take it easy, so life will be
Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.
Showing posts with label intermezzo. Show all posts
Showing posts with label intermezzo. Show all posts
24 June 2011
20 May 2011
3 menit
Gw punya sisa waktu 3 menit untuk menuliskan ini.
Ada yang tahu harga sebuah penantian panjang?
Kenapa gw bertanya? Karena gw bingung kenapa pikiran ini masih memikirkan dirinya.
Ke mana dia? Profile facebook-nya sudah tak hidup lagi, meskipun akun-nya masih hidup.
SMS yang terakhir kali gw dapat dari dia pun nomornya sudah tidak aktif lagi, seperti biasa dia tidak pernah bertahan di satu nomor yang bisa dihubungi.
Kabar terakhir darinya, meskipun bukan kabar terbaru, dia terlibat suatu masalah besar, meskipun keterlibatan dia di sana mungkin tidak sebesar masalahnya.
Terakhir kali gw mendapatkan kabar kalau dia sempat datang ke kampus gw, dan menyapa salah satu dari kami.
Dan gw pun bertanya-tanya, apakah di hari kedatangannya itu dia melihat gw? Apakah dia melihat tapi tidak menyapa? atau dia tidak melihat gw?
Apa kabarnya sekarang?
Ingin bertemu. Meskipun gw tahu saat ini hati gw sudah membeku untuknya.
5 tahun lebih waktu yang gw butuhkan untuk bisa menetralisir perasaan gw ke dia. 5 tahun, untuk membekukan hati ini terhadapnya.
Sekarang hati gw sudah tak bergerak seperti dulu tiap kali mendengar namanya, tiap kali melihat wajahnya, tiap kali mengingat kenangan gw dengan dia. Membeku.
Tapi otak gw tak berhenti memikirkan dirinya.
Hanya di saat-saat malam, di saat-saat ada celah gw bisa mendadak teringat dengannya. Dan juga beberapa hal lain yang gw tahu terkait dengan dirinya, apa? Pesawat? Rusia? Mantan-mantannya? teman-teman seperjuangan kami?
Hati ini sudah tak bergerak kembali, kupu-kupu pun tak bersemayam di perut gw untuk dirinya.
Tapi cuma otak gw yang tak berhenti memikirkan dirinya. Mempertanyakan keberadaannya.
Kenapa hubungan kami jadi seperti sekarang ini? Sejak kapan hubungan ini jadi seperti ini? Apakah benar dia seperti yang dikatakan orang-orang? Karena entah kenapa, otak ini memilih untuk tidak percaya...
dan berusaha untuk mencari tahu sendiri.
Tapi bagaimana gw menemukannya? Di mana gw harus memulai pencarian?
Rumah kami sekarang berada di area yang sama, apakah itu sebuah pertanda? Apakah itu sebuah peluang? Kesempatan?
Haruskah gw mengejar peluang atau kesempatan tersebut?
Tapi tak ada hati yang bergerak untuk menggerakkan gw, hanya otak yang terus berpikir.
Semoga gw mendapatkan jawabannya dalam waktu yang dekat.
Mungkin ini pertanda, karena setelah sekian lama, akhirnya kesempatan untuk menuliskan ini datang walau hanya 3 menit.
Tapi gw berhasil membuatnya menjadi 13 menit.
Karena 3 menit tak cukup untuk menceritakan dirinya, cerita tentang dia, tentang kami, tentang kita semua.
Dulu gw pernah berdoa, walau hanya dalam mimpi, tolong pertemukanlah kami semua sekali lagi dalam kondisi lengkap bersama-sama.
Tapi sekarang,
gw nggak menginginkan mimpi.
I want to meet him, I want to meet him, I just want to see him.
26 April 2011
Level kehidupan
Barusan kepikiran di benak gw, bahwa mungkin dalam hidup ini, berada di tengah-tengah masyarakat ini, mungkin ada yang dinamakan dengan level kehidupan.
Yang gw maksud di sini, bukan level atas pendapatan, atau pendidikan semata, melainkan level kondisi secara keseluruhan, nilai kesiapan sebuah kelompok masyarakat yang bisa dilihat kadarnya dan menentukan level dari masyarakat itu sendiri.
Dengan kata lain, tingkat kematangan suatu kelompok masyarakat.
Gw nggak berniat melakukan pidato mengenai topik ini, cuma mendadak bertanya-tanya secara retorik, berandai-andai, membayangkan, berimajinasi, bahwa terdapat level kehidupan dalam masyarakat.
