take it easy, so life will be

Menyadari bahwa saat ini saya hanya ingin membuat hidup saya terasa lebih fun, maka sayalah yang harus membuatnya seperti itu. It's no kidding, you are what you want, you are what you say, you are what you eat, and you are what you be.

25 August 2011

I finally decided to: MOVE

Yea, I ever told you about my other cyber-space? www.akirabook.tumblr.com


Saya pernah bercerita tentang rumah maya kedua saya alias blog saya yang lain. Tapi ini tumblelog.


Jadi, it's final decision. I'M MOVING.


Check me continue writing blog and postings and others in:




waiting for you there! :)

09 July 2011

Jalan-jalan hingga kaki kapalan

Gw gak berharap judul postingan ini kejadian sih, amit-amit juga kaki kapalan beneran, tapi sekarang memang sudah terasa sakit ada benjolan... huhu hiks hiks.

Semua gara-gara liburan yang terlampau lama ini, 3 bulan cing! Well, tapi kenapa baru tahun ketiga ini gw merasa kopong banget di liburan semester genap yah?

Soalnya tahun-tahun sebelumnya selalu ada aja yang dikerjakan, sibuk sibuk kepanitiaan dsb dsb, halah... sampe-sampe liburan pun gak kayak liburan saking seringnya ke kampus, entah itu kuliah semester pendek dan kepanitiaan.

Gini yah, the true holiday? Hal yang paling terasa amat sangat ialah: UANG JAJAN AWET.

Dan itu.... BERBAHAYA!

Gw yang selama ini bisa menahan diri dari godaan nongkrong keseringan, belanja keseringan, dan main-main keluar keseringan, jadi tidak bisa menahan diri lagi saking dipikiran adalah: UANGNYA MASIH ADA.

Duh, dalam beberapa minggu terakhir ini udah jalan-jalan berapa kali, yaa? Ke monas, ke Bandung, jalan sore ke Gelora Bung Karno lanjut ke pesta buku lanjut ke ambassador lanjut ke Setiabudi, sepekan kemudian ada kerjaan singkat di polling Kompas, sehari kemudian nonton Pechakucha di JCC, sehari kemudian balik lagi ke pesta buku dan ambassador ngurus handphone (akhirnya setelah ada duit baru bisa ngurus), trus ada kemungkinan mau jalan lagi sama temen2 SMA ke FLONA, atau ada kemungkinan ke Lembang bareng saudara...

oh... tak lupa awal Juni kemarin di mana gw selama sepekan pergi berlibur ke Malang dan beberapa tempat di Jawa Timur (ah, baru ingat belum posting soal ini...)

Aarggg... harus segera produktif cari duit tambahan kalau tidak mau kesandung godaan konsumtif liburan kosong..

Salahkan liburan, salahkan gramedia yang sedang diskon buku, salahkah pesta buku Jakarta, hanya dalam waktu sebulan gue udah belanja total 31 buku!

Waaaaa...

G-A-W-A-T

Uang terkikis.

Kaki pun terkikis.

Aaaaaa

24 June 2011

my motto now must be...

... "FIGHT FOR THE BETTER AND BEST, NOT THE WORST".

Haha hihi tumblelog!

Hm, gw memang pengguna tumblelog (www.tumblr.com) juga, meskipun penggunaannya tidak sama dengan blog gw yang satu ini di blogger. Browsing image di tumblr pun kadang-kadang aja kalau emang lagi ada yang dicari dan dirasa bakalan ketemu banyak di tumblr.

Tapi dari adek gw yang doyan browsing gambar-gambar dari tumblr, dan karena sekarang gw sedang menggunakan laptopnya untuk internetan *laptop gw lagi die* maka gw ubek-ubeklah folder "My Pictures"-nya dan menemukan beberapa image yang menarik dan seru.

Warning, seru dan menariknya murni dari sudut pandang gw pribadi yaa... hoho.

Poster "Across The Universe" versi Jepang?
I don't know but one thing I know I love it so much! The poster and the movie itself :3

"Kyaaaaaa...!" seru gw dalam hati sambil melihat George Clooney, Leonardo Dicaprio & Keanu Reeves.
"Uwaaaa.....!" seru gw melihat Ricky Martin dan Eminem.
"Uaappaaaaa!?!?" kaget gw melihat Marilyn Monson, Tom Hanks, & Tom Cruise.
Sisanya no comment

O em ji, kakak beradik iniiii.... saya suka mereka sebagai aktor/aktris :)

Leoooo... I love you in this moooviieeeee >,<

Harus memicingkan mata dan berpikir beberapa detik dulu sampai gw menyadari siapa mereka :D

HAHAHA *ngakak

I love Luna's white blonde hair.

Every time I saw them, reminds me with myself and my best mate.

One of my favorite romance movie. Juga pertama kali gw nonton Keira Knightley dan Carey Mulligan bermain dalam satu film. (tebak aja yang mana mereka berdua, hehehe)

Gw nggak tahu ada poster macam ini. It's nice! I like it!

yang ini asli bikin HUAHAHAHAHAHA *ngakak guling2an

One of my target this holiday is...

... to lose weight!


Tebak aja kenapa foto Amanda Seyfried menghiasi target gw yang satu ini........

Perilaku menonton

Belum lama ini gw menonton anime Jepang berjudul "Kimi ni Todoke".

"Kimi ni Todoke"

Cerita remaja ringan tentang cinta di masa sekolah. Total episodenya ada 25 episode. Durasi per episodenya kurang lebih cuma 20-25 menit (gak sampe 30 menit pokoknya).

Lalu temen gw bersikeras meminjam DVD-nya dari gw untuk menontonnya (sebenernya gw yang bersikeras dia nonton sih).

Beberapa minggu kemudian...
Gw: Gimana? Udah nonton sampe episode berapa?
Dia: Belum, Fik, belum sempet, baru awal-awal 2 episode kayaknya.
Gw: Haaaah? ini udah berminggu-minggu...! Cuma 25 episode lho!
Dia: 25 episode tuh banyak kali, Fik.
Gw: Ya tapi kan per episode cuma 20 menitan. Gw aja 2 hari kelar, kok

-end of story-

Lalu, di masa liburan ini, 3 hari yang lalu gw bersikeras menonton DVD serial drama Korea milik adek gw yang lama-lama dan belum pernah gw tonton. Pilihan lalu jatuh pada serial berjudul "WITCH" atau "Yoo-hee sang Penyihir". Haha...

The Cast of Witch

Genrenya sudah pasti romantic comedy drama ^^. Dan seperti biasanya drama-drama Korea, durasi per episodenya pasti sekitar 1 jam per episode.

