami yang lain. Namun untuk hal ini ia tidak terlalu peduli.
Kukerahkan keberanianku untuk mengunjunginya di sekolahnya. Dengan penuh harapan akan sesuatu yang bahkan tak kuketahui apa itu. Selain hanya untuk bertemu dengannya, sekali lagi.
* * *
Dhani hanya menoleh sedikit untuk melihatku. Raut wajahnya dingin, tidak menunjukkan reaksi apapun selain anggukkan lemah sebagai balasan atas senyum dan lambaianku yang kupaksakan sebaik mungkin.
Kenapa? Pertanyaan itu terus berputar di benakku. Padahal selama ini kukira keadaan berjalan baik-baik saja. Perhatian yang ia tunjukkan melalui pesan singkat di telepon genggam. Ternyata pada kenyataannya tidak lebih dari anggukkan dingin, dan mata yang hanya melirikku sekilas.
Aku terbangun dari ketertegunanku. Mengangkat kakiku yang terasa berat untuk dibawa melangkah. Berjalan pulang karena tidak ada yang bisa kudapat dari pertemuan kami kali ini.
Dhani... orang aneh yang tidak ketahuan apa yang dipikirkannya, apa maunya, apa maksudnya.
Ia adalah lukisan abstrak sejati, yang bahkan ketika kutorehkan kuasan cat di atasnya, tidak akan menjadi lukisan yang jelas, melainkan tetap sebuah lukisan abstrak.
Tapi saat ini, detik ini, bukanlah tentang lukisan abstrak yang ingin kupikirkan. Melainkan diriku, perasaanku, rasa sayangku pada Dhani.
Aku terus berjalan pulang. Menapakkan kaki dengan langkah-langkah yang berat. Tak ada air mata, melainkan hanya rasa sesak di dada, dan rasa sakit di hati.
Selesai



