take it easy, so life will be

Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.

24 June 2011

Perilaku menonton

Belum lama ini gw menonton anime Jepang berjudul "Kimi ni Todoke".

"Kimi ni Todoke"

Cerita remaja ringan tentang cinta di masa sekolah. Total episodenya ada 25 episode. Durasi per episodenya kurang lebih cuma 20-25 menit (gak sampe 30 menit pokoknya).

Lalu temen gw bersikeras meminjam DVD-nya dari gw untuk menontonnya (sebenernya gw yang bersikeras dia nonton sih).

Beberapa minggu kemudian...
Gw: Gimana? Udah nonton sampe episode berapa?
Dia: Belum, Fik, belum sempet, baru awal-awal 2 episode kayaknya.
Gw: Haaaah? ini udah berminggu-minggu...! Cuma 25 episode lho!
Dia: 25 episode tuh banyak kali, Fik.
Gw: Ya tapi kan per episode cuma 20 menitan. Gw aja 2 hari kelar, kok

-end of story-

Lalu, di masa liburan ini, 3 hari yang lalu gw bersikeras menonton DVD serial drama Korea milik adek gw yang lama-lama dan belum pernah gw tonton. Pilihan lalu jatuh pada serial berjudul "WITCH" atau "Yoo-hee sang Penyihir". Haha...

The Cast of Witch

Genrenya sudah pasti romantic comedy drama ^^. Dan seperti biasanya drama-drama Korea, durasi per episodenya pasti sekitar 1 jam per episode.

3 hari yang lalu gw mulai menontonnya, ini drama lama, sih, tapi rekomendasi adek gw katanya bagus banget. Hoho.

Lalu sampai sehari yang lalu gw masih menonton serial itu, terjadilah percakapan antara gw dan adek gw,
Gw: Dek, ini total ada berapa episode, yah?
Adek: Nggak terlalu inget. Kayaknya 18-an, deh. Yang jelas nggak sampe 20 episode, kok.
Gw: Hoo...
Adek: Udah sampe episode berapa, Kak?
Gw: Baru episode 4 & 5, baru disc kedua...
Adek: HAH? Lama banget! Masih jauh tuh!
Gw: Ya, kan satu episodenya aja 1 jam...
Adek: Hahaha... dulu waktu aku nonton aja 2 hari kelar, kok
Gw: ........................................ (deja vu)


Begitulah, mana yang lebih bisa ditoleransi gw nggak tau. Tapi intinya, menonton sesuatu itu kalau udah gencar memang mau berapapun episode atau lama durasinya bakalan bisa kelar dalam waktu: 2 hari, kok ^^ hahaha...

Yang pasti, drama "Witch" ini meskipun judul lama (sekitar tahun 2007, jaman masih SMA) tapi ternyata kocak dan menarik banget! Hahaha... sangat menghibur gw dan benar-benar pilihan tepat untuk mengisi waktu liburan sedikit.

Terutama... karena ada 2 tokoh cowok dalam drama "Witch" tersebut yang menjadi idola gw... 

Well, Korean drama must come with admirable actors/actress, right? fufufu...

JAE HEE. My favorite Korean actor since he played Lee Mong-Ryong in serial "My Sassy Girl Choon Hyang"
Cuma dia yang bisa memerankan karakter semacam Mong-Ryong Mong-Ryong itu ^_^ hahaha...


DENNIS OH the blasteran. Pertama lihat dia di drama ini, dan langsung melting lihat orangnya. Arrr
Mas Dennis, situ cukup foto gaya biasa aja sambil senyum udah guanteng banget, kok *two thumbs up* kikiki...


21 June 2011

Berjalan lambat

Semalam gw habis menonton adik gw perform menari tradisional untuk gelar pamit komunitas tari-nya.

Gelar pamit apa? Gelar pamit dalam rangka komunitas tari fisip (ktf) ui akan berpartisipasi dalam pentas di Eropa, di Perancis & Spanyol selama sebulan.

"Kak, aku itu kalau keluar negeri gimana caranya ya? Kalau kakak, kan, pasti cari beasiswa atau semacamnya. Kalau aku apa, ya?"

Hal pertama yang teringat oleh gw adalah pertanyaan yang diajukan oleh adik gw itu beberapa tahun silam. Dan gw juga kurang lebih masih ingat jawaban gw saat itu,

"Ya, lewat jalur budaya, lah. Apa, kek, ikutan menari, atau kegiatan semacamnya. Kan, kamu bisa kalau itu. Masih sesuai sama kamu"

Lalu, di sinilah. Saat ini, sebentar lagi dia akan berangkat dalam misi budaya komunitas tarinya.

