take it easy, so life will be
22 July 2010
buram
Untuk mengenal rasa tanggung jawab, terlebih dahulu perlu melihat bentuk ketidaktanggungjawaban
Untuk mengetahui sesuatu yang benar, perlu terlebih dahulu menyadari bentuk kesalahan
...dan malam ini, semuanya buram
buram buram buram
dan rasa sakit di dada
buram
buram
yang hanya berarti satu...
airmata
16 April 2010
terselamatkan
08 February 2010
Not a good person
13 February 2009
PILEK – Baso – Tissue bau Rokok

Aargh!
Udah dua hari ini gw pilek... nggak enak banget, rasanya males kuliah, males masuk kelas, soalnya dingin AC bakalan bikin kuliah gw nggak nyaman, suerr! Pasti diisi sama gw nyedot2 ingus trus dan yang ada gw terlalu pusing untuk memperhatikan pelajaran.
To the topic, hari ini gw makan baso di kampus sampe dua kali gara2 pilek. Ehm, sebenernya nggak gara2 itu juga (emang dasar doyan makan). Tapi... kalo lagi pilek gini, diiming2in sama bakso yang berkuah... trus bersambel... mm, nyam nyam, deh. Udah begitu, jadilah...! pertama abis kuliah makan bakso di kantin psikologi, terus... sorenya makan bakso di deretan BLOC (kafe rangkap bookstore di FISIP). Sampe2 temen gw kaget dengan nafsu makan gw itu.
“Trus, Fik. Yang sekarang lo makan bakso itu... ngemil sore, maksudnya?” (begitulah kira2 ucapan tmen gw. Haha)
Sehabis makan bakso, gw udah nggak tahan untuk pulang. Melihat kondisi gw yang pilek, rasanya udah pengen banget duduk di angkot trus tidur, blek! Tapiii.... what happen and what happen??? MACET sodara2! Padahal arus gw pulang kuliah itu ngelawan arus pulang kerja, harusnya nggak macet (biasanya lancar), dan dengan macet seperti itu bikin POLUSI makin terasa dan memperparah PILEK gw. Resmilah gw bermodal SELEMBAR tissue abis2an bermeler2 di angkot.
Akhirnya, lepas dari macet yang ternyata berasal dari puteran (yang memutar ke arus berlawanan yang memang macet) dan sampai ke Jalan Baru. Langsung nyiapin duit dan turun dari angkot, berniat untuk membeli satu pak tissue, gw langsung mencegat bapak2 yang jualan rokok, permen, tissue, dll (tau’ kan? Yang biasa kau lihat di lampu2 merah atau dalam bus), dan bergegas menaiki angkot berikutnya.
Begitu dibuka dan gw pake ternyata... tissue-nya... BAU ROKOK. Hah!? Apa!? Di saat gw pilek begini gw menempelkan benda berbau ROKOK ke hidung gw!?!? Yang ada pillek gw MAKIN PARAH dan selama perjalanan pulang gw bersin beberapa kali. Kepala gw makin pusing dan rasanya udah nggak sanggup buka mata saking pileknya bikin capek. Argh! What a pain.............
Pelajaran: jangan beli tissue di abang2 kayak gitu kalau nggak mau tissue-mu adalah yang beraroma ROKOK.
14 August 2008
OUR BELOVED SCHOOL OF LIFE
Itu adalah sekolah penuh kenangan, pahit maupun manis. School of life gw. Karena di sanalah akhirnya gw memutuskan jalan hidup gw, cita-cita gw. Dan di sanalah gw bersekolah ketika hidup gw berubah.
SMA gw melanjutkan ke sekolah negeri. It’s such a lovely school with much trees. Tapi tetap belum menggeser kursi pertama yang diduduki SMP Labcshool sebagai salah satu sekolah kehidupan gw.
Hari ini, dalam rangka pertemuan Yorkshire Family kembali, kami pergi mengunjungi SMP kami tercinta. Dan gw nggak bisa mengeluarkan kata2 ketika melihat kondisi bangunan yang sedemikian rupa pasca kebakaran kemarin.
Gw nggak bisa mengeluarkan kata-kata yang berarti untuk diucapkan, seakan semua pilihan kata-kata yang ada nggak bisa mewakili perasaan yang ada. Akhirnya gw Cuma bisa diam dan memotret dan memotret setiap sudut2 SMP gw yang sudah lenyap, atau yang Cuma terlihat kerangka-kerangka sisanya.
Di sana, kami semua melihat SEMUA guru2 SMP kami yang turut menurunkan tangannya dalam pemulihan kembali SMP Labschool. Semua guru-guru SMP kami. tak terkecuali wali kelas kami saat kelas 2 dan kelas 3, kepala sekolah dan wakilnya, semuanya.
