take it easy, so life will be
25 September 2009
daun mangkok
Nostalgic time
Gara-gara itu, gw sendiri jadi kangeeeen banget sama temen-temen seangkatan gw pas SD. Angkatan SD gw cuma terdiri dari 2 kelas! haha, namanya juga SD di pinggiran, gw inget banget gimana kondisi SD gw dulu. Uh... ngenes, tapi tetap penuh kenangan... suatu hari gw mau dateng nengok guru-guru di sana (itu pun kalau masih ngajar di sana).
Aneh, padahal kita semua sebenarnya satu komplek perumahan, tapi sejak gw masuk SMP swasta di tengah Jakarta, gw bener-bener nggak pernah ketemu sama temen-temen SD gw itu. Dalam enam tahun terakhir, bisa dihitung dengan jari jumlah pertemuan gw dengan mereka.
Dan... baru-baru ini... setelah 1 tahun kuliah, gw jadi sering ketemu sama temen-temen SD gw! Auh! ketemu di angkot, ternyata mereka banyak juga yang kuliah di UI... waouw! Lainnya ada yang di UNPAD, ada yang di UNJ, ada yang di PNJ, ada yang di Trisakti, dan sebagainya. Ha... jadi kangeen....
Ngomongin temen SD, hari ini entah kenapa gw teringat sama satu kejadian. Waktu SD dulu, murid2nya diantar jemput sama mobil jemputan (banyak lho: ada Elsani, Tante Usman, Kecchi, dll), dan seringkali beberapa anak harus menunggu kloter kedua karena penuhnya mobil2 tersebut. Dan nggak jarang pula anak2 yang nggak kuat nunggu malahan memutuskan untuk berjalan pulang sendiri.
Sekolah gw itu SDN Pondok Ranggon 03 pagi. Rumah kita semua di Kranggan Permai. Jarak yang cukup jauh untuk ditempuh anak SD (bahkan, bagi gw sekarang pun masih tetep jauh), dan nggak ada angkutan umum. Sesuai namanya, SD gw itu emang berseberangan sama TPU Pondok Ranggon yang membentang luas di depan komplek sekolah kita.
Gw pun menjadi salah satu anak yang pernah pulang karena males nungguin anjem.
Gw, bersama teman gw dan temannya, jadi kita bertiga, satu cewek dua cowok, berjalan menyusuri TPU untuk pulang ke rumah. Haha... karena gw malu, jadinya gw jalan beberapa meter di belakang mereka, ngikutin aja... soalnya kedua cowok itu akrab banget, dan gw canggungan banget.
Di tengah jalan, untungnya, papasan sama salah satu mobil jemputan, maka naiklah gw (kedua teman gw itu nggak naik), dan ikut dibawa kembali ke sekolah untuk mengecek apa masih ada murid yang belum dijemput.
Dulu nyokap gw marah-marah banget kalau gw ngotot pulang sekolah sendirian. Ya iyalah, gw nyadar sekarang kalau jarak itu jauh juga, dan... sepi banget! Kalau ada penjahat bahaya, deh! Masalahnya, dulu gw masih anak ingusan yang bandel dan nggak ngerti soal itu. Ngertinya cuma kalau bisa pulang/pergi sekolah sendirian itu keren, hehe.
Btw, kedua temen gw itu apa kabar ya? Namanya Agung dan Andika. Hmm... kalo Agung itu gw masih on contact via sms (temen dari TK, ulang tahun kita bersebelahan, jadi tiap tahun pasti ngasih selamat), walaupun nggak pernah ketemu lagi sejak lulus SD :p haha, yang gw tahu sekarang dia di UNJ.
Andika sendiri gw nggak kenal dulu, soalnya anak kelas sebelah, tapi dia deket sama si Agung ini, dan kabar terbaru yang gw tahu adalah si Andika ini buka tempat makan ayam bakar di komplek kita.
Oke, I start to miss them all! Kapan kita mau reunian, guys??
P.S. Thanks' to facebook yang bener-bener fungsional untuk ketemu temen2 lama :)
29 June 2009
Kenapa laut...