3 hari yang lalu gw mulai menontonnya, ini drama lama, sih, tapi rekomendasi adek gw katanya bagus banget. Hoho.

Lalu sampai sehari yang lalu gw masih menonton serial itu, terjadilah percakapan antara gw dan adek gw,
Gw: Dek, ini total ada berapa episode, yah?
Adek: Nggak terlalu inget. Kayaknya 18-an, deh. Yang jelas nggak sampe 20 episode, kok.
Gw: Hoo...
Adek: Udah sampe episode berapa, Kak?
Gw: Baru episode 4 & 5, baru disc kedua...
Adek: HAH? Lama banget! Masih jauh tuh!
Gw: Ya, kan satu episodenya aja 1 jam...
Adek: Hahaha... dulu waktu aku nonton aja 2 hari kelar, kok
Gw: ........................................ (deja vu)


Begitulah, mana yang lebih bisa ditoleransi gw nggak tau. Tapi intinya, menonton sesuatu itu kalau udah gencar memang mau berapapun episode atau lama durasinya bakalan bisa kelar dalam waktu: 2 hari, kok ^^ hahaha...

Yang pasti, drama "Witch" ini meskipun judul lama (sekitar tahun 2007, jaman masih SMA) tapi ternyata kocak dan menarik banget! Hahaha... sangat menghibur gw dan benar-benar pilihan tepat untuk mengisi waktu liburan sedikit.

Terutama... karena ada 2 tokoh cowok dalam drama "Witch" tersebut yang menjadi idola gw... 

Well, Korean drama must come with admirable actors/actress, right? fufufu...

JAE HEE. My favorite Korean actor since he played Lee Mong-Ryong in serial "My Sassy Girl Choon Hyang"
Cuma dia yang bisa memerankan karakter semacam Mong-Ryong Mong-Ryong itu ^_^ hahaha...


DENNIS OH the blasteran. Pertama lihat dia di drama ini, dan langsung melting lihat orangnya. Arrr
Mas Dennis, situ cukup foto gaya biasa aja sambil senyum udah guanteng banget, kok *two thumbs up* kikiki...


21 June 2011

Berjalan lambat

Semalam gw habis menonton adik gw perform menari tradisional untuk gelar pamit komunitas tari-nya.

Gelar pamit apa? Gelar pamit dalam rangka komunitas tari fisip (ktf) ui akan berpartisipasi dalam pentas di Eropa, di Perancis & Spanyol selama sebulan.

"Kak, aku itu kalau keluar negeri gimana caranya ya? Kalau kakak, kan, pasti cari beasiswa atau semacamnya. Kalau aku apa, ya?"

Hal pertama yang teringat oleh gw adalah pertanyaan yang diajukan oleh adik gw itu beberapa tahun silam. Dan gw juga kurang lebih masih ingat jawaban gw saat itu,

"Ya, lewat jalur budaya, lah. Apa, kek, ikutan menari, atau kegiatan semacamnya. Kan, kamu bisa kalau itu. Masih sesuai sama kamu"

Lalu, di sinilah. Saat ini, sebentar lagi dia akan berangkat dalam misi budaya komunitas tarinya.

Hebat, dalam waktu beberapa tahun bisa terjadi apa yang diimpikan.

Lalu, gw terpikir dengan diri gw sendiri.

Sudah sejauh mana perubahan yang gw impikan? Tujuan-tujuan yang ingin gw capai?

Jadi teringat, 3 tahun lalu, saat gw akhirnya diterima di universitas dan jurusan yg menjadi tujuan gw, oom gw bertanya pada gw,

Oom: "Dengan diterimanya kamu di sana, udah berapa persen kamu mencapai apa yang kamu cita-citakan, Fik?"

Gw: "Hmmm.. (berpikir). Baru 10 persen, oom"

Oom: "Baru 10 persen, Fik?"

Gw: "Yap (menjawab mantap)"

Sekarang ini sudah 3 tahun. Dan gw merasa belum ada pertambahan persen yang signifikan. Bahkan gw merasa stagnan yang menyebabkan kebolongan besar yang lupa gw isi selama ini.

Akibat kelalaian gw. Ketidakdisiplinan. Dan kekurang fokusan.

Gw sudah mengetahui keinginan-keinginan gw, tujuan-tujuan gw, sejak lama. Gw bahkan sudah menemukan apa impian gw jauh lebih lama lagi.

Tapi gw lalai dan tidak memanfaaatkan waktu dengan baik. Gw terlalu mudah terdistraksi dengan hal menarik di sekitar gw. Sehingga waktu yang ada gw manfaaatkan untuk hal-hal lain yang seharusnya mendekatkan gw dengan impian gw, tetapi malah berbalik menjauhkan gw darinya.

Dan kini, sebentar lagi masa kuliah gw akan berakhir. Sekarang sedang libur semester ganjil, dan gw habis liburan sepekan di Malang. Ketika pulang, mama berkata pada gw,

Mama: "Nah, selesai liburan main-mainnya. Balik lagi, ya, Fik, ke kenyataan"

Gw tahu maksud mama adalah tentang liburan, habis bersenang-senang kemudian ada lagi kesibukan yang menanti. Tapi gw tidak berkutik mendengar pernyataan tersebut.

Apa?

Apa kenyataan yg menanti gw?

Memangnya ada kesibukan apa yang menanti gw?

Magang wajib kuliah pun belum dapat. Bahkan sebenarnya ingin mengejar kebolongan kalau kewajiban magang ini tidar perlu dituntaskan sekarang.

Tapi mau mengejar kebolongan pun bagaimana caranya? Harus mulai darimana? Gw tidak dalam situasi yg mendukung jalan yang gw impikan, harus diupayakan secara independen, bahkan di tengah-tengah kewajiban sisa-sisa dari kegiatan yang mendistraksi gw 3 tahun ini. Sisa-sisa kelalaian gw yang belum tuntas.

Memang ada baiknya juga kalau bisa hidup dengan cara air mengalir. Jalankan saja hari ini, jangan pedulikan esok yg bahkan belum datang.

Tapi bukan impian namanya kalau ia tidak selalu teringat. Sebuah tujuan di masa mendatang, kalau tidak tercapai akan terus mengusik pikiran kita.

Namanya juga mimpi. Ia seperti hantu. Menghantui.

Itulah kenyataan yang gw miliki sekarang. Terombang-ambing antara masa kini dan masa depan.

Sedang meracau tidak jelas.

Dan sepupu gw pun berkata,

"Coba aja dulu, Fik, yang nanti-nanti dipikirkan nanti aja"

Hah... Berarti harus begitu ya. Hidup menjalani apa yang bisa dilakukan saat ini, demi mencapai impian di masa mendatang.