Hebat, dalam waktu beberapa tahun bisa terjadi apa yang diimpikan.

Lalu, gw terpikir dengan diri gw sendiri.

Sudah sejauh mana perubahan yang gw impikan? Tujuan-tujuan yang ingin gw capai?

Jadi teringat, 3 tahun lalu, saat gw akhirnya diterima di universitas dan jurusan yg menjadi tujuan gw, oom gw bertanya pada gw,

Oom: "Dengan diterimanya kamu di sana, udah berapa persen kamu mencapai apa yang kamu cita-citakan, Fik?"

Gw: "Hmmm.. (berpikir). Baru 10 persen, oom"

Oom: "Baru 10 persen, Fik?"

Gw: "Yap (menjawab mantap)"

Sekarang ini sudah 3 tahun. Dan gw merasa belum ada pertambahan persen yang signifikan. Bahkan gw merasa stagnan yang menyebabkan kebolongan besar yang lupa gw isi selama ini.

Akibat kelalaian gw. Ketidakdisiplinan. Dan kekurang fokusan.

Gw sudah mengetahui keinginan-keinginan gw, tujuan-tujuan gw, sejak lama. Gw bahkan sudah menemukan apa impian gw jauh lebih lama lagi.

Tapi gw lalai dan tidak memanfaaatkan waktu dengan baik. Gw terlalu mudah terdistraksi dengan hal menarik di sekitar gw. Sehingga waktu yang ada gw manfaaatkan untuk hal-hal lain yang seharusnya mendekatkan gw dengan impian gw, tetapi malah berbalik menjauhkan gw darinya.

Dan kini, sebentar lagi masa kuliah gw akan berakhir. Sekarang sedang libur semester ganjil, dan gw habis liburan sepekan di Malang. Ketika pulang, mama berkata pada gw,

Mama: "Nah, selesai liburan main-mainnya. Balik lagi, ya, Fik, ke kenyataan"

Gw tahu maksud mama adalah tentang liburan, habis bersenang-senang kemudian ada lagi kesibukan yang menanti. Tapi gw tidak berkutik mendengar pernyataan tersebut.

Apa?

Apa kenyataan yg menanti gw?

Memangnya ada kesibukan apa yang menanti gw?

Magang wajib kuliah pun belum dapat. Bahkan sebenarnya ingin mengejar kebolongan kalau kewajiban magang ini tidar perlu dituntaskan sekarang.

Tapi mau mengejar kebolongan pun bagaimana caranya? Harus mulai darimana? Gw tidak dalam situasi yg mendukung jalan yang gw impikan, harus diupayakan secara independen, bahkan di tengah-tengah kewajiban sisa-sisa dari kegiatan yang mendistraksi gw 3 tahun ini. Sisa-sisa kelalaian gw yang belum tuntas.

Memang ada baiknya juga kalau bisa hidup dengan cara air mengalir. Jalankan saja hari ini, jangan pedulikan esok yg bahkan belum datang.

Tapi bukan impian namanya kalau ia tidak selalu teringat. Sebuah tujuan di masa mendatang, kalau tidak tercapai akan terus mengusik pikiran kita.

Namanya juga mimpi. Ia seperti hantu. Menghantui.

Itulah kenyataan yang gw miliki sekarang. Terombang-ambing antara masa kini dan masa depan.

Sedang meracau tidak jelas.

Dan sepupu gw pun berkata,

"Coba aja dulu, Fik, yang nanti-nanti dipikirkan nanti aja"

Hah... Berarti harus begitu ya. Hidup menjalani apa yang bisa dilakukan saat ini, demi mencapai impian di masa mendatang.

Meskipun tidak mudah, membingungkan, dan pastinya akan berjalan dengan kecepatan yang tidak bisa menyamai akselerasi kehidupan gw.

Yup, hidup gw berjalan dengan akselerasi, percepatan tingkat tinggi, tapi perjalanan menuju mimpi gw tampaknya berjalan lambat.

Tidak bisa saling menyamai. Itulah yang membuat gw takut.

20 May 2011

3 menit

Gw punya sisa waktu 3 menit untuk menuliskan ini.

Ada yang tahu harga sebuah penantian panjang?

Kenapa gw bertanya? Karena gw bingung kenapa pikiran ini masih memikirkan dirinya.