Berangkat sekitar jam 2 siang, sampai di lokasi sekitar jam 5 sore. Setelah berbenah langsung pergi ke pantai yang jaraknya deket banget dari villa tempat kita menginap. Dan langsung aja dengan semangat menggebu-gebu gw berteriak:
"GUE SAMPE LAUUUUUTT...!!! WOO-HOOOO!!!!!"
Tampak norak tapi memang begitulah bagaimana gw bersemangat. Gw udah menantikan hari ini sejak lama, hari di mana gw melihat laut yang oke banget, dan begitu dekatnya. Ahh... dasar anak daratan, jarang melihat laut, beginilah jadinya.
Salah satu niat utama gw adalah chasing a blue for my best friend's birthday gift. Yap, selama 3 hari 2 malam di sana, gw mencari momen yang tepat untuk gw bisa menangkap view laut dan langit yang bertumpuk biru. Gw nggak tahu kenapa, sejak menyadari ultah orang ini sudah dekat, hadiah inilah yang terpikirkan oleh gw.

Judul dari postingan kali ini adalah 'Kenapa laut...'. Kalimat tersebut adalah kalimat yang terbersit di benak gw saat gw menikmati laut di Anyer kemarin. Karena entah kenapa... melihat pantai dan laut, gw jadi teringat dengan almarhum Ayah gw.
Kenapa laut... mengingatkan gw dengan Bapak, ya?
Soalnya gw keinget, dulu waktu gw masih SD, pernah kita sekeluarga ke laut. Dan Bapak adalah orang yang kalau pergi berlibur ke suatu tempat, beliau pasti akan melanglang buana ketimbang mendekam di kamar hotel. And his partner in crime-nya adalah... gw.
Waktu ke laut dulu, gw inget beliau ngajak gw (sama adek gw tentunya) untuk melihat laut di malam hari, saat sedang pasang2nya, hal yang juga gw lakukan di pantai Anyer kemarin.
Dalam kondisi yang seperti liburan saat ke Anyer kemarin, bener-bener mengingatkan sama moment2 liburan sekeluarga, di mana seringkali bokap gw ngajak jalan keluar, lihat2 sekitar di tempat yang asing dan baru tersebut.
24 February 2009
Alter-Ego
Baru-baru ini gw membaca artikel mengenai Alter-Ego. Di sebuah majalah lokal yang cukup populer dan sering kita baca (halah, basa-basi. Bilang aja majalah **g****) :D
Ternyata, orang-orang public figure di dunia ini pun mengatakan bahwa mereka memiliki Alter-Ego dirinya, yaitu sisi lain dirinya, seorang lagi dalam tubuh mereka yang memiliki nama, kepribadian, yang berbeda dari mereka.Sebenarnya, lahirnya sebuah Alter-Ego dalam diri seseorang itu... apakah dengan sendirinya atau dengan keinginan orang tersebut? Apakah mereka berbeda atau tidak jauh berbeda dengan sosok imaginary friend?
Gw mengangkat topik ini sebenernya bukan dalam rangka memperdebatkan, haha. Sebenarnya, membaca artikel di majalah tersebut gw jadi teringat dengan seseorang, yang ada di masa lalu gw, saat umur gw sekitar 13-14 tahun alias pas duduk di bangku SMP. Mari kita sebut orang itu adalah: Alter-Ego gw.
Please, jangan anggap ini aneh. Atau nggak aneh malah? (lha, kok, gw jadi bingung sendiri? :p). Jadi, gw menganggap ada seseorang yang selalu menjawab pertanyaan2 dalam pikiran dan hati gw, seseorang yang menjadi teman bicara gw, seseorang yang gw anggap hidup di dalam badan yang sama dengan gw, seseorang bernama Yuuki. (ah, gw nyebut merk)
Si Yuuki ini... cowok (!?!?!?), dia itu sering menjadi teman bicara gw, teman diskusi gw, teman curhat gw, dan tentunya itu semua berlangsung dalam pikiran gw. Malah, kadang2 gw suka berganti tempat dengan dia (hmm... yang satu ini cukup jarang gw lakukan).
Pernah suatu waktu di pelajaran olahraga, gw berkali2 melakukan kesalahan sampai kesal dan akhirnya meminta Yuuki itu membantu gw. Dan, dengan support-nya, gw bisa merasakan badan gw bergerak sendiri mengikuti pikiran Yuuki, akhirnya... di pelajaran olahraga itu gw jadi jago melakukan gerakan2 olahraga saat itu.
