take it easy, so life will be

Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.
Showing posts with label Universitas Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Universitas Indonesia. Show all posts

09 December 2010

just a lil' bit more

my night time activity recently:
coffee in my hand
sleepy eyes
sleepy brain

assignments!!!!

but, yeah, dear myself
just be patient
a lil' bit more and this bloody semester will be end this year
*hoaahhmmm

24 November 2010

Pameran Fotografi FISIPERS: Bingkai Jakarta

Guys, this's gonna be my very first photo exhibition! Yay! Finally!!! After a year of hard work organizing this event!!! Woohoo!!!

Sebagai mahasiswa yang suka fotografi, kami dari tim Fotografer FISIPERS memutuskan untuk mengangkat tema keindahan Jakarta sebagai bentuk partisipasi kami meramaikan isu pariwisata di Indonesia. Start from every thing around us, dimulai dari kota tempat kita berdomisili sendiri, kami berharap bisa menginspirasi mahasiswa di kota-kota lainnya untuk juga meramaikan pariwisata Indonesia melalui bidang dan minat mereka masing-masing, termasuk fotografi.

So, this is the event!! Come and join!!!


Pameran Fotografi yang diselenggarakan FISIPERS UI kali ini bertajuk "Bingkai Jakarta", yaitu menangkap sisi keindahan dan daya tarik dari ibukota metropolitan ini.

Tempat akan dilangsungkan di:

* Museum Mandiri. 30 November - 5 Desember 2010
* Kampus FISIP Universitas Indonesia. 13 - 17 Desember 2010

Pameran ini menampilkan karya-karya dari:

- Tim Fotografer FISIPERS: Betania Gian, CM Fabella, Farikha Azizia, Febry Fawzi, Ilmalana, Sindhunata Hargyono, dan Wuwun Nafsiah

- 50 finalis "Lomba Fotografi Bingkai Jakarta"

So, guys, why wait? Segera hadiri pameran ini sebagai salah satu bentuk kepedulianmu kepada Jakarta! ^^

08 November 2009

Oh... my...doremi...

Teror.

Mungkin itu satu kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana mata kuliah STATISTIK SOSIAL I yang diajar oleh dosen kami sang JOKER MAS IRWANSYAH.

Diberi tugas mengerjakan 2 soal latihan mengenai HYPOTHESES TESTING dengan waktu satu minggu, daaan... hari-hari gue berlangsung dengan tidak tenangnya karena bagaikan teror bayangan akan tugas-yang-tidak-jelas-bagaimana-cara-mengerjakannya-itu-sementara-kita-harus-menyelesaikannya-dan-waktu-makin-berkurang-tiap-harinya selalu menghantui dan membuat tidur tidak tenang.

Lebay? Yeah, that’s how STATSOS I lecture affect us, para mahasiswa komunikasi kelas STATSOS-A., dosen: Mas Irwansyah.

Dosen kami itu sebenarnya tidak jahat, bukan... dia bukan dosen killer, sangat terlihat baik bahkan dan itu terlihat dari pembawaannya, namuuun.... ia memiliki cara yang ekstrem (or evil if I can say so) dalam membuat kita belajar mata-kuliah-yang-sangat-penting-bagi-mahasiswa-S1 itu. Cara yang bikin kita GILA untuk melaluinya, arghhhh!!!!

Mas... please, let us breath and pass our statistic lecture with happiness. Masalahnya, MEMANG SIH YANG NAMANYA MATKUL STATSOS ITU NGGAK BISA DIREMEHIN, jadilah dosen kami Mas Irwansyah mencoba cara yang tepat untuk pelajaran tersebut tertanam dengan baik-baik dalam otak kita.

Ugh, ada satu kesalahan, Mas. Saat UTS kemarin ketika Mas datang terlambat lalu dengan teganya menyuruh kami mengerjakan soal yang meminta MEMBUAT DELAPAN GAMBAR GRAFIK, dan itulah YANG PALING MENGURAS WAKTU KAMI dan MAS TIDAK MEMBERI WAKTU TAMBAHAN atas keterlambatan Mas. Ketika kami bahkan belum menyelesaikan menggambar grafik tersebut, Mas malah dengan tenangnya mengatakan “Waktunya tinggal 15 menit lagi, ya” dan itu masih ada 4 soal tersisa dengan proses hitung2annya yang nggak sedikit menguras otak. Huwahuwahuwaaa.....

Alhasil, 2 minggu kemudian kami menerima hasil UTS kami yang nilainya doremi semua.... ah ah ah... menakutkan, worst-case ever as a college student!

Should we struggle or should we surrender...? give us light of hope... show us the way to through this trial.

20 May 2009

double HELLs equal Catastrophe

what a DAY...!


What a day...!