Pemikiran ini mendadak muncul cuma karena gw kepikiran bagaimana negeri ini, negeri gw yang tercinta ini, kalau dibandingkan dengan negara lain, banyak sekali hal-hal yang perlu dievaluasi, dan banyak sekali hal-hal yang tertinggal.
Contoh gampangnya:
Bandingkan masyarakat Indonesia saat ditimpa musibah bencana alam, dan masyarakat Jepang saat ditimpa musibah bencana alam.
Contoh lebih gampang lagi:
Bandingkan panggung konser musik di Indonesia dengan panggung konser musik di luar negeri. *dari daya tampung, sama kecanggihan alat serta lampu-lampu dan efek-efeknya aja udah beda kasta banget.*kenapa konser? karena baru2 ini gw bersama teman-teman sedang mengeluhkan musisi-musisi yang nggak bisa konser di Indonesia karena keterbatasan performa panggung yang nggak bisa memadai kebutuhan musisinya.
Sampai gw bertanya-tanya, kapan ya... Indonesia bisa jadi kayak begitu? Kapan, ya, Indonesia bisa naik derajat untuk hal-hal itu? Kapan, ya? Dan seterusnya gw bertanya-tanya: Kapan, ya?
Lalu gw bertanya-tanya lagi... "mungkin nggak, ya?"
Dan ketika pertanyaan retorik tersebut muncul, yang terpikirkan hanya pernyataan retorik berikutnya: "Mungkin memang akan berbeda terus levelnya, mungkin memang harus ada perbedaan level antara negara-negara dan masyarakat-masyarakat satu sama lain, mungkin memang ada level kehidupan"
*sigh
| Kotak telepon ini cuma pajangan shooting di Kota Tua suatu hari. Feels so fake for me... |
Kita kehilangan orisinalitas, semua yang sekarang tampak sebagai hal-hal yang fantastis terasa dipaksakan demi mengejar level negeri lain. Padahal untuk meningkatkan level bukan berarti mengikuti cara masyarakat lain mencapai level mereka, tapi mencari potensi masyarakat sendiri dan melatihnya, mengembangkannya, sehingga kita berada di level yang sama dengan keunikan tersendiri.
Ke mana budaya asli kita? Mau dikemanakan segala hal yang telah mendarah daging tersebut?
24 April 2011
my appearance of watching anime
And yes, that's how I react to great scenes of anime or movie or tv shows when I watch them with my blue fan.
I just finished watch DURARARA anime now, and about to write it in the next posting as 'the next next next part 2'.
Now is almost 2 AM in the morning, time to sleep. See ya!
23 April 2011
19 April 2011
Tensai des(u)
"Membayar hutang itu bukan soal bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak mau" (Katsuyuki Natsuki - Genius Family Company)
Baru-baru ini gw membaca komik keluaran level comics yang judulnya Genius Family Company atau kalau judul Jepang aslinya : Tensai Family Company. Tensai = Jenius.
Sebenernya baca buku ini bukan baru-baru ini, sih, sempet beberapa bulan lalu nggak sengaja pinjem taunya udah langsung nomor 2. hahaha... ternyata menarik. Buat kalian yang tau Tomoko Ninomiya alias author dari komik Nodame Cantabile, maka komik yang satu ini bakalan nggak asing buat kalian.
Gw nggak berniat membandingkan dengan Nodame Cantabile, yang pasti komik ini jenius dan kocak abis khas gayanya si Tomoko Ninomiya sebagai author yang menurut gw pinter banget membangun karakter yang unik.
Intinya, ceritanya mengambil tema semacam bisnis dan tokoh-tokoh yang unik dan jenius dalam arti tersendiri (perlu membaca langsung untuk menyelami).
Sesuai kutipan yang mengawali postingan ini, menyadari betapa galaunya gw akhir-akhir ini, gw merasa bodoh sendiri. Jawaban yang seharusnya tampak di depan mata menjadi blur akibat otak yang udah terlalu lelah (atau malas?) berpikir.
Malas, lelah, semuanya keluhan.
Yah, sama seperti hutang yang pasti bisa dibayar asalkan kita mau, masalah ini pun, masalah apapun, pasti akan bisa teratasi asal kita mau.
Mau berpikir.