Ke mana dia? Profile facebook-nya sudah tak hidup lagi, meskipun akun-nya masih hidup.

SMS yang terakhir kali gw dapat dari dia pun nomornya sudah tidak aktif lagi, seperti biasa dia tidak pernah bertahan di satu nomor yang bisa dihubungi.

Kabar terakhir darinya, meskipun bukan kabar terbaru, dia terlibat suatu masalah besar, meskipun keterlibatan dia di sana mungkin tidak sebesar masalahnya.

Terakhir kali gw mendapatkan kabar kalau dia sempat datang ke kampus gw, dan menyapa salah satu dari kami.

Dan gw pun bertanya-tanya, apakah di hari kedatangannya itu dia melihat gw? Apakah dia melihat tapi tidak menyapa? atau dia tidak melihat gw?

Apa kabarnya sekarang?

Ingin bertemu. Meskipun gw tahu saat ini hati gw sudah membeku untuknya.

5 tahun lebih waktu yang gw butuhkan untuk bisa menetralisir perasaan gw ke dia. 5 tahun, untuk membekukan hati ini terhadapnya.

Sekarang hati gw sudah tak bergerak seperti dulu tiap kali mendengar namanya, tiap kali melihat wajahnya, tiap kali mengingat kenangan gw dengan dia. Membeku.

Tapi otak gw tak berhenti memikirkan dirinya.

Hanya di saat-saat malam, di saat-saat ada celah gw bisa mendadak teringat dengannya. Dan juga beberapa hal lain yang gw tahu terkait dengan dirinya, apa? Pesawat? Rusia? Mantan-mantannya? teman-teman seperjuangan kami?

Hati ini sudah tak bergerak kembali, kupu-kupu pun tak bersemayam di perut gw untuk dirinya.

Tapi cuma otak gw yang tak berhenti memikirkan dirinya. Mempertanyakan keberadaannya.

Kenapa hubungan kami jadi seperti sekarang ini? Sejak kapan hubungan ini jadi seperti ini? Apakah benar dia seperti yang dikatakan orang-orang? Karena entah kenapa, otak ini memilih untuk tidak percaya...

dan berusaha untuk mencari tahu sendiri.

Tapi bagaimana gw menemukannya? Di mana gw harus memulai pencarian?

Rumah kami sekarang berada di area yang sama, apakah itu sebuah pertanda? Apakah itu sebuah peluang? Kesempatan?

Haruskah gw mengejar peluang atau kesempatan tersebut?

Tapi tak ada hati yang bergerak untuk menggerakkan gw, hanya otak yang terus berpikir.

Semoga gw mendapatkan jawabannya dalam waktu yang dekat.

Mungkin ini pertanda, karena setelah sekian lama, akhirnya kesempatan untuk menuliskan ini datang walau hanya 3 menit.

Tapi gw berhasil membuatnya menjadi 13 menit.

Karena 3 menit tak cukup untuk menceritakan dirinya, cerita tentang dia, tentang kami, tentang kita semua.

Dulu gw pernah berdoa, walau hanya dalam mimpi, tolong pertemukanlah kami semua sekali lagi dalam kondisi lengkap bersama-sama.

Tapi sekarang, 

gw nggak menginginkan mimpi.

I want to meet him, I want to meet him, I just want to see him.

01 May 2011

Si Pemarah ini...

Heiwajima Shizuo, si pemarah dari serial DURARARA


Yak! Inilah saya! Si Pemarah

Aslinya, memang emosi saya gampang sekali berubah-rubah, reaktif kata orang, ekpresif kata orang lain, euforik kata orang lainnya lagi.

Terutama emosi marahnya, mudah sekali muncul seperti api yang meledak-ledak.

Dalams sekejap ia membakar orang-orang di sekitarnya. Maksudnya, dalam sekejap aura marah gw bisa dirasakan orang-orang sekitar gw, dan dalam sekejap mereka bisa merasakan ketidaknyamanan yang amat sangat.

Namun perlu diketahui juga, bahwa dalam sekejap, emosi marah itu hilang seketika. Ketika semua masalah selesai, kesalahpahaman diklarifikasi, maka api amarah itu langsung reda. Gw pun kembali seperti semula, seakan tidak ada apa-apa.

Tapi yang tersisa hanyalah penyesalan.

Yah, kadangkala gw minta maaf sih, entah di saat itu juga, atau di lain waktu (ketika perasaan udah lebih oke dan dalam konteks percakapan yang lebih chill).