A day of Catastrophe...!!

oke, mungkin memang lebay, tapi gw selalu menanti2kan keadaan di mana gw bisa mengucapkan sesuatu dengan istilah yang menggambarkan ke'sangat'2an. I don't know why I just love that kind of words: enormous, outrageous, outstanding, splendid, marvellous, and finally... catastrophe.

Hari ketiga UAS, adalah MPK Bahasa Inggris dan TEORI KOMUNIKASI (tekom). Sungguh pasangan yang tidak diharapkan, double hell, neraka, nelangsa, apalah semua istilah rasanya pengen gw muntahin.

UTS yang lalu, kedua matkul di atas adalah yang nilainya paling tidak memuaskan. Bahasa Inggris dengan listening-nya yang entah-itu-orang-bicara-apa-hanya-terdengar-gumaman. Dan Tekom yang nilainya sangat bikin gw mau nangis... 66.

Auch, masalahnya Tekom, nih. Itu adalah matkul jurusan gw: komunikasi. At least gw fight for it, dong? Masa untuk matkul sendiri nggak diperjuangin?

UTS dan UAS tekom itu OPEN Book. Sounds nice? nope, justru nakutin. Berarti matkul ini sebegitu kompleksnya sampai kita kudu open book untuk menjawab pertanyaan2 yang jawabannya HARUS berlandaskan teori2 yang ada.

UAS tekom: worst than ever.

UTS kemarin, aja, udah 8 teori yang diangkat.

UAS: raised to 17 theories.

Dan masing2 teori itu... konsepnya banyak, kan?

Dan itulah yang harus digunakan sebagai landasan atas argumen kita untuk menjawab soal yang bentuknya analisis kasus.

4 soal.

Untuk masing2 soal telah dipersiapkan 4 lembar kertas folio. Itu dimaksudkan untuk jawaban yang terpisah ke masing2 kertas (dan kalau mau nambah per soal masih bisa).

Dalam waktu kurang lebih 2 jam.


Whhhaaaaatt....

"Ready for the next hell?" kalimat yang gw tanyakan ke orang-orang sebelum mulai UAS tekom.


Nb: sebelumnya ada MPK Inggris, dan itu listeningnya sangat lebih baik dibanding UTS lalu,, haah... feeling relieve...

17 May 2009

countdown to UAS, countdown...


"Time is running, but I couldn't feel it"

Haa... nggak terasa sebenta lagi UAS menjelang. Bahkan BESOK udah UAS, dan matkul pertama adalah: Sistem POLITIK Indonesia.


As usual: kelas gw mendapat tugas sebagai evaluasi atas apa yang telah disampaikan oleh bung dosen kami, mas Cecep Hidayat.

Bukan tugas yang mudah, namun alhamdulillah malam ini tepat jam 11 malam selesai juga ini tugas. Rencana gw, sih, tadinya jam 8/9-an tugas ini bakalan udah kelar, ternyata karena JEDA NONTON FILM KEREN BANGET, jadilah tertunda hingga jam setengah 10 barulah gw melanjutkan tugas essay yang udah 50 % jadi itu.

Gw nggak tau apa ini perasaan gw saja, atau memang waktu berjalan terasa sangat cepat. Rasanya baru beberapa bulan lalu gw masuk UI, tau2 udah mau tahun ajaran baru aja... Adek gw yang saat ini sedang mempersiapkan untuk ujian Vokasi menunjukkan bahwa saat ini anak2 SMA kelas 3 atau 12 sedang berjuang untuk melanjutkan pendidikannya ke kuliah. Padahal rasanya gw sendiri belum lama jadi anak kuliah, rasanya udah banyaaak banget waktu yang terlewatkan-entah-buat-apa-gw-nggak-nyadar.

Dan tau2... besok udah UAS aja... UAS semester 2... dan semester 3 mendatang tau2 kita-kita di komunikasi udah mau peminatan aja (ada konsentrasi lagi ke 4 program studi yang berbeda-beda). Padahal kemarin rasanya semester 3 itu masih lamaaaaa banget, malahan sekarang udah di depan mata.

Waktu... adalah sesuatu yang aneh. Kasat mata, tapi ada. Ada, tapi juga tak terasa. Menyebalkan bila menyadari bahwa telah banyak waktu yang berlalu namun belum banyak yang telah kita perbuat.

Seperti terhadap pikiran gw, sekarang gw juga harus bisa menandingi kecepatan waktu. UAS gw harus bisa lebih baik dari UTS gw sebelumnya! Nilai-nilai gw harus bisa menunjukkan grafik yang meningkat! Jangan sampai ada kuliah yang mengulang, jangan sampai ada nilai yang menurun.

Besok kuliah Sistem Politik Indonesia.

Politik.

Salah satu mata kuliah yang paling susah gw ikuti.

Sehingga susah juga buat gw menyukainya.