Meskipun tidak mudah, membingungkan, dan pastinya akan berjalan dengan kecepatan yang tidak bisa menyamai akselerasi kehidupan gw.

Yup, hidup gw berjalan dengan akselerasi, percepatan tingkat tinggi, tapi perjalanan menuju mimpi gw tampaknya berjalan lambat.

Tidak bisa saling menyamai. Itulah yang membuat gw takut.

20 May 2011

3 menit

Gw punya sisa waktu 3 menit untuk menuliskan ini.

Ada yang tahu harga sebuah penantian panjang?

Kenapa gw bertanya? Karena gw bingung kenapa pikiran ini masih memikirkan dirinya.

Ke mana dia? Profile facebook-nya sudah tak hidup lagi, meskipun akun-nya masih hidup.

SMS yang terakhir kali gw dapat dari dia pun nomornya sudah tidak aktif lagi, seperti biasa dia tidak pernah bertahan di satu nomor yang bisa dihubungi.

Kabar terakhir darinya, meskipun bukan kabar terbaru, dia terlibat suatu masalah besar, meskipun keterlibatan dia di sana mungkin tidak sebesar masalahnya.

Terakhir kali gw mendapatkan kabar kalau dia sempat datang ke kampus gw, dan menyapa salah satu dari kami.

Dan gw pun bertanya-tanya, apakah di hari kedatangannya itu dia melihat gw? Apakah dia melihat tapi tidak menyapa? atau dia tidak melihat gw?

Apa kabarnya sekarang?

Ingin bertemu. Meskipun gw tahu saat ini hati gw sudah membeku untuknya.

5 tahun lebih waktu yang gw butuhkan untuk bisa menetralisir perasaan gw ke dia. 5 tahun, untuk membekukan hati ini terhadapnya.

Sekarang hati gw sudah tak bergerak seperti dulu tiap kali mendengar namanya, tiap kali melihat wajahnya, tiap kali mengingat kenangan gw dengan dia. Membeku.

Tapi otak gw tak berhenti memikirkan dirinya.

Hanya di saat-saat malam, di saat-saat ada celah gw bisa mendadak teringat dengannya. Dan juga beberapa hal lain yang gw tahu terkait dengan dirinya, apa? Pesawat? Rusia? Mantan-mantannya? teman-teman seperjuangan kami?

Hati ini sudah tak bergerak kembali, kupu-kupu pun tak bersemayam di perut gw untuk dirinya.

Tapi cuma otak gw yang tak berhenti memikirkan dirinya. Mempertanyakan keberadaannya.

Kenapa hubungan kami jadi seperti sekarang ini? Sejak kapan hubungan ini jadi seperti ini? Apakah benar dia seperti yang dikatakan orang-orang? Karena entah kenapa, otak ini memilih untuk tidak percaya...

dan berusaha untuk mencari tahu sendiri.

Tapi bagaimana gw menemukannya? Di mana gw harus memulai pencarian?

Rumah kami sekarang berada di area yang sama, apakah itu sebuah pertanda? Apakah itu sebuah peluang? Kesempatan?

Haruskah gw mengejar peluang atau kesempatan tersebut?

Tapi tak ada hati yang bergerak untuk menggerakkan gw, hanya otak yang terus berpikir.

Semoga gw mendapatkan jawabannya dalam waktu yang dekat.

Mungkin ini pertanda, karena setelah sekian lama, akhirnya kesempatan untuk menuliskan ini datang walau hanya 3 menit.

Tapi gw berhasil membuatnya menjadi 13 menit.

Karena 3 menit tak cukup untuk menceritakan dirinya, cerita tentang dia, tentang kami, tentang kita semua.

Dulu gw pernah berdoa, walau hanya dalam mimpi, tolong pertemukanlah kami semua sekali lagi dalam kondisi lengkap bersama-sama.

Tapi sekarang, 

gw nggak menginginkan mimpi.

I want to meet him, I want to meet him, I just want to see him.

01 May 2011

Si Pemarah ini...

Heiwajima Shizuo, si pemarah dari serial DURARARA


Yak! Inilah saya! Si Pemarah

Aslinya, memang emosi saya gampang sekali berubah-rubah, reaktif kata orang, ekpresif kata orang lain, euforik kata orang lainnya lagi.

Terutama emosi marahnya, mudah sekali muncul seperti api yang meledak-ledak.

Dalams sekejap ia membakar orang-orang di sekitarnya. Maksudnya, dalam sekejap aura marah gw bisa dirasakan orang-orang sekitar gw, dan dalam sekejap mereka bisa merasakan ketidaknyamanan yang amat sangat.

Namun perlu diketahui juga, bahwa dalam sekejap, emosi marah itu hilang seketika. Ketika semua masalah selesai, kesalahpahaman diklarifikasi, maka api amarah itu langsung reda. Gw pun kembali seperti semula, seakan tidak ada apa-apa.

Tapi yang tersisa hanyalah penyesalan.

Yah, kadangkala gw minta maaf sih, entah di saat itu juga, atau di lain waktu (ketika perasaan udah lebih oke dan dalam konteks percakapan yang lebih chill).

Tapi tak jarang juga sulit bagi gw untuk minta maaf, malu, dan sebagainya. Nasi sudah menjadi bubur, amarah sudah keluar, dan orang-orang sudah terlanjur kesenggol api panasnya, kesakitan.

Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, tidak seharusnya gw marah, namun saat itu yang menyebabkan gw sangat merasa gampang marah ialah: RASA KANTUK yang amat sangat akibat kurang tidur berhari-hari.

Dan.. dueerr!! meledaklah emosi gw ketika dengan segera semua pertanyaan datang bertubi-tubi yang membuat kepala gw berdenyut-denyut, pusing bukan main, dan yang keluar dari mulit ini ialah kata-kata ketus dan pedas.

"Heeeeehhh!?!?!?!?"
Heiwajima Shizuo yang sedang pusing dan mendadak ada yang memicu amarahnya.
Kira-kira seperti inilah yang gw rasakan :S


Lalu seperti pola yang biasanya: redalah amarah itu, dan lahirlah penyesalan.

Masalahnya, yang kali ini, sulit minta maafnya, karena konteksnya publik.

Gyaa~ maafkan aku kawan-kawan... nothing's personal, hanya saya yang memang sedang ngantuk, dan pribadi saya yang emosional.

Please forgive me~

Heiwajima Shizuo, si pemarah, si emosional.
Mematahkan apapun di tangannya ketika kesal.
Membanting dan melempar apapun ketika marah.
Malunya... sedikit merasa mirip dengan dia dari segi emosinya yang meledak-ledak >,<

26 April 2011

manusia mengubah... manusia

sebelumnya, bisa kroscek balik ke postingan gw sebelum ini.