Seperti kata seorang kawan gw yang semalam menemani gw jaga piket di ruang Fisipers, bahwa "Kemampuan berpikir adalah berkah yang paling hebat, the most great gift that ever given to us, oleh Tuhan pencipta kita"
Oke, tampaknya gw bener-bener harus membelikan satu-dua kue untuk kawan gw itu. He's really waking me up. Dan gw mau berterima kasih, alias nggak mau punya utang budi, hehehe, jadi akan segera gw balas kebaikan (yang kawan gw nggak sadari) atas kata-katanya yang cukup mengetuk kembali otak gw untuk berpikir.
Ciao!
*pictures will soon uploaded
18 April 2011
My internet is die!
Yeah! Sudah genap satu minggu sejak internet di rumah gw mati!
Jadi, karena rumah gw sekarang adalah apartemen bersubsidi, maka fasilitas internet pun disediakan berupa jaringan wifi, dan baru-baru ini di papan pengumuman tertempel selembar pemberitahuan dari pengelola server internet di apartemen ini bahwa: UNTUK SEMENTARA INTERNET TIDAK BISA DIGUNAKAN, KARENA ADA MASALAH PADA SERVER.
Damn!
Dengan sebegini tugas yang menumpuk?
Dengan kebutuhan gw akan manga scanlations?
Dengan kebutuhan gw berkomunikasi tanpa telepon rumah?
HOW COOMMEE??
Warnet jauh 11 lantai di bawah.
Warnetnya ngantri pula.
Malas gerak.
Oke, ini adalah situasi yang sangat tidak nyaman bagi gw :(((((
Yah, maka dari itu sekarang saya di sini, di lantai dasar gedung jurusan saya, bolos kuliah (yang memang sih dosennya juga menjadi faktor pendorong untuk bolos), hanya demi internetan! HAHAHA
*miris
Padahal banyak banget yang mau gw posting beberapa hari ini, hanya saja tidak bisa internet di rumah itu membuat gw nggak bisa menuliskannya dengan segera :(((
Ah, andaikan handphone gw udah kembali naik derajat, sejak kecolongan dua tahun lalu, belum-belum nih handphone gw naik derajat lagi... yang bisa internetan, at least! Dulu gw setidaknya masih bisa posting via handphone :((
Sekian untuk sementara. Saat ini gw sedang mengelola rumah yang satu lagi, sebuah rumah baru yang dibentuk bersama teman-teman, ada rencana di balik pembuatan rumah tersebut sih :D semoga saja bisa berjalan lancar..
See you in next post!
05 April 2011
Hari Rumah
Yeah! beberapa hari terakhir ini gw merumah, euhm... maksudnya lebih tepatnya mendekam di rumah, yaa... nonton DVD yang tak kunjung ditonton sejak zaman mereka dibeli sekian bulan lalu...
Kuliah masih berjalan, tapi ya itu, karena Ujian Tengah Semester udah lewat, jadilah kesempatan untuk nonton DVD lebih ada :) senangnya...
Mengingat gw mau menetapkan 1 posting per hari, maka dari itu ini gw bener-bener sempetin nulis at least hal-hal kecil yang terjadi tiap harinya. Karena tiap hari itu makin terasa spesial buat gw, apalagi yang sedang mengejar mimpi ini.
25 March 2011
Saya rindu...
... rindu dengan gemerlap cahaya di kala malam. Dengan gelapnya jalan, disilaukan hanya oleh lampu-lampu kendaraan dari pemilik yang baru saja pulang kerja.
Saya rindu melangkahkan kaki ini ke dalam kejutan yang ditawarkan tempat baru, momen baru, pemandangan baru, pengalaman baru...
..sensasi yang memunculkan kupu-kupu terbang dalam perut saya...
Saya rindu hunting foto... saya rindu akan kegiatan tersebut, jalan-jalan tersebut.
24 March 2011
happiest semester
![]() |
| Akhirnya bisa melanjutkan membaca Tsubasa RC ^0^ CLAMP will always be my favorite manga-ka ever! Their works are very very must-see works! |
![]() |
| Random picks from the book rent, found out that the story is sooo sweeeet! No regret at all! Can't wait to read number #3 which seems to be the ending part |
![]() |
| NAKAYOSHI adalah bacaan wajib tiap kali terbit, hahaha. Walaupun isi-isi ceritanya naik-turun, kadang kurang oke, tapi sekalinya oke ya oke! Surprisingly romantic, lol |
![]() |
| Best thing to read! No wonder they named it Reader's Digest. It really fulfill digest's needs of reading, even my friends love it at their first time reading. |
![]() |
| DVDs I've been waiting for! Especially BECK. Too bad I have to postpone watching them until my mid-term test is over. |
22 March 2011
my bad badmood mode
One thing I noticed today, and probably I already noticed long... long... long time ago. That I am scary when I'm in very..very..very bad mood.