Tapi sekarang saatnya untuk membuang pikiran-pikiran negatif dan berusahan mem-positifkan keadaan. Sehingga semuanya tidak terasa sebagai sebuah beban.

Gw harus mengingat kembali bagaimana gw dulu bisa menghadapi masalah dengan terus optimis, dan yakin, dan berusaha, juga berdoa.

Untuk semua yang akan menghadapi UAS mulai besok, mari kita modalkan diri ita dengan usaha, doa, dan optimisme!


Yieiiii!

saatnya tidur...

zzz....

04 May 2009

Even...


Eventhough..

Actually, im not talking about words in English. Im talking about a friend of mine, his name is Even.

Yap, Even.

Eventhough...

Hahahaha... nama yang langsung bikin semua orang dalam pelajaran bahasa Inggris langsung kepikiran sama kata ‘eventhough’, termasuk gw. :p

Sori, Ven.

Jadi, ceritanya si Even ini minta dirinya dibahas alias gw tulis dalam blog gw. Oh, oke, ven. It’s cool, but what am I supposed to write about you? What do you want me to tell about you?

Let’s see...

Namanya Even Apillyadi (‘apil’ bukan ‘april’, he said so), teman yang gw kenal sejak matrikulasi PPKB. Berasal dari SMAN 1 Bogor, dan kini dia adalah seorang mahasiswa FISIP UI 2008 jurusan ilmu politik.

Waw!

Politik!

As I ever said, I don’t really like politic.

But he’s such a nice guy and a nice friend. Dan... dia jomblo, loh! Hahaha! Maksudnya promosi, nih! Hehehe!

Dan?

Dan jangkrik pun berbunyi.

Bingung gw mau nulis apa lagi. Ehehhe...

Ehm, sejujurnya gw punya pandangan subjektif kalo cowok-cowok di jurusan politik (yang untuk angkatan 2008 adalah paling banyak dibanding jumlah ceweknya) adalah orang-orang yang penuh misteri. Hahaha. Terkecuali tentunya untuk cowok2 politik yang udah lebih dulu gw kenal seperti Disna a.k.a Boim, Azurri, dan... EVEN! Mereka semua udah gw kenal sebelumnya, terutama si Disna dan Azurri yang adalah teman seangkatan gw di SMA.

Sisanya? Penuh misteri...

Auhh, mendengar nama Even jadi bikin gw kepincut speak2 in English, nih. ahaha...

Eventhough Even is majoring politic, but he’s not a mystery like the other politic guys. Exception also for Disna and Azurri.

Ahaha...

Apalagi, nih? mau gw tulis apa lagi, Ven?

26 April 2009

The Night

Postingan gw sebelumnya udah menampilkan online poster mengenai Malam Balas Jasa angkatan komunikasi 2008 gw. Yah, buat yang belum tau apa itu MBJ ini, itu adalah event yang digelar oleh tiap angkatan baru, setelah prasar (sebutan untuk ospek di FISIP). Selama prasar, para senior telah memberikan kita banyak, intinya adalah membantu kita menjalani awal kehidupan mahasiswa FISIP, mengorientasikan kita, dan MBJ ini adalah bentuk event untuk kita membalas jasa semua senior kita. Dalam hal ini, angkatan 2008 membalas jasa untuk angkatan 2006 yang mem-prasar-i kita.

It’s a closed party to our major. Gw sendiri, mendapatkan jobdesk sebagai dokumentasi di acara. Hehe. Lumayanlah, setelah berminggu2 menjadi tukang tarik uang (baca: bendahara 2), kini saatnya show off di bidang gw! Yah... walaupun belum sejago temen2 gw lainnya yang juga ber-jobdesk holding camera DSLR, at least I’ve done it with pleasure, and try to do my best.

Whew. Karena acaranya berlangsung malam jam 7.30 sampai 10.30, jadi gw agak kesulitan untuk memotret. Pasalnya itu gelap dan DSLR (yang dimodalin temen gw) di-setting otomatis dengan flashlight-nya. Jadii... seringkali shutter-nya kagak jalan2 gara2 menunggu lensanya secara otomatis menyesuaikan dengan cahaya yang minim. Argh! Itu, ya, beberapa kali gw disuruh motret orang2 (dan senior!) tapi jatuhnya lamaaaaaa banget baru, deh, itu shutter mau kepencet. Hahaha. Dikiranya gw ngerjain mereka sebagai salah satu bagian acara.

Jobdesk dokumentasi bikin gw terpisah untuk beberapa lama sama temen2 gw yang jobdesk-nya di tempat lain. Hoh... keliling venue dan memotret sana-sini. Sejauh yang gw lihat acaranya oke banget! Sukses balas jasa sama 2006’s! Sayang... jadinya, senior2 angkatan lain 2007, 2005 ke atas, kabarnya jadi kurang bisa menikmati acara yang terasa hanya dari 2008 untuk 2006 tersebut.