Kami menyalami mereka satu persatu, dan mereka pun memohon doa kami agar sekolah tersebut cepat bangkit kembali.
Ya, Pak, Bu, pasti kami doakan. Maafkan kami yang tidak sempat membantu selain dengan doa. Tapi kami percaya bahwa sekolah kami itu akan bangkit dengan cepat.
“Karena sekolah kami itu adalah sekolah yang kuat”
Gw percaya, sekolah yang telah meluluskan penerus2 bangsa tersebut, adalah sekolah yang kuat, dia akan bangkit dengan cepat, dengan keadaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya, dan akan terus menelurkan bibit2 baru yang lebih baik dari sebelumnya. Gw yakin itu, sekolah yang telah menjadikan diri gw seperti sekarang ini, adalah sekolah yang kuat. Dia sanggup bertahan.
Gw bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Gw yakin segala yang terjadi di dunia ini memiliki alasan, alasan dari kehendak Tuhan yang kita tidak akan pernah mengetahuinya, kita hanya bisa menerka2 dan meyakininya.
“Karena dibalik kesulitan terdapat kemudahan, dan dibalik kesulitan terdapat kemudahan” (La Tahzan for Teens)
Hal buruk terjadi karena ada hal baik menanti setelahnya. Begitulah yang bisa gw simpulkan setelah gw sendiri, keluarga gw sendiri, sempat mengalami keadaan terburuk yang pernah ada.
Asalkan kita mau berusaha dan berdoa, kita akan bisa menghadapi dan mengatasi cobaan hidup yang diberikan oleh-Nya kepada kita di dunia.
Musibah ini pun merupakan sebuah cobaan berat bagi sang distributor MLM K-Link yang menyelenggarakan demo peledakan ini. Jujur, membaca berita yang ada gw nggak merasa aneh atau marah, melainkan berpikir... musibah ini adalah kesalahan dari banyak pihak, termasuk PIHAK UNJ (sebagai yang menyediakan tempat demonstrasi), bagaimana bisa mereka menyetujui pengadaan demo peledakan kendaraan DI TEMPAT UMUM seperti itu? tidak berpikirkah mereka akan kemungkinan bahaya yang ada?
Dari pihak distributor sendiri juga salah. Seharusnya produk explo-protect tersebut diperuntukkan untuk mobil, bukan motor, di mana keduanya memiliki ukuran tanki bahan bakar yang berbeda. Lagipula... bukankah seharusnya demo2 peledakan seperti itu memilih tempat terbuka yang jauh dari perkotaan dan pemukiman? Sekali lagi... ini adalah masalah kelalaian manusia yang tidak mengikuti prosedur, segalanya memiliki prosedur yang HARUS DIPIKIRKAN.
“Musibah terjadi karena kelalaian manusia, sedangkan yang timbul setelahnya adalah cobaan bagi mereka”
Kasihan juga membayangkan, mereka Cuma Sales MLM biasa, yang sedang berusaha dalam pekerjaan mereka. Gimana kalo ternyata oom kita sendiri yang mengalami hal tersebut, atau orang tua kita sendiri?
Bener-bener sebuah musibah bagi semua orang.
Yah... manusia adalah makhluk yang berakal. Mereka diciptakan untuk dapat menyesuaikan dirinya dengan keadaan. Where there’s a will there’s a way.
27 June 2008
manusia itu semua sama
Namanya 'Masakan Ibu'. Terletak di lantai 2 gedung Surveyor Gatot Subroto. Yah, isinya menu2 Indonesia gitu.
Gw dan adek gw di sana kerja sebagai... waitress. Karena tempatnya kecil (cuma ada 12 meja) jadi kita semua yang ada di sana kerja semuanya (kecuali masak dan kasir), dengan kata lain: keroyokan.
Bikin minuman dan nganter pesenan. Bersihin meja yang tamunya udah selesai makan dan pergi. Pokoknya apapun yang dilihat dirasa harus dikerjakan ya, dikerjakan. Nggak boleh keliatan nggak ngapa-ngapain sama customers.
Menjadi waitress alias PELAYAN itu bener-bener, deh. MUKA TEMBOK KUDU MUSTI. Mental gw en adek gw dibanting banget. Karena ketauan kita anak masih baru alias cuma magang kecil2an, jadilah awal mulanya:
"cewek... cewek..." ucap salah seorang pelanggan dari beberapa bapak2 kantoran pelanggan pertama kita.