Hmm.. weird huh? Gw aja aneh menceritakan ini semua, malah gw merasa terkejut sendiri begitu mengingat bahwa ternyata I was having an alter-ego once.

Sekarang? Apakah si Yuuki itu masih ada?
Surprisingly, I just realize that he's not here anymore. There's no one who will answer when I'm questioning inside myself, there's no one speak to me inside myself again. There's only me and my mind.
Gw merasakan banget perbedaan ketika ada dan tidak adanya Yuuki dalam diri gw. Waktu dulu, apapun yang gw ungkapkan dalam pikiran gw pasti selalu ada respon dengan cepat dari orang yang gw panggil Yuuki itu. Sekarang? No one. Gw nggak mendengar lagi suara2 tersebut. Yuuki is officially gone from my mind.
Kalau dipikir2, apakah sebenarnya yang gw alami saat itu? Apakah imajinasi gw yang masih terlampau maju lantaran umur gw yang masih belum dewasa? Ataukah Yuuki itu hanyalah suara hati yang dapat dijelaskan secara ilmiah?
Is he my Alter-Ego or... just a friend?
the story of my blog(s)
Jadi, sebelum gw mulai nge-blog di Blogger, adalah gw seorang blogger di Friendster. Yap, blog pertama gw, blog yang berharga, the precious first.
Gw ingin menyampaikan betapa beraaaaaaaaaaaaaatnya waktu gw memutuskan untuk pindah blogging ke Blogger ini. Soalnya, buat gw, entah kenapa, hal2 yang pertama adalah yang berharga untuk gw jaga. Gimana, ya? semua curahan hati gw, semua keseharian gw, tulisan gw, udah nyangkut di blog.friendster! Dan suddenly gw harus pindah ke tempat baru!?
Tapi akhirnya gw pindah blog juga, kan?
Yah... begitulah, berhubung saat itu blog.friendster belum memfasilitasi upload gambar yang oke untuk postingan, jadilah... mau gak mau gw harus pindaaah...!!!!
Beberapa hari yang lalu, gw menceritakan kisah lama ini ke salah seorang tmen kuliah gw yang juga nge-blog. And you know what he said???
"Eh? Sekarang blog friendster udah bagus kali. Upload gambar udah bisa"
"WHHAAAAAAAT!?!?!"
Beginilah bodohnya gw.
Nggak mikir akan kedinamisan zaman.
Nggak inget kalau ada yang namanya KEMAJUAN TEKNOLOGI.
Nggak mikir kalo suatu waktu format blog friendster pasti akan oke juga.
Nggak tahu apa-apa.
Ternyata beneran, pas gw cek lagi blog gw yang lama itu... template-nya udah berubah banget! Formatnya kayaknya mendekati format Wordpress,,, huhuhuuuuu...
Kenapa waktu itu gw nggak bersabaaaar????
Agh... postingan2 guee....!!!!
Eniwei, akhir2 ini gw baca2 lagi blog pertama gw itu. Dan membacanya menjadi sebuah kesengan sendiri buat gw.
Silahkan coba kunjungi juga blog gw yang satu itu (walopun udah nggak aktif, baca cerita2 lama aja juga nggak pa-pa, kan? hoho)

http://farikhazizia.blog.friendster.com (in memory)
31 December 2007
Childhood Memories

Baru aja gw mau nulis tentang masa-masa SD gw, tmen-tmen SD gw, ketika akhirnya hari ini, Senin 31 Desember 2007, ketika tahun akan berganti, gw bertemu dengan 2 teman masa SD gw: Rizky Yunaz dan Faris Aditya W.
Hoho... sbegitu ingetnyakah gw bahkan dengan nama lengkap mreka? Yupz, karena mereka termasuk tmen yg dulu dket sama gw. Bisa dibilang waktu SD dulu tmen dket gw banyak. Taulah... anak SD, doyan main jadi pastinya banyak kawan.