Makanannya juga mantab! Itu adalah sektor yang paling banyak mengeluarkan budget (yah, sebagai tukang tarik uang, buat gw itu beban juga, haha). Dengan ber-ekspektasi tamu yang datang sekitar 300 orang, jadilah itu prasmanan, cupcakes, rujak (yang isinya ada jeruk bali, apel, WAW, deh), sashlik, es buah, chips, dan berbotol2 coca cola, menjadi konsumsi yang amat sangat berlebih karena... yang datang ternyata sekitar 100 orang-an. Jadi... selesai acara masing2 orang membawa ‘oleh-oleh’ alias semua konsumsi yang belum terkonsumsi (wuah, pesta buat yang anak kos, hehe).

Gw sendiri membawa pulang sebotol besar coca-cola. Hahaha.

Di acara puncak, adalah penyerahan mawar untuk ke-73 senior yang telah mem-prasar-i kami. Ketika lampu2 dimatikan, dan para senior diminta untuk melihat ke arah panggung, mereka dikejutkan dengan kami semua yang kemudian muncul dengan membawa mawar diterangi cahaya lilin yang dipegang oleh masing-masing dari kami. Mawar itu diserahkan sebagai bentuk terima kasih kami, satu orang memberi ke satu senior (udah ada pembagiannya). Gw sendiri memberikan ke Kak Acha, salah seorang cewek berjilbab yang heboh dan gokil banget! (well, kayaknya semua anak komunikasi itu gokil2, deh. Hehe).

Thank you, Kak. Thank’s for coming and thank’s for all you’ve given to us in the past.

Acara ini dimulai dengan meriah, dan diakhiri dengan menyenangkan juga.

10 April 2009

Setelah beberapa lama...

Setelah beberapa lama tidak posting... sampai temen gw bilang “Fik, lo jarang update blog, ya?” “Fik, kok, nggak ada posting baru?”; oke, masalahnya ada di gw. Apa aja? Mood, kesibukan, mood, kesibukan. Tapi itu bukan sebuah excuse untuk gw tidak melanjutkan menulis di blog gw. Karena www.langithariini.blogspot.com adalah bentuk komitmen gw terhadap menulis. Bahkan untuk mencari nama tersebut (langithariini) menghabiskan waktu beberapa malam bagi gw memikirkannya, karena gw mau serius di sini.

Jadi, start blogging. Start updating. Dan semoga ke depannya bisa stabil dalam posting.

Ada banyak hal yang udah terjadi, tapi walaupun itu semua udah berlalu, gw tetap ingin menuliskannya di sini.

Pemilu Pertama

Kemarin, Indonesia baru saja menyelenggarakan agenda demokrasi yang paling penting bagi kelanjutan negaranya. Mungkin kalimat tersebut udah nggak asing lagi mengingat banyaknya media, tulisan, dan berita elektronik yang mengungkapkannya seperti itu.

Pesta demokrasi. Kemarin, adalah hari di mana pertama kalinya gw mengikuti pemilihan umum di Indonesia. Gw menggunakan hak suara gw dan kutipan ‘one vote counts’ dari majalah GoGirl! rasanya udah cukup mewakili apa pandangan gw tentang pemilu legislatif tersebut.

Sebagai seseorang yang biasa bangun dan beraktivitas dari pagi (begitu pula nyokap gw dan adek gw), serta KTP gw, adek gw, dan nyokap gw yang domisili di Jakarta Timur (kami tinggal di Cibubur, close to Bekasi), jadilah hari Kamis tanggal 9 April 2009 kami bertiga berangkat bersama ke Rawamangun, tempat di mana kami akan mencontreng calon legislatif kami.

Sengaja berangkat pagi supaya nggak rame, kata nyokap gw, sih, makin siang makin rame. Sampai sana jam setengah 8 langsung ke TPS di Taman Sawo. Dengan sedikit kikuk gw dan adek gw mengikuti nyokap, tante dan nenek gw memasuki TPS, menyerahkan kertas pemilih, tunggu dipanggil namanya, masuk ke bilik, membuka kertas2 yang besar2 itu, mencontreng, melipatnya kembali, lalu memasukkannya ke dalam masing-masing kotak suara, dan mencelupkan kelingking kiri gw ke tinta tanda sudah memilih.

Proses yang bagi gw cukup lambat dan cepat sekaligus. Satu suara untuk perubahan, 5 menit untuk 5 tahun, begitu kata orang-orang (dan grup band Cokelat).

Pengalaman gw ketika memilih (ketua OSIS, ketua BEM FISIP), adalah gw benar-benar merasakan pengaruh satu suara yang gw berikan. Itu ditunjukkan dengan menangnya kandidat yang gw pilih (di mana gw nggak mengira itu sebelumnya), padahal perihal memilih itu juga bukan sesuatu yang mudah dan perasaan yang muncul adalah absurd antara yakin dan tidak.