Cuma pengen nampilin foto bersama panitia BINGKAI JAKARTA yang gw ketuai :) what an experience. I hope they feel the same goodness as I felt it.

Percayakah kalian, kalau gw bilang... manusia bisa mengubah manusia lainnya?

Suatu waktu di bus transjakarta gw membiarkan seorang mbak yang kesulitan memegang gantungan, untuk duduk lebih dulu di kursi kosong.
Suatu waktu, gw membukakan pintu untuk orang-orang yang tangannya penuh karena barang-barang.
Dan... suatu waktu suatu waktu lainnya yang lebih baik disimpan saja, hehe.

Dan yang hampir selalu terpikir di benak gw ketika melakukan hal tersebut ialah, ingatan masa lalu di mana seorang sahabat gw, yang telah duduk di bus transjakarta yang penuh, kemudian mempersilahkan duduk seorang ibu dengan anak yang tampak repot satu keluarga.

Peristiwa itu udah lama banget, mungkin sahabat gw juga tidak mengingatnya, dan mungkin sahabat gw juga nggak tau, kalau saat itu, tindakannya membuat gw tertegun, dan terenyuh.

Berbuat kebaikan tidak harus berupa perbuatan yang besar skalanya, seperti menyumbangkan dana atau membangun yayasan, berbuat kebaikan bisa langsung dari hal-hal kecil di sekitar kita, menjadi tabungan amal baik...

... dan harapan gw menjadi tabungan sikap juga, berharap gw yang saat ini akan membawa gw di masa mendatang sebagai pribadi yang baik sikapnya.

Tanpa disadari, sahabat gw mengubah gw, tanpa tindakannya, mungkin pintu-pintu akan tetap tertutup untuk mereka yang kesulitan membukanya, dan kursi-kursi bus transjakarta akan penuh bagi mereka yang kerepotan mengurus anak.

Gw akan selalu teringat kejadian itu tiap kali gw membukakan pintu, atau memberikan tempat duduk, atau hal-hal kecil lainnya, gw akan mengingat sahabat gw itu. Hahaha...

"manusia mengubah manusia"

Memang akan terasa lebih membanggakan bila pada dasarnya kita adalah orang baik sejak semula, bukan karena orang lain, tapi menepis harga diri dan mau berubah karena orang lain juga menunjukkan esensi dari diri kita.

Ah... lagi-lagi gw berkata sok ideal.

Kalau saja semua bisa berpikir prinsip "manusia mengubah manusia" mungkin nggak perlu lagi ada harga diri, mungkin yang ada adalah harapan bagi kita untuk bisa menjadi manusia yang juga bisa mengubah manusia lainnya, hehehe...

it's happy to know that you can inspire others, isn't it?

Level kehidupan

Barusan kepikiran di benak gw, bahwa mungkin dalam hidup ini, berada di tengah-tengah masyarakat ini, mungkin ada yang dinamakan dengan level kehidupan.

Yang gw maksud di sini, bukan level atas pendapatan, atau pendidikan semata, melainkan level kondisi secara keseluruhan, nilai kesiapan sebuah kelompok masyarakat yang bisa dilihat kadarnya dan menentukan level dari masyarakat itu sendiri.

Dengan kata lain, tingkat kematangan suatu kelompok masyarakat.

Gw nggak berniat melakukan pidato mengenai topik ini, cuma mendadak bertanya-tanya secara retorik, berandai-andai, membayangkan, berimajinasi, bahwa terdapat level kehidupan dalam masyarakat.

Pemikiran ini mendadak muncul cuma karena gw kepikiran bagaimana negeri ini, negeri gw yang tercinta ini, kalau dibandingkan dengan negara lain, banyak sekali hal-hal yang perlu dievaluasi, dan banyak sekali hal-hal yang tertinggal.

Contoh gampangnya:
Bandingkan masyarakat Indonesia saat ditimpa musibah bencana alam, dan masyarakat Jepang saat ditimpa musibah bencana alam.

Contoh lebih gampang lagi:
Bandingkan panggung konser musik di Indonesia dengan panggung konser musik di luar negeri. *dari daya tampung, sama kecanggihan alat serta lampu-lampu dan efek-efeknya aja udah beda kasta banget.*kenapa konser? karena baru2 ini gw bersama teman-teman sedang mengeluhkan musisi-musisi yang nggak bisa konser di Indonesia karena keterbatasan performa panggung yang nggak bisa memadai kebutuhan musisinya.

Sampai gw bertanya-tanya, kapan ya... Indonesia bisa jadi kayak begitu? Kapan, ya, Indonesia bisa naik derajat untuk hal-hal itu? Kapan, ya? Dan seterusnya gw bertanya-tanya: Kapan, ya?

Lalu gw bertanya-tanya lagi... "mungkin nggak, ya?"

Dan ketika pertanyaan retorik tersebut muncul, yang terpikirkan hanya pernyataan retorik berikutnya: "Mungkin memang akan berbeda terus levelnya, mungkin memang harus ada perbedaan level antara negara-negara dan masyarakat-masyarakat satu sama lain, mungkin memang ada level kehidupan"

*sigh

Kotak telepon ini cuma pajangan shooting di Kota Tua suatu hari.
Feels so fake for me...

Kita kehilangan orisinalitas, semua yang sekarang tampak sebagai hal-hal yang fantastis terasa dipaksakan demi mengejar level negeri lain. Padahal untuk meningkatkan level bukan berarti mengikuti cara masyarakat lain mencapai level mereka, tapi mencari potensi masyarakat sendiri dan melatihnya, mengembangkannya, sehingga kita berada di level yang sama dengan keunikan tersendiri.

Ke mana budaya asli kita? Mau dikemanakan segala hal yang telah mendarah daging tersebut?

25 April 2011

the next next next part 2

What can I say? I just finished watching DURARARA! (shorten as DRRR) and that anime serial was total brilliant!

From the plot, which is reaaallllyy unusual because it’s like Vantage Point (if you have watched this movie), where most of the episodes are viewing angles from different characters! And you won’t even recognize that the characters (even characters who seems only additional character) are importantly linked each others.

And… and.. the storyline is mental! It’s really unpredictable and also predictable at the same time (confused, huh? You should watch it yourself *lol)!!!