Confession #1
"Lo kalo udah bete bener-bener keliatan deh"
Confession #2
"Gw nggak berani ngomong sama lo pas lagi bete"
Confession #3
"Bete lo tuh bener-bener membawa aura suram dan madesu ke sekelilinglo"
Their big question:
"Fik, lo udah / lagi nggak bete lagi, kan?"
Seriously? This is how it looks when I'm in a really really really bad mood alias "bete"
Yeah, I told you about the mood like every time. How mood really affect my blogging pattern, how I almost always put the mood as the reason of my laziness on writing constantly.
Well, in my defense, it is human to have such swinging mood, I know how reactive is my emotion especially lately when I feel everything is out of my willingness to happen, and that sucks which makes my mood even worst.
And the worst part is, people around me feels the dark atmosphere and I believe that sucks for them.
So, today I apologized to my fellas right after they questioning my mood, and I realize how bad I am when I'm in bad mood.
Noted for me: When in bad mood, don't go to the crowd.
Noted for you: Don't get closer to me if I am in bad mood, not every person can hold their frown and smiling instead when they in really bad mood.
Evaluation for me: Control your emotion! Apologize if it's already done.
Confession #1
"Lo kalo udah bete bener-bener keliatan deh"
Confession #2
"Gw nggak berani ngomong sama lo pas lagi bete"
Confession #3
"Bete lo tuh bener-bener membawa aura suram dan madesu ke sekelilinglo"
Their big question:
"Fik, lo udah / lagi nggak bete lagi, kan?"
Seriously? This is how it looks when I'm in a really really really bad mood alias "bete"
![]() |
| Don't ever take guts to talk to me, touch me at the shoulders, or even look at me when I'm like this. *LOL |
Yeah, I told you about the mood like every time. How mood really affect my blogging pattern, how I almost always put the mood as the reason of my laziness on writing constantly.
![]() |
| What an excuse, huh? *LOL |
Well, in my defense, it is human to have such swinging mood, I know how reactive is my emotion especially lately when I feel everything is out of my willingness to happen, and that sucks which makes my mood even worst.
And the worst part is, people around me feels the dark atmosphere and I believe that sucks for them.
So, today I apologized to my fellas right after they questioning my mood, and I realize how bad I am when I'm in bad mood.
Noted for me: When in bad mood, don't go to the crowd.
Noted for you: Don't get closer to me if I am in bad mood, not every person can hold their frown and smiling instead when they in really bad mood.
Evaluation for me: Control your emotion! Apologize if it's already done.
28 February 2011
25 February 2011
06 February 2011
random thought
Hanya mau mengatakan, bahwa dari semua jenis perpisahan yang ada di dunia ini, kematian ialah jenis perpisahan yang paling menyedihkan, serta menyakitkan.
01 February 2011
coincidentally thoughtful
Kadang-kadang, gw bertanya2 kenapa di saat2 yang dibutuhkan, gw selalu mendapati diri gw membaca, atau menonton sesuatu yang sesuai dengan kondisi gw saat itu, dan seringkali bacaan serta tontonan itu membantu gw dalam memecahkan permasalahan yang berkecamuk di pikiran gw saat itu.
I called it coincidence, but sometimes I got a feeling about that. It's like an unusual instinct, like... I know I got problem and need inspiration, and then I just watch that movie, or read the book, and I got a feeling that those book/movie will bring me some inspirations.
Tapi, karena itu adalah kebetulan yang seakan gw ciptakan sendiri, seakan gw menciptakan sebuah kesempatan di mana gw berharap secara kebetulan gw akan menemukan jawaban yang gw cari, atau setidaknya sebagai penyemangat.
Well, semoga tidak apa-apa kalau dalam beberapa hari ini dan ke depannya mungkin akan lebih banyak hal-hal yang gw sampaikan dalam bentuk kutipan dan sumbernya. Let's just say, it's just a different form of telling what I feel currently.
Karena kadang-kadang tidak mudah bagi gw untuk berbagi apa yang gw rasakan, walaupun keinginan untuk menceritakannya sangat besar.
08 January 2011
right at the moment
Akhir-akhir ini merasa kelam.
Sekeras apapun gw berusaha membuat hidup gw lebih baik, ternyata memang awan kelabu itu akan terus hadir di sekeliling gw.