Pengumuman SIMAK UI: cerita dengan adikku

Hal kedua yang nggak lama baru terjadi adalah pengumuman SIMAK UI. Adek gw, yang ikut ujian tersebut dan memilih D3 Broadcasting sebagai satu-satunya pilihan, tidak diterima di seleksi tersebut.

Berita yang cukup menyayat kalau gw mendengar bagaimana adek gw menghabiskan paginya di tanggal 4 April 2009 dengan menangis sedih dan kecewa. Dia udah mengakses secara online hasilnya dari jam 4 atau 5 pagi dan mulai menangis saat mendapati dirinya belum diterima.

Setelah jam 8 pagi dan adek gw udah kembali stabil. Udah nggak nangis lagi dan udah mulai terlihat semangat lagi, gw baru berani mendiskusikan hal tersebut dengannya. Ada sebuah kalimat yang mengena di pikiran gw, yaitu ketika adek gw mengatakan:

“Kamu, kan, nggak ngerasain kayak begini”

Memang, gw masuk UI dengan jalur PPKB (atau ada yang mengenalnya PMDK). Dan itu membuat gw nggak merasakan bagaimana beratnya belajar untuk ujian, beratnya ujian itu sendiri, gambaran ujiannya, perasaan yang dirasakan oleh teman-teman gw dan adek gw yang mengikutinya, tapi bukan berarti gw nggak pernah merasakan kegagalan. Ini Cuma masalah time series (istilah yang disebut teman gw), gw merasakannya tidak di waktu yang sama seperti di mana teman-teman dan adek gw merasakannya. Dalam kondisi apapun, biarpun orang bilang segala nasihat mengenai kegagalan, tetap itu adalah suatu hal yang sangat menyakitkan ketika dirasakan, kita akan menangis, merasakan sedih dan kecewa, air mata akan mengaburkan pandangan kita untuk sesaat. Tapi setelah itu, kegagalan adalah hal di masa lalu, dan kesempatan baru sudah menanti di depan mata.

Saat ini adek gw mulai berjuang lagi untuk kesempatan berikutnya. Maaf, ya, kalau nggak terlalu banyak yang bisa gw lakukan. But I always pray for your best.

FISIPERS: I got in!

Selamat untuk gw dan teman-teman gw dan semuanya yang udah lolos seleksi pertama FISIPERS! Hehehe... alhamdulillah, gw keterima di divisi fotografer FISIPERS, badan otonom pers karya mahasiswa FISIP.

Eh, tapi kita semua di sini masih berstatus canggaru alias calon anggota baru. Tanggal 4-5 April 2009 kemarin, kita semua menginap di kampus dalam rangka PDPT (pelatihan dasar pers terpadu). Dan itu adalah dua hari yang sangat menyenangkan bagi gw!

Acara dimulai dari jam 7 malam. Sebenarnya dari sore jam setengah 5 kita udah ngumpul untuk persiapan yel-yel kelompok (jadi kita dibagi per kelompok campuran anggota baru semua divisi). Dan sepanjang malam isi acaranya adalah games, games, dan games. Games yang paling seru buat gw adalah games terakhir yaitu perang tiup lilin (itu sebutan gw aja). Jadi, setiap orang memegang lilin yang menyala dan setiap kelompok harus mempertahankan lilin2 anggotanya sekaligus meniup mati lilin2 anggota kelompok lain. Lilin yang bertahan yang menang. Intinya, sih, untuk mengetes kekompakan kelompok dengan saling menjaga lilin satu sama lain (yang saat itu diibaratkan nyawa kita :P).

Gw sendiri merasakan serunya pas lari-larian di tengah becek2an, rumput yang licin, memegang lilin yang udah redup-redup dibawa lari, tapi ternyata lilin tersebut tetap bertahan menyala. Karena gw nggak yakin dengan tinggi badan gw (biarpun gw angkat tinggi2 itu lilin tetap aja bakalan kesampean anak2 cowok), dan yang mengejar gw salah satunya adalah Disna, yang gw lakukan adalah lari, lari, dan lari, sampe sepatu gw kotor kena becekan! Terus.. .akhirnya ketemu temen sekelompok gw yang cowok tinggi supaya berdiri naik kursi batu dan ngelindungin lilin gw itu tinggi-tinggi, tapi kecolongan juga akhirnya. Hahaha... seru, seru!

Acara malam itu berakhir sekitar jam 11 malam. Dilanjutkan dengan apa tebak? Pertemuan besar alias DingDong (diskusi ngomong, dong) untuk membicarakan newsletter (produk lain FISIPERS) yang akan dibuat oleh kita2 sebagai canggaru yang akan menjalankan media magang.