QUIRKY LOVE STORIES

After watched the whole episodes, I can tel that this anime is all about love. Yeah, it’s actually a serial contains love stories, which (maybe almost all of them) are crazy, mental, distorted, love stories. Why? Because they’re unusual! But you can tell those are love stories! Hahaha. And by the way, I also looked up some references and, YES, the author said that IT IS about DISTORTED LOVE STORY within life of many people that you cannot tell: street thugs, high school students, a female radio host, an underworld doctor, a young information vendor, and headless Irish fairytale Dullahan woman (hakobi-ya), even a love of Katana sword named Saika! Can you imagine what kind of love stories they may have? Well, watching this serials shows you all.

And by saying street thugs, underworld doctor, and young information vendor (joshi-ya), you maybe already catch it that the story’s setting is in street life of Tokyo, Japan. Yes, this whole story is located in Ikebukuro district, in a dark side of the city, which as dark as Shinjuku (another district in Tokyo which also has dark side).

Ikebukuro

Talking about street life, where stuffs like “Hakobi-ya”  (means: Deliverer) or “Joshi-ya” (means: information vendor), are exist. Yes, in a street life, you will need such people with such professions. Aaaandd… it reminds me a lot with another anime title in past time: Get Backers!

Get Backers mainly told about street life in Shinjuku, pointing views from all the workers of such professions like Hakobi-ya, Joshi-ya, Dakkan-ya (Get Backers is “Dakkan-ya” means: getting back whatever your stuffs that has been stolen, lost, or taken by someone), and many many others “xxx-ya” things with vary job specifications. That’s why I can tell this DURARARA is like the next generation of Get Backers, telling us about street life in Tokyo.

Even though, DRRR is whole about (quirky) love stories packaged in life of street people in Ikebukuro district, while Get Backers is pure telling about street life story in Shinjuku district. Both are thick of street life, but have differences in storyline.

But, in my opinion, being next generation means it has to be evolved, and that's what DURARARA got in its BRILLIANT stories and characters! I can say, DURARARA's street life impress me more than Get Backers (again, it's my personal opinion). From Get Backers to DURARARA. From Shinjuku, to Ikebukuro :)) COOL!

I think the author of DURARARA, Narita Ryohgo is a genius! Well, actually DURARARA first came as serial of light novels, illustrated by Yasuda Suzuhito (one of my favorite illustrator, makes this serial more likable for me, haha). Then came the anime in 2010 and now the manga (comics) is about to published here in Indonesia. I’m waiting, even though it’s a little bit dissappointing that the manga is not illustrated by Yasuda-sensei.

Phew! What a post, huh? All I wanted to say is DURARARA is a brilliant serial! Great awesome story and relating to my ‘the next next next’ post before, watching the last episode of anime DURARARA while listening to UVERworld’s DISCORD~your voice mix~ song, is really a perfect match!!!!

Oyeah, talking about song, all the songs as DURARARA opening and ending themes are all awesome! The musics within are also cool!

24 April 2011

my appearance of watching anime



Yes I always have my blue fan since it's hot and humid recently in Jakarta.
And yes, that's how I react to great scenes of anime or movie or tv shows when I watch them with my blue fan.

I just finished watch DURARARA anime now, and about to write it in the next posting as 'the next next next part 2'.

Now is almost 2 AM in the morning, time to sleep. See ya!

23 April 2011

Today's fortune cookie


today's fortune cookie says.

the next next next part 1

You've been hurt by an unhealed pain, in sadness
"I can't smile anymore, I don't like people", don't say those words
A future that can't be seen will occur, there's meaning in that
For right now everything is fine as it is now. Certainly you must notice that the time is coming
Just like someone who's rusty

(UVERworld, D-tecnolife)

- - - 

About their name, “UVERworld”A combination of “UBER”(meaning “over” in German) and “world” with the concept of wanting to always overcome past obstacles, along with future obstacles coming their way. With hopes to share with the world and create a powerful outlook on life, hopes that someday this philosophy can change the world. UBERWORLD became UVERworld adding character and a twist.

(from UVERworld english official website)



Their debut song, “D-tecnoLife” ranked 4th place on the Oricon Top Hits Chart. An instant smash hit, their sudden spotlight surprised many.

Their second single “Chance!” also listed 5th on the Oricon Chart (In 2005, there was only 1 group who had two of their singles make it on the top 5 in a row).

..they released their 4th single titled, “Colors of the Heart” (Opening for “Blood+”) which also ranked in the top 3 on the Oricon Top Hits Chart, the best ranking in their career thus far.

In August, they released their 5th single titled “SHAMROCK”, used as the theme song for the drama series Dandori. This release showed the world an even wider range of music styles and impressed many fans.

In November, they released their 6th single titled, “Kimi no Sukina Uta” (Theme song for, Koi Suru Hanikami) which ranked 2nd place in the Oricon Top Hits Chart. This song is their first ballad song.

In February, 2007 they released their much-awaited second album. By spring, they had announced their nationwide tour. In May, they released their 7th single titled, “endscape” (Opening theme song for the anime, “TOWARD THE TERRA”).

In August, the release of “Shaka Beach~Laka Laka La~” made it to the top 2 on the Oricon Top Hits Chart. The achievement was a first, for a single to be ranked second place without any ties to an anime, or drama theme song.

November 2007 marked their release for the Wednesday weekly TV drama series from “Nihon TV”, “Hataraki-man”’s theme song titled “Ukiyo Crossing”. This song also ranked third on the Oricon Top Hits Chart.

Their 10th single “Gekidou” which also ranked third on the Oricon Top Hit Charts was labeled as the symbol song for 2008.

Their second ballad single titled, “Koishikute”, also a single that did not have ties with other media titles, ranked top 3 on the Oricon Top Hit Charts.

Their 12th single, “Hakanakumo Towa No Kanashi” (Opening theme song for the anime, “Kidou Senshi Gundam 00” second season) is still playing on everyone’s top play lists. For the first time this single ranked first place on the Oricon Top Hits Chart! 

(from UVERworld english official website)

- - -

Okay... I AM AMAZED! totally! They got best ranks in Oricon Chart like many many many times!!!!! It really shows how great their music and I don't regret to put them as my favorite Japanese band!

I never forget the very first time I heard their song which is D-tecnolife as the OST of Bleach anime (I borrowed the DVD coincidentally from my junior). And first time I heard the song, I fell in love, with the music, and the vocal! Damn it's directly touch my heart! Even though I didn't get the Japanese lyrics at first, but I know from the music and the vocal that the song bring the spirit in the heart !

Like once I ever posted about Monkey Majik , UVERworld is now also be my favorite Japanese music band! So the list is rising, for Japanese music, I love Monkey Majik for sure, UVERworld, DEPAPEPE, and YUI!!! They're the best I ever know! Oh, yeah, don't forget I also admire Kajiura Yuki for her enchanted music composing!