Sayang, gw bertemu tadi dalam keadaan harus belanja, jadilah Cuma sekadar percakapan singkat setelah sebelumnya gw dan Yunaz itu liat2an next to tunjuk2an and finally ngomong: "Fika, ya?" dan gw menyahut: "Yunaz, ya?" wah, ternyata walopun sekarang gw udah berubah berkerudung dan berkacamata, masih bisa dikenali. Fyuh...
Cuma sempet nanya SMA-nya di mana sekarang, trus muncullah Adit dengan sepedanya tapi dia langsung ngacir duluan (sempet sapaan dulu sama kita, sih).
Selesai. Gw masuk ke minimarket buat belanja, dan Yunaz pergi (pulang sepertinya).
Yah, bicara soal tmen2 SD gw. sebenernya nggak susah klo mau keep contact sama mereka. Karena apa? Karena tmen2 SD gw ini rumahnya masih satu komplek sama gw sampe sekarang! Tapi sejak gw masuk SMP, gw jadi jarang keluar rumah (whoa! Masuk pagi pulang sore? Nyampe rumah cape’ deh...). begitulah.
Dan sekarang, sejak gw kepikiran lagi dengan tmen2 SD gw dan puncaknya adalah TADI waktu bertemu Adit dan Yunaz, gw berpikir untuk bereuni kecil2an sama tmen2 SD gw itu. haha... nggak usah bkin acara gimana, ajak aja beberapa tmen SD yg masih in contact jalan2 keliling komplek buat mampir ke rumah tmen2 SD gw. well?
30 November 2007
Sahabat Lama bernama: Claritin
Yak, Claritin. Itu adalah nama salah satu sobat lama gw. Siapakah Claritin itu? atau lebih tepatnya APAKAH Claritin itu?
Mungkin beberapa orang ada yang sudah tau. Claritin itu, ADALAH nama sebuah OBAT.
Yak, OBAT. O-B-A-T.
Obat apa?
Yaitu obat yang gw konsumsi ketika alergi gw kumat dan kian parah karena berkesinambungan dengan sinusitis gw.
Hmm... kurang lebih sampai 2 tahun lalu, dari memasuki masa SMP, gw menjangkit penyakit keturunan: Sinusitis dan Alergi hormon.
Dan Claritin, adalah sobat gw, dimana masa2 penyakit gw itu sering kambuh kurang lebih sebulan sekali, gw sangat ketergantungan dengan obat tersebut.
Kalau kambuh: “Ohh! Gw harus minum Claritin supaya kambuhnya reda”. Yah, itu sudah menjadi sugesti yang tertanam di pikiran gw. Claritin merupakan tablet berukuran keciiiil sekali, namun dosisnya tinggi sehingga sehari cukup diminum sekali.
Terpikirlah di benak gw: “Nggak mungkin gw ketergantungan sama obat ini sampai dewasa nanti. Gimana anak2 gw? Gimana kalau badan gw ini, darah gw ini, udah penuh oleh zat2 kimia dari obat?”
Jujur kata: “Gw benci obat”. Dan gw nggak mau ketergantungan sama benda itu, bahkan ketika gw jatuh sakit.
Gw harus berhenti. At least, mencoba untuk berhenti.
Dan akhirnya datanglah kesempatan itu. Nyokap nyuruh gw ikut terapi accupressure, dimana selama pengobatan, nggak boleh ada obat sekalipun yang dikonsumsi (klo suplemen msi boleh).
Dan lo tahu bagaimana beratnya peralihan gw nggak minum Claritin ketika sakit gw kambuh? Berat. Sinusitis dan alergi gw kambuh berbarengan, parah2an, dan lain sebagainya yang nyakitin banget, deh (yaiyalah... namanya juga penyakit).
Tapi... akhirnya... berhasil! Haha...! sekarang, klo gw sakit, nggak pernah lagi mau minum obat, terutama yang dari resep dokter (ke dokter aja enggak). Palingan mempercayakan dengan suplemen2, vitamin, buah2an, makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, dan kalopun ada obat palingan Cuma obat2an semacam panadol atau neozep (Cuma klo udah separah2nya), obat batuk nelco, dlsb.
Dan gw... senang! Sekarang, sugesti yang ada pada diri gw berbalik menjadi: nggak percaya obat. Hahaha...
Akhir kata...
Good Luck bagi orang2 yg berusaha untuk melakukan perubahan besar dalam hidupnya!