Gilee... meeting in the midnight bangett... asik, sih, ngumpul sesama departemen penerbitan (reporter, fotografer, artistik) terus membicarakan tema yang akan kita ambil untuk tugas newsletter kita. Hoho. Dan setelah rapat itu selesai, ternyata... divisi fotografer disuruh ngumpul lagiii!!! Ough... kak, udah ngantuk, nih. Tapi tetap menjalankan dengan semangat, kok, ngobrol2 dan ngomongin soal pelatihan untuk divisi ini. Dan akhirnya, jam 1an malem barulah kita bisa tidur (sholat isya-nya juga baru jam segitu). Zzz...

Hari berikutnya, which is adalah hari Minggu, pagi-pagi kita udah dibangunin untuk sholat subuh dan senam pagi. Jalan pagi melewati jalan Mesjid sampai FISIP lagi, lumayanlah. Lalu mandi dan sarapan, dan seharian itu adalah berisi acara seminar, gathering, sharing alumni. Sampai jam 1, lalu ada kegiatan simulasi marketing, yaitu jualan barang2 untuk mencari dana buat newsletter kita.

Berakhir jam 3 kurang, langsung cabut buat sholat Dzuhur dan balik2 ada ngumpul divisi fotografer lagi. Dari pertemuan itu kita dikasih gambaran bagaimana mekanisme pekerjaan divisi fotografer. Oh iya, fyi... canggaru divisi ini Cuma ada 6 orang dari kabarnya banyak mahasiswa yang mendaftar. 5 diantaranya adalah cewek (dari Departemen Komunikasi semua! Ada yang S1 dan ada yang D3), dan seorang cowok dari jurusan politik.

Melihat bagaimana mekanisme tugas divisi fotografer, dan bagaimana canggaru2 lainnya, gw sendiri masih heran kenapa gw bisa diterima. Aduh, agak minder juga kali... yang lain pegangannya pada DSLR dan gw...? Cuma modal pocket digital (itupun baru saja rusak, jadi sementara gw minjem dulu). Katanya, sih, seleksi FISIPERS berikutnya itu Cuma dari keputusan kita, apakah lanjut atau quit. Sementara... tugas divisi fotografer itu nggak mudah juga, dan cukup bisa meng-eliminasi kita lho. Pantesan, kata senior gw yang Pimpinan Umum FISIPERS, emang seleksi divisi foto lumayan ketat.

Agh... antara nervous dan excited. Antara tegang dan senang. Harap-harap cemas, dah, gw. Jadinya gw merasakan mules setiap kali memikirkan ini.

Aaa....wish me luck!

16 March 2009

Pertarungan dengan Politik

Sebentar Lagi Pemilu 2009
Hari ini sudah memasuki minggu UTS. Jadwal senin ini adalah: SPI (Sistem Politik Indonesia) dan Dasar-dasar Penulisan (DDP). Sekali lagi pembaca... saya dihadapkan dengan matkul politik. Argh...

Ohiya! Fyi, gw akhirnya sudah menyelesaika tugas SPI gw! Tepat jam setengah 1 malam minggu kemarin! Langsung gw kirim ke dosennya via e-mail! Alhamdulillaaaaah! Leganya bebas dari tugas itu!

Yah, memang benar kalau ada pepatah yang bilang, “Satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah, adalah dengan menyelesaikannya”. The thing is, kalau ‘masalah’ itu adalah hal2 yang nggak gw minati such as matkul politik, dll (masih ada budaya, antropologi, dan hukum menanti), akankah gw menuntaskannya dengan senang hati?

Sementara itu, UTS SPI gw hari ini... ha... ha... ha... gw ketawa aja, deh. Setelah membaca soal2nya, gw yang mendapat tempat duduk di pojok belakang ruangan dekat jendela Cuma bisa menerawang keluar jendela, melihat pemandangan dari lantai 5, atap2 kampus berwarna cokelat, dan ada burung pipit yang terbang dengan enaknya.
Satu yang gw pikirkan untuk menyelesaikan UTS SPI gw itu adalah... “Apa yang bisa gw tulis untuk jawabannya, ya?” karena bentuk soalnya itu uraian dan as you may know matkul di sebuah fakultas ilmu sosial itu adalah abstrak, kita bisa menuliskan pikiran kita di sana. Nah, se-ngasal2nya gw bercerita pun tetap harus ada yang relevan dengan apa yang diajarkan di kelas, kan? Jadi... selama mengerjakan UTS, gw menerawang keluar jendela untuk memikirkan jawaban yang 80%-nya berisi pandangan gw sendiri, begitulah untuk 3 soal yang harus gw kerjakan. Untungnya Cuma diminta mengerjakan 3 dari 5 soal. Coba kalau 10 soal lebih, bisa2 waktu gw abis Cuma buat menerawang sambil mikir.