Tapi tak jarang juga sulit bagi gw untuk minta maaf, malu, dan sebagainya. Nasi sudah menjadi bubur, amarah sudah keluar, dan orang-orang sudah terlanjur kesenggol api panasnya, kesakitan.

Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, tidak seharusnya gw marah, namun saat itu yang menyebabkan gw sangat merasa gampang marah ialah: RASA KANTUK yang amat sangat akibat kurang tidur berhari-hari.

Dan.. dueerr!! meledaklah emosi gw ketika dengan segera semua pertanyaan datang bertubi-tubi yang membuat kepala gw berdenyut-denyut, pusing bukan main, dan yang keluar dari mulit ini ialah kata-kata ketus dan pedas.

"Heeeeehhh!?!?!?!?"
Heiwajima Shizuo yang sedang pusing dan mendadak ada yang memicu amarahnya.
Kira-kira seperti inilah yang gw rasakan :S


Lalu seperti pola yang biasanya: redalah amarah itu, dan lahirlah penyesalan.

Masalahnya, yang kali ini, sulit minta maafnya, karena konteksnya publik.

Gyaa~ maafkan aku kawan-kawan... nothing's personal, hanya saya yang memang sedang ngantuk, dan pribadi saya yang emosional.

Please forgive me~

Heiwajima Shizuo, si pemarah, si emosional.
Mematahkan apapun di tangannya ketika kesal.
Membanting dan melempar apapun ketika marah.
Malunya... sedikit merasa mirip dengan dia dari segi emosinya yang meledak-ledak >,<

26 April 2011

manusia mengubah... manusia

sebelumnya, bisa kroscek balik ke postingan gw sebelum ini.

Cuma pengen nampilin foto bersama panitia BINGKAI JAKARTA yang gw ketuai :) what an experience. I hope they feel the same goodness as I felt it.

Percayakah kalian, kalau gw bilang... manusia bisa mengubah manusia lainnya?

Suatu waktu di bus transjakarta gw membiarkan seorang mbak yang kesulitan memegang gantungan, untuk duduk lebih dulu di kursi kosong.
Suatu waktu, gw membukakan pintu untuk orang-orang yang tangannya penuh karena barang-barang.
Dan... suatu waktu suatu waktu lainnya yang lebih baik disimpan saja, hehe.

Dan yang hampir selalu terpikir di benak gw ketika melakukan hal tersebut ialah, ingatan masa lalu di mana seorang sahabat gw, yang telah duduk di bus transjakarta yang penuh, kemudian mempersilahkan duduk seorang ibu dengan anak yang tampak repot satu keluarga.

Peristiwa itu udah lama banget, mungkin sahabat gw juga tidak mengingatnya, dan mungkin sahabat gw juga nggak tau, kalau saat itu, tindakannya membuat gw tertegun, dan terenyuh.

Berbuat kebaikan tidak harus berupa perbuatan yang besar skalanya, seperti menyumbangkan dana atau membangun yayasan, berbuat kebaikan bisa langsung dari hal-hal kecil di sekitar kita, menjadi tabungan amal baik...

... dan harapan gw menjadi tabungan sikap juga, berharap gw yang saat ini akan membawa gw di masa mendatang sebagai pribadi yang baik sikapnya.

Tanpa disadari, sahabat gw mengubah gw, tanpa tindakannya, mungkin pintu-pintu akan tetap tertutup untuk mereka yang kesulitan membukanya, dan kursi-kursi bus transjakarta akan penuh bagi mereka yang kerepotan mengurus anak.

Gw akan selalu teringat kejadian itu tiap kali gw membukakan pintu, atau memberikan tempat duduk, atau hal-hal kecil lainnya, gw akan mengingat sahabat gw itu. Hahaha...

"manusia mengubah manusia"

Memang akan terasa lebih membanggakan bila pada dasarnya kita adalah orang baik sejak semula, bukan karena orang lain, tapi menepis harga diri dan mau berubah karena orang lain juga menunjukkan esensi dari diri kita.

Ah... lagi-lagi gw berkata sok ideal.

Kalau saja semua bisa berpikir prinsip "manusia mengubah manusia" mungkin nggak perlu lagi ada harga diri, mungkin yang ada adalah harapan bagi kita untuk bisa menjadi manusia yang juga bisa mengubah manusia lainnya, hehehe...

it's happy to know that you can inspire others, isn't it?