Bukannya mau pesimis, tapi ini bukan lagi sekadar hidup dengan optimis atau pesimis, bukan lagi sekedar dua hal itu. Ini tentang hidup yang sebenarnya, yang nyata, dan cuaca akhir-akhir ini makin mendukung jeleknya suasana hati gw.
Walaupun begitu gw tetap berusaha mempertahankan sinar dalam diri gw. I know, it's heavy dark cloud around myself, but that doesn't have to make me like one, too. Di tengah suasana kelam, kita harus bisa mempertahankan sinar diri kita, mungkin gw melantur, tapi maksud gw di sini ialah semangat.
Semangat untuk tetap bertahan di tengah situasi ini, sekeras apapun, sesulit apapun, sesakit apapun, sesedih apapun, kita tidak boleh mematikan sinar kita, kita tidak boleh memadamkan semangat kita. Karena kalau sinar semangat itu hilang, maka semuanya akan menjadi benar-benar kelabu, tanpa sumber cahaya lagi.
Oke, memang terdengar seperti lanturan, tapi gw yakin ini masih suatu yang relevan. Saat ini gw benar-benar butuh mengeluarkan apa yang gw rasakan, suasana kelam yang mencekam gw akhir-akhir ini. Mereka datang secara diam-diam, bahkan di saat gw merasa semuanya akan baik-baik saja, gw merasa bahwa semua tidak akan sebegitu baik.
Tidak bisa lagi berpikir optimis, tidak juga pesimis, saat ini semuanya terasa samar, tak terbaca, dan membuatnya makin menakutkan. That's the truth of real life is. Parah ya, kenyataan dari yang paling nyata akan hidup yang sebenarnya.
Beberapa postingan dulu, gw bisa menuliskan hal-hal yang menyenangkan dalam hidup, yang harus diakui juga gw alami, dan mungkin orang lain juga alami. Namun saat ini gw mengalami bagian dari hidup yang buruk, bukan tidak menyenangkan sama sekali, namun terasa sangat buruk. Awful, if I can say.
Dan mungkin beberapa orang lain juga sempat, atau sedang mengalaminya.
Gw harap, walaupun di tengah kondisi seperti ini, gw tetap bisa mempertahankan sinar semangat gw, dan tidak akan memadamkannya.
Karena gw pernah merasakan hal-hal yang menyenangkan dalam hidup, gw tidak boleh tenggelam dalam situasi kelabu ini seakan hal-hal menyenangkan itu tidak bisa diraih kembali.
Pasti bisa, dan itu bukan optimisme, itu bukan pemikiran, it's not thoughts, it's faith, itu keyakinan. Keyakinan yang kadang menakutkan, namun tanpa itu, sinar semangat ini tidak akan bertahan.
Have faith, Fika, have faith.
31 December 2010
decoration plan
I decorated my 2010 year with pressures and out-of-plan activities.
So, I promised myself to re-decorate my 2011 year with brand new things.
so, my decoration plan for 2011 is
"to decorate 2011 with FUN and stick-to-the-plan activities"
![]() |
| welcome holiday! |
well, actually I haven't enjoy the holiday yet.
but, soon! soon!
26 December 2010
aku tidak akan pindah
Rumahku yang satu ini sedang jarang kutinggali, jarang kuberi kehidupan, namun aku tidak akan pindah.
Well, memang aku sedang menghabiskan waktu di rumah yang baru, dan menikmati lebih banyak waktu untuk mampir ke rumah-rumah lainnya yang baru-baru ini kusadari banyak sekali yang menarik untuk dikunjungi, bahkan untuk diajak ke rumahku yang baru itu.
Tapi aku tidak akan pindah dari rumahku yang satu ini. Dia telah menjadi rumahku yang pertama, dan yang paling berharga. Bisa dikatakan, 'buang' bukanlah kata yang ada pada kamusku hingga saat ini.
Maka kuminta untuk semua tamu yang senang main ke rumahku yang satu ini, mohon maaf atas ketukan-ketukan yang tidak terjawab saat aku keluar rumah. Karena memang ada kalanya kita merasa lebih perlu menghabiskan waktu jalan-jalan keluar rumah, mencari suasana baru.
Dan kuharap, meskipun jarang kuberi kehidupan, rumahku ini akan tetap hangat untuk setiap orang yang pernah mampir ke dalamnya. Aku akan tetap memberikan kehidupan untuk rumahku ini.
Karena aku... tidak akan pindah.
hell, I'm not going to moving!
and, yes, I was talking about my Blog :)
Subscribe to:
Posts (Atom)






