Recently I watched UVERworld concert video at Tokyo Dome as their Last Tour in 2010. And those videos are so... damn... GREAT!!!! Whoa! The stage was also a blast! I wish I could have watch such concert in my lifetime..

Actually, the reason why I put this blog title 'the next next next' is because I refer it to somekind of 'next generation'. I'm telling this because, to see how UVERworld really making many hits and most of their songs are contributed to many anime titles, reminds me a lot with musicians the past which also experienced the same thing: L'arc-en-ciel and TM Revolution :)

Not that I say UVERworld is copying TMR or Laruku's thing (their musics are also different! Even though they're great in different ways), it's because they got similarities:
They contribute songs to many anime titles
They got characteristical vocals
Their musics are great, and they sing emotionally
(but I have to emphasize that their music styles are really different, you'll understand if you watch and compare them)


But... it makes me happy that the era is back again, the era of a really great band, really influential band (you should watch UVERworld Tokyo Dome concert), which contributes songs to many great anime titles! See? As anime lover, I really thing that UVERworld had done really great thing by that! Perfectly famous in perfect way! *LOL


They're the next generation of great influential band with great songs for anime OST, the next Laruku & TM Revolution! You better watch out because they're like replacing your place :D hahaha. They steal attentions! Of course all of these are just my personal opinion, nothing more :p

Oyeah, since nowadays I don't update my blog posts, I have to say it's all because the dead of my internet connection for the past 2 weeks, and finally now the internet is fixed and I can start updating my blog post again. Yay!

And, fyi, because of the internet died last few days, I just doing some doodling on my laptop, and guess what? This is one of my doodling result with paint:


Yeah, it is TAKUYA∞ the vocal of UVERworld. He has characteristical voice which make you think "Ah, I know this is UVERworld from the vocal".

Hahaha, but this picture isn't even close to his appearance, I only draw this based on his look at Tokyo Dome 2010 concert, and for real, he didn't wear vest at that concert *LOL.

Still, I think this drawing is cute, hahahaha.


"Feelings continuously filled with wishes will someday change colors",
that's what I've been taught
To be a person who continues to live with this in the heart
Because Colors are born within anything and everything inevitable
I will paint tomorrow once more with these hands

(UVERworld - Colors of the Heart)

19 April 2011

Tensai des(u)

"Membayar hutang itu bukan soal bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak mau" (Katsuyuki Natsuki - Genius Family Company)

Baru-baru ini gw membaca komik keluaran level comics yang judulnya Genius Family Company atau kalau judul Jepang aslinya : Tensai Family Company. Tensai = Jenius.

Sebenernya baca buku ini bukan baru-baru ini, sih, sempet beberapa bulan lalu nggak sengaja pinjem taunya udah langsung nomor 2. hahaha... ternyata menarik. Buat kalian yang tau Tomoko Ninomiya alias author dari komik Nodame Cantabile, maka komik yang satu ini bakalan nggak asing buat kalian.

Gw nggak berniat membandingkan dengan Nodame Cantabile, yang pasti komik ini jenius dan kocak abis khas gayanya si Tomoko Ninomiya sebagai author yang menurut gw pinter banget membangun karakter yang unik.

Intinya, ceritanya mengambil tema semacam bisnis dan tokoh-tokoh yang unik dan jenius dalam arti tersendiri (perlu membaca langsung untuk menyelami).

Sesuai kutipan yang mengawali postingan ini, menyadari betapa galaunya gw akhir-akhir ini, gw merasa bodoh sendiri. Jawaban yang seharusnya tampak di depan mata menjadi blur akibat otak yang udah terlalu lelah (atau malas?) berpikir.

Malas, lelah, semuanya keluhan.

Yah, sama seperti hutang yang pasti bisa dibayar asalkan kita mau, masalah ini pun, masalah apapun, pasti akan bisa teratasi asal kita mau.

Mau berpikir.

Seperti kata seorang kawan gw yang semalam menemani gw jaga piket di ruang Fisipers, bahwa "Kemampuan berpikir adalah berkah yang paling hebat, the most great gift that ever given to us, oleh Tuhan pencipta kita"

Oke, tampaknya gw bener-bener harus membelikan satu-dua kue untuk kawan gw itu. He's really waking me up. Dan gw mau berterima kasih, alias nggak mau punya utang budi, hehehe, jadi akan segera gw balas kebaikan (yang kawan gw nggak sadari) atas kata-katanya yang cukup mengetuk kembali otak gw untuk berpikir.

Ciao!
*pictures will soon uploaded

18 April 2011

arah baru, salah arah, penyesalan, sedih

Siapa bilang kehilangan arah harus selalu berarti kehilangan secara keseluruhan?

Menemukan arah baru juga bisa berarti kehilangan arah, arah yang lama, yang selama ini ditelusuri, namun ternyata salah arah.

Faktanya, itulah yang gw rasakan saat ini.

Yang terjadi ialah, gw memang menemukan arah yang benar dari apa yang seharusnya gw lakukan selama ini. Yang terjadi ialah, gw telah melalui arah yang salah dari apa yang seharusnya gw lakukan selama ini.

Yap, kalau diputar balik, maka kalimatnya akan menjadi seperti ini: gw salah arah, dan akhirnya kehilangan arah, namun kemudian gw menemukan arah yang benar.

Kesannya akan menjadi positif kalau gw mengutarakannya seperti ini: gw menemukan arah baru, dan meninggalkan arah lama yang selama ini gw telusuri dan salah.

Kalau kalian melihat kondisi tersebut dialami oleh orang lain, yaitu dalam kasus ini ialah gw, maka apa yang akan kalian pikirkan?

Apa yang gw pikirkan?

Penyesalan.

Penyesalan karena memilih arah yang salah selama ini. Dan berbagai pertanyaan penyesalan pun muncul, kenapa dulu gw memilih ini? Apa yang terjadi kalau dulu gw tidak memilih ini dan memilih yang itu? Lalu sekarang sudah terlambatkah? Kenapa dulu gw berpikir untuk memilihnya? Apa sih pertimbangan gw saat itu? Coba gw pikirkan lagi momentum saat itu, apa yang terjadi? Kenapa? Kenapa? dan Kenapa?

Pertanyaan itu benar-benar menghantui gw. Lagi-lagi menambah alasan mengapa bagi gw teknologi mesin waktu itu sangatlah gw dambakan.

Tapi mesin waktu tidak ada saat ini, yang ada penyesalan. Arah baru, arah baru diiringi rasa sesal dan rasa kesal yang amat sangat.

Plus, gw lelah.

Memikirkannya saja sudah lelah, apalagi melakukannya?