UTS DDP gw sendiri juga nggak berlangsung dengan mulus, tapi masih lumayanlah...

hh... kapankah pertarungan gw dengan mata kuliah politik berakhir? Mengingat gw adalah mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, kayaknya politik akan tetap menjadi topik yang eksis dalam kuliah2 yang akan gw jalani ke depannya. Masuk program studi jurnalistik cetak pun gw nggak pengen jadi spesialisasi politik, tapi kabarnya tiap calon jurnalis harus mulai dari per-politik-an. Nyahh...

Btw, hari ini gw sampai rumah jam 4.10! yippie! Sudah dimulai, nih, disiplin waktu gw!

15 March 2009

Cerita di Hari Jum'at

Okey, selesai cerita di hari Kamis, gw berlanjut ke hari jum’at.

BAHKAN setelah gw tidur lebih cepat dan bangung lebih lambat... gw masih kurang tidur. Badan gw masih remuk, kepala gw masih cenut-cenut. Argh! Gw adalah orang yang nggak bisa begadang dan jangan paksa gw bahwa menjadi mahasiswa itu pasti harus begadang! Ergh! I hate that such unhealthy lifestyle...!

Ada apa di hari jum’at? Hmm... let me remember it...

Hmmmmm......................

Ada kuliah SEI (sistem ekonomi indonesia). Well, not important juga, sih, gw kasih tau di sini. Lalu... yang pasti, jum’at ini gw menghabiskan sisa hari gw di kampus dengan MENGERJAKAN TUGAS SPI (sistem POLITIK Indonesia).

As i ever said before, i hate politic. Maybe close to an apathy. Dan gw bagaimanakah gw bisa mengerjakan tugas gw tersebut?
Dosen gw agak ‘gila’ rupanya. Tugas ini dikasih 2 minggu yang lalu, dengan syarat MINIMAL 5 BUAH BUKU/JURNAL ILMIAH sebagai referensi selain website dan koran2 atau media2 lainnya. What the!?!? Jatah peminjaman di perpus aja maksimal 3, gimana caranya minjem 5!? Sementara masih banyak kuliah lain dengan tugas2nya daan...butuh pinjaman buku juga..

Haah... gw protes seakan2 nggak ada jalan untuk mengerjakan tugas tersebut, whatever. Tapi yang pasti, karena alasan2 di atas itulah, gw baru bisa mengerjakan tugas tersebut sungguh last minute. Deadline hari Minggu besok harus dikirim via e-mail lalu Senin-nya printed out. Dan gw? Baru mencari buku dan referensi website hari Jum’at itu. Haha.

Gw menargetkan untuk pulang dari kampus jam 4 sore. Dan benar aja, jam setengah 4 gw udah cabut dari MBRC (perpus FISIP). Walaupun akhirnya tertunda juga sampai setengah 6 karena harus menunggu teman gw mengembalikan buku DDP gw yang akan di-UTS-kan Senin besok.

OUCH! UTS sudah di depan mata, bow!!!!

Okay, let’s talk it another time.

Waktu pulang, naek angkot seperti biasa. Di tengah perjalanan, angkot gw melewati segerombolan murid SMA di tepi jalan. Mungkin baru pulang sekolah. Yang menjadi sorotan gw adalah, sepasang murid cewek dan cowok sedang menggerak2kan tangannya sambil mengangguk2.

Gw memandangi mereka terus... sampai angkot gw jauh dan mereka udah nggak keliatah lagi. Awalnya gw berpikir kalau mereka sedang bertengkar, namun agak aneh melihat gerakan2 yang mereka lakukan. Ternyata? Mereka sedang menggunakan bahasa isyarat kawan2!

Hooo... my God, pertama kali gw melihat langsung bahasa isyarat yang cepat banget kayak gituh. Wow.


Gw belum punya pendapat tersendiri mengenai bahasa isyarat. Karena itu merupakan hal yang baru buat gw saat ini.

So, any comment, any responses, i’ll open :)

06 February 2009

Semester baru, Jakarta Biennale, dan naik Bemo

Akhirnya, semester dua dimulai. Berakhir sudah semester satu yang isinya 80 % adalah C>O>M>M>U>N>I>T>Y alias P.R.A.SAR alias O>S>P>E>K jurusan gw. Yap! Sudah saatnya memulai kehidupan kampus yang baru: kuliah, berkarya, cari penghasilan, dan yang paling penting... have fun!!!

Oke. Let’s talk about new semester. Biarpun Community sudah berakhir, dan senioritas sudah tidak ada lagi, dan kita bebas memanggil “lo-gue” sama senior2 kita, dan kita sudah resmi menjadi kesatuan keluarga jurusan komunikasi (ehm...), tapiiiii.... ternyata oh ternyataaaa, masih ada TUGAS yang harus ‘kita’ alias angkatan gw kerjakan, yaituuu.... MALAM BALAS JASA alias MBJ 2009.