Yah, nyadar, sih, dipanggil, tapi nggak respon karena gw en adek gw lagi sibuk guntingin nomor meja. Akhirnya:
"mbak... mbak..." dan karena adek gw yang duduk menghadap tuh orang2, jadilah ia yang bangkit menjamu mereka.
Next:
Seorang bapak2 datang dari mejanya dan ngomong "Mbak, jus stroberi saya belum dateng. Sayanya udah selesai makan" kepada Mba Mila, sepupu gw yang ngurusin kasir dan segalanya.
Kebetulan gw lagi berdiri di dekatnya dan melihat adegan tersebut.
Setelah sekian lama, dan Bapak tadi udah konfirmasi untuk kedua kalinya, akhirnya jus stroberi jadi juga.
"jus stroberi pesenan siapa?"
"itu... bapak2 yang pake kacamata dan berbaju kuning. Kumisan"
Karena gw tau yang mana orangnya, jadilah gw menawarkan diri untuk mengantarnya.
"Silahkan, Pak, jus stroberinya"
"Jus stroberi siapa? Emang tadi saya mesen jus stroberi ya?"
*............................... (isi sendiri respon-lo)
*what will you do if you were in my position?
"Ah... tadi bukannya Bapak, kan? yang mesen jus stroberi?"
*gugup...gugup...calm...calm...
"Ohh... iya, ya? Bla... bla... bla... dan seterusnya gw nggak inget saking MALU PLUS SHOCK-nya... mikirr...
Gw tau Bapak itu udah nunggu lamaaaaa banget jus stroberi-nya. Jelaslah semua.
"Iya, Pak, maaf, ya, terlambat..." dengan berusaha tetap tersenyum kemudian gw beranjak pergi.
It's a PUBLIC HUMILIATION for me. Oh, ya, fyi, di sana dia duduk2 bersama kawan2 kawula mudanya, yang juga merasa kurang nyaman dengan pelayanan agak lambat di jam-makan-siang-yang emang-penuh-banget-orang-datang-tanpa-habis-sampai-jam-2.
Next:
Gw lagi jaga di counter prasmanan (jadi restorannya ada menu prasmanan ada menu pesenan). Datanglah seorang lelaki...
"Mbak... nggak ada ayam dada, ya?"
Gw melihat ke tempat makanan berisi ayam crispy-di-mana-nggak-keliatan-yang-mana-dada-ayam. Gw cuma melihat paha dan paha atas (ini masih tentang ayam crispy).
(akhirnya gw memutuskan untuk bertanya ke senior... daripada salah) "Mbak, dada ayamnya nggak ada, ya?"
"Ohh... iya... nggak ada, abis kayaknya" jawab mbaknya sambil melihat ke tempat ayam tsb (legalah gw... karena nggak terlihat bodoh lantaran nggak tau yang mana dada ayam).
Lelaki: "Jadi... ini..."
"Iya... adanya paha... atas sama bawah" jawab gw.
Lelaki: "Ohh... pahanya... kiri atau kanan?"
"............"
"Hahahahahaa..." dan tertawalah kita semua. Yah, setidaknya di depan customer.
End of story.
Begitulah... capeknya... malunya... tapi melatih mental dan jiwa dan fisik dan otak dan lain-lain dan lain-lain...
Emang... pelayanan kita lama. Terutama dikarenakan menunggu masakan pesanan yang selesainya lama (kitanya, sih, harus stand by selalu).
Berarti... kita harus selalu meng-evaluasi kesalahan kita. Dan berusaha agar berikutnya bisa siap dengan lebih baik.
Pelajaran berharga.
Bahwa menjadi seorang pelayan bukan berarti dia orang yang serendah pelayan.
Gw.
Semuanya.
It's a JOB.
And every job must taken professionally, even a job like this.
Karena pelayanan adalah segalanya. Sebagai pelanggan kita tentunya menginginkan pelayanan yang baik, kan? Apalagi ini restoran di kantoran, yang orang2nya sibuk bukan main dan makan pun di-waktu-in.
Dan setelah merasakan jadi pelayan, gw akan berusaha untuk menjadi PELANGGAN YANG BAIK.
hahaha...
pulangnya: CAPEK.
nb. Pas nganterin pesenan teh botol sama es campur, pesenan tersebut NYARIS KEPELESET dari nampan di tangan gw!!!! Uaaagh! Inget itu jadi suka panik gw! Ngebayangin kalo tuh, teh atau es campur beneran kejadian jatuh... tumpah ke tamu... dan...
gyaaaaaaa...!
21 May 2008
Siang dan Sore
“Ditinggalkan dan meninggalkan. Mana yang lebih menyakitkan?”