Gw menemukan arah baru, sementara gw masih belum menyelesaikan arah lama gw yang salah itu. Sehingga kini yang terjadi ialah, gw berjalan di dua arah yang sama sekali berbeda.

Memikirkannya saja sudah lelah.

Tapi itu harus dilakukan, kalau gw benar-benar bertekad ingin berjalan di arah yang baru itu. Arah yang sebenarnya gw dambakan sejak dahulu, tapi gw memutuskan menjalani arah yang lain..

Dan penyesalan memang satu hal yang wajar apabila muncul di situasi seperti ini.

Bagaimana tidak? Kalau kau sudah tahu mana arah yang benar, tapi kau masih belum bisa lepas dari arah yang salah, apakah kamu masih sanggup menjalani keduanya? terutama arah yang salah, sudah tahu ia adalah arah yang salah, sudah pasti hati ini enggan menelusurinya, meskipun tidak ada pilihan lain.

Sebenarnya gw punya pilihan, hanya saja... hidup di dunia yang sudah terbentuk oleh pola dan aturan, pilihan tersebut seakan bukanlah sebuah pilihan.

Bikin sedih saja.

Terutama, karena beliau yang gw percaya selama ini dalam memilihkan arah untuk gw, juga mengatakan bahwa ia: menyesal.

Makin sedih saja.

My internet is die!

Yeah! Sudah genap satu minggu sejak internet di rumah gw mati!

Jadi, karena rumah gw sekarang adalah apartemen bersubsidi, maka fasilitas internet pun disediakan berupa jaringan wifi, dan baru-baru ini di papan pengumuman tertempel selembar pemberitahuan dari pengelola server internet di apartemen ini bahwa: UNTUK SEMENTARA INTERNET TIDAK BISA DIGUNAKAN, KARENA ADA MASALAH PADA SERVER.

Damn!


Dengan sebegini tugas yang menumpuk?

Dengan kebutuhan gw akan manga scanlations?

Dengan kebutuhan gw berkomunikasi tanpa telepon rumah?

HOW COOMMEE??

Warnet jauh 11 lantai di bawah.

Warnetnya ngantri pula.

Malas gerak.

Oke, ini adalah situasi yang sangat tidak nyaman bagi gw :(((((
Yah, maka dari itu sekarang saya di sini, di lantai dasar gedung jurusan saya, bolos kuliah (yang memang sih dosennya juga menjadi faktor pendorong untuk bolos), hanya demi internetan! HAHAHA

*miris


Padahal banyak banget yang mau gw posting beberapa hari ini, hanya saja tidak bisa internet di rumah itu membuat gw nggak bisa menuliskannya dengan segera :(((

Ah, andaikan handphone gw udah kembali naik derajat, sejak kecolongan dua tahun lalu, belum-belum nih handphone gw naik derajat lagi... yang bisa internetan, at least! Dulu gw setidaknya masih bisa posting via handphone :((

Sekian untuk sementara. Saat ini gw sedang mengelola rumah yang satu lagi, sebuah rumah baru yang dibentuk bersama teman-teman, ada rencana di balik pembuatan rumah tersebut sih :D semoga saja bisa berjalan lancar..

See you in next post!

06 April 2011

I'm proudly say: I am back!

Belum lama ini, gw membuat sebuah photo album baru di facebook gw, dan albumnya berjudul

"it feels like a soul that is returned back"

Yeah, dan isi dari album tersebut bukanlah foto, melainkan gambar-gambar yang membuat gw merasakan hal yang menjadi judul dari album gambar facebook tersebut.


Yep, benar, gambar-gambar itu mayoritas adalah snapshots dari anime-anime yang gw ikuti baru-baru ini.

I have to say, beberapa tahun terakhir ini memang gw telah sedikit menjauh dari dunia tersebut, bukannya ingin, tapi terpaksa menjauh, dan mau tak mau menjauh dengan sendirinya, akibat kesibukan, akibat kewajiban, dan akibat dari hidup gw yang berubah sekitar 6 tahun silam.

6 tahuns silam, adalah tahun di mana ayahanda kami tercinta meninggalkan kami di dunia. Ya, itu adalah sebuah perubahan besar, yang sedikit demi sedikit pastinya mempengaruhi perubahan pada situasi gw sekarang. Sedikit demi sedikit tapi pasti.

Namanya sebuah mimpi, kita akan terus dan terus dan terus memimpikannya, ia telah menetap di pikiran dan hati kita, dan tak akan pernah hilang meskipun keberadaannya kian tertutup-tutupi oleh kenyataan-kenyataan yang memenuhi pikiran dan hati kita.

Namanya sebuah mimpi, sebuah cita-cita, bagi gw sangatlah berharga, dan tiada arti apabila gw tidak mencapainya, atau berusaha untuk mencapainya, bahkan sampai meninggalkannya dalam sudut kecil di pikiran dan hati.

Selama beberapa tahun terakhir, gw merasa kehilangan diri gw. Bukan diri gw secara keseluruhan, gw yang sekarang tetap adalah diri gw, tapi diri gw yang hilang, adalah paruh besar diri gw yang sangat penting, sangat besar.

Paruh besar diri gw yang berani bermimpi, dan merasakan sensasi dari mimpi tersebut, sensasi dari pikiran yang terus menerus memikirkan 'aku akan melakukan apa ya, untuk mencapainya?', sensasi yang membuat angin kencang yang berhembus akhir-akhir ini terasa sangat mendebarkan, seakan menyemangati semangat berkobar-kobar untuk meraih mimpi. Sensasi yang membuat kita menikmati malam, seakan tiada hari dan jam yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kita akan waktu untuk bermimpi dan terus berupaya untuk mencapainya.

Dan sekarang, gw bisa mengatakan, dia telah kembali.

Bagian penting dari diri gw, yang perasaan saat kehilangannya sungguh tidak menyenangkan, gw berusaha segala cara agar bagian diri gw yang satu itu bisa kembali lagi. Saat itu, gw hanya bisa mengingat betapa menyenangkannya bagian diri gw yang satu itu, namun tak kuasa untuk bisa meraihnya kembali.

Namun sekarang, seperti judul album dalam facebook page gw, "it feels like a soul that is returned back".

I am back.

It's a new me! a new life!

with a part of my old me, but yes, it's a new me, a new life, a new start.

Semoga tidak terlambat, mengingat sudah berapa tahun gw lalui kehilangan hal tersebut hingga kini gw memilikinya kembali. Gw harus segera membayar waktu yang telah hilang untuk peran yang tak kunjung dimainkan oleh diri gw yang satu itu.

I am back!