Ho-ho. Singkat kata, di hari kedua kuliah terbentuklah sebuah struktur kepanitiaan yang terdiri dari semua orang di angkatan gw, dan (entah kenapa) gw terpilih menjadi.... Bendahara 2.


Hmm...


Mari pindah topik.

(Gw melihat ke security yang sedang bergaya di salah satu karya lukisan grafitti. Temannya yang sesama security memegang HP dan mulai memberi aba-aba)

Security 1: (smiling J)

Security 2: “1... 2... 3...”

Jpret!


(beberapa menit kemudian, gw sedang berpikir tentang memotret diri sendiri. Kemudian muncullah sang security 1 sedang berkeliling)

(Gw pun mendapat ide)

Gw: “Mas... bisa tolong fotoin, nggak?” (sambil menunjukkan HP gw ke Security 1)

Security 1: (geleng-geleng) “Nggak” (jawaban cepat dan singkat. Kayaknya tegang banget)

Gw: (mikir: kayaknya mas ini nggak ngerti hp gw) “Tinggal pencet tombol yang tengah aja, kok”

Security 1: (berpikir kemudian mengambil HP gw tersebut)

Jpret!

Akhirnya, gw kesampaian juga difoto. Terima kasih Pak Sekuriti.

Sekarang sedang ada perhelatan seni rupa internasional yang bernama Jakarta Biennale 2009 (am i spelling it right?). Dan gw sudah mengunjungi salah satu spot-nya yang ada di Senayan City.


Di lantai dasar, dipamerkan komik2 curhat karya beberapa murid sekolah di Jakarta dan beberapa dari anak2 LAPAS (lembaga permasyarakatan). Lucu-lucu, deh. Benar-benar komik curhat dan menunjukkan banget bagaimana polosnya anak2.


Naik satu lantai, dipamerkan karya2 seni rupa yang bersifat agak kontemporer (ini menurut gw aja, lho) karya anak2 komunitas di IKJ yang bernama Jakarta 32°C. Karya2nya unik dan menarik, ada jemuran pakaian (?_?) ada peluit2 yang digantung, ada lukisan dan grafitti, ada foto-foto yang objeknya unik banget, pokoknya baguuuus deh! Dan nggak rugi gw ke sana. Cuma, ya itu, emang dasar lone traveller, gw ke sana sendirian, foto2 pake hape, dan akhirnya... minta mas2 satpam untuk motretin gw sekali (gini susahnya klo jalan2 sendirian). Rugi, deh, orang2 yang kagak sempet ke sana. Hahahahaha.


Sebelum gw ke Senayan City itu, sebenarnya gw dalam perjalanan ke Sudirman untuk menaruh CV di gedung BNI 46 di PT Sari Coffee Indonesia untuk apply menjadi part-timer di Starbucks. Yah, berhubung temen2 gw pada berhalangan ikut semua dan gw Cuma sempet hari itu (sekalian mau ke Senayan) jadilah gw dititipi CV temen2 gw.


Perjalanan ke gedung BNI 46 itu cukup berkesan buat gw. Selesai kuliah dari Depok, gw nanya via SMS ke sepupu gw yang mengerti kendaraan umum (sering jalan soalnya), dan gw diharuskan naik bus patas AC 102 dari Depok ke arah Tn Abang untuk bisa sampai ke wisma BNI tsb. Ditungguin lamaaa banget sampe setengah jam kagak lewat2, sementara hari makin siang dan akhirnya melihat bus patas 143 Depok-Grogol yang ada via Ratu Plaza-nya gw langsung naik. Berpikir untuk naik busway dari sana, gw sms sepupu gw lagi, nanya klo naek busway turun di halte apa, ya? Tapi nggak ada halte yang langsung ke BNI 46, gw harus turun di Karet dulu lalu.... naik BEMO! Wah!? Gw gw cukup juga mengetahui bahwa hari gini masih ada Bemo di Jakarta...!


Rasanya naik bemo? Ya... itu, jalannya pelan, duduknya deket sama knalpot dan udah, deh, polusi banget gw posisi duduk gw. Tapi, seru juga, lho.


Berhenti di depan London School, gw nyeberang jalan, jalan kaki beberapa menit, lalu sampailah! Masuk BNI 46, ke lantai 7, PT Sari Coffee Indonesia, naruh CV, selesai.


Perjalanan yang panjang untuk sebuah tujuan yang pendek: naruh CV.


P.S. itu naik bus patas Depok-Grogol perjalanannya sampe satu jam lebih. Tapi, asyiik! Gw jadi tahu kalau dari Depok mau ke Senayan tinggal sekali jalan!

Oke. I’m a lone traveller. I really like exploring Jakarta. I love to take some photographs. I’d like to go by public transportation. Who wants to accompany me?

All you need is just spending your time for it.