My proximity

Pagi ini saat kuliah (propaganda) Media Buying yang pernah gw jelaskan di postingan lalu-lalu, gw mencetuskan sebuah pertanyaan kepada dosen kami, si kakak alumnus yang cuma beda usia 5 tahun dari kami itu:

"Kak, kalau kita mau campaign kita diliput sama media berita gimana caranya, ya?" (ini karena baru2 ini kampanye sosial Earth Hour menjadi berita di berbagai stasiun TV di Asia.

Pada intinya, kakak itu menjawab bahwa ada 5 unsur yang menjadikan sesuatu menjadi memiliki nilai 'berita' atau 'news value'. Ini beliau dapatkan di kuliahnya dahulu di program studi Humas. Bahwa, setidaknya ada 2-3 hal yang harus ada dari 5 unsur di bawah ini:

1. Proximity (kedekatan). Seseorang akan lebih tertarik dengan berita yang dekat dengan kita, contoh: tsunami di Aceh yang terjadi di Indonesia tentu dekat dengan semua warga Indonesia sehingga ia menjadi berita penting bagi warga Indonesia, itu adalah nilai proxmitiy-nya.

2. Magnitude (besar). Sesuai namanya, hal tersebut haruslah hal yang BESAR sehingga bisa menjadi berita yang BESAR, contoh lagi-lagi kasus tsunami di Aceh dahulu, itu adalah kejadian yang besar sekali.

3. Prominent (terkenal). Yah, ini bisa diupayakan dengan melibatkan orang-orang yang terkenal atau sesuatu yang terkenal sehingga ia menarik untuk menjadi berita.

4. Actuality (aktual). Yaitu berita tersebut benar-benar baru, baru terjadi, sehingga masih hangat-hangatnya untuk diulas.

5. Kakak dosen lupa, tapi intinya berkaitan dengan 'magic number'. Contoh, mengungkapkan kampanye aksi 1000 sepeda akan menarik perhatian media massa, karena angka '1000' termasuk magic number yang menjadikannya news valuable.

Begitulah!

Tapi sebenarnya bukan itu yang hendak gw bahas di sini, bermula dari rasa penasaran soal media massa, mendengar jawaban tersebut, yang langsung terbersit di otak gw adalah... mendadak, sebuah berita dari kejadian menggemparkan beberapa saat lalu: bencana alam dan nuklir di Jepang.

Ya, gw ingat, itu hari Jum'at, 11 Maret 2011, pukul 2 siang gw bersiap-siap menuju tempat murid les privat gw, ketika mendadak mau ngecek Twitter dan berhamburan informasi mengenai Jepang dan tsunami, dan sebagainya. Dengan segera gw menyalakan TV untuk mendengar berita yang berlangsung, dan menonton bagaimana rumah-rumah dan gedung-gedung di kota-kota besar di sana, tersapu air, tontonan akan pusaran air di laut, dan sebagainya.

Gw shock, terpaku, rasanya nggak mau berangkat ngajar les, mau nonton berita saja, update sama situasi di sana... tapi mau tak mau tanggung jawab mengajar harus dijalankan, dan dengan perasaan tidak sabar gw menanti sore untuk pulang kembali ke rumah dan mengikuti berita kembali.

Hingga jam 3 pagi dini hari, TV gw setel di CNN yang menampilkan Live report langsung dari NHK di Jepang, di sana sudah jam 4 dini hari, menanti matahari terbit untuk kelanjutan nasib umat manusia di lokasi bencana. Gw nggak sanggup masuk kamar dan tidur, mata gw terpaku sama CNN live report itu, terus... terus... tidak mau beranjak.

Jepang, adalah sebuah negara yang sangat gw cintai sejak gw duduk di bangku SMP, bukan gw tidak bangga dengan negara sendiri, tapi gw mengagumi budaya, alam, orang-orang, pemikiran, gaya hidup, prinsip hidup, yang berada di negeri Sakura tersebut, ibarat seorang idola, seorang role model, sebuah negara yang telah menginspirasi gw untuk mengejar mimpi gw.

Saking sayangnya gw dengan negeri tersebut, gw merasa sudah menjadi bagiannya pula, memiliki hati yang gw bagi ke sana (selain kepada negeri gw sendiri ^^), dan nyokap pun sampe ngomong:
"kalau reinkarnasi itu ada, kamu mungkin reinkarnasi dari orang Jepang, ya" hahaha... 

Ia adalah negara tujuan gw.

tujuan.

tujuan dalam arti hidup, dan inspirasi.

Lalu terjadilah bencana tersebut, ibarat news value yang disebutkan kakak dosen gw, ia memiliki nilai 'proximity' yang sangat besar bagi gw. Kedekatan yang amat sangat, hingga gw nggak sanggup meninggalkan live report sampai dini hari. Hingga gw gelisah seharian menanti berita-berita, gw menjadi salah satu dari yang pertama menonton rekaman-rekaman warga Jepang yang mengalami gempa di sana... proximity gw...

Melihat fakta akan gw yang mengagumi negeri tersebut, dan fakta akan situasi yang terjadi di sana saat ini, orang-orang di sekitar gw pun mengungkapkan banyak hal ke gw.

Seorang teman gw pun bertanya-tanya:
"Lo yakin masih mau ke sana dengan nuklir yang udah mengkontaminasi di sana?"

Kemudian sang adik gw mendadak berkata:
"Yah, nggak jadi, deh, kamu, mau ke Jepang"

Tak lupa nyokap pun berpendapat
"Nggak! nanti anak kamu gimana kalau kamu mengkonsumsi apapun di Jepang, perut kamu juga jadi kena efek, kan?"

Damn.

Damn, damn, damn.

Why? Why it has to be happen? Kenapa itu harus terjadi di negeri tujuan gw?

Should I ? or shouldn't I ?

The thing is, I am feeling really upset now... feeling down, somehow like in the lowest point.

Gw yakin bahwa gw masih MAU ke sana, ia masih menjadi negeri tujuan gw in the first place. Tapi... haruskah gw mengindahkan masukan-masukan dari orang-orang sekitar gw?

Nggak ada yang bisa gw lakukan, selain tetap menjalani apa yang sudah gw tetapkan sejak dahulu, yang bahkan sempat tertunda beberapa tahun karena perubahan besar dalam hidup gw (akan dijelaskan di postingan selanjutnya).

Dan gw cuma bisa berharap... berdoa... semoga Tuhan berpihak dengan gw... dan menjadikan alam semesta mengizinkan gw untuk bisa selamat mencapai tujuan gw. Dan selamat untuk melanjutkan hidup, selamat mencapai semua cita-cita gw, termasuk salah satunya untuk bisa berada di negeri tujuan gw tersebut.

Negeri dengan nilai proximity yang tinggi untuk gw.